Sabtu, 19 Oktober 2013

Syamsul-Maisyaroh Pimpin IPNU-IPPNU NTB

Mataram, Kawit An Nur Slawi. Konferensi wilayah IPNU-IPPNU NTB yang diselenggarakan pada tanggal 26 Juli 2015 di pesantren Abharian Jerneng Labuapi Lombok Barat berakhir dengan hasil Syamsul Hadi terpilih secara aklamasi setelah kandidat lain menayatakan mundur dari pencalonan. 

Dua kandidat lain Hery Nurdiasyah mengaku dirinya sudah melebihi batas usia. "Saya sudah lewat batas usia dan saya percayakan kepada rekan Syamsul untuk memimpin IPNU satu priode ke depan," kata Hery. 

Syamsul-Maisyaroh Pimpin IPNU-IPPNU NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
Syamsul-Maisyaroh Pimpin IPNU-IPPNU NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

Syamsul-Maisyaroh Pimpin IPNU-IPPNU NTB

Sementara itu Hadi Irawan saat giliran penyampaian visi misinya menyatakan mundur dari pencalonan, "saya mundur dari pencalonan tanpa alasan. katanya singkat.

Kawit An Nur Slawi

Akhirnya Selamat Subroto selaku ketua pimpinan sidang menetapkan Syamsul Hadi sebagai ketua terpilih secara aklamasi. "Berdasarkan kedua calon (Hery Nurdiansyah dan Lalu Hadi Irawan) dari tiga yang daftar sebagai kandidat calon ketua IPNU NTB masa khidmat 2015-2018 maka ditetapkan rekan Syamsul Hadi sebagai ketua terpilih secara aklamasi, katanya sambil patok palu sidang yang disambut aplaus oleh peserta konferwil.

Kawit An Nur Slawi

Sedangkan IPPNU ditetapkan Bq. Maisyarah sebagai ketua terpilih setelah melalui voting dengan perbandingan suara 8 untuk Sarah dan 6 untuk Hidayah.

Pada saat pembukaan Irpan Suriadiata, ketua PW IPNU NTB demisioner menegaskan bahwa pola musyawarah harus di upayakan untuk mengurangi faksi-faksi di dalam intern IPNU. 

"Selama masih bisa dimusyawarahkan kita lakukan musyawarah agar IPNU-IPPNU tambah kuat menjadi garda terdepan mengawal generasi bangsa di tingkat pelajar,” katanya.

Dia pun memberikan peringatan dan menolak keras apabila ada calon  yang maju dan terpilih karena money politic ataupun sejenisnya "Saya akan menolak tanda tangan hasil rapat formatur apabila nanti ada calon terpilih menggunakan uang," tegas pengacara muda NTB ini.

IPNU-IPPNU, kata Irfan sapaan akrabnya belum bisa mentradisikan kaderisasi sehingga regenarasi mandek khususnya di Nusa Tenggara Barat. 

"Ke depan saya harapkan IPNU-IPPNU harus lebih baik dari kepengurusan kami saat ini," harapnya.

Hadir Ketua PWNU NTB sekaligus menjadi pencermah pada acara pembukaan konferwil yang dirangkaikan dengan halal bihalal IPNU NTB, Hery Susanto dari PP IPNU, Cabang-cabang IPNU se-NTB serta ratusan santri Abhariah. (Hadi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Pemurnian Aqidah, AlaNu Kawit An Nur Slawi

Jumat, 18 Oktober 2013

Jangan Sampai Pilkada Sukses Prosedur tapi Cacat Substansi!

Tangerang, Kawit An Nur Slawi

Pilkada Serentak yang akan digelar pada awal tahun 2017 hendaknya dijadikan momentum bagi semua pihak untuk menyongsong kepemimpinan lima tahun ke depan yang jauh lebih baik. Selain proses dan prosedurnya berlangsung baik, yang jauh lebih penting substansi demokrasinya juga harus terwujud.

Demikian dikatakan Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tangerang Khoirun Huda dalam Diskusi Pilkada Gubernur Banten 2017 yang diselenggarakan di Sekretariat GP Ansor Tigaraksa, Tangerang, Banten, Ahad (13/11).

Jangan Sampai Pilkada Sukses Prosedur tapi Cacat Substansi! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Sampai Pilkada Sukses Prosedur tapi Cacat Substansi! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Sampai Pilkada Sukses Prosedur tapi Cacat Substansi!

Menurutnya secara prosedur, proses demokrasi memang sudah berjalan baik. Namun belum diiringi dengan demokrasi yang substansif. Dia mencontohkan masih maraknya politik uang, kampanye hitam atau bahkan partisipasi yang bersifat mobilisasi bukan partisipasi yang berdasar pada kesadaran diri.

Kawit An Nur Slawi

Ia juga menyinggung masih adanya upaya politisasi agama dan penggunaan isu SARA dalam pemilihan kepala daerah. Hal demikian justru akan mereduksi nilai-nilai dan substansi Demokrasi. "Jangan sampai Pilkada hanya dipandang sukses secara prosedur namun cacat secara substansi," tuturnya.

Kawit An Nur Slawi

Huda menambahkan bahwa kader-kader Ansor harus berpartisipasi aktif dalam menyukseskan pelaksanaan Pilkada, di antaranya dengan melibatkan diri sebagai bagian penyelenggara pilkada ataupun dengan melakukan edukasi politik yang baik kepada masyarakat.

"Alhamdulillah sekarang banyak kader-kader Ansor yang terlibat menjadi penyelenggara baik ditingkatan PPK maupun Panwas atau bahkan terlibat di pemantau independen," imbuhnya.

Komisioner KPUD Provinsi Banten Didih M Sudi yang juga hadir sebagai narasumber dalam diskusi tersebut menyampaikan paparan tentang dasar-dasar hukum dan desain pilkada serentak secara Nasional.

Menurutnya pemilu yang paling serentak akan dilaksanakan pada tahun 2024. Saat itu akan dilaksankan pemilihan serentak baik pilkada gubernur maupun bupati/walikota. Di tahun yang sama juga akan dilakukan pemilihan legslatif dan pemilihan presiden yang sesuai keputusan MK akan dilakukan bersamaan mulai tahun 2019.

Didih juga menyampaikan bahwa GP Ansor sebagai organisasi pemuda diharapkan mampu menjadi instrumen penggerak masyarakat agar lebih peduli dan berpartisipasi dalam pilkada nantinya. ?

Senada dengan Didih, Ali Zaenal Abidin selaku Komisioner KPU Kabupaten Tangerang menjelaskan bahwa pihaknya berusaha semaksimal mungkin melakukan sosialisasi kepada masyarakat guna meningkatkan partisipasi pemilih pada pilkada Gubernur dan wakil Gubernur Banten yang akan dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2017. Ia juga menjelaskan bahwa? dalam pilkada ini KPU mentargetkan tingkat partisipasi pemilih bisa mencapai 80 persen. "Dengan partisipasi pemilih yang tinggi, tentu tingkat legitimasi kepala daerah akan semakin kuat," jelasnya.

Kegiatan yang diinisiasi oleh KPUD dan GP Ansor tersebut dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari pengurus GP Ansor dan Banser tingkat kecamatan dan tingkat Desa yang ada di Kabupaten Tangerang. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Internasional, Tegal, RMI NU Kawit An Nur Slawi