Sabtu, 30 September 2017

Hasyim Muzadi: Indonesia Kehilangan Ulama Negarawan

Jakarta, Kawit An Nur Slawi

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menyatakan Indonesia kehilangan ulama negarawan atas wafatnya Rais Aam PBNU yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh.?

"Wafatnya KH Sahal Mahfudh merupakan kehilangan besar bagi NU, umat, dan bangsa Indonesia," kata Hasyim Muzadi di Jakarta, Jumat.

Hasyim Muzadi: Indonesia Kehilangan Ulama Negarawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi: Indonesia Kehilangan Ulama Negarawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi: Indonesia Kehilangan Ulama Negarawan

Hasyim yang selama 10 tahun memimpin NU bersama Kiai Sahal mengatakan sebagai pemimpin tertinggi NU, Kiai Sahal merupakan sosok kiai yang konsisten menjaga khittah NU.

Kawit An Nur Slawi

"Beliau selalu menyampaikan bahwa NU hendaknya berada di tingkat high politic bukan low politic (praktis), sekalipun di lapangan masih tumpang tindih karena secara fisik jamaah NU terlibat politik praktis sebagai hak kewarganegaraan mereka," katanya.

Kawit An Nur Slawi

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Malang dan Depok itu menambahkan, Kiai Sahal adalah pakar ilmu usul fikih, sehingga menelorkan fikih sosial yang membawanya mendapatkan gelar doktor honoris causa dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

"Inilah yang menyebabkan pemikiran hukum Islam beliau kental, karena pemikiran beliau lebih beraliran manhaji daripada qouly," tutur Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS) ini.

Sebagai negarawan, lanjut Hasyim, konsep Kiai Sahal tentang hubungan agama dan negara sangat jelas, yaitu beraliran inklusif substantif, sehingga menjamin terselenggaranya negara tanpa berhadap-hadapan dengan agama, dan menjamin agama tidak ditinggalkan oleh negara.

"Pemikiran beliau bersifat moderat, bukan ekstrem bukan pula liberal. Sebagai pemimpin beliau sangat mengayomi siapa saja dengan keluasan pikiran dan pemikiran, pemersatu, dan santun," katanya.

Sebagai pemimpin NU yang pernah berjuang bersama, Hasyim merasa sangat berduka atas kepergian Kiai Sahal. Ia pun langung datang ke Pati, Jawa Tengah untuk mengikuti pemakaman jenazah ulama kharismatik itu.

"Selamat jalan Mbah Sahal, dunia yang hiruk pikuk telah Mbah tinggalkan menuju Allah robbul izzati. Terima kasih atas bimbingan selama ini. Semoga husnul hotimah," katanya. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Bahtsul Masail, Nahdlatul Ulama Kawit An Nur Slawi

Kamis, 28 September 2017

PAC Ansor Sidoarjo Siap Dirikan Posko Ramadhan

Sidoarjo, Kawit An Nur Slawi?

Sebagai wujud kepedulian organisasi kepada masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadhan, Pimpinan Aanak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo akan mendirikan Posko Ramadhan yang ditempatkan di titik rawan kemacetan.

Ketua PAC GP Ansor Sidoarjo Yusak Arifin menjelaskan, tahun sebelumnya PAC Sidoarjo Kota mendirikan posko di pertigaan Jalan Embong Malang dan Cemengkalang Sidoarjo. Di jalan tersebut sangat rawan kemacetan.

PAC Ansor Sidoarjo Siap Dirikan Posko Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
PAC Ansor Sidoarjo Siap Dirikan Posko Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

PAC Ansor Sidoarjo Siap Dirikan Posko Ramadhan

"Selain mendirikan posko Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi, kami juga membahas beberapa hal penting salah satunya tentang kedaulatan NKRI," kata Yusak di sela-sela audiensi dengan Forkopimka di aula kantor Kecamatan Sidoarjo, Rabu (10/5).

Dalam audiensi ini, PAC Ansor Sidoarjo mengajak forum komunikasi pimpinan kecamatan untuk bekerjasama memperkokoh kedaulatan NKRI dengan ideologi Pancasila.

Kawit An Nur Slawi

Sementara itu Camat Sidoarjo Imam Pambudi menyambut baik audiensi tersebut. Imam mengatakan, forum komunikasi Ormas Kepemudaan dan Forkopimka seperti ini dapat mensinergikan program-program keduanya untuk menjadikan Sidoarjo kota lebih maju.

Camat Sidoarjo berharap, program-programnya bisa bersinergi baik dengan Ansor maupun masyarakat Sidoarjo. "Program kami harus menyentuh dengan pemuda dan masyarakat," kata Camat Sidoarjo, Imam Pambudi kepada Ansor. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Kawit An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Ahlussunnah, Makam, Berita Kawit An Nur Slawi

Dasar Hukum KB

Assalamualaikum,sebelumnya saya ucapkan terimakasih, saya ingin menanyakan bagaimanakah hukumnya ikut KB? Wa’alaikum salam wr. wb. (Muhammad Masruhin, jln s. Parman 150 Kabupaten Jember)

Jawaban

Dasar Hukum KB (Sumber Gambar : Nu Online)
Dasar Hukum KB (Sumber Gambar : Nu Online)

Dasar Hukum KB

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. bahwa KB merupakan salah satu program pemerintah untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Dengan kata lain program KB merupakan program perencanaan jumlah keluarga yang bisa dilakukan dengan alat-alat kontrasepsi seperti kondom dan spiral. 

Kawit An Nur Slawi

Secara fiqhiyah, pada dasarnya KB diqiyaskan dengan apa yang dinamakan ‘azl yaitu mengeluarkan air mani di luar vagina. Pada zaman dulu, ‘azl dijadikan sarana untuk mencegah kehamilan. 

Sedangkan KB juga sama-sama untuk mencegah kehamilan, bedanya ‘azl tanpa alat sedangkan KB dengan alat bantu seperti kondom dan spiral. Dan keduanya dipertemukan karena sama-sama untuk mencegah kehamilan, dan sama sekali tidak memutuskan kehamilan. 

Kawit An Nur Slawi

Berangkat dari penjelasan ini, maka ketika membahas KB terlebih dahulu yang harus diketahui adalah bagaimana hukumnya ‘azl. Dan jika sudah diketahui kedudukan hukum ‘azl maka kita tinggal menyamakan hukumnya saja.

Terdapat hadits yang memperbolehkan ‘azl, diantaranya adalah hadits yang diriwayatkan dari Jabir ra:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?--? ?

“Dari Jabir ia berkata, kita melakukan ‘azl pada masa Rasulullah saw kemudian hal itu sampai kepada Nabi saw tetapi beliau tidak melarang kami” (H.R. Muslim)  

Namun ada juga hadits yang melarang ‘azl, di antaranya adalah hadits yang diriwayatkan Judamah binti Wahb:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? --? ?

“Dari Judamah bin Wahb saudara perempuan ‘Ukkasyah ia berkata, saya hadir pada saat Rasulullah saw bersama orang-orang, beliau berkata, sungguh aku ingin melarang ghilah (menggauli istri pada masa menyusui)kemudian aku memperhatikan orang-orang romawi dan parsi ternyata mereka melakukan ghilah tetapi sama sekali tidak membahayakan anak-anak mereka. Kemudian mereka bertanya tentang ‘azl, lantas Rasulullah saw berkata, itu adalah pembunuhan yang terselubung”. (HR. Muslim)    

Menanggapi dua hadits yang seakan saling bertentangan tersebut, maka Imam Nawawi mengajukan jalan tengah dengan cara mengkompromikan keduanya. Menurutnya, hadits yang melarang ‘azl harus dipahami bahwa larangan tersebut adalah sebatas makruh tanzih atau diperbolehkan, sedang hadits yang memperbolehkan ‘azl menunjukkan ketidakharamannya ‘azl. Tetapi ketidak haraman ini tidak menafikan kemakruhan ‘azl.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Kemudian hadits-hadits ini yang saling bertetangan harus dikompromikan dengan pemahaman bahwa hadits yang melarang ‘azl itu menunjukkan makruh tanzih. Sedang hadits yang memperbolehkan ‘azl itu menunjukkan bahwa ‘azl tidaklah haram. Dan pemahaman ini tidak serta-merta menafikan kemakruhan ‘azl”. (Muhyiddin Syaraf an-Nawawi, al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin al-Hajjaj, Bairut-Dar Ihya` at-Turats, cet ke-2, 1329 H, juz, 10, h. 9)     

Karena itulah maka Imam Nawawi dengan tegas menyatakan bahwa hukum ‘azl adalah makruh (diperbolehkan walau tidak disarankan) meskipun pihak istri menyetujuinya. Alasannya adalah ‘azl merupakan salah satu sarana untuk menghindari kehamilan.

      

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“’Azl adalah menggaulinya suami terhadap istri kemudian ketika suami mau keluar mani ia melepaskan dzakarnya dan mengeluarkannya di luar farji. Hukum ‘azl menurut kami adalah makruh dalam kondisi apa saja dan pada setiap perempuan baik ia rela maupun tidak, karena ‘azl adalah sarana untuk memutuskan keturunan”. (Muhyiddin Syaraf an-Nawawi, al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin al-Hajjaj, Bairut-Dar Ihya` at-Turats, cet ke-2, 1329 H, juz, 10, h. 9).

Penjelasan singkat di atas setidaknya bisa dijadikan sebagai rujukan mengenai kebolehan KB. Bahkan NU pada tepatnya tanggal 21-25 Syawal 1379 H/ 18-22 April 1960 dalam Konbes Pengurus Besar Syuriyah NU ke-1 telah membahas mengenai Family Planing (Perencanaan Keluarga). Dan pada Muktamar ke-28 di Pon-pes Al-Munawwir Krapyak 26-28 Rabiul Akhir 1410 H/ 25-28 Nopember 1989 M juga telah memutuskan kebolehan menggunakan spiral sama dengan ‘azl¸ atau alat kontrasepsi yang lain. (Lihat, Ahkamul Fuqaha, Surabaya-Khalista bekerjasama dengan LTN PBNU, cet ke-1, 2011, h, 302 dan 450-452)      

Demikian jawaban yang dapat kami sampaikan, semoga bisa menambah wawasan kita semua dan bermanfaat. (Mahbub Ma’afi Ramdlan

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Nahdlatul Ulama Kawit An Nur Slawi

Rabu, 27 September 2017

BEM dan PMII Subang, Galang Dana Korban Banjir

Subang, Kawit An Nur Slawi 

Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM, red) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI, red) Miftahul Huda kerjasama dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia melakukan penggalangan dana di perempatan Pamanukan untuk membantu korban banjir yang terjadi di Subang Pantura. Rabu (2/1/2012).

BEM dan PMII Subang, Galang Dana Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
BEM dan PMII Subang, Galang Dana Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

BEM dan PMII Subang, Galang Dana Korban Banjir

Banjir yang meredam banyaknya 5 Kecamatan di daerah Subang Pantura yakni Pamanukan, Legonkulon, Pusakanagara, Sukasari dan Blanakan menggugah hati para mahasiswa untuk ikut serta membantu mereka dengan melakukan penggalangan dana di jalan raya Pamanukan.

Menurut Ketua BEM STAI Miftahul Huda, Abdun Nasir, aksi turun kejalan dengan menggalang dana dari para pengendara yang melintasi jalan raya Pamanukan merupakan wujud nyata mengabdian mahasiswa terhadap masyarakat sebagaimana diamanatkan oleh tri dharma perguruan tinggi.

Kawit An Nur Slawi

"Kami merasa sedih melihat kondisi para korban banjir yang terjadi di Subang utara, apalagi setiap musim hujan rumah mereka terpaksa ditinggalkan sementara untuk menghindari banjir tahunan, dan logistik serta mata pencaharian mereka yang identik dengan dunia nelayan hampir tidak bisa di lakukan," ujarnya.

Karena itu, pihaknya merasa tergugah untuk melakukan penggalangan dana guna meringankan beban para korban banjir. 

Kawit An Nur Slawi

"Mudah-mudahan dengan sedikit kepedulian yang dilakukan oleh kami bisa diikuti oleh yang lainya sehingga bisa semakin meringankan para korban banjir," ujarnya.

