Jumat, 14 Oktober 2016

SMK Ma’arif Wates Kulonprogo, Cetak Lulusan Berdaya Saing

Berangkat dengan segala keterbatasan dan keprihatinan, SMK Ma’arif 1 Wates menjelma menjadi sekolah swasta pertama di Kulonprogo yang meraih sertifikat Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001 : 2008.

Komitmen dalam mencetak lulusan yang handal dan profesional serta memegang teguh aqidah Ahlussunnah Waljama’ah (Aswaja) menjadi modal melaksanakan amanah menjalankan sekolah yang menjadi kebanggaan warga Nahdliyin ini.

Murid setiap hari diberikan pendidikan moral dan rohani yang dilaksanakan sebelum pelajaran dimulai. Materi baca tulis Al-Qur’an dengan metode qiroati serta amaliah-amaliah Ahlussunnah Waljama’ah, seperti shalawat, tahlil dan barzanji, menjadi menu wajib bagi setiap siswa SMK Ma’arif 1 Wates Kulonprogo.

SMK Ma’arif Wates Kulonprogo, Cetak Lulusan Berdaya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Ma’arif Wates Kulonprogo, Cetak Lulusan Berdaya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK Ma’arif Wates Kulonprogo, Cetak Lulusan Berdaya Saing

“Amanah masyarakat ini kami jaga dengan terus meningkatkan kualitas secara menyeluruh, baik sumber daya guru-karyawan, akademik, dan sekolah. Karena masyarakatlah yang paling bisa menilai kualitas kami. Alhamdulillah sudah banyak prestasi yang kami raih,” ujar Kepala Sekolah SMK Ma’arif 1 Wates, H Rahmat Raharja, S.Pd, M.PdI, kepada BANGKIT beberapa waktu lalu.

Kawit An Nur Slawi

Berdiri sejak tahun 1985, SMK Ma’arif 1 Wates telah mengukir berbagai prestasi, baik akademik maupun non-akademik, yang membanggakan. Tercatat selama 3 tahun terakhir, SMK Ma’arif 1 Wates selalu meluluskan seluruh siswa dalam UN dengan persentase kelulusan 100 %.

Kawit An Nur Slawi

Sekolah yang memiliki moto “Terbesar dan Terbaik” ini menjadi nominasi Sekolah Standar Nasional (SSN) pertama bagi sekolah swasta di Kulonprogo pada tahun 2005. SMK Ma’arif 1 Wates juga tak pernah absen menjadi juara Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Provinsi DIY sejak tahun 2003.

“Keterbatasan dan keprihatinan itulah yang memacu sekolah ini untuk menjadi lebih besar, dan sekarang ya seperti anda lihat. Alhamdulillah kami sudah bisa mandiri dan memiliki gedung yang representatif dan sederet prestasi yang membanggakan,” lanjut Rahmat.

Pria yang juga menjabat sebagai wakil ketua PCNU Kulonprogo ini menambahkan, SMK Ma’arif 1 Wates di awal berdirinya masih menumpang di SMA Ma’arif untuk proses belajar mengajar. Baru pada tahun 2000, SMK ini mampu mandiri dan berkembang pesat hingga sekarang.

Gedung megah berlantai tiga dengan berbagai fasilitas penunjang belajar sudah tersedia lengkap di sekolah ini. SMK Ma’arif 1 Wates memiliki lima jurusan, teknik otomotif, teknik sepeda motor, teknik audio video, teknik instalasi tenaga listrik, dan teknik komputer jaringan, yang kesemuanya diminati oleh siswa pendaftar dan dibuktikan dengan jumlah murid baru tahun 2012 sebanyak 396 anak.

Bahkan rata-rata setiap tahun ajaran baru, SMK Ma’arif 1 Wates ini dengan berat hati harus menolak pendaftar akibat sudah melebihi kuota kelas yang dimiliki. Tingginya animo pendaftar yang ingin menyekolahkan putra-putrinya di sekolah ini masih tidak sebanding dengan kapasitas kursi yang dimiliki sekolah.

Promosi Sepanjang Masa

Rahasia dari kesuksesan SMK Ma’arif 1 Wates ini adalah keberadaan program promosi sepanjang masa yang terus-menerus dilakukan, tidak hanya saat tahun ajaran baru. Selain itu sistem manajerial sekolah yang baik dan profesional membuat sekolah ini terus berkembang pesat.

“Saya selalu selalu berusaha agar sekolah ini menjadi yang pertama, tentunya dalam hal prestasi, karenanya kami menerapkan pola disiplin ketat. Selain itu, kesungguhan mengelola sekolah ini juga menjadi kuncinya. Hal tersebut selalu kami tanamkan kepada setiap guru dan karyawan,” tambah Rahmat.

