Senin, 30 Mei 2016

Negara Harus Kembali Layani Rakyat

Yogyakarta, Kawit An Nur Slawi. Sebuah negara dibentuk untuk melayani kepentingan rakyat yang ada di wilayah negara itu. Karena itulah kemudian dibentuk pemerintah sebagai pelaksana.

Namun hal itu hanya terjadi di awal kemerdekaan. Pada perkembangan berikutnya ketika kapitalisme dengan kekuatan modalnya mampu mengubah negara untuk melayani kepentingannnya. Itulah yang terjadi selama ini, negara hanya menjadi alat dari multinational company.

Negara Harus Kembali Layani  Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Negara Harus Kembali Layani Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Negara Harus Kembali Layani Rakyat

Demikian pendapat Mohammad Maksum, staf pengajar Universitas Gadjah Mada yang disampaikan kepada Kawit An Nur Slawi, di Yogyakarta, Kamis (25/10). Bahkan, lanjutnya, sistem korporasi itu mampu mengendalikan lembaga internasional seperti bank Dunia, IMF dan WTO.

Koorporasi itu sangat berkuasa sehingga secara sinis disebut sebagai unholly trinity (trinitas tidak kudus), karena saking berkuasanya terhadap pengendalian sistem perekonomian dunia, sehingga negara manapun yang menjadi anggota PBB dengan mudah dikendalikan unholly trinity itu dengan sanagat kuat, sehingga hampir tak tertandingi.

Tetapi, menurut pengurus Wilayah NU Daerah Istimewa Yogyakarta itu, ada cara paling efektif menghadapi kapitalisme global yang digerakkan oleh lembaga dunia itu, yaitu dengan mengembangkan potensi lokal. Terbukti dengan kekuatan lokal sebagaaimana yang digerakkan Brazil, India, Venezuela dan Cina, berhasil menggagakan beberapa agenda WTO karena dianggap tidak adil bagi negara-tersebut.

Penolakan itu memang beralasan hampir semua gagasan PBB yang dilansir melalui lembaga dunia tersebut, termasuk yang dimotori oleh UNDP, seperti program Milennium Development Goals (MDGs) terbukti tidak efektif mengatasi kemiskinan, sebab lembaga pendorongnya yang disebut unholy trinity itu menjadi sumber utama kemiskinan. Dengan resep-resepnya yang menjerumuskan negara lain terjerumus dalam krisis.

Kawit An Nur Slawi

Karena itu aktivis dalam bidang pertanian ini menyarankan walaupun konsep MDGs itu lemah, tetapi kalangan aktivis NU dan aktivis lain yang terlanjur melaksanakan harus lebih cermat, agar dana yang ada benar-benar bisa digunakan untuk memberdayakan ekonomi rakyat. Jangan hanya melaksanakan proyek sebab proyek itu sendiri tidak jelas arahnya, dan terbukti tak bisa berbuat apa-apa.

Bahkan, Maksum menyitir kritik Menkeu Brazilia Guido Mantega yang mengatakan justeru negara-negara maju sebagai salah satu negara yang melakukan mismanagemen dalam bidang ekonomi dan keuangan, anehnya mereka itulah yang menjadi petinggi IMF dan World Bank. Mereka tidak pernah menelusuri akar krisis, hanya memberi konsep, karena itu resep yang diberikan, mereka menyesatkan. sehingga mengacaukan ekonomi dunia.

Karena itu wajar saat ini negera-negara berkembang termasuk Nigeria berani menentang program IMF. Sementara Indonesia hanya menurut saja tanpa sikap kritis. “Padahal kita memiliki banyak punya ekonom yang cukup ahli. Padahal rakyat berharap negara kembali melaayani mereka, bukan seperti zaman penjajahan yang hanya melayani kebutuhan kapitalis,” kata Maksum. (dam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi Hadits, Aswaja Kawit An Nur Slawi

Doa Rasulullah SAW saat Terlilit Utang

Utang merupakan salah satu bentuk mu‘amalah yang diperbolehkan. Namun demikian setan kerap menggoda kita agar mengemplang utang termasuk utang pajak. Kita dibujuk untuk tidak memenuhi kewajiban membayar utang. Karenanya membayar utang adalah jihad yang sangat luar biasa.

Di samping faktor bujukan setan, kita belum sanggup melaksanakan kewajiban bayar utang karena belum mampu. Pikiran kita terbebani oleh utang itu karena rezeki yang habis hanya untuk makan tanpa tersisa untuk disisihkan.

Doa Rasulullah SAW saat Terlilit Utang (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Rasulullah SAW saat Terlilit Utang (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Rasulullah SAW saat Terlilit Utang

Untuk kondisi seperti ini Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa yang diharapkan agar Allah menurunkan beban utang yang sedang kita pikul.

