Jumat, 18 November 2016

Inilah Lagu Ayo Mondok Pesantrenku Keren

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Saiful Ridjal, salah satu kader NU asal Lumajang, Jawa Timur, menciptakan lagu berjudul "Ayo Mondok Pesantrenku Keren" sebagai ajakan kepada semua yang mendengarkan untuk mengaji sekaligus memahami pesantren.

Inilah Lagu Ayo Mondok Pesantrenku Keren (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Lagu Ayo Mondok Pesantrenku Keren (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Lagu Ayo Mondok Pesantrenku Keren

Lagu yang dibuat dalam versi anak-anak tersebut dinyanyikan oleh Dani Abdurrahman Althof. Anak kelahiran 10 Maret 2008 ini tak lain adalah putra Saiful sendiri yang memang hobi menyanyi.

Meski tak pernah tinggal di pesantren, Saful Ridjal yang sejak muda gemar mencipta lagu mengaku senang bisa berkontribusi kepada NU. Ia dibesarkan dari seorang ayah yang dulu nyantri di Tebuireng dan ibu yang menjadi pimpinan Muslimat NU di Lumajang.

Kawit An Nur Slawi

"Apa yang bisa saya berikan untuk NU, saya berikan, demi perkembangan NU," kata mantan pengurus Gerakan Pemuda Ansor Lumajang ini melalu sambungan telepon, Ahad (25/10) petang.

Kawit An Nur Slawi

Dalam lirik lagu tersebut disinggung soal hormat kepada kiai dan harapan terhadap limpahan ilmu bermanfaat, serta mengaji demi masa depan yang cerah nan damai tanpa kekerasan.

Gerakan Nasional "Ayo Mondok" dimotori dan diluncurkan Rabithah Maahid Islamiyah NU (RMINU) pada awal Juni 2015. Meski sempat menuai pujian dari Ketua Pengurus Pusat RMINU KH Abdul Ghaffar Rozien (Gus Rozin), lagu ciptaan Saiful Ridjal ini belum mendapat keputusan dari RMINU sebagai lagu resmi gerakan nasional "Ayo Mondok".

Lagu Ayo Mondok Pesantrenku Keren kini bisa diunduh dan didengarkan dalam versi MP3 di website Radio NU (radio.nu.or.id) pada kanal "Download". Penciptanya juga sudah mengunggah lagu ini di situs berbagi video Youtube sejak puncak peringatan Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2015.

Saiful yang juga kontributor Kawit An Nur Slawi Lumajang ini telah mempersilakan RMINU atau PBNU untuk menjadikan lagu ini sebagai bagian dari lagu gerakan Ayo Mondok jika dipandang pantas dan layak. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Humor Islam, Quote Kawit An Nur Slawi

Rabu, 16 November 2016

Pramuka Ma’arif NU Diharapkan Lahirkan Kader Pemimpin

Sumedang, Kawit An Nur Slawi

Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama yang diwakili sekretaris umum Muhsin Ibnu Djuhan bersama Ketua Kwartir Gerakan Pramuka Kabupaten Sumedang H Atje Arifin Abdullah mengukuhkan Pengurus Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Maarif NU Kabupaten Sumedang. Pengurus Sako Pramuka Maarif NU ini dibentuk oleh Pengurus Lembaga Pendidikan Nahdlatul Ulama (LP Maarif NU) Kabupaten Sumedang.

Pramuka Ma’arif NU Diharapkan Lahirkan Kader Pemimpin (Sumber Gambar : Nu Online)
Pramuka Ma’arif NU Diharapkan Lahirkan Kader Pemimpin (Sumber Gambar : Nu Online)

Pramuka Ma’arif NU Diharapkan Lahirkan Kader Pemimpin

Pengukuhan dilaksanakan dalam acara Pembukaan Kemah Terpadu Maarif pada Jumat (5/6) di Bumi Perkemahan Cobolang Desa Kebon Kalapa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang.

Muhsin Ibnu Djuhan yang menjabat juga sebagai kepala Sako Pramuka Maarif Nasional mengatakan bahwa dengan dikukuhkannya kepengurusan Sako Pramuka Maarif NU Kabupaten Sumedang diharapkan kegiatan pengaderan terhadap generasi muda di lingkungan LP Maarif NU bisa dilaksanakan lebih kreatif dan inovatif.

