Rabu, 27 November 2013

Hasil Riset: Lembaga Zakat Swasta Lebih Kreatif dan Inovatif

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di masyarakat kini sangat gencar dilakukan di Indonesia. Hal ini juga didukung dengan keberadaan UU 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat. Untuk mengelola ZIS, pemerintah membentuk Baznas sedangkan nonpemerintah dapat membentuk Lembaga Amil Zakat (LAZ).

Hasil penelitian yang dilakukan Badan Litbang Kementerian Agama yang dilakukan di delapan daerah di Indonesia menyebutkan bahwa Bazis yang dikelola oleh pemerintah daerah masih melakukan cara-cara yang konvensional. Hal ini berbeda dengan LAZ yang pengumpulan dana ZIS-nya sudah banyak melakukan inovasi produk yang sangat kompetitif dan terus membangun trust dari masyarakat.

Hasil Riset: Lembaga Zakat Swasta Lebih Kreatif dan Inovatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasil Riset: Lembaga Zakat Swasta Lebih Kreatif dan Inovatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasil Riset: Lembaga Zakat Swasta Lebih Kreatif dan Inovatif

Pola-pola penggalian dana yang dilakukan oleh Baznas tingkat propinsi atau kabupaten/kota adalah dengan membuat Perda/Instruksi (gubernur, bupati/walikota) dalam pengumpulan ZIS dari SKPD dan BUMD. Akibatnya, dana yang terkumpul masih jauh di bawah potensi yang seharusnya.?

Penelitian ini menemukan, salah satu masalah pengelolaan Baznas di tingkat propinsi dan kabupaten/kota yang masih konvensional adalah karena pimpinan Baznas yang diangkat selama ini ditunjuk dari para pansiunan birokrat. Karena itu, dalam rekomendasinya, Balitbang Kemenag menyatakan agar pengangkatan pimpinan Baznas harus diisi oleh orang-orang yang kompeten.?

Permasalahan lain terkait dengan dunia filantropi Islam ini adalah belum adanya SOP bagi Baznas untuk memberikan rekomendasi bagi Baznas baik tingkat provinsi, kabupaten/kota, maupun LAZ (nasional, provinsi, kabupaten/kota). Hal tersebut menghambat upaya penegakan regulasi bagi terbentuknya BAZ maupun LAZ di daerah.?

Kawit An Nur Slawi

Eksistensi LAZ saat ini juga banyak yang belum sesuai dengan UU dan Peraturan Pemerintah (PP). Lembaga Amil Zakat lebih banyak dibentuk dalam skup yang lebih terbatas, seperti LAZ dalam perusahanaan, dinas sosial, atau Ormas Islam.?

Database juga menjadi persoalan yang sangat penting, baik menyangkut muzaki maupun mustahik. Hal ini berguna untuk mengsinergikan kerjasama antar lembaga pengelola zakat yang hasilnya dapat mengoptimalkan penghimpunan dana ZIS. Karena itu, Balitbang Kemenag juga merekomendasikan untuk pembentukan database yang baik.

Kawit An Nur Slawi

Lembaga Amil Zakat non-pemerintah cenderung lebih dipercaya masyarakat karena dalam mengimplementasi penyaluran zakat lebih transparan dan akuntabel. Sedangkan dalam program penggalangan dana mereka sudah menggunakan pola kreatif dan inofatif, semisal membuat zakat pengembangan ekonomi mandiri, pendidikan, maupun layanan kesehatan dan sosial.?

Penelitian yang dilakukan pada bulan Agustus 2015 ini meliputi delapan daerah dengan menggunakan kriteria bahwa di lokasi tersebut terdapat 3 lembaga zakat (Baznas atau LAZ). Delapan lokasi tersebut adalah Pekanbaru, Palembang, DKI Jakarta, Bandung, DI Yogyakarta, Surakarta, Surabaya dan Banjarmasin. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Bahtsul Masail, Kyai, Warta Kawit An Nur Slawi

Minggu, 24 November 2013

Muslimat Bahas Pengembangan Dakwah melalui Majelis Taklim

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Yayasan Hidmat NU Pusat yang merupakan unit kerja Pimpinan Pusat Muslimat NU mengadakan Rapat Permusyawaratan Kepengurusan di Gedung PBNU lantai 5, Senin (23/4). Rapat Permusyawaratan Kepengurusan Hidmat NU membahas tentang pengembangan dakwah melalui majelis taklim dan upaya membumikan Islam Ahlussunnah wal Jama‘ah.