Memang, tambah Nasir, hasil yang didapat dari penggalangan dana tidak banyak, namun paling tidak partisipasi serta kepedulian yang dilakukan oleh para mahasiswa itu bisa menjadi referensi terutama bagi warga mampu yang mempunyai uang lebih.

"Kalau semua warga yang mampu atau warga yang mempunyai uang lebih, khususnya orang Subang bisa membantu minimal untuk logistik mereka (korban banjir, red), selama musim hujan, maka paling tidak mereka bisa terbantu, menjaga kondisi keluarganya dan terhindar dari kelaparan," paparnya.

Oleh karena itu, hasil penggalangan dana yang dilakukan oleh mahasiswa tidak akan diberikan dalam bentuk uang tunai, namun diberikan dalam bentuk logistik seperti mie instan, beras dan yang lainnya. 

"Kami sudah lakukan komunikasi dengan Camat korban banjir untuk bisa menyalurkan bantuan hasil dari penggalangan dana ini," ujarnya.

Pantauan, puluhan mahasiswa melakukan penggalangan dana mulai dari pukul 10.00 WIB dan berakhir pada pukul 12.00, selesai penggalangan perwakilan BEM yang dipimpin oleh ketua BEM langsung mendistribusikan bantuan kepada para korban banjir.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Zaenal Mutaqin

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Sunnah, Budaya Kawit An Nur Slawi

Selasa, 26 September 2017

Pemagangan Bukanlah Rekrutmen Buruh Upah Murah

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri menegaskan bahwa pemagangan jangan dijadikan alat oleh industri untuk merekrut buruh dengan upah rendah.

Pemagangan Bukanlah Rekrutmen Buruh Upah Murah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemagangan Bukanlah Rekrutmen Buruh Upah Murah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemagangan Bukanlah Rekrutmen Buruh Upah Murah

“Pemagangan merupakan bagian dari pelatihan kerja untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, sangat penting dilakukan pemagangan berbasis jabatan,” kata Hanif saat menerima Perusahaan Industri Pemagangan yang tergabung dalam GAN (Global Apprenticeship Network) Indonesia pada Rabu (25/10) di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan.

Hanif menambahkan, pemagangan berbasis jabatan akan memiliki hasil yang jelas, sehingga mereka benar-benar memenuhi standar kompetensi sesuai jabatannya. Jangan anak magang disuruh bikin kopi atau fotokopi, mereka mau belajar apa?

Dikatakan Hanif, supaya pemagangan bisa berjalan dengan baik, maka industri harus memiliki planner dan instruktur pemagangan. “Kita perlu instruktur untuk membantu peserta magang berlatih, selain itu kita juga memerlukan planner untuk membantu proses pemagangan,” paparnya.

Sementara itu, untuk memudahkan kontrol dan pembinaan, Menaker Hanif menyarankan supaya semua industri bergabung dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Kawit An Nur Slawi

“Dengan bergabung ke Kadin dan Apindo, maka proses monitoring dan pembinaan industri terkait pemagangan akan lebih mudah,” jelas Hanif.

Selain itu, Hanif menghimbau, saat ini kita harus merubah pola pikir dari yang sebelumnya mengandalkan sumber daya alam beralih ke bagaimana untuk memaksimalkan sumber daya manusia.

Kawit An Nur Slawi

“Sumber daya alam akan habis, oleh karena itu kita harus meningkatkan kompetensi sumber daya manusianya, salah satunya adalah dengan pemagangan. Kita harus ‘jualan’ kompetensi,” kata Hanif.

Ketua Kawasan Industri MM 2100 Darwoto yang juga anggota GAN Indonesia menuturkan, industri akan mendapat lebih banyak keuntungan jika merekrut tenaga kerja yang sudah mengikuti program pemagangan.

“Merekrut tenaga kerja yang sudah mengikuti pemagangan jauh lebih produktif. Mereka sudah tau alur kerja di industri. Pemagangan bukanlah ‘kernet’, sehingga mereka harus berada di line produksi dan didampingi oleh mentornya,” jelas Darwoto.

Namun demikian, Darwoto menjelaskan, hingga saat ini masih banyak pihak yang menolak pemagangan karena dianggap praktek upah murah. “Mereka belum memahami bahwa pemagangan adalah program latihan kerja,” pungkasnya. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi News, Hikmah Kawit An Nur Slawi

Dilantik, IPNU-IPPNU Unsuri Siap Tuntaskan Serentetan Program

Sidoarjo, Kawit An Nur Slawi. Ketua Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PKPT IPNU) Universitas Sunan Giri (Unsuri) Sidoarjo, Jawa Timur, M Asrori Bahiruddin akan merealisasikan program-program yang mana program tersebut belum terealisasi pada periode kepengurusan sebelumnya.

Dilantik, IPNU-IPPNU Unsuri Siap Tuntaskan Serentetan Program (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, IPNU-IPPNU Unsuri Siap Tuntaskan Serentetan Program (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, IPNU-IPPNU Unsuri Siap Tuntaskan Serentetan Program

"Kami akan mengadakan pelatihan MC. Pelatihan tersebut akan diagendakan oleh anggota lainnya. Dan akan kami bahas lebih lanjut bersama pengurus dan anggota lainnya. MC itu buat bekal para kader IPNU-IPPNU dalam setiap mengisi acara," kata Asrori usai acara pelantikan PKPT IPNU-IPPNU Unsuri masa periode 2016-2017 di aula Rektorat Unsuri, Ahad (10/1).

Menurutnya, Departemen Dakwah juga berencana akan mengadakan Festival Al-Banjari se-Jawa Timur. "Jika kondisinya memungkinkan, kami akan mengadakan festival Al-Banjari se-Jatim. Namun, jika kondisinya kurang mendukung, kemungkinan hanya se Surabaya-Sidoarjo," ujarnya.

Kawit An Nur Slawi

Sementara itu menurut Ketua IPPNU Sidoarjo Nuryanti Afidah menyatakan, pelantikan PKPT IPNU-IPPNU Unsuri selain sebagai legalitas, pelantikan tersebut juga diharapkan sebagai upaya untuk memacu semangat rekan dan rekanita.

"Pelantikan ini jangan dijadikan sekadar dilantik saja, namun ini merupakan salah satu upaya untuk memantapkan dalam mengawal IPNU-IPPNU Unsuri selama masa kepemimpinan satu tahun kedepan," tegasnya.

Kawit An Nur Slawi

Afidah berpesan kepada pengurus yang baru saja dilantik untuk tetap semangat dalam menjalankan amanah organisasi. Dia mengapresiasi kepada PKPT IPNU-IPPNU Unsuri yang mempunyai anggota banyak. Karena, melihat anggota IPNU-IPPNU di perguruan tinggi di Jawa Timur, hanya di Unsuri yang anggota dan kadernya banyak.

"Melihat PKPT khusunya di Jatim, hanya Unsuri inilah yang paling banyak massa atau kadernya. Jangan sampai disia-siakan. Oleh karenanya, kami dari PC IPNU-IPPNU Sidoarjo berkomitmen untuk tetap amanah, semangat mengawal organisasi ini hingga selesai," ungkap Afidah. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Nahdlatul, Kajian, Lomba Kawit An Nur Slawi

Sabtu, 23 September 2017

Masyarakat Mesir Shalat Ghaib Untuk Korban Gempa Aceh

Kairo, Kawit An Nur Slawi
Gencarnya pemberitaan media massa cetak dan elektronik Timur Tengah mengenai gempa dahsyat, yang menelan ribuan korban jiwa di Nangroe Aceh Darussalam (NAD) dan kawasan sekitarnya, menimbulkan keprihatinan mendalam masyarakat dunia, khususnya Mesir.

Syeikh Agung Al-Azhar Prof Dr Mohamed Sayed Tantawi menganjurkan masyarakat Muslim setempat untuk melakukan doa Qunut dan  shalat ghaib bagi warga Muslim korban gempa itu.

"Mari kita berdoa dan melakukan shalat ghaib kepada warga Muslim yang mengalami musibah gempa di Indonesia dan beberapa negara sekitarnya," kata Syeikh Al-Azhar kepada jaringan  televisi setempat, Senin.

Sebelumnya, sejumlah mesjid di Kairo telah melakukan shalat ghaib seusai shalat Dzuhur, di samping melakukan doa Qunut agar Allah SWT menjauhkan hambanya dari bencana dan marabahaya.

Dalam pesannya, Syeikh Tantawi mengatakan, "Sebagai umat beragama, kita harus percaya bahwa bencana alam, apa pun bentuknya, merupakan cobaan Allah SWT, dan karena itu harus diterima dengan ikhlas".

"Kita hendaknya ikhlas menerima musibah itu sebagai cobaan Allah SWT agar hidup kita menjadi tenang. Sebab kalau tidak, maka pikiran kita bakal dihantui hal-hal negatif yang membahayakan diri sendiri," kata Syeikh Tantawi.

Sementara itu, media cetak dan elektronik menempatkan gempa dahsyat dan gelombang tsutami itu di berita utamanya. Berbagai jaringan televisi setempat hampir setiap saat memberitakan perkembangan terakhir tentang musibah itu.

Diperkirakan puluhan ribu orang tewas dalam bencana yang melanda Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatrera Utara serta kawasan beberapa negara sekitarnya, seperti Sri Lanka, India, Maladewa, Thailand, dan Malasyia itu.(an/mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Cerita, Nahdlatul, Olahraga Kawit An Nur Slawi

Masyarakat Mesir Shalat Ghaib Untuk Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Mesir Shalat Ghaib Untuk Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Mesir Shalat Ghaib Untuk Korban Gempa Aceh

IAI Nurul Jadid Probolinggo Menggelar Gebyar Aroby

Probolinggo, Kawit An Nur Slawi. Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Nurul Jadid Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur menggelar Gebyar Aroby, Rabu (2/8). Kegiatan ini digelar di aula IAI Nurul Jadid Paiton.

Dalam Gebyar Aroby ini, jenis lomba yang dilaksanakan diantaranya meliputi Khitobah Arobiah, Qisshoh Arobiyah, Qiroatul Kutub, Hifdzil Qur’an dan Ranking 1. Lomba ini diikuti oleh seluruh perwakilan mahasiswa IAI Nurul Jadid Paiton.

IAI Nurul Jadid Probolinggo Menggelar Gebyar Aroby (Sumber Gambar : Nu Online)
IAI Nurul Jadid Probolinggo Menggelar Gebyar Aroby (Sumber Gambar : Nu Online)

IAI Nurul Jadid Probolinggo Menggelar Gebyar Aroby

“Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh Prodi PBA dalam bentuk kegiatan lomba kebahasaan untuk siswa tingkat SLTP dan SLTA se-Jawa Timur,” ungkap Dekan Fakultas Tarbiyah IAI Nurul Jadid Paiton Hasan Baharun.

Sementara Rektor IAI Nurul Jadid Paiton Abdul Wahid Hamid menyampaikan bahwa kata yang paling penting dalam persaingan itu adalah saling bahu membahu atau beraliansi ? untuk bisa maju.?

Kawit An Nur Slawi

“Salah satunya adalah penguasaan di bidang kebahasaan sebagai media komunikasi dalam era global. Bagaimana kita bisa mampu berkomunikasi, khususnya bahasa Arab kalau tidak secara berjamaah dan bahu membahu dengan yang lainnya,” ungkapnya.

Menurut Abdul Wahid Hamid, di Bahasa Arab ada nilai penting jauh dari apa yang ada saat ini. “Dimana ada 2 (dua) sisi seperti mata pedang ketika kita belajar dan mengkaji ? bahasa Arab. Tajam dalam masa pendek dan tajam dalam jangka panjang,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Syariah Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi

Jumat, 22 September 2017

Seminggu Puasa, Nenek Sofiyah (67) Khatamkan Al-Quran Dua Kali

Jombang, Kawit An Nur Slawi?

Hari ke dua puasa Ramadlan, Sofiyah (67) ? nenek asal Desa Sumberkarang, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto ini baru menapakkan kakinya di Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang. Kedatanggannya di Pesantren KH Romly Tamim ini untuk nyantri selama bulan puasa.?