Kawit An Nur Slawi

Menurutnya, pembinaan dan pengawasan gerakan pramuka harus dilakukan secara berkelanjutan. Sekolah atau madrasah yang berada di lingkungan LP Maarif NU Kabupaten Sumedang paling banyak se-Jawa Barat. Ini merupakan prestasi yang harus dipertahankan dan ditingkatkan. “Pembentukan kepengurusan Sako Pramuka Maarif NU Kabupaten Sumedang dan kegiatan Kemah Terpadu Maarif juga yang pertama se-Jawa Barat. Apresiasi yang sangat tinggi kami sampaikan untuk pengurus LP Maarif NU Kabupaten Sumedang,” lanjut Muhsin.

Kawit An Nur Slawi

Ke depan pihknya berharap ada kader-kader pemimpin yang lahir dari Pramuka Sako Maarif NU. Di pramuka banyak pengetahuan dan keterampilan yang bisa dipelajari. Contoh sederhana saja, di pramuka ada tentang tali temali. “Tali temali itu kelihatan sederhana tapi nilai filosofinya sangat tinggi. Seseorang membuat tali temali, dan talinya tidak diikat dengan kuat maka bisa mencelakakan orang. Begitu juga dengan sebuah lembaga, kalau pengelolaannya dibuat secara asal-asalan maka lembaga tersebut akan cepat rusak dan hancur,” ujarnya.

“Pengurus Lembaga Pendidikan Maarif NU Kabupaten Sumedang harus diisi oleh orang-orang yang mumpuni supaya bisa menghasilkan kader-kader yang luar biasa,” lanjut Muhsin.

Sementara Atje Arifin Abdullah dalam sambutannya mengucapan terima kasih kepada pengurus Sako Pramuka Maarif Kabupaten Sumedang yang telah terpanggil untuk mengembangkan gerakan pramuka di Kabupaten Sumedang. “Semoga gerakan pramuka di Sumedang lebih maju lagi dan bisa berbicara di kancah nasional dan internasional,” tutup Atje. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Meme Islam Kawit An Nur Slawi

Rabu, 09 November 2016

Kang Maman: Maulid Nabi Momentum Saling Mencintai

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW bermakna besar bagi pembentukan pribadi serta keimanan seorang Muslim dalam menyebarkan nilai cinta kasih kepada sesama. Karena Nabi Muhammad SAW diutus sebagai kasih sayang untuk semua umat manusia, rahmatan lil alamin. Karenanya peringatan kelahiran Nabi atau Maulid harus jadi momentum untuk saling mengasihi dan mencintai.?

Kang Maman: Maulid Nabi Momentum Saling Mencintai (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Maman: Maulid Nabi Momentum Saling Mencintai (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Maman: Maulid Nabi Momentum Saling Mencintai

Demikian disampaikan oleh Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH. Maman Imanul Haq dalam acara Maulid di Ponpes Al-Mizan Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat Ahad (11/12).

Kiai Muda yang akrab disapa Kang Maman ini menambahkan bahwa saat membuncahnya aksi kebencian dan kekerasan atas nama agama, Maulid Nabi harus jadi bahan refleksi diri untuk kembali menghadirkan "Nur Muhammad" yang mencerdaskan dan menguatkan umat.?

Sejarah Maulid

Kawit An Nur Slawi

Dalam acara tersebut Kang Maman memaparkan sejarah Peringatan Maulid Nabi. Peringatan kelahiran Rasulullah SAW sejatinya bertepatan dengan 12 Rabiul Awal. Sementara dalam hitungan Masehi, Rasulullah terlahir tanggal 21 April 571 Masehi atau lebih dikenal dengan Tahun Gajah.?

“Menurut Ibn Hajar Al-Asqalanî, asal dari Maulid tidak ditemukan dari para Salaf sejak kurun abad ketiga. Tetapi ada kemungkinan merupakan aktivitas yang baik dan bermanfaat,” terangnya.