SMK Ma’arif 1 Wates sekarang telah berdiri di atas tanah seluas 6500 meter persegi yang terlihat sangat jelas dari perlimaan Karangnongko dimana terdapat patung Nyi Ageng Serang. Fasilitas laboratorium praktek juga tersedia lengkap di sekolah ini sebagai penunjang belajar siswa.

“Kami juga menerapkan pendidikan sistem ganda atau praktik kerja industri, yaitu agar proses pendidikan yang kami terapkan match atau sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja di dunia industri. Metodenya dengan melibatkan secara langsung pihak industri dalam mendidik siswa,” tegasnya.

Kerjasama dengan institusi untuk menjaring tamatan SMK Ma’arif 1 Wates ini juga telah berjalan harmonis. Tak kurang 50 perusahaan skala nasional maupun internasional bekerjasama dengan pihak sekolah untuk merekrut alumni menjadi teknisi handal di tempat kerja masing-masing.

Di Kulonprogo, hampir setiap bengkel motor mempunyai teknisi yang merupakan alumni SMK Ma’arif 1 Wates, bahkan banyak teknisi PLN Wates yang berasal dari para tamatan sekolah ini. Namun tak sedikit pula yang menjadi PNS maupun memilih melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi. 

Dalam rangka mendukung program kerja PCNU Kulonprogo maupun PWNU DIY, SMK Ma’arif 1 Wates selalu melibatkan diri, baik rutin maupun insidentil, karena memang bagian dari NU. Pengurus PCNU maupun PWNU terkadang juga dilibatkan dalam pembelajaran Islam intensif dan kegiatan lainnya. (Rokhim Bangkit dan Rois)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Tegal, IMNU Kawit An Nur Slawi

Sabtu, 08 Oktober 2016

Fasilitasi Bakat Pelajar, PP IPPNU Gelar Pelatihan Media Kreatif dan Sehat

Jakarta, Kawit An Nur Slawi

Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) melalui departemen komunikasi dan informasi menggelar pelatihan yang bertajuk Creative Media Youth School yang berlangsung sejak Kamis (5/10) di Gedung Kantor Pusat Tik Nasional, Ciputat, Tangsel. Acara ini digelar selama tiga hari ini.

Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Balitbang SDM) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Basuki Yusuf Iskandar.

Fasilitasi Bakat Pelajar, PP IPPNU Gelar Pelatihan Media Kreatif dan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Fasilitasi Bakat Pelajar, PP IPPNU Gelar Pelatihan Media Kreatif dan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Fasilitasi Bakat Pelajar, PP IPPNU Gelar Pelatihan Media Kreatif dan Sehat

Ia dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertumbuhan atau dinamika teknologi begitu kencang oleh karena itu sudah selayaknya para pelajar-pelajar dapat menggunakan media dengan produktif dan bermanfaat.

Kawit An Nur Slawi

Ia berharap, para peserta dapat memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya untuk menggali ilmu pengetahuan yang lebih dalam perkembangan media, teknologi dan dapat melihat perspektif global.

“Nantinya, ilmu yang sudah diperoleh dari pelatihan ini, dapat diimplementasikan di daerah masing-masing dan dapat menggunakan media dengan cerdas, sehingga para peserta ini dapat memberikan kontribusinya sebagai generasi yang cerdas dalam besosial media,” jelasnya.

Kawit An Nur Slawi

Seketaris Umum IPPNU Zaimah Imamatul Baroroh menyatakan bahwa di Indonesia saat ini banyak pelajar-pelajar kreatif dan cerdas. “Jika difasilitasi, diberikan training-training, maka akan sangat bermanfaat untuk menjadi instruktur sebaya di bidang media dan menjadi pelopor pengguna media sosial yang cerdas dan bijak,” katanya.

“Saya menyampaikan salam dari Ketua Umum IPPNU Puti Hasni yang saat ini sedang berada di Jepang untuk mengikuti Program Jenesys 2017, ia menyampaikan selamat dan sukses untuk teman-teman yang telah mengikuti acara pelatihan ini,” katanya.

Menurut Zaimah, IPPNU berperan aktif untuk menjembatani para rekanita di dalam memperkaya pengetahuan mengenai media. Kita dari pimpinan pusat berinisiatif dengan membuat pelatihan Creative Media Youth School. Hal ini diharapkan menjadi wadah bagi generasi millenial agar semakin melek media dan haus akan pengetahuan sehingga dapat meningkatkan sensitivitas terhadap keberagaman di media.

Pengetahuan dan pemahaman mengenai ilmu-ilmu di dalam menguasai media menjadi urgensi bagi diri kita sebagai filter dalam menghadapi modernisasi millenial.