Muslimat Bahas Pengembangan Dakwah melalui Majelis Taklim (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat Bahas Pengembangan Dakwah melalui Majelis Taklim (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat Bahas Pengembangan Dakwah melalui Majelis Taklim

Sedikitnya 40 unsur pimpinan Muslimat NU menghadiri acara ini. Mereka antara lain terdiri dari jajaran Dewan Pembina Hidmat NU, Dewan Pengawas Hidmat NU, Pengurus Hidmat NU, Pimpinan Pusat Muslimat NU, Ketua Bidang Dakwah PP Muslimat, dan Koorodinator Bidang Dakwah PP Muslimat NU.

Hidmat NU, Himpunan Da‘iyah dan Majelis Taklim NU, adalah unit yayasan Muslimat NU yang melayani masyarakat dalam bidang dakwah Islam. Pasca Kongres PP Muslimat NU ke-15 di Batam, Hidmat NU dicetuskan sebagai perangkat layanan dakwah yang menggunakan majelis taklim sebagai sarana membangun umat.

Kawit An Nur Slawi

Hidmat NU memiliki 3 misi. Pertama, peningkatan kualitas para da‘iyah dan pengembangan majelis taklim sebagai sarana dakwah sesuai dengan perkembangan zaman. Dakwah semacam ini disebut sebagai pendekatan bil lisan, bil haal, bil maal, dan bil kitabah. Kedua, penumbuhkembangan para kader da‘iyah yang tangguh, berwawasan luas, dan berakhlakul karimah. Ketiga, peningkatan jalinan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah.

“Dakwah Hidmat NU mesti menyesuaikan dengan pola masyarakat setempat. Karenanya, format dakwah mesti dicari mana yang sesuai dengan konteks masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan,” tandas Khofifah Indar Parawansa, Ketua PP Muslimat NU dalam sambutannya.

Kawit An Nur Slawi

Rapat permusyawaratan ini pun menyediakan waktu bagi pengurus Hidmat NU periode 2007-2011 untuk melaporkan pertanggungjawaban kepengurusan masa baktinya. Laporan pertanggungjawaban disampaikan sendiri oleh Hj. Machfudhoh Aly Ubaid, Ketua Hidmat NU. Sementara kepengurusan masa bakti 2007-2011 secara hukum dinyatakan demisioner hingga terpilih struktur kepengurusan yang baru.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis    : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Kiai Kawit An Nur Slawi

Sabtu, 02 November 2013

Kader Muda NU Pati Promosikan Buku Motivasi Kuliah lewat Radio

Pati, Kawit An Nur Slawi. Buku yang ditulis kader muda NU yang tergabung dalam Sanlat dan BPUN Pati ini berisikan motivasi-motivasi kuliah. Selain itu dilengkapi dengan informasi kuliah, yaitu profil kampus, informasi beasiswa, jurusan dan lain sebagainya.

Demikian disampaikan Abdul Afif Elmuflich, koordinator pembuatan buku, ketika selesai menyampaikan motivasi kuliah di radio 101 PAS FM Pati Jl. Raya Pati Kudus Km. 3, Ahad (02/2).

Kader Muda NU Pati Promosikan Buku Motivasi Kuliah lewat Radio (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muda NU Pati Promosikan Buku Motivasi Kuliah lewat Radio (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muda NU Pati Promosikan Buku Motivasi Kuliah lewat Radio

Afif juga menyatakan bahwa buku ini juga dilengkapi dengan tips-tips memilih jurusan, cara memperoleh beasiswa dan cara menggali bakat-bakat yang terpendam.

Kawit An Nur Slawi

“Buku ini bukan hanya untuk kalangan pelajar Pati, namun jika pelajar di luar kota Pati menginginkan dapat menghubungi Panitia. Buku ini merupakan hasil kreativitas kader muda NU yang tergabung dalam Alumni Sanlat dan BPUN bimbingan Mata Air dan Gerakan Pemuda Ansor. Kami menginginkan agar generasi Muda NU dapat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan tidak terbayang-bayang oleh biaya,” ungkapnya.

Kawit An Nur Slawi

Ia juga menerangkan, jika para pelajar ada yang memesan dapat menghubungi ke nomor: 08985849379 dengan harga 25 ribu rupiah. “Selain itu, para pelajar yang ingin melanjutkan kuliah juga dapat bergabung di Grup Facebook BPUN Expo Kampus. Di grup tersebut para pelajar bisa shearing-shearing terkait dunia kampus dan memperoleh informasi terkait kuliah,” tandas afif. (Nur Sholikhin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Tokoh Kawit An Nur Slawi