Demikian diungkapkan oleh Ketua LDNU KH Nuril Huda dalam acara workshop Revitalisasi Peran NU sebagai Gerakan Dakwah Islam Rahmatan Lil Alamiin di Wisma Haji Jakarta, Senin.
Menurut kiai asal Lamongan tersebut, terdapat berbagai masalah dalam pengembangan dakwah ala NU. Kini banyak dai yang keikhlasannya dalam berjuang dan berdakwah sudah jauh berkurang sementara aliran-aliran baru tersebut disebarkan dengan penuh semangat.
| 10 Tahun Lagi NU Terancam Lenyap (Sumber Gambar : Nu Online) |
10 Tahun Lagi NU Terancam Lenyap
“Sekarang kita bagaimana, mundur tanpa bertempur dan bertempur dengan kemungkinan menang atau kalah? Kita harus meningkatan semangat kita dalam memperjuangkan ajaran ahlusunnah wal jamaah,” tuturnya.Perkembangan aliran baru yang pesat tersebut bisa dilihat dari banyaknya masjid dan madrasah NU yang diambil alih dengan berbagai cara. Kecenderungan ini harus dicegah untuk menyelamatkan NU. “Bisakan kita menanggulangi yang seperti ini, mempertahankan yang benar tanpa menyalahkan yang lain,’ tegasnya.
Menurut Kyai Nuril saat ini mereka masih menyembunyikan ajaran yang sebenarnya dan lebih pada upaya untuk menarik massa dan menimbulkan ketaatan kepada para pemimpin. “Saat ini sudah ada orang yang lebih taat pada ustadznya daripada ke orang tuanya,” jelasnya.
Kawit An Nur Slawi
Baru sepuluh tahun ke depan setelah merasa kuat, baru dimunculkan ajaran yang sebenarnya atau biasa disebut periode taqiyyah. Saat itulah mereka akan memaksakan ajarannya dan menganggap hanya mereka yang benar.Acara ini diikuti oleh 50 orang yang terdiri dari para penguruw PW/PC LDNU, dai/daiyah binaan LDNU dari 5 propinsi yang meliputi Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Acara yang merupakan kegiatan pra munas ini berlangsung sampai Selasa, 13 Feb. (mkf)
Kawit An Nur Slawi
Dari Nu Online: nu.or.idKawit An Nur Slawi Berita, Kajian Islam Kawit An Nur Slawi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar