Jumat, 30 Juni 2017

Ini Utusan KUA Se-Brebes Juara Lomba Musabaqoh Baca Kitab Kuning

Brebes, Kawit An Nur Slawi. Dengan mengantongi nilai 245 Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Paguyangan Brebes H Jamhari SAg berhasil menjadi juara 1 Lomba Musabaqoh Baca Kitab Kuning yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Brebes yang? di gelar Musholla setempat, Rabu (25/3).

Dari kemenangan tersebut, Jamhari berhak mengikuti lomba serupa di tingkat Provinsi Jawa Tengah pada Mei 2015 mendatang.

Ini Utusan KUA Se-Brebes Juara Lomba Musabaqoh Baca Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Utusan KUA Se-Brebes Juara Lomba Musabaqoh Baca Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Utusan KUA Se-Brebes Juara Lomba Musabaqoh Baca Kitab Kuning

Juara 2 diraih H Ahmad Wafir SAg Penghulu KUA Bulakamba (240) dan juara 3 H Ahmad Syaifudin MPdI Kepala KUA Banjarharjo (235).

Kawit An Nur Slawi

Para peserta diuji kemampuannya dihadapan dewan juri, KH Kheron yang juga pengasuh pondok pesantren Al Khaeriyah Luwungragi Bulakamba Brebes, dan KH Tamim dari Ponpes Darul Abror Pasarbatang Brebes.?

Dalam lomba tersebut, peserta wajib hafal kitab kuning Kifayatul Akhyar yang berisi tentang munakahat atau pernikahan.?

Kawit An Nur Slawi

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Kasi Bimas Islam) Drs H Imam Gozali MPdI menjelaskan, lomba karya ilmiah diikuti 17 peserta yang mewakili KUA se-Kabupaten Brebes. Lomba tersebut digelar setiap tahun sebagai upaya menggali potensi di KUA dalam hal kemampuan membaca kitab kuning.?

“Untuk menjadi Kepala KUA, harus mampu membaca kitab kuning,” terangnya.

Dari kitab kuning tersebut, lanjutnya, banyak hukum-hukum secara gamblang yang mendukung tuntunan Al-Quran dan Al Hadits sebagai bahan acuan pengambilan keputusan. “Kedalaman ilmu yang dimiliki para Kepala KUA dan penghulu bisa dilihat pada saat lomba ini,” pungkasnya. (Wasdiun/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Tokoh, Berita, Olahraga Kawit An Nur Slawi

PWNU Lampung: HIPSI Harus Terus Tumbuhkan Wirausahawan Santri

Bandar Lampung, Kawit An Nur Slawi. Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Lampung harus bertekad kuat untuk senantiasa menumbuhkan pengusaha baru dari para santri dan mahasiswa NU yang ada di Lampung, sehingga jika itu bisa dilakukan, maka para santri dan mahasiswa dapat berkontribusi untuk kesejahteraan.

PWNU Lampung: HIPSI Harus Terus Tumbuhkan Wirausahawan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Lampung: HIPSI Harus Terus Tumbuhkan Wirausahawan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Lampung: HIPSI Harus Terus Tumbuhkan Wirausahawan Santri

Demikian disampaikan oleh Ketua PWNU Lampung KH RM Soleh Bajuri dalam Tabligh Akbar Ahad, (1/3) lalu di Bandar Lampung bersama KH Maman Imanulhaq Pengasuh Ponpes Al-Mizan Majalengka, Jawa Barat.

Sementara itu, KH Maman Imanulhaq memberi motivasi kepada para santri dan mahasiswa untuk menjadi wirausaha yang tangguh karena pendiri-pendiri NU terdahulu KH Hasyim Ashari, KH Abdul Wahab Chasbullah dan lainnya adalah pengusaha dan berwirausaha.?

Kawit An Nur Slawi

“Maka dari itu santri dan mahasiswa saat ini harus mampu menciptakan peluang pekerjaan dan menyerap tenaga kerja sebanyak mungkin serta menciptakan pengusaha baru yang kreatif dan inovatif,” ujar Kang Maman, sapaan akrabnya.

Kawit An Nur Slawi

Hadir dalam acara ini Aryanto Munawar Sekertaris PWNU Lampung, Sekjend PP PG Ansor Dr Muhammad Aqil Irham, Habib Umar Bin Mukhdor Al Hadad, dan Herman HN, Wali Kota Bandar Lampung.

H Karim, Ketua HIPSI Lampung mengatakan, lahirnya HIPSI Lampung dilandasi semangat untuk menumbuhkan wirausaha di kalangan santri, mahasiswa dan mengokohkan ekonomi ditubuh NU.

“Saya berharap dengan adanya HIPSI yang telah ada di Lampung dapat melahirkan pengusaha besar di Keluarga Besar NU Lampung,” harapnya. (Rudi Santoso/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Sunnah, Nusantara, Halaqoh Kawit An Nur Slawi

Kamis, 29 Juni 2017

Ansor Probolinggo dan Kraksaan Lakukan Temu Teknis dengan Peserta BPUN

Probolinggo, Kawit An Nur Slawi

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Kraksaan dan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, Jumat (15/4) menggelar tehnical meeting (temu teknis) peserta BPUN 2016 bertemapt di gedung Auditorium Hasan Center Probolinggo.