Di Pesantren Rejoso ini, tradisi nyantri atau mondok selama bulan puasa bagi kaum lanjut usia (Lansia) memang sudah berlangsung puluhan tahun. Bahkan sudah menjadi tradisi turun temurun. ? Karena rata-rata yang nyantri adalah mereka pengikut Tarikat ? Qodiriyah wan Naqsabandiyah.

“ Alhamdulillah, kalau berada di pesantren ini, saya lebih bisa tekun ibadah, ? terutama saat bulan puasa ramadlan seperti sekarang,”tutur Sofiyah saat ditemui diserambi masjid Induk pesantren yang berdiri sejak 1885 tersebut.

Seminggu Puasa, Nenek Sofiyah (67) Khatamkan Al-Quran Dua Kali (Sumber Gambar : Nu Online)
Seminggu Puasa, Nenek Sofiyah (67) Khatamkan Al-Quran Dua Kali (Sumber Gambar : Nu Online)

Seminggu Puasa, Nenek Sofiyah (67) Khatamkan Al-Quran Dua Kali

Selama seminggu berada di pesantren, nenek Sofiyah yang telah memiliki enam cucu ini mengaku telah menyelesaikan membaca Al Quran dua kali khatam.

“Saya sudah tiga kali puasa nyantri di sini. Puasa tahun lalu, Alhamdulillah bisa mengkhatamkan Al Quran sebanyak lima kali. Sudah begitu, ibadah pendukung lainnya juga lebih fokus. Seperti zikir salat malam, hingga mengaji kitab,”imbuhnya wanita dengan lima anak ini menambahkan.?

Bersama nenek Sofiyah ada sebanyak 160 lansia yang mengikuti pesantren selama bulan puasa Ramadlan di Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang. Mereka biasanya diantar oleh anak atau keluarganya untuk mondok. ? Ketika puasa hendak berakhir, para santri lansia ini akan dijemput oleh keluarganya.?

Kawit An Nur Slawi

Bagaimana dengan kebutuhan sehari hari ? karena sudah menjadi budaya di pesantren, untuk kebutuhan makan minum banyak warung yang menyajika makanan di sekitar pesantren.?

Pengasuh Pesantren Darul Ulum, KH Cholil Dahlan, mengatakan ? tradisi nyantri atau mondok selama bulan puasa bagi kaum Lanjut Usia (Lansia) di pesantren Darul Ulum sudah berlangsung puluhan tahun. Bahkan sudah menjadi tradisi turun temurun. "Sudah sejak zaman kakek saya dulu. Karena memang kebanyakan dari mereka adalah jamaah Tarekat Qodiriyah Wan Naqsabandiyah yang berpusat di PPDU," ujar Kiai Cholil.

Pada Ramadlan kali ini terdapat 160 orang yang datang dari berbagai daerah. Jumlah tersebut tidak jauh berbeda dengan Ramadan tahun sebelumnya. Karena banyaknya para lansia, mereka di tempatkan di dua lokasi. “Pertama di masjid utama, kemudian kedua berada di asrama putri PPDU. Seluruh lansia itu selalu mengikuti kegiatan pengajian yang digelar di masjid induk,”jelasnya.

Selama berada di pesantren, ratusan lansia itu mendapatkan berbagai macam materi pelajaran. Mulai dari ibadah murni seperti salat, zakat, dan puasa, hingga menjalankan ibadah tambahan seperti zikir, kajian kitab, serta matri tentang akhlak.?

Kawit An Nur Slawi

"Pada pagi hari para lansia mengaji selama dua jam setelah salat duha. Kemudian mengaji lagi secara jamaah setelah azar selama satu jam. Kedatangan para lansia ini ingin melakukan ribat atau ibadah selama 24 sehari selama bulan puasa," ujar Kiai Cholil sembari mengatakan bahwa para lansia itu tidak ditarik biaya selama berada di pesantren.(Muslim Abdurahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Quote Kawit An Nur Slawi

Entengnya Gus Dur saat Hadapi Kelompok Sparatis di Papua

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Ada anggapan bahwa apa yang dilakukan oleh KH Abdurrahman “Gus Dur” Wahid adalah sesuatu yang jauh ke depan. Tidak semua orang bisa menangkap apa maksud dan tujuan daripada yang dilakukan Gus Dur. 

Oleh sebab itu, tidak sedikit yang menilai bahwa apa yang dilakukan Gus Dur itu nyeleneh dan bahkan tidak masuk akal manusia pada umumnya.

Entengnya Gus Dur saat Hadapi Kelompok Sparatis di Papua (Sumber Gambar : Nu Online)
Entengnya Gus Dur saat Hadapi Kelompok Sparatis di Papua (Sumber Gambar : Nu Online)

Entengnya Gus Dur saat Hadapi Kelompok Sparatis di Papua

Tentang kenyelenehan Gus Dur, Manuel Kaisiepo memiliki cerita akan hal itu. Menteri Negara Percepatan Kawasan Timur Indonesia era Presiden Megawati itu menceritakan, ketika Kongres Rakyat Papua akan diselenggarakan, maka Gus Dur menyetujui kongres tersebut dilaksanakan.

“Ketika kongres itu mau diadakan, semua orang protes. Itu separatis. Tetapi presiden (Gus Dur) menyetujui kongres itu diadakan,” ungkap Manuel di Graha Gus Dur, Jakarta, Rabu (26/7).

Bahkan, alumnus Universitas Nasional itu mengungkapkan bahwa Gus Dur juga akan membantu terselenggaranya acara kongres tersebut, yaitu dengan memberikan bantuan pendanaan. 

Kawit An Nur Slawi

“Ini langkah-langkah nyeleneh Gus Dur,” tegasnya.

Kawit An Nur Slawi

Saat Gus Dur menemui kelompok separatis tersebut, jelas Manuel, banyak orang yang protes dan mengira bahwa Gus Dur menyetujui mereka. “Itu saudara-saudara saya yang ada di sana,” kata Manuel menirukan Gus Dur ketika menjawab tuduhan-tuduhan tersebut.

Hal ini dilakukan Gus Dur untuk membangun kepercayaan masyarakat Papua kepada pemerintah. 

Lebih lanjut, Manuel mengaku takjub dengan Gus Dur karena Gus Dur adalah presiden yang pertama kali menyampaikan permintaan maaf dan mengaku salah --atas apa yang dilakukan pemerintah sebelumnya-- kepada masyarakat Papua.

“Ini sangat luar biasa untuk seorang presiden mau minta maaf. Secara terbuka menyatakan pemerintah bersalah di masa lalu dan kami akan memperbaiki kesalahan itu,” ungkapnya. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Kajian, Ubudiyah Kawit An Nur Slawi

Kamis, 21 September 2017

Terhadap Krisis, Pemerintah Suriah Puji Sikap Indonesia

Damaskus, Kawit An Nur Slawi

Penasehat Politik dan Media Kepresidenan Suriah Dr. Buthaina Sha’baan menegaskan, hubungan bilateral Suriah-Indonesia di segala bidang terus terjalin erat. Ia menilai keberadaan Duta Besar RI Damaskus adalah bukti sikap positif Indonesia terhadap Suriah.

“Tidak seperti negara-negara lain yang menarik Dubesnya. Karenanya Suriah menyambut baik sikap dan posisi Indonesia terhadap krisis di Suriah,” katanya pada acara Resepsi Diplomatik dalam rangka memperingati HUT ke-71 Kemerdekaan RI yang digelar KBRI Damaskus di Hotel Damarose Damaskus, Senin (5/9), sebagaimana rilis yang diterima Kawit An Nur Slawi.

Terhadap Krisis, Pemerintah Suriah Puji Sikap Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Terhadap Krisis, Pemerintah Suriah Puji Sikap Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Terhadap Krisis, Pemerintah Suriah Puji Sikap Indonesia

Sementara Deputi Menlu Suriah, Dr. Faisal Mikdad mengatakan, “Saat kita di Damaskus memperingati HUT RI, hal itu berarti peringatan HUT bagi Suriah. Ditekankan pula bahwa hubungan antara kedua negara semakin berkembang di segala bidang, kebudayaan, politik, ekonomi dan diharapkan hubungan tersebut terus meningkat.”

Kawit An Nur Slawi

Acara dihadiri sekitar 400 undangan, dengan Menteri Perekonomian dan Perdagangan Luar Negeri Suriah Dr. Adib Mayaleh sebagai tamu kehormatan (guest of honour).

Kawit An Nur Slawi

Duta Besar RI Damaskus Djoko Harjanto menyampaikan terima kasih atas kedatangan para undangan/hadirin serta salam hangat dan doa untuk kemajuan dan kesuksesan bagi untuk pemimpin dan rakyat Suriah. Sementara dalam sambutan balasannya, Mayaleh mengatakan selamat kepada rakyat dan Pemerintah Republik Indonesia terkait dengan HUT RI ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia dan mengharapkan kesuksesan, kemajuan dan kesejahteraan Indonesia. Setelah itu dilakukan bersulang bersama.

Kemudian dikumandangkan lagu kebangsaan Republik Indonesia “Indonesia Raya” dan lagu kebangsaan Suriah “Humaat al-Diyar”. Lalu dilakukan pemotongan kue yang dilakukan secara bersama oleh Duta Besar RI, Ketua Parlemen, Menteri Perekonomian, Pendidikan Tinggi, Menteri Luar Negeri, Menteri Ketua Parlemen, Penasihat Politik dan Media Kepresidenan dan Deputi Menlu Suriah. Usai pemotongan kue dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng. Selanjutnya acara ramah tamah.

Turut hadir dalam acara resepsi tersebut sejumlah petinggi Suriah di antaranya Ketua Parlemen Hadiye Abbas, Menteri Pendidikan Tinggi Atef Naddaf, Menteri Perminyakan Ali Ghaneim, Deputi Menteri Luar Negeri Faisal Mikdad, sejumlah Duta Besar akreditasi Damaskus, korps diplomatik, dua mantan Dubes Suriah di Jakarta, Dubes RI Beirut, para akademisi, agamawan, budayawan, pebisnis, dan para undangan lainnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Budaya Kawit An Nur Slawi

NU Gelar Apel Besar di Surabaya

Surabaya, Kawit An Nur Slawi. Pengurus Wilayah NU Jawa Timur bakal menggelar apel besar untuk memperingati hari lahir ke-93 NU, sekaligus mendeklarasikan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila, Sabtu (30/4) malam. Kegiatan yang dipusatkan di Candrawilwatikta Pandaan, Pasuruan ini bakal dihadiri Ketua Umum NU KH Said Aqil Siroj dan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri.

"NU sudah melakukan kajian akademik menentukan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila dan akan diusulkan kepada pemerintah bersamaan dengan apel besar," kata Ketua PBNU Saifullah Yusuf kepada Kawit An Nur Slawi,? Jumat (29/4)? di Surabaya.

NU Gelar Apel Besar di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Gelar Apel Besar di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Gelar Apel Besar di Surabaya

Wakil Gubernur Jatim ini menyatakan saat ini hanya ada hari kesaktian Pancasila, sedangan hari lahirnya belum ada sehingga kajian dan naskah akademik yang sudah dilakukan NU dinilainya sangat tepat.

Dalam naskah akademik, kata dia, di antaranya NU berpendapat bahwa pidato Soekarno pada 1 Juni 1945 adalah fakta sejarah yang tak dapat disangkal.

"Agar momentum kesejarahan itu tidak hilang, maka 1 Juni harus menjadi hari lahir Pancasila," ucap Gus Ipul, sapaan akrabnya.

Naskah akademik itu, lanjut Gus Ipul, akan dibacakan pengurus PBNU di hadapan Megawati Soekarnoputri dan disaksikan 10 ribu kader NU serta sejumlah perwakilan organisasi masyarakat.

Kawit An Nur Slawi

"Pancasila terbukti mampu membawa ketenteraman di tengah warga Indonesia yang berbeda suku, agama dan kepentingan," kata Gus Ipul, sembari menambahkan dalam apel besar tersebut juga akan diteguhkan Pancasila sebagai dasar negara yang menjadi inspirasi dunia pada era globalisasi.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Sri Untari mengkonfirmasi bahwa Ketua Umum Megawati akan menghadiri apel besar NU dan Harlah Pancasila.

"Bu Mega diundang dalam kapasitasnya sebagai Presiden RI ke-5, sekaligus putri sang penggali lahirnya Pancasila 1 Juni, Bung Karno," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, rencananya ribuan kader PDI Perjuangan di Jatim juga dikerahkan dan berbaur bersama puluhan ribu nahdliyin. "Pengurus DPD ke sana dan sudah menginstruksikan DPC sekitar agar mengirimkan kadernya datang ke Pandaan," kata Ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim tersebut. (Rofii Boenawi/Zunus)

Kawit An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi AlaSantri, Kiai Kawit An Nur Slawi

Rabu, 20 September 2017

Tutup Perkemahan, Ribuan Rohis Berikrar Setia NKRI

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Perkemahan Rohis Nasional ke-2 yang dilaksanakan 2-6 Mei 2016 di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta menghasilkan Piagam Cibubur. Piagam ini diikrarkan oleh 2000 anggota Rohis di acara penutupan Perkemahan Rohis, Jumat (6/5) dengan ikrar setia menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tutup Perkemahan, Ribuan Rohis Berikrar Setia NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Tutup Perkemahan, Ribuan Rohis Berikrar Setia NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Tutup Perkemahan, Ribuan Rohis Berikrar Setia NKRI

Dengan nada tegas dan semangat, ke-12 siswa SMA/SMK yang mewakili ribuan Rohis tersebut memimpin pembacaan piagam sebagai ketua di masing-masing RW-nya.?

Ke-12 siswa selaku Ketua RW tersebut yaitu, Chandra Nugraha Saputra (SMAN 3 Kota Sukabumi), Mustaqim (SMA Muhammadiyah Lhouksemawe, Aceh), Ahmad Fauzan Mustapa (SMKN 1 Palu), Ahmad Burhanuddin Zaka (SMK Al-Mujtama Pamekasan), Rizki Hidayat (SMAN 2 Sumbawa Besar), Diar Dwi Abriyanto (SMAN 7 Surakarta), Siti Lailatul Fadilah (SMAN 6 Depok), Annisa Larasati Pranadita (SMAN 3 Yogyakarta), Murti Marinah (SMAN 2 Jombang), Indi Paradise (SMAN 1 Manyar Gresik), Isnaini Nur Fitriyani (SMAN 2 Wonosari, DIY), Regita Apriyanita (SMAN 1 Moga, Pemalang).

Berikut bunyi Piagam Cibubur hasil Perkemahan Rohis Nasional 2016:

Kawit An Nur Slawi

Bahwa keberagaman adalah hakikat dari bangsa Indonesia. Dan kami sebagai anak bangsa bertanggung jawab untuk dapat mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Demi kokohnya bangsa Indonesia, kami Rohani Islam (Rohis) siswa SMA/SMK Indonesia dengan ini berkomitmen untuk:

1. Menjadikan Rohis sebagai wadah pembinaan yang memanfaatkan seluruh ruang, kreasi seni, bakat, dan keterampilan dalam mengembangkan kepribadian muslim yang damai dan toleran.

2. Mengantisipasi masuknya paham-paham yang akan merusak citra Rohis sebagai pejuang Islam Rahmatan lil ‘Alamin.

Kawit An Nur Slawi

3. Menjadi pelopor bagi generasi muda untuk mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

4. Mengantisipasi dampak negatif modernisasi yang berupa hedonisme, pergaulan bebas, dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.

5. Merevitalisasi tata kelola Rohis sebagai pokok utama Pembinaan Kesiswaan Bidang Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di sekolah.

Piagam tersebut ditandatangani oleh Direktur PAI Kemenag RI H Amin Haedari tertanggal 6 Mei 2016 bertempat di Bumi Perkemahan Wisata Cibubur Jakarta. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Anti Hoax Kawit An Nur Slawi

Selasa, 19 September 2017

Bupati Inhu Tambahkan Hadiah untuk Juara Liga Santri Riau-Kepri

Indragiri Hulu, Kawit An Nur Slawi ?



Perhelatan akbar Liga Santri Nusantara Region V Riau-Kepri secara resmi ditutup oleh Bupati Indragiri Hulu H. Yopi Arianto Rabu (28/) lalu. Kompetisi sepakbola santri yang diikuti oleh 16 pesantren yang tersebar di seluruh Provinsi Riau itu berlangsung semarak dan mendatangkan gengsi tersendiri bagi pesantren dan kalangan masyarakat Riau.

Dalam sambutan penutupannya, Bupati Yopi menyebut Liga Santri ini sangat bermanfaat untuk menyaring talenta-talenta belia di bidang sepakbola.?

Bupati Inhu Tambahkan Hadiah untuk Juara Liga Santri Riau-Kepri (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Inhu Tambahkan Hadiah untuk Juara Liga Santri Riau-Kepri (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Inhu Tambahkan Hadiah untuk Juara Liga Santri Riau-Kepri

“Saya memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh pesantren se-Riau atas dukungannya, wa bil khusus kepada 16 pesantren yang sudah mengirimkan bakat terbaiknya untuk berpartisipasi dalam liga santri. Saya harap ke depannya penyelenggaraan Liga Santri akan berkelanjutan dan akan semakin baik. Salam saya buat para kiai, asatidz dan pengasuh pesantren. Saya benar-benar bangga menjadi bagian dari komunitas pesantren," tutur Yopi.

Dalam acara tersebut, Bupati Yopi juga menyerahkan hadiah yang sudah dipersiapkan oleh masyarakat Riau kepada para juara. Adapun keluar sebagai juara pertama Liga Santri Nusantara Region Riau ini adalah Pondok Pesantren Salafiyah Babussalam Kabupaten Rokan Hulu. Juara selanjurnya adalah Pondok Pesantren Jabbal Nur Kabupaten Siak. Lalu Pondok Pesantren Almajdiyah Kabupaten Rokan Hilir. Lalu juara selanjutnya Pondok Pesantren Alkautsar Kota Pekanbaru.?

Juara I LSN Region V Riau-Kepri mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar 7 juta, juara II ? 6 juta, juara III 5,5 juta, dan juara IV 5 juta. ?

Kawit An Nur Slawi

Pemenang lomba kemudian mendapatkan kejutan dari Bupati Yopi yang tiba-tiba menambahkan hadiah kepada masing-masing Juara I hingga IV masing-masing uang pembinaan Rp 5 Juta Rupiah.

Kawit An Nur Slawi

Tampak hadir dalm penyerahan hadiah di antaranya Wakil Ketua DPRD Inhu H. Syamsuddin, Plt Sekda Inhu Hendrizal dan Kapolsek Kecamatan Seberida.(Ali/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Amalan, Doa Kawit An Nur Slawi

Senin, 18 September 2017

Bukan Hanya Habluminallah dan Habluminannas

Macau, Kawit An Nur Slawi ?

Hari Rabu, 7 Juni 2017 atau 12 Ramadhan 1438, tepat sepekan sudah saya tinggal di sebuah apartemen di Macau. Di lantai dasar apartemen, berjejer salon yang harga cukur rambutnya saja bikin saya gak jadi masuk, karena sebesar 90 Macau Pataca (MOP), dan NBSP. Jika dikonversi nilainya sekitar 150 ribu rupiah.?

Bukan Hanya Habluminallah dan Habluminannas (Sumber Gambar : Nu Online)
Bukan Hanya Habluminallah dan Habluminannas (Sumber Gambar : Nu Online)

Bukan Hanya Habluminallah dan Habluminannas

Uang Pataca ini unik, karena hanya laku di Macau, tetapi tidak laku di Hong Kong. Berbeda dengan Dollar Hong Kong yang laku di sini.

Saat mengunjungi Guia Hill Municipal Park and Flora Garden, udara tidak terlalu panas seperti biasanya. Atau jangan-jangan kulit saya yang sudah beradaptasi dengan iklim setempat. Di sini lumrah terlihat anjing yang berjalan-jalan dengan pemiliknya. Binatang itu tampil dengan berbagai jenis model dan ukuran, dari yang kecil sampai yang besar. Tak jarang pula yang tampak seperti boneka.

Dalam Islam sendiri memang tidak terbatas pada hubungan yang terjalin antara manusia dengan Allah (habluminallah) dan hubungan manusia dengan manusia (habluminannas), karena Al Quran surat Ali Imran ayat 112 tersebut bicara dalam konteks orang Yahudi.

Kawit An Nur Slawi

Ada juga hubungan terhadap makhluk-makhluk Allah, mulai dari tumbuhan, hewan, bahkan jin sekalipun. Dalam Al-Qur’an banyak sekali hewan disebut di dalamnya. Bahkan ada beberapa yang menjadi nama bagi surat, sebut saja unta dalam surat Al-Ghasyiah, anjing dalam surah Al-Kahfi, Al-Naml (semut), dan al-nahl (lebah) misalnya. Bukankah dalam hadis dikatakan ada yang masuk surga karena anjng dan masuk neraka karena kucing?

Hubungan yang baik juga perlu terjalin dengan diri sendiri misalnya melalui ibadah puasa. Pada saat berpuasa kita sesungguhnya kita mengistirahatkan organ lambung, sehingga pakar kesehatan berpendapat bahwa puasa itu menyehatkan. Puasa juga melatih diri agar menjaga lisan dan pikiran. Hikmah ini tidak lain kecuali agar manusia secara pribadi menjadi lebih sehat dan lebih baik lagi.

Tak berhenti sampai situ, lingkungan dan alam raya ini pun perlu mendapat perhatian dan tata kelola yang baik. Betapa banyak kerusakan alam yang disebabkan oleh ketidakmampuan mengontrol diri. Puasa ialah perisai agar manusia tidak semakin sengsara dengan kerusakan yang ia buat sendiri.?

Di Macau tak seperti di Jakarta yang ketika tiba waktu maghrib, terdengar kumandang adzan bersahut-sahutan, dan serentak semua orang berbuka. Di sini adzan yang ditunggu hanya mengandalkan aplikasi dan tak jarang terlambat tiga sampai lima menit karena lupa melihat handphone. (Saepuloh, dai anggota Tim Inti Dai Internasional dan Media (TIDIM) LDNU yang ditugaskan ke Macau. Kegiatan ini bekerja sama dengan LAZISNU)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi Hadits, Kyai Kawit An Nur Slawi

Jamaah Calon Haji Diingatkan Jaga Nama Baik Indonesia

Brebes, Kawit An Nur Slawi. Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi melepas calon jamaah haji (calhaj) Kabupaten Brebes 2014 kelompok terbang (Kloter) pertama di Gedung Muzdalifah Asrama Haji Donohudan pukul 05.00, Senin (1/9).

Sejumlah 363 calhaj Brebes dilepas Wagub dalam suasana tenang dan khidmat, sebelum akhirnya saling berjabatan tangan dan menuju ke bus untuk diantar ke Bandara Adi Sumarmo Solo. Seluruh jamaah kloter 1 keluar dari Embarkasi Donohudan menuju bandara Adi Sumarmo pada pukul 06.15. Rombongan calhaj Brebes kloter pertama Jawa Tengah sekitar pukul 07.42 take off dari Bandara Internasional Adi Soemarmo, Boyolali.

Jamaah Calon Haji Diingatkan Jaga Nama Baik Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Calon Haji Diingatkan Jaga Nama Baik Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Calon Haji Diingatkan Jaga Nama Baik Indonesia

Atas nama gubernur, Heru berharap para calhaj menjaga kondisi kesehatannya selama menjalankan rukun Islam kelima. Wagub menyampaikan ucapan selamat karena pada tahun ini benar-benar berkesempatan menjadi tamu Allah.

Kawit An Nur Slawi

Lebih lanjut, Wagub mengingatkan kepada jamaah untuk menata hati dan memantapkan niat untuk beribadah hanya untuk Allah, bukan karena yang lain. Disampaikan pula agar para jamaah bisa menjaga kesatuan dan kekompakan, kebersamaan dan membuang jauh-jauh sikap egois serta mematuhi segala arahan dan bimbingan para petugas agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diingatkan. Jaga kondisi kesehatan dengan tidak memaksakan diri melaksanakan ibadah yang sunnah yang akan berakibat menurunnya stamina yang sangat dibutuhkan pada saat pelaksanaan ibadah haji.

Ia juga berpesan agar para jamaah menjaga nama baik Indonesia dengan menunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang sopan, santun, dan berbudaya. Jangan lupa untuk mendoakan Jawa Tengah untuk kelancaran pembangunan menuju kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Semoga jamaah haji seluruhnya menjadi haji mabrur.

Kawit An Nur Slawi

Dalam sambutan pembekalan itu, Heru Sudjatmoko menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH tidak bisa hadir karena baru tiba di Jakarta dari kunjungannya ke Australia. “Sedianya Bapak Gubernur mau hadir tetapi beliau masih di Jakarta usai perjalanan kunjungan kerja ke Australia,” tutur Heru.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Prov Jateng Drs H Khaerudin MSi menjelaskan, pada hari Senin (1/9) ini diberangkatkan tiga kloter dari Brebes dan Kota Tegal sejumlah 1.125 calhaj. “Kloter pertama dari Kabupaten Brebes sebanyak 368 termasuk pendamping dan petugas kesehatan,” terangnya.

Kakanwil Kemenag Jateng yang juga Ketua PPIH Embarkasi SOC, melaporkan bahwa Embarkasi SOC akan memberangkatkan Jamaah Calon Haji beserta petugas dari Jawa Tengah (23.535) dan DIY (2.455) dengan jumlah total sebanyak 25.990 orang terbagi dalam 71 kloter.

Turut menyampaikan sambutan Anggota DPR RI Komisi VIII Abdul Rozak Rais. Dalam sambutannya antara lain pihaknya mempunyai wewenang untuk mengawasi pelaksanaan penyelenggaraan haji di Tanah Air dan di Tanah Suci. Meskipun sejauh ini pemerintah selalu meningkatkan pelayanan diberbagai sektor agar jamaah nyaman dan aman dalam beribadah haji.

Rozaq juga mengingatkan kepada petugas supaya sigap dan tanggap terhadap jamaahnya yang awam berada di negeri yang sangat berbeda adat istiadat maupun kondisi alamnya agar dapat beribadah dengan optimal dan menjadi haji mabrur.

Brebes Hj Idza Priyanti SE beserta suami Drs H Kompol Warsidin turut mendampingi pelesan dan Kepala Kantor Kemenag Kab Brebes Drs H Imam Hidayat MSi dan Kabag Kesra Setda Brebes Drs H Syaeful Islam.

Turut hadir dalam pelepasan tersebut antara lain Komisi VIII DPR RI, Ketua MUI, Ketua PW NU Jawa Tengah, Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah, Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI, dan para Kepala Kankemenag Se Eks Karesidenan Surakarta.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti akan mendampingi pelepasan pemberangkatan haji dari Solo dari kloter pertama hingga ketiga yang merupakan calhaj dari Kabupaten Brebes. “Saya akan terus turut melepas dari Solo hingga pukul 21.00 WIB nanti malam,” imbuhnya.

Sebelumnya, calhaj dari Kabupatern Brebes sejumlah 898 orang, telah diberangkatkan dari Islamic Center Brebes pada Sabtu dan Ahad (30-31/8). Mereka menginap semalam di Asrama Haji Donohudan untuk mendapatkan ceking kesehatan dan administrasi terakhir lainnya. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Nahdlatul Ulama, Pertandingan, Kiai Kawit An Nur Slawi

Kampus Nurul Jadid Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi Pesantren

Probolinggo, Kawit An Nur Slawi - Dalam rangka meningkatkan mutu perguruan tinggi pesantren, Biro Dikti (Pendidikan Tinggi) di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo mengadakan workshop, Sabtu (30/9). Kegiatan yang diadakan di aula STT Nurul Jadid ini diikuti oleh pimpinan dan karyawan pada tiga perguruan meliputi Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Nurul Jadid, IAI Nurul Jadid dan STIKes Nurul Jadi Paiton.

Mengambil tema Orientasi Perubahan Kebijakan BAN PT Dalam Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi Pesantren, workshop ini menghadirkan keynote speaker H Mansyur Ramly (Majelis Akreditasi BAN PT).

Kampus Nurul Jadid Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Kampus Nurul Jadid Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Kampus Nurul Jadid Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi Pesantren

Ketua STT Nurul Jadid Paiton KH Najiburrahman Wahid menyampaikan bahwa perguruan tinggi di Nurul Jadid terus berbenah untuk menjadi lebih baik.

Kawit An Nur Slawi

“Oleh karena itu kita ingin mendapatkan pembinaan dari orang yang ahli di bidangnya. Maka dari itu kita hadirkan beliau ke Nurul Jadid ini,” katanya.

Kawit An Nur Slawi

H Mansyur Ramly mengatakan bahwa perguruan tinggi di pesantren, utamanya yang berbasis NU harus menjadi terdepan dan memiliki daya saing yang tinggi.

“Untuk mewujudkan itu semua, mari kita membangun jamaah yang bagus. Pemimpin yang baik kalau tidak memilki jamaah yang baik, akan susah untuk menjadi perguruan tinggi yang baik. Jadi semuanya harus berjamaah. Pemimpin baik, maka pengikutnya juga harus baik,” ungkapnya.

Tidak lupa Mansyur Ramly mengajak agar membenahi lulusan perguruan tinggi di Nurul Jadid Paiton dengan 2 (dua) hal penting, yakni melalui inovasi dan wirausaha.

“Kita harus bisa menghadapi tantangan dan peluang yang ada. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan lulusan yang benar-benar berkualitas,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Kiai, Budaya, Halaqoh Kawit An Nur Slawi

Minggu, 17 September 2017

Yogyakarta Semarak, Sri Sultan Dijadwalkan Hadir

Yogyakarta, Kawit An Nur Slawi

Bulan Harlah yang ditetapkan PBNU juga benar-benar semarak di propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). PWNU DIY menggelar sejumlah kegiatan yang akan di laksanakan pada minggu pertama bulan Februari.



Yogyakarta Semarak, Sri Sultan Dijadwalkan Hadir (Sumber Gambar : Nu Online)
Yogyakarta Semarak, Sri Sultan Dijadwalkan Hadir (Sumber Gambar : Nu Online)

Yogyakarta Semarak, Sri Sultan Dijadwalkan Hadir

“Memang sesuai instruksi PBNU, wilayah (PWNU, red) hendaknya mengadakan kegiatan yang terkait dengan Harlah pada minggu keempat bulan Januari. Namun PWNU DIY berdasarkan beberapa pertimbangan akan menyemarakkan harlah pada minggu pertama bulan Februari,” ungkap Zuhdi Mudlor, M.Hum, Sekretaris PWNU DIY.

Sejumlah kegiatan yang akan menghiasi perayaan Harlah NU, di antaranya adalah dialog antar aktor Strategis NU yang akan di selenggarakan di Laboratorium Jurusan Ilmu Politik UGM. Kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LKPSM) NU dengan jurusan Ilmu Politik UGM.

Kawit An Nur Slawi

Menurut rencana akan hadir sebagai pembicara; K.Yudian Wahyudi, Ph.D, pengasuh Pesantren Nawesea yang juga dekan Fakultas Syariah, Suharko, Ph.D, Ketua program pascasarjana Sosiologi, Drs.H.A Hafidz Asram, MM, Anggota DPD dari DIY, dan M. Najib, M.Si, direktur LKPSM NU DIY.

Pada tanggal 3 Februari yang akan lakukan donor darah yang di pusatkan di kantor NU baru Jln. MT Haryono. Pada saat itu juga akan dilangsungkan pendidikan kesekretariatan untuk pengurus NU bagian sekretariat di tingkatan wilayah, cabang dan semua lajnah yang ada di PWNU DIY. Pendidikan ini dimaksudkan untuk memberikan pelatihan pada pengurus terutama yang mengurusi kesekretariatan.

Kawit An Nur Slawi

Sementara puncak acara akan di langsungkan di Gedung Pamungkas Kridosono, berupa pengajian akbar pada tanggal 10 Februari 2008. Menurut rencana Sri Sultan Hamangkubuana X di jadwalkan hadir untuk memberi sambutan pada acara tersebut. Sementara yang akan mengisi pengajian adalah KH Muhajir Sulthon, kyai gaul dari Bojonegoro.

PWNU DIY juga mengharapkan seluruh muda NU untuk melakukan pawai keliling kota Yogyakarta dengan membawa bendera NU. Namun PWNU mengharapkan untuk melakukan pawai simpati.

“Kami berharap para muda NU yang kemarin sudah melakukan pawai, seperti di Bantul. Harap melakukan pawai lagi gabungan dengan seluruh kabupaten. Namun Jangan di Blong knalpotnya. Silahkan tampil sopan dan tertib,” Zuhdi mengingatkan.

Instruksi Upacara Bendera

PWNU juga menginstruksikan kepada seluruh pendidikan Ma’arif di semua tingkatan untuk melaksanakan upacara bendera pada tanggal 31 Januari atau bertepatan dengan hari kelahiran NU.

Protap acara sesuai dengan standar upacara biasanya, hanya saja ada kekhususan yang harus ditampilkan, yakni mengheningkan cipta, doa di tujukan untuk para tokoh NU serta inspektur upacara membacakan sambutan pidato Harlah dari Rais Syuriyah PWNU DIY, dan doa khusus Harlah sudah disiapkan PWNU DIY. (ron)Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Pahlawan Kawit An Nur Slawi

Sabtu, 16 September 2017

Katib Syuriah PWNU Jabar: Toleransi Kewajiban Seluruh Manusia

Bandung, Kawit An Nur Slawi. Katib Syuriah PWNU Jawa Barat Prof KH Rachmat Syafe’i mengatakan perbedaan penentuan Hari Raya Idul Adha sebetulnya bukan hanya terjadi antara NU dan Muhammadiyah saja, bahkan di kalangan NU sendiri juga bisa saja berbeda karena berlainan metode penetapan awal bulan.

Katib Syuriah PWNU Jabar: Toleransi Kewajiban Seluruh Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib Syuriah PWNU Jabar: Toleransi Kewajiban Seluruh Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib Syuriah PWNU Jabar: Toleransi Kewajiban Seluruh Manusia

Menurut Kiai Rachmat perbedaan pendapat sudah biasa terjadi di kalangan ulama salaf dan di pesantren-pesantren, tinggal bagaimana memahami alasan dan dasar yang dipegang. “Jika sudah dipahami, saling menghormati itulah yang harus dikedepankan,” terangnya Sabtu pagi (4/10).

Sikap masyarakat, lanjut dia harus kembali pada pendapat yang diyakini karena persoalan ini adalah masalah ibadah. Supaya tidak tersinggung, Kiai Rachmat mengajak masyarakat supaya saling memahami.

Kawit An Nur Slawi

Baginya, toleransi itu sangat penting, yang tidak boleh adalah saling menyalahkan. Ia menjelaskan bahwa toleransi adalah mengajak orang untuk memahami dan bertanya kepada ahlinya. Dianggap penting karena toleransi pengaruhnya sangat besar. “Toleransi adalah sesuatu yang menjadi kewajiban bagi seluruh manusia,” tegas Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu.

Kiai yang juga menjadi ketua bidang Fatwa MUI Jawa Barat ini berharap kepada masyarakat supaya meningtkatkan kesadaran toleransi dalam beragama. Ujung-ujungnya inti dari agama, kata dia, adalah memberi nasihat, oleh karena itu harus saling menasihati.

Kawit An Nur Slawi

Tingkatkan pengetahuan dengan bertanya kepada ahlinya supaya objektivitasnya tinggi, sehingga agama tidak dipengaruhi emosional yang kaku. Agama memang ada sikap emosional tetapi emosional yang tidak berdasarakan syariah, maka akan terjadi pertentangan yang tidak perlu, tambah Kiai Rachmat.

“Jadi pendekatan utama adalah tidak berdasarkan dalil, tapi bagaimana agama disikapi dengan toleransi dan saling menasehati,” pungkas pengasuh pondok Pesantren Al-Wafa, Cibiruhilir, Cileunyi, Kabupaten Bandung. (Muhammad Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Tegal, Budaya Kawit An Nur Slawi

Pilkada Serentak, Gunakan Hak Pilih Sesuai Hati Nurani

Medan, Kawit An Nur Slawi - Pimpinan Pusat GP Ansor berharap, pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang akan digelar di 101 daerah di Indonesia pada 15 Februari mendatang tetap mampu mengikat masyarakat dan elemen bangsa dalam satu kepentingan bersama, pembangunan dan masa depan Indonesia.

"Terkait dengan pelaksanaan pilkada serentak, hendaknya tidak ada prasangka terhadap pemerintahan dan penyelenggara pilkada. Berikan amanah dan dukungan seluas-luasnya kepada mereka untuk kesuksesan pilkada serentak mendatang," kata pengurus Lembaga Hubungan Kelembagaan Ormas Kepemudaan dan Lintas Agama PP GP Ansor Ahmad Jabidi Ritonga, di Medan, Ahad (12/2).

Pilkada Serentak, Gunakan Hak Pilih Sesuai Hati Nurani (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilkada Serentak, Gunakan Hak Pilih Sesuai Hati Nurani (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilkada Serentak, Gunakan Hak Pilih Sesuai Hati Nurani

Ia mengatakan, GP Ansor mendukung Polri untuk menindak tegas para pelaku yang mencoba membuat suasana negara atau pilkada tidak kondusif atau usaha mencederai proses pilkada.

"Kami juga meminta Panwas dan KPU sebagai penyelenggara pilkada harus menindak para pelaku kecurangan proses vote politik tesebut, agar tidak merusak pilihan nurani rakyat Indonesia," kata Jabidi.

Kawit An Nur Slawi

GP Ansor mengimbau masyarakat yang memiliki hak pilih menggunakan hak pilih dengan asas langsung, sesuai dengan kehendak hati nurani. Hak pilih yang dilindungi undang-undang jangan sampai tercederai atau terpengaruh oleh satu kepentingan atau intervensi dari manapun.

"Menyalurkan hak pilih bagi masyarakat dilindungi undang-undang. Karenanya, tidak seorang pun yang dapat menghalangi masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya," kata Jabidi.

Kawit An Nur Slawi

Menurutnya, dinamika politik dan hukum belakangan ini menyita perhatian banyak orang, tidak hanya masyarakat Indonesia, tapi juga dunia. Ada kelompok-kelompok yang terus melakukan manuver politik dengan berbagai cara guna mempengaruhi pemilih secara nasional.

Namun diyakini, masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang cerdas dan dewasa. Masyarakat yang cerdas itu bertindak secara konstitusional, bukan emosional, dan tidak mudah terprovokasi.

Menurutnya, pendidikan politik yang sehat itu adalah mencerdaskan, memberikan kesejukan dan pemahaman yang luas, bukan berkobar-kobar menyebarkan kebencian serta kemarahan, dengan berbagai isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

"Waspada benalu politik yang numpang dan coba mengambil keuntungan dalam situasi saat ini," kata Jabidi. (Hamdani Nasution/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Nahdlatul, Bahtsul Masail, Syariah Kawit An Nur Slawi

Jumat, 15 September 2017

Pancasila Senjata Ampuh Persatukan Bangsa

Boyolali, Kawit An Nur Slawi - Sebanyak 700 anggota GP Ansor dan Satuan Koordinasi Cabang Barisan Ansor Serbaguna (Satkorcab Banser) Kabupaten Boyolali, mengikuti Apel Kesetiaan Pancasila dan NKRI di alun-alun Boyolali, Rabu (1/6) sore. Apel Kesetiaan ini diikuti Banom NU lainnya, antara lain IPNU, IPPNU dan Fatayat.

Dalam apel itu, Wakil Bupati (Wabup) Boyolali M Said Hidayat bertindak sebagai inspektur upacara. Sedangkan Kasatkorcab Banser Boyolali M Abdullah sebagai komandan upacara.

Pancasila Senjata Ampuh Persatukan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pancasila Senjata Ampuh Persatukan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pancasila Senjata Ampuh Persatukan Bangsa

Wabup Boyolali M Said Hidayat mengatakan, Pancasila dan NKRI mesti dipertahankan oleh seluruh bangsa Indonesa. "Pancasila dan NKRI merupakan senjata yang ampuh untuk mempersatukan perbedaan yang ada di Indonesia yang memiliki budaya beragam," katanya.

Kawit An Nur Slawi

Senada dengan Said, Ketua GP Ansor Boyolali Choiruddin Ahmad mengatakan, bagi GP Ansor hari bersejarah ini harus dijadikan sebagai momentum untuk komitmen terhadap Pancasila.

Terlebih, saat ini banyak bermunculan gerakan anti-Pancasila, baik ekstrem kanan maupun kiri. “Bahkan, secara terang-terangan mereka ingin mengganti NKRI dengan sistem khilafah. Bagi Ansor, ini merupakan ancaman serius terhadap eksistensi NKRI yang berdasarkan Pancasila,” tukasnya.

Kawit An Nur Slawi

Selain kegiatan apel, dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan ikrar kesetiaan Pancasila oleh semua elemen pemuda Ansor. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Pertandingan Kawit An Nur Slawi

Pentingnya Belajar Ilmu Tajwid

Membaca Al-Qur’an adalah amalan yang mulia. Setiap hurufnya dibalas dengan sepuluh kebaikan, sebagaimana disebutkan Rasulullah SAW dalam sabdanya. Begitu juga banyak sekali hadits-hadits yang menjelaskan tentang kemuliaan orang yang mempelajari Al-Qur’an, kemudian mengajarkannya.

Akhir-akhir ini banyak ajakan dari pelbagai komunitas untuk semakin memperbanyak membaca Al-Qur’an. Nabi pun pada dasarnya juga menganjurkan Muslim untuk mengkhatamkan Al-Qur’an secara rutin, baik sebulan sekali, tiga bulan sekali, seminggu sekali, bahkan juga tiga hari sekali khatam, sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang ada.

Pentingnya Belajar Ilmu Tajwid (Sumber Gambar : Nu Online)
Pentingnya Belajar Ilmu Tajwid (Sumber Gambar : Nu Online)

Pentingnya Belajar Ilmu Tajwid

Tapi, patut disadari juga bahwa meskipun memperbanyak membaca Al-Qur’an itu baik, untuk mencapai kualitas ibadah yang lebih baik maka cara membaca Al-Qur’an perlu diperbaiki. Dalam Al-Qur’an surat Al Muzammil ayat 4 juga Allah sebutkan bahwa “...dan bacalah Al-Qur’an secara tartil...”.

Kawit An Nur Slawi

Dalam sebuah atsar, Sayyidina Ali bin Abi Thalib menyebutkan bahwa tartil adalah “tajwidul huruf, wa ma’rifatul wuquf (mengindahkan bacaan huruf, dan mengetahui tentang waqaf-nya)”. Maka dari sini ilmu tajwid sebagai ilmu yang membahas cara pengucapan, sifat huruf Al-Qur’an, serta kaedah lainnya menjadi penting.

Kawit An Nur Slawi

Mengenai pentingnya ilmu tajwid, Seorang alim ahli qiraat bernama Syekh Al Jazari, menyebutkan dalam syairnya, Manzhumah al-Jazariyyah.

? ? ? ? ? # ? ? ? ? ?

“Dan mempelajari ilmu tajwid adalah sesuatu yang wajib,

Siapa yang tak (berusaha) memperbaiki bacaannya maka ia bisa berdosa”

? ? ? ? # ? ? ? ? ?

“Karena demikianlah (beserta cara membacanya) Allah menurunkan Al-Qur’an

Dan seperti itu pula (bacaan Al-Quran dan tajwidnya) sampai kepada kita”

Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad, ternyata juga beserta cara membacanya. Mulai dari cara pengucapan huruf (makharijul huruf), kaidah-kaidah tajwid lain terkait hukum bacaan huruf nun dan mim? yang diharakat sukun, panjang pendeknya bacaan, serta letak berhenti dan memulai bacaan ayat maupun kalimat (al waqfu wal ibtida’).

Menurut ulama bernama Syekh Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Yusuf bin Al Jazari ini, Al-Qur’an diturunkan beserta cara membacanya, selain sebagai mukjizat dan penghias bacaan Al-Qur’an, juga untuk menjaga maknanya. Diharapkan nanti setelah bisa paham tentang ilmu tersebut, seseorang bisa membaca Al-Qur’an dengan indah dan baik, tanpa kesulitan dan kesusahan. Dan lagi, menurut Syekh Al Jazari, hal itu tidak bisa tercapai tanpa kesungguhan dan melanggengkan bacaan.

Membaca Al-Qur’an memang butuh proses untuk belajar, yang memang tidak mudah. Apalagi membiasakan kemampuan bicara orang Indonesia memang perlu bersabar. Maka belajar Al-Qur’an dengan berguru ke alim yang mumpuni menjadi begitu penting, supaya kesalahan baca dan manfaat ilmu tajwid bisa terasa. Semoga segala usaha kita mempelajari Al-Qur’an dapat menjadikannya penuntun hidup dan penolong di hari akhir nanti. Wallahu a’lam. (Muhammad Iqbal Syauqi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Sholawat, Pendidikan, Tokoh Kawit An Nur Slawi

Forum Menteri Agama ASEAN Dorong Pendidikan Pemuda untuk Medsos Produktif

Kuala Lumpur, Kawit An Nur Slawi. Forum Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) bersepakat untuk menggalakan edukasi kepada para pemuda di negara anggota MABIMS agar dapat memanfaatkan sarana media sosial (medsos) dengan bijak dan positif.

Forum Menteri Agama ASEAN Dorong Pendidikan Pemuda untuk Medsos Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Menteri Agama ASEAN Dorong Pendidikan Pemuda untuk Medsos Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum Menteri Agama ASEAN Dorong Pendidikan Pemuda untuk Medsos Produktif

Salah satu rumusan hasil MABIMS 18 di Kuala Lumpur ini melahirkan kesepahaman perlunya gerakan bersama mengoptimalkan energi para pemuda dalam memanfaatkan media sosial untuk kegiatan kewirausahaan, ekonomi, serta membuat aplikasi yang berguna bagi masyarakat. Di samping itu, edukasi juga diperlukan untuk mengembangkan tradisi tabayyun terkait informasi yang beredar di media sosial.

Sebelumnya, Menteri di Jabatan Perdana Menteri Malaysia Mejar Jenderal Dato Seri Jamil Khir bin Haji Baharom secara eksplisit bahkan mengaku prihatinan dengan pesan fitnah dan kebencian yang berkembang di media sosial.

Akan hal ini, Menteri Komunikasi dan Informasi Merangkap Menteri bertanggung Jawab Bagi Ehwal Masyarakat Islam Yacoob Ibrahim mengatakan bahwa media sosial memang dunia anak muda. Karenanya, pendekatan yang diperlukan bukan melarang tapi mendorong mereka untuk menyalurkan potensinya secara positif.

Kawit An Nur Slawi

Menurut Yacoob, para pemuda Singapura diajak untuk membuat enterpreneurship berbasis IT. Mereka diajak membuat aplikasi yang akan memberikan kebaikan kepada umat Islam.

Pengiran Dato Seri Setia Haji Mohammad bin Pengiran Haji Abdul Rahman selaku Menteri Hal Ehwal Ugama Negera Brunei Darussalam menyambut baik program yang sudah dilakukan di Singapura. Menurutnya, kebanyakan pemuda masih sebatas menjadi pengguna TI, bukan sebagai pencipta. Karenanya, upaya untuk mengajak generasi muda lebih produktif harus dijadikan gerakan berasama.

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin menegaskan hal yang sama. Menurutnya, era digital adalah hal niscaya dan tidak bisa dielakkan. Masalah muncul karena keterlambatan upaya dalam menyiapkan masyarakat untuk memahami hakikat dunia maya.

Kawit An Nur Slawi

"Upaya kita untuk menyadarkan masyarakat dalam menerima era yang begitu cepat itu mengalami keterlambatan. Percepatan digitalisasi melampaui kesadaran masyarakat kita untuk menyikapi hal ini," ujar Lukman.

