Jumat, 20 Februari 2015

Diskusi Siang Ini LKSB Angkat Semangat Persatuan Sumpah Pemuda

Jakarta, Kawit An Nur Slawi - Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) akan menggelar kajian perihal amanat Sumpah Pemuda dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945. LKSB bersama elemen pemuda dan  mahasiswa se-Jakarta akan mendiskusikan relevansi masalah ini di Lantai Lima Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (2/11) siang.

Tema ini diangkat dalam diskusi ini dalam rangka mengingatkan kembali semangat deklarasi persatuan para pemuda pada 1928 di bawah payung keindonesiaan.

Diskusi Siang Ini LKSB Angkat Semangat Persatuan Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
Diskusi Siang Ini LKSB Angkat Semangat Persatuan Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

Diskusi Siang Ini LKSB Angkat Semangat Persatuan Sumpah Pemuda

Diskusi yang didominasi kalangan pemuda ini memandang semangat persatuan dan keindonesiaan para pemuda saat itu semakin relevan di tengah ketegangan masyarakat karena rangkaian politik praktis.

Direktur Eksekutif LKSB Abdul Ghopur mengatakan, problem Indonesia sesungguhnya adalah keberlangsungan manajemen negara pascakolonial yang tak mampu menegakkan kedaulatan hukum, tidak mampu memberikan keamanan dan keadilan bagi warganya.

Kawit An Nur Slawi

“Di samping itu kita juga belum benar-benar siap menerima keragaman,” kata Ghopur, Selasa (1/11) siang.

Menurutnya, elemen pemuda Indonesia kini perlu kembali mengingatkan masyarakat secara umum yang lupa atau mengabaikan semangat Sumpah Pemuda 1928 dan nilai-nilai persatuan serta perbaikan bangsa ke depan melalui Proklamasi 1945 pendiri bangsa.

Kawit An Nur Slawi

Beberapa unsur kepemudaan yang akan hadir dalam diskusi kali ini adalah perwakilan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), mantan aktivis 98, Generasi Muda Perhimpunan Indonesia Tionghoa (GEMA INTI), Gerakan Alam Pikir Indonesia (Gerak API), pemuda Kampung Sawah Bekasi, pemuda daerah, Anak Kandung Indonesia, dan delegasi ormas serta OKP lainnya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Pesantren Kawit An Nur Slawi

Kamis, 19 Februari 2015

Sejumlah Pimpinan ISIS Jebolan PT Terkemuka di Indonesia

Jakarta, Kawit An Nur Slawi

Keberadaan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang terus melemah, menyisakan sebuah cerita. Sejumlah pimpinan organisasi terorisme tersebut tercatat pernah mengenyam pendidikan di kampus terkemuka di Indonesia. 

Sejumlah Pimpinan ISIS Jebolan PT Terkemuka di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Pimpinan ISIS Jebolan PT Terkemuka di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Pimpinan ISIS Jebolan PT Terkemuka di Indonesia

Hal ini diungkapkan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Hamli saat menyampaikan sambutan di pembukaan kegiatan Dialog Pelibatan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dan Birokrasi Kampus dalam Pencegahan Terorisme di Universitas Negeri Jakarta, Rabu (8/11).

"Di sinilah pentingnya acara ini diadakan. Yaitu mencegah paham radikal terorisme berkembang di lingkungan kampus," kata Hamli. 

Berdasarkan data di Kementerian Agama, sejumlah perguruan tinggi berlatarbelakang  keagamaan sudah menjadi lahan tumbuhnya paham radikal terorisme.

"Karena itu BNPT dan FKPT berusaha melibatkan sejumlah pihak, termasuk perguruan tinggi, agar paham radikalisme bisa dicegah perkembangannya di kampus," imbuhnya. 

Kawit An Nur Slawi

Melalui kegiatan dialog tersebut, Hamli meminta agar mahasiswa selalu memiliki sikap kritis terhadap paham-paham yang baru diterimanya. Membuka diri dalam pergaulan  yang luas dan memperbanyak literasi disebutnya bisa menghindarkan mahasiswa dari pengaruh radikalisme dan terorisme.

Wakil Rektor III UNJ, Achmad Sofyan Hanif menyatakan pihaknya menyambut baik diadakannya dialog tersebut. Diakuinya, mahassiwa di UNJ memiliki latar belakang yang beragam. 

"Tapi keberagaman itu kami kelola dengan baik. Kami selalu melibatkan mereka dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat pencegahan penyebarluasan paham radikalisme," ungkap Sofyan.  

Kawit An Nur Slawi

Sofyan juga mengatakan, pihaknya merupakan salah satu kampus yang ikut menjalankan kegiatan Bela Negara sebagai wujud keikutsertaan dalam upaya pencegahan radikalisme dan terorisme. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Kiai, Tokoh, Ulama Kawit An Nur Slawi