Selasa, 23 Juli 2013

NU Blitar Utus 8 Orang Ikuti Diklat Falakiyah di Surabaya

Blitar, Kawit An Nur Slawi. Pengurus Cabang ? Nahdlatul Ulama Kabupaten Blitar memberangkatkan 8 orang ? untuk mengkuti pendidikan dan latihan (Diklat) Falakiyah atau kaderisasi Ulama Hisab Rukyat Angkatan XVIII pada 30 September-2 Oktober 2016 di Pondok Pesantren Al-Fitroh Kedinding Surabaya.

Ketua Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama Kabupaten Blitar, Kiai Syamsul Hadi Al-Bendhoti mengatakan bahwa yang dikirim diklat di Surabaya ini semua adalah pengurus Lembaga Falakiyah NU Kabupaten Blitar.?

NU Blitar Utus 8 Orang Ikuti Diklat Falakiyah di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Blitar Utus 8 Orang Ikuti Diklat Falakiyah di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Blitar Utus 8 Orang Ikuti Diklat Falakiyah di Surabaya

“Mereka yang kita kirim dari Blitar semua pengurus LFNU Kabupaten Blitar.Mereka diantaranya ? Ustdaz Sahruna, Kuswandi Spdi,Amru Rofieq dan Mukorobin,” ujar Syamsul Hadi Al-Bendoti.

Menurut Syamsul, pelatihan ini sangat penting untuk kaderisasi intlektual dalam bidang ? rukyatul hilal dan hisab.?

Kawit An Nur Slawi

“Saat ini jarang kader muslim yang berminat menekuni masalah ini.Untuk itu kami akan berusaha mempertahankan ilmu melalui pendidikan kader seperti ini,” kata pengasuh pesantren Mambaul Hidayah Kedawung, Nglegok Blitar itu.

Mengapa demikian, karena Blitar selalu menjadi bagian lokasi untuk melihat hilang setiap menjelang puasa dan lebaran. Tepatnya di Pantai Serang atau di Pantai Tambakrejo.?

”LFNU selalu diminta satu tim untuk mendapingi petugas rukyaul hilal dari Kemenag. Untuk itu kesempatan pelatihan ini kita manfaatkan untuk kaderisasi dan sekaligus ? peningkatan sumber daya manusia (SDM) nya,” tambah mantan pengurus GP Ansor Kabupaten Blitar itu. (Imam Kusnin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi Pendidikan, Tokoh Kawit An Nur Slawi

Senin, 22 Juli 2013

Ibadah Qurban Salah Satu Wujud Kesempurnaan Iman

Pringsewu, Kawit An Nur Slawi - Untuk kesempurnaan wujud iman Kepada Allah SWT, Nabi Ibrahim AS adalah sosok yang sangat patut dijadikan teladan. Kecintaannya kepada Allah tidak berkurang walaupun cobaan berat diberikan kepadanya berupa perintah untuk mengorbankan apa yang dicintainya.

Nabi Ismail, putra semata wayangnya, yang sudah lama diharapkan kehadirannya dalam keluarga diperintahkan untuk disembelih sebagai ujian sejauhmana kecintaannya kepada Allah.

Ibadah Qurban Salah Satu Wujud Kesempurnaan Iman (Sumber Gambar : Nu Online)
Ibadah Qurban Salah Satu Wujud Kesempurnaan Iman (Sumber Gambar : Nu Online)

Ibadah Qurban Salah Satu Wujud Kesempurnaan Iman

"Sebelum memiliki anak Ismail, Nabi Ibrahim terkenal sebagai kekasih Allah dengan julukan kholilullah. Di hatinya selalu ada Allah. Ia sangat hobi berkurban. Sampai-sampai ia berkata seandainya, ‘ia punya anak’. Allah memerintahkan untuk dikurbankan. Ia pun siap melakukannya sebagai wujud cinta kepada Allah," jelas Wakil Rais Syuriyah PCNU Pringsewu KH Muhammad Nur Aziz, Ahad (28/8).

Kawit An Nur Slawi

Sampai pada waktu Nabi Ibrahim AS diberi putra Ismail, Allah benar-benar mengujinya dengan perintah untuk menyembelihnya. "Perintah ini tidak mengurangi kecintaannya kepada Allah dan sebaliknya mendapat dukungan dari istrinya dan dari Ismail sendiri," tegasnya saat menjelaskan Hikmah Qurban pada Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di Gedung NU Pringsewu.

Keteguhan dalam melaksanakan perintah ini, lanjutnya, menjadikan Nabi Ibrahim AS lulus ujian keimanan sehingga Allah menggantikan Ismail dengan seekor domba untuk disembelih. "Lalu kenapa diganti dengan hewan domba?" tanyanya kepada jamaah yang memenuhi Aula Gedung NU.

Pengasuh Pesantren Madinatul Ilmi Pagelaran ini menjelaskan bahwa ini merupakan salah satu hikmah di balik ibadah penyembelihan hewan qurban.

Kawit An Nur Slawi

Menurutnya, domba merupakan simbol sifat nafsu hewan yang bisa saja masuk ke dalam diri manusia dan setiap nafsu yang menghalangi cinta kepada Allah harus dihilangkan. "Apapun yang menghalangi cinta kita kepada Allah harus disembelih karena akan mengganggu Iman kepada Allah SWT," katanya.

"Sembelih sifat itu. Korbankan dan tinggalkan agar iman kita sempurna," lanjutnya.

Karenanya, dai muda ini mengajak seluruh umat Islam untuk menjadi pribadi-pribadi yang selalu mematuhi perintah Allah dan siap berkorban sebagai upaya mendekatkan diri kepada-Nya.

"Setiap apa yang diperintahkan Allah selalu ada hikmahnya. Angan-angan dan keinginan kita tidak mesti semuanya sesuai dengan keinginan Allah. Apapun yang terjadi dalam hidup dan kehidupan kita adalah yang terbaik bagi kita," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Ahlussunnah, Warta, Ubudiyah Kawit An Nur Slawi