Kawit An Nur Slawi

Menurutnya, Maulid Nabi seyogyanya mengukuhkan kesadaran umat untuk meneruskan perjuangan Nabi, yakni menyebarkan dakwah Islam yang mengajarkan prinsip keimanan serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.?

Hal itu mengilhami Raja Arballes Mosul Irak, Abu Saîd Muzhaffar, dan panglima perang Islam dalam Perang Salib, Salahuddîn Al-Ayyubî, untuk mengadakan seremonial Maulid. Cara ini sebagai upaya membangkitkan ketahanan mental yang tinggi serta membangkitkan semangat perjuangan dakwah Islam yang bertujuan membebaskan manusia dari kezaliman menuju cahaya.

"Dengan Maulid Nabi, marilah kita segarkan kembali spirit keagamaan kita sehingga keagungan dan keindahan Islam akan terus memancar bagi kehidupan dalam spektrum yang luas,” tutup anggota DPR RI dari F-PKB ini. (Ade Duryawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Amalan, Daerah, Tegal Kawit An Nur Slawi

Selasa, 08 November 2016

Eksotisme Danau Kaolin di Bangka Belitung

Bangka Tengah, Kawit An Nur Slawi. Tidak sulit menemukan tempat wisata dan panorama indah di Kepulauan Bangka Belitung. Provinsi yang dikelilingi pantai ini menyajikan berbagai tempat eksotis salah satunya Danau Kaolin di Kabupaten Bangka Tengah.

Kawit An Nur Slawi berkesempatan mengunjungi danau dengan air yang nampak berwarna biru di sebuah tempat bekas galian pertambangan timah tersebut.

Eksotisme Danau Kaolin di Bangka Belitung (Sumber Gambar : Nu Online)
Eksotisme Danau Kaolin di Bangka Belitung (Sumber Gambar : Nu Online)

Eksotisme Danau Kaolin di Bangka Belitung

Konon, Danau Kaolin, begitu masyarakat setempat menyebutnya merupakan galian bekas tambang timah yang setelah bertahun-tahun ditinggalkan dan akhirnya membentuk kolam air beraneka warna.

Danau ini menjadi salah satu tempat kunjungan wisata para Pramuka Madrasah yang sedang melakukan kegiatan Perkemahan Nasional di Bumi Perkemahan Selawang Segantang Koba, Bangka Tengah.

Kawit An Nur Slawi

“Danau biru ini terlihat alami. Terbentuk dari bekas galian-galian tambang timah sejak bertahun-tahun lalu,” ujar Rossi Andy, salah satu warga setempat yang sedang menikmati buah kelapa hijau di sekitar danau, Senin (15/5) kepada Kawit An Nur Slawi.

Lokasi Danau Kaolin berjarak lebih kurang 70 kilometer dari Bandara Depati Amir Pangkalpinang.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun Kawit An Nur Slawi, warna air yang mencolok dari Danau Kaolin terlihat begitu jelas saat terik matahari menimpa. Terdapat dua kolam danau yang masing-masing memiliki warna berbeda, warna biru dan hijau.

Kawit An Nur Slawi

Konon warna dari air kolam terbentuk dari paparan radiasi logam radioaktif hasil galian tambang. Pemda setempat mengimbau agar pengunjung tidak mandi atau menggunakan air dari Danau Kaolin. Kuat dugaan radiasi bekas tambang mengandung racun yang bisa membahayakan kesehatan.

Pertambangan timah di Bangka Belitung memang menyisakan persoalan tak berujung. Yakni bertebarannya lubang bekas galian yang menyerupai danau-danau kecil, tersebar di hampir setiap sudut Pulau Bangka.?

Hanya saja, sebagian dari kolong-kolong bekas galian tambang yang membentuk danau itu menyajikan pemandangan yang menarik walaupun sebetulnya bisa dikatakan bahwa fenomena ini adalah kerusakan alam.

Keadaan di Danau Kaolin ini berbeda dengan Danau Kawah Putih Ciwidey di Bandung dengan bau belerangnya yang menyengat. Di danau ini tidak ada bau belerang karena danau ini tidak terbentuk dari sebuah kawah pegunungan.

