Jumat, 16 Maret 2018

IPPNU Terjunkan Ribuan Relawan Pengawas Pemilu 2014

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Melanjuti kesepakatan dengan Bawaslu, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) menyatakan Gerakan Seribu Relawan untuk Pemilu 2014. Dengan gerakan ini, ribuan kader pelajar putri NU di setiap pelosok tanah air akan dikerahkan sebagai relawan pemantau proses pemungutan dan penghitungan suara.

IPPNU Terjunkan Ribuan Relawan Pengawas Pemilu 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Terjunkan Ribuan Relawan Pengawas Pemilu 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Terjunkan Ribuan Relawan Pengawas Pemilu 2014

Demikian disampaikan Ketua Umum PP IPPNU Farida Farichah kepada Kawit An Nur Slawi, Kamis (3/4) sore.

“IPPNU sebagai unsur bangsa terpanggil untuk melihat pemilu 2014 berlangsung dengan tertib, jujur, dan adil tanpa ternoda oleh pelanggaran, kecurangan, dan manipulasi pihak manapun,” tegas Farida.

Kawit An Nur Slawi

Karenanya, IPPNU mendukung penjatuhan sanksi sesuai aturan pada UU nomor 8 tahun 2012 bagi siapa pun yang terbukti melakukan kejahatan pelanggaran dan kecurangan dalam pemilu.

Keterlibatan relawan kader IPPNU, menurut Farida, merupakan salah satu bentuk pendidikan politik dan partisipasi warga untuk memantau tahapan dalam pemilu 2014 ini.

Kawit An Nur Slawi

“Gerakan ini juga mendorong setiap gerakan perempuan di desa-desa untuk terlibat aktif dalam pengawasan pemilu,” terang Farida.

Ia berharap semua pihak baik parpol, pihak-pihak berkepentingan, dan terutama segenap penyelenggara pemilu untuk transparan dalam proses pemungutan hingga penghitungan suara nanti.

“Kejujuran dan transparansi ini menjadi ukuran kualitas penyelenggaraan pemilu yang disaksikan warga Indonesia baik di dalam maupun di luar negeri,” tandas Farida. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi AlaNu, Khutbah Kawit An Nur Slawi

Selasa, 13 Maret 2018

NU Gunakan Dakwah Merakyat

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Penyebaran Islam di Indonesia, tidak lepas dari peran Walisongo. Mereka memahami karakter masyarakat dan tradisi lokal. Pemahaman terhadap karakter dan watak masyarakat, menjadi bahan bagi Walisongo untuk memilih pendekatan dakwah terhadap masyarakat di nusantara.

NU Gunakan Dakwah Merakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Gunakan Dakwah Merakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Gunakan Dakwah Merakyat

“Tradisi masyarakat diangkat untuk Walisongo untuk menyebarkan nilai-nilai keislaman,” ungkap Dr. Zaki Mubarok, ketua LDNU (Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama) di sela kunjungan belasan civitas akademika dari pelbagai kampus di lt.5 Kantor PBNU Jl. Kramat Raya, Rabu (6/6) siang.

Sedikitnya 14 mahasiswi Hubungan Internasional, mengunjungi kantor PBNU. Mereka antara lain berasal dari UI, UGM, dan Universitas Lehigh Amerika Serikat. Kunjungan dimaksudkan dalam rangka mengenal lebih dekat NU. Lewat suara dari dalam NU, mereka terlihat serius mengikuti penjelasan pandangan, gerakan, dan dinamika NU.

Kawit An Nur Slawi

Mereka disambut oleh sejumlah jajaran PBNU seperti Iqbal Sullam, Sekjen PBNU, Abdul Mun‘im DZ, Wasekjen PBNU,  Zaki Mubarok, Ketua Umum LDNU, dan Nurul Yaqin, Sekretaris LDNU.

Kawit An Nur Slawi

Pola dakwah NU yang merakyat, meniru cara dakwah yang dirintis oleh Walisongo. Cara dakwah Walisongo begitu lentur sehingga mudah meresah di benak masyarakat. Tanpa resisitensi yang berarti, masyarakat menerima nilai-nilai luhur Islam yang dibawakan Walisongo.

Dengan kelenturan luar biasa, Walisongo menjalani kehidupan seperti keseharian masyarakat setempat. Kedekatan mereka dengan masyarakat, tidak lagi dipertanyakan. Menimbang tanpa jarak antara masyarakat dan Walisongo, keduanya membangun peradaban Nusantara dengan nafas Islam.  Tradisi masyarakat berjalan tanpa saling menegasikan satu sama lain.