"Kita harus memberikan edukasi kepada umat kita agar bijak dalam menggunakan media sosial," tambahnya.

Selain edukasi yang masif, Menag juga menggarisbawahi pentingnya pertemuan para pemuda guna memperdalam literasi mereka terkait perkembangan media sosial dan teknologi informasi. (Kemenag/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Anti Hoax Kawit An Nur Slawi

Kamis, 14 September 2017

Sederhana, Maulid Nabi IPNU-IPPNU Baureno

Bojonegoro, Kawit An Nur Slawi. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kecamatan Baureno menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di kantor MWC NU Baureno, tepatnya ? di Jalan Raya Masjid Agung Baiturrohman Baureno, Bojonegoro, Jum’at (18/1).

Acara yang berlangsung sederhana ini mulai pukul 13.30 itu dihadiri oleh segenap pengurus PAC, Pimpinan Ranting, dan komisariat se-Kecamatan Baureno dan juga alumni alumni IPNU IPPNU Baureno, serta undangan lainnya.

Sederhana, Maulid Nabi IPNU-IPPNU Baureno (Sumber Gambar : Nu Online)
Sederhana, Maulid Nabi IPNU-IPPNU Baureno (Sumber Gambar : Nu Online)

Sederhana, Maulid Nabi IPNU-IPPNU Baureno

Dalam acara ini hadir para habaib dan ustad,diantaranya Habib Fauzi Muhsin Al-Jufri dari Tuban juga alumni ketua PAC IPNU Baureno, Habib Muhammad As-Segaf dan Ustad Sholeh dari Jakarta.

Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Yajma’uddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Syariah, Aswaja, Bahtsul Masail Kawit An Nur Slawi

Rabu, 13 September 2017

Kiai Rustamadji dan Ahmad Faruki Pimpin PCNU Kota Pontianak

Pontianak, Kawit An Nur Slawi. Konferensi Cabang (Konfercab) VII PCNU Kota Pontianak, Kalimantan Barat menetapkan Pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatus Syubban KH Rustamadji sebagai Rais Syuriyah dan H. Ahmad Faruki sebagai Ketua Tanfidziyah.

KH Rustamadji dipilih dan ditetapkan dengan sistem Ahlul Halli wal ‘Aqdi (Ahwa) yang diusulkan MWCNU se-Kota Pontianak dengan suara terbanyak di Pondok Pesantren Darussalam 19-20 Maret lalu. Ahwa tersebut terdiri dari lima orang, yaitu H. Ahmad Faruki, KH. Saridjan, Ust. Ahmad Bustami, Ust. Mukhdar, dan Ust. Mahdi.

Kiai Rustamadji dan Ahmad Faruki Pimpin PCNU Kota Pontianak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Rustamadji dan Ahmad Faruki Pimpin PCNU Kota Pontianak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Rustamadji dan Ahmad Faruki Pimpin PCNU Kota Pontianak

Pada pemilihan ketua, peserta memilih secara langsung yang dimulai dengan bakal calon (balon). Pada pembalonan, H. Ahmad Faruki memperoleh 5 Suara dan H. Fauzi 2 suara.

Kawit An Nur Slawi

Dengan hasil seperti itu, maka pimpinan sidang, Ust. Andi Nuradi? memberikan kesempatan untuk kedua calon agar mengutarakan kesiapannya menjadi ketua. H. Fauzi menyatakan, biarkan NU Kota Pontianak ke depan dipimpin H. Ahmad Faruki.

Kawit An Nur Slawi

Atas pernyataan itu, H. Ahmad Faruki menjadi satu-satunya calon. Ia juga mendapat pesertujuan Rais Syuriyah terpilih, KH. Rustamadji. Dengan demikian, secara aklamasi, ia menjadi Ketua PCNU Kota Pontianak masa khidmah 2016-2021.

Konfercab tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, perwakilan PWNU Kalimantan Barat KH Asy’ari, segenap pengasuh pondok pesantren se-Kota Pontianak, 6 MWCNU serta 20 Ranting NU.

Ketua PCNU Kota Pontianak demisioner, Nuralam, dalam sambutan pembukaan mengatakan, konferensi cabang ini akan menentukan arah dan kebjiakan NU ke depan dengan diawali pemilihan Rais Syuriyah dan Ketua PCNU.

Oleh karena itu, lanjut dia, Konferensi Cabang dengan tema “Aktualisasi Islam Nusantara menuju pengembagan karakter bangsa” ini merupakan estafet kepengurusan yang sangat urgen dilakukan dalam 5 tahun sekali.

“Semoga dengan adanya musyawarah ini, NU bisa bangkit lebih baik, serta dirasakan oleh masyarakat,” harapnya. (Syam Hady/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Lomba, Cerita Kawit An Nur Slawi

Selasa, 12 September 2017

Kiai Wahab Hasbullah, Pahlawan Tanpa Gelar

KIAI HAJI WAHAB HASBULLAH adalah seorang tokoh pergerakan dari pesantren. Ia dilahirkan di Tambakberas-Jombang, tahun 1888. Sebagai seorang santri yang berjiwa aktivis, ia tidak bisa berhenti beraktivitas, apalagi melihat rakyat Indonesia yang terjajah, hidup dalam kesengsaraan, lahir dan batin.

Sepulang dari Mekkah 1914, Wahab, tidak hanya mengasuh pesantrennya di Tambakberas, tetapi juga aktif dalam pergerakan nasional. Ia tidak tega melihat kondisi bangsanya yang mengalami kemerosotan hidup yang mendalam, kurang memperoleh pendidikan, mengalami kemiskinan serta keterbelakanagan yang diakibatkan oleh penindasan dan pengisapan penjajah.?

Kiai Wahab Hasbullah, Pahlawan Tanpa Gelar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Wahab Hasbullah, Pahlawan Tanpa Gelar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Wahab Hasbullah, Pahlawan Tanpa Gelar

Melihat kondisi itu, pada tahun 1916 ia mendirikan organisasi pergerakan yang dinamai Nahdlatul Wathon (kebangkita negeri), tujuannya untuk membangkitkan kesadaran rakyat Indonesia.

Untuk memperkuat gerakannya itu, tahun 1918 Wahab mendirikan Nahdlatut Tujjar (kebangkitan saudagar) sebagai pusat penggalangan dana bagi perjuangan pengembangan Islam dan kemerdekaan Indonesia. Kiai Hasyim Asy’ari memimpin organisiasi ini. Sementara Kiai Wahab menjadi Sekretaris dan bendaharanya. Salah seorang anggotanya adalah Kiai Bisri Syansuri.

Kawit An Nur Slawi

Mencermati perkembangan dunia yang semakin kompleks, maka pada tahun 1919, Kiai Wahab mendirikan Taswirul Afkar. Di tengah gencarnya usaha melawan penjajahan itu muncul persoalan baru di dunia Islam, yaitu terjadinya ekspansi gerakan Wahabi dari Najed, Arab Pedalaman yang menguasai Hijaz tempat suci Mekah dikuasai tahun 1924 dan menaklukkan Madinah 1925.?

Persoalan menjadi genting ketika aliran baru itu hanya memberlakukan satu aliran, yakni Wahabi yang puritan dan ekslusif. Sementara madzhab Hanafi, Maliki, Syafii dan Hanbali yang selama ini hidup berdampingan di Tanah suci itu, tidak diperkenankan lagi diajarkan dan diamalkan di tanah Suci. Anehnya, kelompok modernis Indonesia setuju dengan paham Wahabi.

Kawit An Nur Slawi

Lantas, Kiai Wahab membuat kepanitiaan beranggotakan para ulama pesantren, dengan nama Komite Hejaz. Komite ini bertujuan untuk mencegah cara beragama model Wahabi yang tidak toleran dan keras kepala, yang dipimpin langsung Raja Abdul Aziz. ?

Untuk mengirimkan delegasi ini diperlukan organisasi yang kuat dan besar, maka dibentuklah organisai yanag diberinama Nahdlatul Ulama, 31 Januari 1926. KH Wahab Hasbullah bersama Syekh Ghonaim al-Misri yang diutus mewakili NU untuk menemui Raja Abdul Aziz Ibnu Saud.

Usaha ini direspon baik oleh raja Abdul Aziz. Beberapa hal penting hasil dari Komite Hejaz ini di antaranya adalah, makam Nabi Muhammad dan situs-itus sejarah Islam tidak jadi dibongkar serta dibolehkannya praktik madzhab yang beragam, walaupun belum boleh mengajar dan memimpin di Haramain.

KIAI WAHAB HASBULLAH? dengan segala aktivitasnya adalah untuk menegakkan ajaran ahlussunnah wal jamaah yang sudah dirintis oleh walisongo dan para ulama sesudahnya.?

Ia tidak hanya penerus, tetapi memiliki pertalian darah dengan para penyebar Islam di Tanah Jawa itu. Bahkan Kiai Wahab juga mengidentifikasi diri sebagai penerus perjuangan pangeran diponegoro. Karena itu ia selalu memakai sorban yang ia sebut sendiri sebagai sorban Diponegoro.?

Dengan sorban itu, ia makin percaya diri. Dalam upacara keagamaan sampai dengan acara kenegaraan, Kiai Wahab selalu melingkarkan sorban tersebut, hingga pundaknya tertutup. Demikian juga dengan sarung, tidak pernah diganti dengan pantolan.?

Ia telah melampaui segala protokoler kenegaraan yang ada, karena telah memiliki disiplin dan karakter keulamaan sendiri. Selain itu, ia memang memiliki ilmu kanuragan yang tinggi sehingga tidak takut menghadapi musuh sesakti apapun.

Kemenonjolan peran Wahab Hasbullah ini berkat kematangannya dalam menempa dirinya sebagai seorang ulama pergerakan. Sifat keulamaannya digembleng di pesaanatren Langitan ? Tuban, Pesantren Tawangsari Surabaya.

Kemudian ia melanjutkan lagi ke Pesantren Bangkalan Madura. Di pesantren asuhan Syaikh Kholil inilah, ia bertemua dengan Kiai Bisri Syansuri, ulama dari Pati yang kelak menjadi sahabat seperjuangannya, juga iparnya. Pertemanannya Kiai Wahab dengan Kiai Bisri ini memiliki pengaruh terhadap perkembangan NU. Selanjutnya, Kiai Wahab ke Pesantren ? Mojosari Nganjuk dan menyempatkan diri nyantri di Tebuireng Jombang.?

Setelah merasa cukup bekal dari para ulama di Jawa dan Madura, ia belajar ke Mekkah untuk belajar pada ulama terkemuka dari dunia Islam, termasuk para ulama Jawa yang ada di sana seperti Syekh Machfudz Termas dan Syekh Ahmad Khotib dari tanah Minang. Selain, belajar agama saat di Mekkah itu, ia juga mempelajari perkembangan politik nasional dan internasional bersama aktivis dari seluruh dunia.

Selama masa pembentukan NU, Kiai Wahab selalu tampil di depan. Di manapun muktamar NU diselenggarakan sejak yang pertama kalinya yaitu di Surabaya, kemudian hingga ke Bandung, Menes Banten, Banjarmasin, kemudian Palembang hingga Medan, ia selalu hadir dan memimpin. Sehingga pengalamannya tentang organiasi ini cukup mendalam. Karena itu, Kiai Wahab selalu cermat dan tegas dalam mengambil keputusan.?

Dalam menghadapi berbagai kesulitan, terutama dalam hubungannya dengan pemerintah kolonial, ia selalu mampu mengatasinya. Misalanya, ia harus berhadap dengan para residen gubernur atau menteri urusan pribumi. Kemampuan lobi dan diplomasi membuat semua urusan bisa lancar, sehingga NU mampu mengatasi berbagai macam jebakan dan hambatan kolonial.

Dan, Kiai Wahab juga memiliki keistimewaan, yang tidak banyak ada pada orang lain, yakni kemampuan melempar humor, khususnya jenis plesetan, sebagai alat diplomasi.

Suatu hari, ketika Nusantara masih dalam cengkraman Belanda, Kiai Wahab berpidato di hadapan kiai-kiai dan ratusan santri.