Kawit An Nur Slawi

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allâhummakfinî fi halâlika ‘an harâmik, wa aghninî bi fadhlika ‘amman siwâk

Kawit An Nur Slawi

Artinya, “Tuhanku, cukupilah diriku dengan jalan (harta) yang Kauhalalkan, bukan jalan (harta) Kauharamkan; dan lengkapilah diriku dengan kemurahan-Mu, bukan kemurahan selain diri-Mu.”

Doa Rasulullah SAW yang diterima Sayidina Ali RA ini diajarkan kepada salah seorang mukatab (budak yang tengah mencicil kemerdekaan dirinya) saat mengeluhkan beban utangnya kepada Sayidina Ali. “Maukah kamu kalau kuberitahu beberapa kalimat yang diajarkan Rasulullah SAW kepadaku? Kalau kau terbebani utang sebesar gunung, niscaya Allah akan melunasinya,” kata Sayidina Ali.

Meskipun utang diperbolehkan, hanya saja besaran utang ini perlu diperhatikan. Kalau bukan untuk kepentingan yang sangat mendesak, baiknya hindari utang. Karena utang dengan besaran yang tinggi akan menyulitkan kita sendiri. Doa ini diriwayatkan Sayidina Ali dan dicantumkan oleh Imam An-NAwawi dalam karyanya Al-Adzkar. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Lomba, IMNU Kawit An Nur Slawi

Sabtu, 28 Mei 2016

KH Subkhan Makmun Jelaskan Alasan Kenapa Harga Bawang di Brebes Anjlok

Brebes, Kawit An Nur Slawi. Rais Syuriyah PBNU KH Subkhan Makmun menyebutkan kalau harga bawang di Brebes anjlok karena petani tak tunaikan zakat. Sebab untung dan rugi, ada ketentuan Allah dalam dunia perdagangan. Termasuk tidak membayar zakat maka petani akan rugi kedua-duanya. Di samping harganya anjlok di akhirat pun masih ditanyakan kewajiban zakatnya.

Hal tersebut disampaikan Kiai Subkhan saat mengisi taushiyah istighosah jelang tahun baru 2018 di Pendopo Bupati Brebes, Jawa Tengah, Ahab (31/12) malam.

KH Subkhan Makmun Jelaskan Alasan Kenapa Harga Bawang di Brebes Anjlok (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Subkhan Makmun Jelaskan Alasan Kenapa Harga Bawang di Brebes Anjlok (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Subkhan Makmun Jelaskan Alasan Kenapa Harga Bawang di Brebes Anjlok

"Kenapa harga bawang anjlok, karena tidak berzakat," kata Kiai Subkhan disambut tepuk tangan hadirin. 

"Yang tepuk tangan beratrti tidak menanam bawang," sambungnya dengan seloroh.

Menurutnya, dengan membayar zakat maka janji Allah akan melipatgandakan rezeki. "Insyaallah tidak akan terjadi anjloknya harga bawang di Brebes bila semua petani membayar zakat," tegasnya. 

Kawit An Nur Slawi

Kiai Subkhan yang juga Pengasuh Pesantren Assalafiyah Luwungragi Brebes itu mengajak kepada masyarakat untuk tidak selalu menyalahkan pemerintah. "Gak perlu demo lah ketika harga bawang anjlok, kita tebarkan saja sholawat nanti berkah,"  ajaknya.

Terhadap melorotnya harga bawang merah di Brebes dalam kesempatan tersebut Bupati Brebes Hj Idza Priyanti menyampaikan akan memberi solusi dengan menginstruksikan seluruh PNS di Brebes untuk membeli bawang merah masing masing 2 kilogram. 

Selain itu, kepada Bulog setempat juga akan memborong bawang langsung kepada petani. Ketua Panitia Istighotsah Jelang Tahun Baru 2018 KH Athoillah Syatori menjelaskan, kegiatan istighotsah ini telah menjadi agenda tahunan yang dipelopori Pemkab Brebes.

Kawit An Nur Slawi

"Kita berharap, lewat istighotsah bisa menjadi wahana introspeksi diri sehingga bisa meningkatkan pembangunan di Brebes dan menjadi aman, sejahtera, adil dan makmur," ucapnya.

Istighotsah yang berlangsung jam 21.00 hingga 23.00 WIB diikuti ribuan warga masyarakat. Tampak hadir puluhan ulama pengasuh pondok pesantren, Bupati, Dandim 0713/Brebes, Ketua Pengadilan Agama Brebes, perwakilan Forkopimda, Sekda Brebes dan undangan lainnya. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Tokoh Kawit An Nur Slawi