Kemasan bahasa dakwah, dikemas serenyah mungkin. Sebaik apapun suatu nilai atau ajaran, agak sulit diserap oleh masyarakat umum. Karenanya, kemasan bahasa menjadi pertimbangan dalam penyampaian dakwah NU, tambah Zaki Mubarok.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Kajian Islam, Syariah Kawit An Nur Slawi

Senin, 12 Maret 2018

Para Tokoh Berikan Penghormatan Terakhir Kepada Slamet Effendy

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Para tokoh, baik dari lingkungan NU maupun non-NU, silih berganti mengunjungi rumah duka keluarga H Slamet Effendy Yusuf di perumahan Citra Grand Cibubur, Kamis (3/12).

Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin dan Mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi tiba dalam waktu yang hampir bersamaan untuk memberi penghormatan kepada mendiang Slamet Effendy. Mereka bersalaman dan menyapa satu sama lain.

Para Tokoh Berikan Penghormatan Terakhir Kepada Slamet Effendy (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Tokoh Berikan Penghormatan Terakhir Kepada Slamet Effendy (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Tokoh Berikan Penghormatan Terakhir Kepada Slamet Effendy

Kiai Said dan jajaran pengurus PBNU lainnya juga memberikan penghormatan dan menyampaikan  pesan terakhir sebelum jenazah diberangkatkan menuju Pesantren Tahfidzul Qur’an di Purwakarta Purwakarta, pesantren yang diasuhnya. 

Kawit An Nur Slawi

Sejumlah menteri juga hadir seperti Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri, Menteri Agraria dan Tata Ruang Fery Mursidan Baldan, dan Kapolda Metro Jaya Tito Karnavian. 

Hadir pula Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Mantan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Fuad Bawazier, dan lainnya. 

Kawit An Nur Slawi

Dalam pesan di watsapp, jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka pukul 12 siang, tetapi dimajukan menjadi sekitar 11.30 mengingat permintaan keluarga di Purwokerta agar pemberangkatan jenazah dipercepat sebagaimana dikatakan oleh Isfah Abidah Aziz, wakil sekjen PBNU yang merupakan mantan staffnya di DPR RI. Akibatnya, beberapa pelayat tidak sempat bertemu dengan jenazah, apalagi jalan Alternatif Cibubur yang padat merayap.

Sebelum pulang, Hidayat Nur Wahid sempat menanyakan soal pelaksanaan tahlil. Ketika dijelaskan bahwa tahlil akan diselenggarakan selama tujuh hari di masjid An Nahdlah PBNU, ia berjanji untuk menyempatkan diri untuk hadir.(Mukafi Niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Olahraga, Nahdlatul Ulama Kawit An Nur Slawi

Sabtu, 10 Maret 2018

Mengembalikan Naskah Kuno sebagai Pustaka

Jakarta, Kawit An Nur Slawi - Ribuan naskah kuno belum terawat dengan baik. Banyak masyarakat yang mewarisi naskah tersebut tidak atau belum bisa merawatnya karena ketidakpahamannya.

Melihat hal tersebut, dua filolog menginisiasi program pendigitalan naskah-naskah kuno, yakni Jan van der Putten dari Pusat Pengkajian Budaya Manuskrip (CSMC) Universitas Hamburg dan Oman Fathurahman dari Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Mengembalikan Naskah Kuno sebagai Pustaka (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengembalikan Naskah Kuno sebagai Pustaka (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengembalikan Naskah Kuno sebagai Pustaka

Program tersebut dinamai dengan Digital Repository of Endangered Affected Manuscripts in Southeast Asia (DREAM SEA). Program ini memiliki misi Digitalisasi Manuskrip sebagai Upaya Merawat Keragaman Artefak Sejarah dan Budaya Asia Tenggara.

Dalam sambutannya, Direktur PPIM Saiful Umam mengatakan bahwa program DREAM SEA merupakan langkah penting guna merawat manuskrip.

Kawit An Nur Slawi

“Ini sebuah langkah penting dalam hal menangani manuskrip yang rawan kerusakan karena usia yang lama dan lapuk,” katanya saat peluncuran DREAM SEA di Perpustakaan Nasional, Rabu (24/1).

Senada dengan Saiful Umam, Jan mewakili principal investigator mengatakan bahwa DREAM SEA menjaga keragaman budaya dengan digitalisasi naskah.

Kawit An Nur Slawi

“Akan berupaya melestarikan keragaman budaya di Asia Tenggara melalui pendigitalan yang terancam dari segi fisik atau keadaan sosial budaya yang tidak bersahabat lainnya,” katanya.