Melihat antusiasme warga dari seluruh daerah yang begitu tinggi, Pemda saat ini sedang membangun jalan menuju akses ke Danau Kaolin. Kunjungan ke danau yang dipenuhi dengan kawah-kawah putih bekas galian tambang itu tidak dipungut biaya.

Pengunjung juga tidak sulit menemukan pondok-pondok atau warung yang menjajakan makanan dan minuman. Karena di sekitar danau telah berdiri pondok yang menyediakan buah kepala hijau, makanan khas Bangka, dan lain-lain.

Namun, pengunjung perlu berhati-hati ketika melakukan foto bersama maupun selfie di pinggiran danau. Karena mulut danau di beberapa bagian retak sehingga berpotensi runtuh ketika diinjak.?

Selain di Pulau Bangka, danau serupa juga terdapat di Pulau Belitung. Di sana juga dijadikan tempat wisata favorit yang secara umum populer dengan sebutan Camoi Aek Biru. Aek Biru sendiri berasal dari kata air dan biru. Logat orang Melayu setempat, kata air berubah menjadi aek (logat Melayu Bangka bagian selatan). (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Makam, Tokoh Kawit An Nur Slawi

Kamis, 03 November 2016

Jangan Pasrahkan Penuh Pendidikan Anak ke Sekolah

Jember, Kawit An Nur Slawi. Dewasa ini, memasrahkan pendidikan anak pada sekolah nyaris menjadi kecenderungan para orang tua. Karena alasan sibuk, mereka tidak mau tahu terhadap pendidikan anaknya sehingga pendidikan anak dibebankan sepenuhnya kepada lembaga pendidikan. Padahal, sebagian banyak waktu anak adalah berada di rumah.

Demikian diungkapkan Wakil Sekretaris PCNU Jember Moch. Eksan saat menyampaikan taushiyahnya dalam peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Sumberwaru, Kecamatan Sukowono, Jember, Jawa Timur, Rabu malam (21/12).

Jangan Pasrahkan Penuh Pendidikan Anak ke Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Pasrahkan Penuh Pendidikan Anak ke Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Pasrahkan Penuh Pendidikan Anak ke Sekolah

Menurutnya, adalah keliru jika orang tua memasrahkan penuh pendidikan anaknya kapada sekolah. Sekolah hanya mempunyai waktu 7 jam untuk mendidik anak. Selebihnya, waktu anak berada dalam lingkungan keluarga.

“Karena itu, sesungguhnya pendidikan dalam keluarga adalah yang utama dan pertama, sedangkan sekolah dan masyarakat hanya sebagai penunjang. Dan inilah yang dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad,” ungkapnya.

Mantan dosen tersebut menambahkan, rumah tangga Nabi Muhammad SAW adalah contoh terbaik dalam pendidikan keluarga. Rumah tangga Rasulullah SAW dihiasi dengan perilaku-perilaku terpuji di atas bangunan pondasi keimanan dan nilai-nilai ketaqwaan. Kondisi seperti itu, katanya,? sejatinya merupakan proses kegiatan belajar-mengajar alami yang sangat melekat dalam diri anak.

“Selain memberi contoh dalam perilaku, orang tua juga wajib memantau perkembangan anaknya di luar. Kalau di? pesantren, mendingan, tugas kita selaku orang tua semakin ringan,” ujarnya.

Kawit An Nur Slawi

Bagi anak, katanya, rumah adalah sumber belajar dan keteladanan yang tidak pernah kering, dan tentu mempunyai pengaruh besar terhadap pembentukan karakter sang anak untuk menjadi insan yang beriman sekaligus cakap. Karena itu, ketika keteladanan orang tua sudah mengalami degradasi, maka anak cenderung mencari “keteladanan” di luar rumah, dan itu berbahaya.

Kawit An Nur Slawi

“Orang tua dalam konteks pendidikan adalah rule model, yang diguguh nan ditiru dalam menjalankan missinya sebagai kholifatullah fil ard dan abdullah (hamba Allah). Bumi dan langit adalah amanah dari Allah untuk menjadi jalan menuju Tuhan serta sejadah kemanusiaan,” ungkapnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Doa, AlaSantri Kawit An Nur Slawi