“Atas nama Panitia saya sangat berterima kasih atas kesempatan yang baik yang diberikan kepada kami. Ini adalah awal yang baik yang bisa terus dilakukan secara bertahap sehingga ke depannya kami bersama teman-teman di seluruh Indonesia dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik,” imbunya.

Peserta yang berjumlah 100 orang ini adalah perwakilan dari daerah zona Jawa dan Sumatera. Peserta sebelumnya telah melewati seleksi ketat. (Anty Husnawati/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Syariah, Habib, Tegal Kawit An Nur Slawi

Rabu, 05 Oktober 2016

Fatayat Klaten Dorong Pendirian Anak Cabang

Klaten, Kawit An Nur Slawi. Pimpinan Cabang Fatayat NU Klaten, Jawa Tengah, terus bergeliat untuk terus melebarkan sayapnya di daerah Klaten. Terakhir, mereka berhasil melantik 4 kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC).

Keempat PAC tersebut yakni, Fatayat NU Manisrenggo, Karangnongko, Bayat dan Klaten Selatan. Acara pelantikan dilangsungkan di Aula Masjid Raya Klaten, pertengahan bulan lalu.

Kepada Kawit An Nur Slawi, Ketua PC Fatayat NU Klaten Ika Nurmaliana Dewi, mengungkapkan berdirinya 4 PAC baru ini sebagai bukti keseriusan Fatayat NU Klaten dalam menggarap bidang pengkaderan dan organisasi.

Fatayat Klaten Dorong Pendirian Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat Klaten Dorong Pendirian Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat Klaten Dorong Pendirian Anak Cabang

“Masih ada garapan bagi kami untuk 12 PAC lainnya yang belum terbentuk,” terang Ika, Jumat (23/12).

Ika juga berharap, semangat ini kemudian juga dapat diteruskan para pengurus PAC, untuk membentuk ranting di daerah masing-masing. “Semoga Fatayat tetap solid, dan tetap semangat bagi PAC yang telah ada dan baru saja terbentuk. Agenda lain, untuk membentuk Ranting-ranting Fatayat NU di Klaten." terangnya.

Kawit An Nur Slawi

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Klaten, H. Mujiburrahman, turut mengapresiasi apa yang telah diupayakan Fatayat NU Klaten ini. "Ke depan, saya berharap untuk mendata MWC-MWC NU Se-Klaten yang belum ada Fatayatnya. Kami dari PCNU Klaten siap mendukung dan memfasilitasi untuk itu," ujar Mujib.

Ia juga berharap agar dalam waktu dekat, untuk segera diadakan pelatihan-pelatihan bagi Fatayat NU Klaten. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi Kyai Kawit An Nur Slawi

Selasa, 04 Oktober 2016

Kiai Said Sebut Budaya adalah Insfrastruktur Beragama

Mataram, Kawit An Nur Slawi. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan kepengurusan PBNU 2015-2020 mengembangkan Islam Nusantara yang berawal dari semangat kembali ke pesantren.

“Kembali ke pesantren megawali semangat Islam Nusantara yang menjadi hasil Muktamar NU ke-33. Islam Nusantara yang ramah, santun, dan menghormati budaya,” kata Kiai Said saat Sidang Pleno Kedua Munas Konbes NU 2017 di Islamic Center Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (23/11) malam.

Kiai Said Sebut Budaya adalah Insfrastruktur Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Sebut Budaya adalah Insfrastruktur Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Sebut Budaya adalah Insfrastruktur Beragama

Semangat Islam Nusantara juga menjadikan budaya sebagai infrastruktur dalam beragama.

“Contohnya batik digunakan untuk shalat, karena hasil budaya dimafaatkan untuk ibadah shalat,” lanjutnya.

Terkait dengan ideologi Pancasila yang juga didengungkan NU sebagai idelologi yang tidak bertentangan dengan Islam, Kiai Said menyebut dirinya bersama Rais Aam PBNU dan sejumlah tokoh nasional, masuk sebagai tim Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP).

Kawit An Nur Slawi

Melalui UKP-PIP mewujudkan pemaknaan Pancasila bukan monopoli satu pihak tertentu.

“Sekarang tafsir Pancasila dirumuskan dengan meminta masukan berbagiai pihak melalui tulisan yang dielaborasi merangkum gerakan mewujudkan nilai-nilai Pancasila,” tandas Kiai Said.

Kawit An Nur Slawi

UKP-PIP juga menjadi arah kebijakan umum ideologi Pancasila dan melaksanakan koordinasi, sinkronisasi dan pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Makam Kawit An Nur Slawi