Program digitalisasi naskah seperti ini bukan kali pertama dilakukan, tapi sudah berulang kali melalui program lainnya. Jan menyampaikan tiga perbedaan mendasar dengan program lainnya, yakni cepat tanggap, membangun komunitas pencinta dan pemerhati naskah, serta melihat hubungan yang terputus dengan penyatuan naskah digital ke dalam satu situsweb.

“Mudah-mudahan kita akan melihat hubungan yang terputus karena sejarah, karena perkembangan-perkembangan sosial lainnya,” ujarnya.

Usai pembukaan, kegiatan peluncuran program DREAM SEA juga digelar seminar tentang digitalisasi naskah.

Adithya sebagai moderator pada seminar tersebut dalam pembukaan menyinggung bahwa pustaka terkadang berubah menjadi pusaka. “Seiring waktu, pustaka itu kadang-kadang menjadi pusaka,” kata Adit, filolog yang menangani lebih banyak manuskrip Sunda.

“Tugas kita menjadikan pustaka itu kembali menjadi pusaka seperti pada zamannya,” lanjutnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) Munawar Holil (Mumu). Ia mengatakan bahwa masih ada orang yang menganggap naskah kuno tersebut sebagai benda keramat atau pusaka. Sebagian lainnya juga menganggapnya sebagai barang perdagangan sehingga tak aneh jika beberapa naskah Nusantara dijual ke kolektor atau bahkan ke luar negeri.

Hadir juga Kepala Subdit Sejarah Nasional Direktorat Sejarah Kementerian Kebudayaan dan Nasional Suharja. Ia menyampaikan tentang Undang-undang Nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan.

Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia Muh Syarif Bando mengingatkan pentingnya mempelajari naskah kuno. “Perlu kita menggali sedalam-dalamnya yang namanya manuskrip naskah kuno, dan kita lempar ke masyarakat karena ini tidak bisa terpisahkan dengan perjalanan bangsa Indonesia,” katanya.

Kepala Perpusnas juga didapuk untuk mukul gong sebagai tanda diluncurkannya program DREAM SEA yang akan berlangsung sampai tahun 2022 dengan dukungan dari Arcadia Inggris, PPIM, dan CSMC. Hasil program ini akan dimuat dalam satu situs website yang bisa diakses umum. (Syakirnf/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Syariah, Kajian Sunnah Kawit An Nur Slawi

Rabu, 07 Maret 2018

Hadapi Kejurda, Pesilat Pagar Nusa Kudus Intensifkan Latihan

Kudus,Kawit An Nur Slawi. Pimpinan Cabang Pagar Nusa Kudus mempersiapkan 25 atletnya untuk mengikuti kejuaran Daerah (Kejurda) II Pencak Silat ? Pagar Nusa Jawa Tengah & DIY Sabtu-Senin (11-13/1) mendatang. Setiap hari mereka berlatih dengan bimbingan empat pelatih di aula Kantor NU jalan Pramuka 20 Kudus, Jawa Tengah.

Koordinator pelatih Pagar Nusa Kudus Masrukin mengatakan, kejurda II merupakan ajang bergengsi dan berkompetisi secara sportif. Kejurda ini menjadi wahana pembibitan prestasi pencak silat di kalangan Nahdlatul Ulama.

Hadapi Kejurda, Pesilat Pagar Nusa Kudus Intensifkan Latihan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Kejurda, Pesilat Pagar Nusa Kudus Intensifkan Latihan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi Kejurda, Pesilat Pagar Nusa Kudus Intensifkan Latihan

Pagar Nusa Kudus, tambah Masrukin, siap menampilkan atlet terbaiknya di semua kelas perlombaan. Ini dimaksudkan guna meraih prestasi sekaligus menambah jam terbang bagi anak-anak.

Kawit An Nur Slawi

Masrukin menerangkan, para atlet itu merupakan pilihan hasil seleksi di pesantren Al-Ulumiyyah Jepang Mejobo (25/12) lalu. Sebagai pematangannya, Pagar Nusa mengintensifkan latihan bagi mereka mulai dari fisik,olah seni, dan laga.

Kawit An Nur Slawi

Kita mempersiapkan sejak awal agar dapat meraih juara. Kita menargetkan juara umum, katanya, Jumat (3/1).

Sejumlah 25 atlet terdiri 6 putra kelas dewasa, ? 7 kelas remaja, dan 7 putri kelas remaja serta 3 putri atlet kelas dewasa. “Mereka sudah siap mental bertanding di kelas laga maupun kelas tanding yang akan diperlombakan,” tegas Masrukin.