“Wahai Saudara-saudaraku kaum pesantren, baik yang sudah sepuh, yang disebut Kiai, ataupun yang masih muda-muda, yang dikenal dengan sebutan Santri. Jangan sekali-sekali terbersit, apalagi bercita-cita sebagai Ambtenaar (pegawai Belanda)!” Begitu suara Kiai Wahab berapi-api.

“Mengapa kiai dan santri tidak boleh jadi Ambtenaar?

Jawabannya tiada lain tiada bukan, karena Ambtenaar itu singkatan dari Antum fin Nar. Tidak usah berhujah susah-susah tentang Ambtenaar, artinya ya tadi, ‘kalian di neraka’ tititk,” jelas Kiai Wahab. Para kiai dan santri yang hadir tertawa dan tepuk tangan.?

Lain waktu, semasa penjajahan Jepang, Kiai Wahab menghadapi para kiai yang belum paham cara berpolitik dengan Jepang. Para kiai itu tidak bersedia menjadi anggota Jawa Hokokai, semacam perhimpunan rakyat Jawa untuk mendukung Jepang.

“Para Kiai tidak susah-susah mencari dalil menjadi anggota Jawa Hokokai. Masuk saja dulu. Tenang saja, di dalam badan tersebut ada Bung Karno. Beliau tidak mungkin mencelakakan bangsa sendiri,” Kiai Wahab mulai merayu para kyai.

“Tapi Kiai, apa artinya Jawa Hokokai itu?” Tanya seorang kyai.

“Lho, Sampean belum tahu ya, Jawa Hokokai itu artinya Jawa Haqqu Kiai,” jelas Kiai Wahab singkat.

“Ooo... Jadi Jawa Hokokai itu artinya Jawa milik para kiai. Ya sudah, mari, jangan ragu masuk Jawa Hokokai,” ujar kiai tadi merespon.?

NAMUN DEMIKIAN, salahlah kita jika hanya menilai Kiai Wahab sebagai kiai politisi saja. Salah, karena ia sesungguhnya adalah ? seorang ulama tauhid dan juga fiqih yag sangat mendalam dan luas pengetahuannya. Dengan ilmunya itu, itu dengan mudah mampu menerapkan prinsip-prinsip fiqih dalam kehidupan modern secara progresif, termasuk dalam bidang fiqih siyasah.?

Kitab yang ditulisnya Sendi Aqoid dan Fikih Ahlussunnah Wal Jamaah, menunjukkan kedalaman penguasanya di bidang ilmu dasar tersebut. Ini yang kemudian menjadi dasar bagi perjalanan Ahlusunnah wal jamaah di lingkungan NU.

Dalam tiap bahtsul masail muktamr NU, ia selalu memberikan pandangannya yang mamapu menerobos berbagai macam jalan buntu (mauquf) yang dihadapi ulama lain.

Kiai Wahab sadar betul mengenai pentingnya pendidikan masyarakat umum. Karena itu dirintis beberapa majalah dan surat kabar seperti Berita Nahdlatoel Oelama, Oetoesan Nahdlatoel Oelama, Soeara Nahdlatoel Oelama,? Duta Masyarakat, dan sebagainya.

Ia sendiri aktif salah seorang penyandang dananya dan sekaligus sebagai penulisnya. Propaganda di sini juga sangat diperlukan dan media ini sangat strategis dalam mepropagandakan gerakan NU dan pesantren ke publik. Gagasan itu semakin memperoleh relevansinya ketika KH Machfudz Siddiq dan KH Wahd Hasyim turut aktif dalam menggerakkan pengembangan media massa itu.

Demikian juga dalam menghadapi zaman Jepang yang sulit, terutama ketika penjajah itu itu pada tahun 1942 menangkapi para tokoh NU, maka Kiai Wahab dengan segala pikiran dan tenaganya menghadapi penjajah Jepang. Ia gigih menjadi tim pembebasan, mulai dari membebaskan KH Hasyim Asyari, KH Mahfud Shiddiq, juga ulama NU lainnya baik di Jawa Timur hingga ke Jawa Tengah tanpa kenal lelah.?

Masa menjelang kemerdekaan dan dalam mempertahankan kemerdekaan aktif di medan tempur dengan memimpin organaisasi Barisan Kiai, organisasai yang secara diam-diam menopang Hisbullah dan Sabilillah.?

Sepeninggal KH Hasyim Asy’ari (Ramadan, 1947), kepepimpinan NU Sepenuhnya berada di pundak Kiai Wahab.

Dalam menghadapi perjanjian dengan Belanda, baik perjanjian Renville, Linggarjati maupun KMB, yang penuh ketidakadilan itu, Kiai Wahab memimpin di depan melawan perjanjian itu. Akhirnya semua perjanjian yang tidak adil itu dibatalkana secara sepihak oleh Indonesia.?

Masa paling menentukan adalah ketika NU mulai dicurangi oleh dalam Masyumi dengan tidak diberi kewenangan apapun. Usaha perbaikan oleh Kiai Wahab tidak pernah digubris oleh dewan partai, padahal NU sebagai anggota Istimewa.?

Selain itu hanya diberi jatah menteri Agama, itu pun kemudian dirampasnya juga. Apalagi Masyumi mulai melakukan tindakan subversif sepert memberi simpati pada Darul Islam (DI) dan bahkan melakukan perjanjian gelap dengan Mutuasl Security Act (MSA) yang menyeret Indoonesia ke Blok Barat Amerika. NU merasa semakin tidak kerasan di Masyumi.

Ketika Kiai Wahab hendak mendirikan partai sendiri, tidak semua kalangan NU menyetujuinya, apalagi kalangan Masyumi menuduh NU berupaya memecah-belah persatuan umat Islam. NU juga diledek bahwa tidak memiliki banyak ahli politik, ekonomi, ahli hukum dan sebagainya.?

Atas semua itu, dengan enteng Kiai Wahab menjawab:

“Kalau saya mau beli mobil, si penjual tidak akan bertanya apakah saudara bisa menyupir. Kalau dia bertanya juga, saya akan membuat pengumuman butuh seorang supir. Saat itu juga, para calon supir akan segera mengantri di depan rumah saya.”?

Ketika kalangan ulama NU yang lain masih ragu, dengan tegas Kiai Wahab mengatakan, ”Silakan Sudara tetap di Masyumi, saya akan sendirian mendirikan Partai NU dan hanya butuh seorang sekretaris. Insya Allah NU akan menjadi partai besar.

Melihat kesungguhan itu akhirnya, semua kiai, termasuk Kiai Abdul Wahid Hasyim ? sangat terharu, sehingga diputuskan untuk menjadi partai ? sendiri.?

Dalam Pemilu 1955, perkiraan Kiai Wahab terbukti, NU menjadi partai terbesar ketiga. Dari situ NU mendapat 45 kursi di DPR dan 91 kursi di Konstituante serta memperoleh delapan kementerian. Berkat kepemimpina Kiai Wahab itu, NU menjadi partai politik yang sangat berpengaruh.

Dalam mempimpin keseluruhan drama pilitik nasional, bagi NU, Kiai Wahab adalah pengambil keputusan yang sangat menentukan. Sebab itu, perintahnya sangat dipatuhi sejak dari pengurus pusat hingga ke daerah. Bukan Karena otoriter. Tapi karena memang sangat menguasi kewilayahan dan menguasasi strategi gerakan. Karena itu pula, para kiai kiai sering kali menyebut tokoh kita ini “panglima tinggi”.?

Tiap hari, Kiai Wahab keliling daerah, bermusyawarah, menyerap dan memberi informasi, mengarahkan hingga menyemangati para ulama dari Jawa hingga Sumatera, dari Madura hingga Kalimantan. Semuanya diongkosi dengan uang sendiri.?

Bila ada di Jombang, tepatnya di Tambakberas, Kiai Wahab tidak pernah absen mengajar di pesantrennya, memberikan pengajian dari kampung ke kampung, dan memberikan brifing politik ada para santri senior, para pengurus NU setempat, hingga memberikan arahan pada pamong desa setempat. Kedekatan dengan rakyat itu yang mendorong militansi Kiai Wahab dalam menyuarakan aspirasi rakyat. ?

Banyak yang meriwayatkan pula bahwa Kiai Wahab juga mempunyai kecenderungan hidup zuhud. Dari sekian banyak pesantren yang dikunjungi, tampaknya pengaruh Kiai Zainuddin Mojosari cukup kentara.

Pesantren Mojosari terdapat di pedalaman Nganjuk Jawa Timur. Kiai Zainuddin, pengasuh pesantren tersebut, masyhur sebagai sufi agung di tanah Jawa saat itu. Tradisi sufistik juga membuat pesantren ini menjadi sangat terbuka. Satu contoh, tiap akhir tahun para santri dibiarkan menyelenggarakan pentas seni, ludruk. Para santri main sendiri.

Untuk itu, beberapa bulan sebelum acara, para santri dengan rombongan masing-masing ada yang belajar ludruk ke Jombang, belajar Jatilan ke Tulungagung, belajar Ketoprak ke Madiun dan belajar wayang ke Solo dan sebagainya. ? ?

Wahab muda adalah salah satu di antara mereka itu. Pendidikan keagamaan yang di berikan juga sangat terbuka. Para santri dipersilakan memakai madzhab pemikiran yang disukai, juga diajarkan memecahkan berbagai persoalan keagamaan dan kemasyarakatan secara lebih luwes dan toleran.?

Sikap keagamaan Kiai Wahab akhirnya juga tumbuh dengan terbuka. Ia lebih maju dibanding para ulama yang lain, terutama dalam menerapkan fiqih, tampak lebih mengutamakan dalil rasional, ketimbang doktrinal.?

Hal itu memungkinkan masa kepemimpinan Kiai Wahab dalam tubuh NU membuka wawasan yang luas bagi pengembangan pemikiran, kelembagaan dan ktangkasan dalam berpolitik. Kenyataan ini sangat bertolak belakang dengan karib dan iparnya yang sekaligus menjadi wakilnya (Wakil Rais Am), yaitu KH Bisri Syansuri. Kiai Bisri adalah seorang faqih murni yang ketat dan disiplin, sehingga apapun yang berseberangan dengan prinsip yang dipegangi harus disingkirkan.?

Kalau Kiai Wahab cenderung berpikiran inovasi dan kreasi, sementara Kiai Bisri berpegangan pada fiqih. Dengan latar belakang semacam itu tidak heran kalau Kiai Wahab Hasbullah denngan senang hati menerima kehadiran Lesbumi 1962, apalagi sebelumnya Rais Akbar NU KH Hasyim Asy’ari menyetujui penggunaan alat-alat musik dalam acara-acara NU. Meski demikian, perbedaan tersebut tidak mengurangi rasa tenggang rasa dan keduanya tetap saling menghormati.

Karena kharisma dan kepemimpinannya yang belum tergantikan, muktamar NU 20-25 Desember 1971 di Surabaya, Kiai Wahab terpilih lagi sebagai Rais Aam, meski telah udzur. Namun, persis empat hari setelah muktamar, Allah memanggil Kiai Wahab, tepatnya tanggal 29 Desember 1971.?

Kewibawaan Kiai Wahab di hadapan pengurus NU yang lain dan pengabdiannya yang total itu menyebabkan KH Saifudin Zuhri menjulukinya sebagai “NU dalam praktek”. Seluruh sikap dan tindakannya termasuk yang kontroversial sekalipun adalah mencerminkan perilaku NU yang tidak dianggap sebagai penyimpangan. Karena seluruh sikap dan tindakannya dilandasi iman, takwa, ilmu, akhlak serta pengabdian yang tulus.

Demikianlah, selintas pengabdian seorang Kiai Haji Wahab Hasubullah, pahlwan tanpa gelar kepahlawanan. (Abd. Munim DZ)

?

Sumber:

- Majalah Oetoesan Nahdlatoel Oelama, No. 1 Tahun 1.

- Saifuddin Zuhri, Biografi KH. Wahab Hasbullah, Jombang, 1981

- Aboebakar Aceh, Sejarah Hidup KH Wahid Hasyimdan Karangan Tersiar, Diterbitkan Panitia Peringatan KH ? ? Wahid Hasyim, Jakarta, 1957.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Nahdlatul, Warta, Makam Kawit An Nur Slawi