Kejurda II, dalam edaran PW Pagar Nusa Jateng, diadakan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan harlah ke-28 pencak silat Pagar Nusa. Kejurda rencananya dilaksanakan di pesantren Az-Zuhri jalan Ketileng Raya nomor 13 A Sendangmulyo. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Pertandingan, Anti Hoax, Cerita Kawit An Nur Slawi

Innalillahi, KHR Mukhtar Ruyani Tutup Usia

Jakarta, Kawit An Nur Slawi - Kabar duka kembali menyelimuti warga Nahdlatul Ulama (NU). Innalillahi wa inna ilaihi raji‘un. telah pulang ke rahmatullah almukarram Ajengan KHR Mukhtar Ruyani. Kiai yang mengabdikan diri untuk warga NU ini wafat Selasa (12/4) sore.

Semasa hidupnya almarhum diamanahi sebagai Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Bogor, Mustasyar PBNU 2015-2020.

Innalillahi, KHR Mukhtar Ruyani Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillahi, KHR Mukhtar Ruyani Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillahi, KHR Mukhtar Ruyani Tutup Usia

"Ia sudah priode ke-4 sebagai Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Bogor. Ia wafat tadi sore hari Selasa (12/4) jam 17.00. Almarhum juga Pengasuh Pesantren Riyadul Aliyyah, Cisempur, Cipunegara, Caringin Bogor," kata Mantan Katib PWNU DKI Jakarta KH Zuhri Yaqub melalui pesan singkatnya.

Kawit An Nur Slawi

KH Zuhri Yaqub menambahkan, "Kiai Mukhtar sangat peduli dengan NU sebagai jamaah dan jamiyyah. Pengabdiannya terhadap NU patut dijadikan contoh."

"Semoga ilmu, amal dan pengabdiannya kepada NU menjadi amal baik," tutup Zuhri. (Red Alhafiz K)

Kawit An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Syariah, Daerah Kawit An Nur Slawi

Senin, 05 Maret 2018

GP Ansor Demak Latih Kader untuk Isi Konten Positif di Medsos

Demak, Kawit An Nur Slawi



Konten di media sosial, belakangan ini, dipenuhi ujaran kebencian dan bohong atau palsu (hoax) yang dilakukan kelompok yang kurang senang dengan ideologi Negara Kesatuan Rapublik Indonesia dan Aswaja.

Pimpinan Cabang Gerakan Ansor Demak menyikapi hal itu dengan memberikan kesadaran akan pentingnya penguasaan dalam bidang teknologi informasi yang dikemas penyelenggaraan pelatihan jurnalistik dan siber. Pelatihan itu dititikberatkan pada penyadaran menulis dan membaca dengan misi keaswajaan.

GP Ansor Demak Latih Kader untuk Isi Konten Positif di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Demak Latih Kader untuk Isi Konten Positif di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Demak Latih Kader untuk Isi Konten Positif di Medsos

Salah seorang pengurus GP Ansor Demak Hasan Hamid mengatakan, pemuda NU, selain harus turut dalam mengisi media sosial dengan hal-hal positif, juga harus membuat dan mengisi website lembaga sendiri.?

Hal itu, menurut wartawan Suara Merdeka, sebagai wahana penyampaian pesan keaswajaan. Bahkan bisa diisi wawasan kenegaraan dan berbisnis di internal NU.

Kawit An Nur Slawi

“Saya sudah bikin website Ansor Demak. Sahabat bisa share materi ke-NU-an ke media sosial yang dimiliki. Selain itu, produk sahabat Ansor bisa dipasarkan di situ,” jelas Hasan.

Dalam kesempatan yang sama, pengurus GP Ansor Demak yang membidangi siber dan ahli dalam IT, Muhammad Ahsan, menghendaki kader Ansor untuk bisa bermain dan membuat website atau blog. Hal itu perlu dilakukan dengan harapan situs yang memiliki pesan ke-NU-an bisa sampai ke pemburu berita.

Kawit An Nur Slawi

“Kalau sahabat sahabat pada punya blog atau web dan memperbanyak tulisan, saya yakin pemburu berita akan banyak yang ngeshare,” ungkapnya.

Penyelenggaraan pelatihan tersebut dilaksanakan sebagai rentetan acara Harlah Ansor pada bulan April mendatang. Selain pelatihan, GP Ansor Demak juga akan menyelenggarakan Pendidikan Kader Lanjutan (PKL) dan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan). (A. Shiddiq Sugiarto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Sunnah Kawit An Nur Slawi