Ansor Probolinggo dan Kraksaan Lakukan Temu Teknis dengan Peserta BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Probolinggo dan Kraksaan Lakukan Temu Teknis dengan Peserta BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Probolinggo dan Kraksaan Lakukan Temu Teknis dengan Peserta BPUN

Kegiatan ini diawali dengan pembacaan istighotsah sebagai pembuka. Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo Muhlisun Azka Mahbubi mengatakan, pihaknya berusaha mengemas kegiatan semenarik mungkin, juga sambil memperkenalkan tradisi Warga NU.

“Tradisi spiritual warga NU semoga menjadi spirit para peserta agar senantiasa berusaha keras dan berdoa,” ujar Muhlisun.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Kraksaan, Taufik kepada mengungkapkan rasa bahagianya karena di tahun ini, dua cabang Gerakan Pemuda Ansor mengadakan kegiatan bersama. Ini sebagai jalan memperkuat tradisi gotong royong daerah Kabupaten Probolinggo.

Kawit An Nur Slawi

“Pengurus ranting Gerakan Pemuda Ansor, pasti sudah tau apa saja kegiatan pengurus anak cabangnya. Dengan begitu mereka akan semangat bergerak menjalankan amanah dengan sebaik mungkin,” jelas Taufik.

“Kegiatan bersama ini juga sebagai ajang silaturrahim antara dua cabang yang sama-sama berada di daerah Probolinggo. Dalam mengemban amanah memajukan anak bangsa ini,” imbuhnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi Doa, Halaqoh Kawit An Nur Slawi

Senin, 26 Juni 2017

6 Desa Terendam, Banser Kuningan Bantu Evakuasi Warga

Kuningan, Kawit An Nur Slawi

Sedikitnya enam desa di Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat terendam banjir, Ahad (22/1) kemarin. Berdasarkan informasi yang dihimpun Kawit An Nur Slawi, banjir terjadi akibat meluapnya sungai Cijangkelok ditambah tingginya curah hujan di kawasan tersebut selama tiga hari. Ratusan rumah di enam desa pun terendam hingga dua meter dan ribuan warga mengungsi.

6 Desa Terendam, Banser Kuningan Bantu Evakuasi Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
6 Desa Terendam, Banser Kuningan Bantu Evakuasi Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

6 Desa Terendam, Banser Kuningan Bantu Evakuasi Warga

Di antara desa-desa yang terendam antara lain Desa Cibingbin, Sindangjawa, Cipondok, Sukaharja, Citenjo, dan Dukuhbadag. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun sejumlah material bangunan rusak berat akibat terjangan banjir.

"Sudah beberapa hari terakhir di sini diguyur hujan terus. Ditambah kondisi sungai yang dangkal mengakibatnya air sungai cepat meluap," ujar Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kuningan, Didin Misbahudin saat dihubungi Kawit An Nur Slawi, Senin (23/1).

Kawit An Nur Slawi

Saat ini, kata Didin, pihaknya sudah menerjunkan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk membantu evakuasi warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. "Sudah saya instruksikan kepada Komandan Banser Kuningan untuk siaga membantu dan mengantisipasi banjir susulan," katanya.

Kawit An Nur Slawi

Sementara itu, Kasatkorcab Banser Kuningan Elon Caslan mengatakan, saat ini pihaknya sudah bersiap di titik paling rawan terjadinya banjir. "Sementara ada 20 anggota Banser sudah kami siagakan di titik-titik rawan untuk mengantisipasi terjadinya banjir susulan. Besok rencananya akan kami tambah personel Banser jika memang kondisinya diperlukan," kata Elon.

Saat ini, lanjut Elon, pihaknya bersama instansi terkait sudah membantu dan membuat jalur evakuasi serta membuat beberapa posko keamanan untuk membantu para korban.

"Barusan kami bersama pak Bupati (Asep Purnama) memantau langsung perkembangan terkini di lokasi banjir. Tentang apa saja yang dibutuhkan, mudah-mudahan banjir tidak datang lagi," pungkasnya. (Ade Mahmudin/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi PonPes, Sunnah Kawit An Nur Slawi

Minggu, 25 Juni 2017

Gus Mus: Siapa pun yang Masih Mencintai NKRI, Dialah Santri

Temanggung, Kawit An Nur Slawi  

KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) meminta warga Temanggung untuk bersikap sewajarnya atau tidak boleh berlebihan dalam hal apa pun. 

Gus Mus: Siapa pun yang Masih Mencintai NKRI, Dialah Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Siapa pun yang Masih Mencintai NKRI, Dialah Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Siapa pun yang Masih Mencintai NKRI, Dialah Santri

"Jangan berlebihan, sikap berlebihan itu tidak bagus," ucap Gus Mus saat memberikan tausiah dalam pengajian akbar menyambut Hari Jadi ke-183 Kabupaten Temanggung di Pendopo Pengayoman, Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (2/11) malam.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang itu menegaskan apa pun jika berlebihan tidak baik. Misalnya makan dan minum berlebihan, bisa sakit. Berpakaian atau mengenakan perhiasan berlebihan, bisa dianggap orang tak waras. Suka atau benci berlebihan juga tidak bagus.

"Pokoknya yang wajar-wajar saja. Ibadah berlebihan juga tidak bagus. Misal, pejabat (Bupati, Camat atau Lurah) yang merupakan abdi masyarakat, warganya butuh ketemu untuk minta tanda tangan atau urusan administrasi, masak tidak ditemui gara-gara sedang ibadah," ucap Gus Mus yang disambut gelak tawa ribuan jamaah yang hadir.

Kawit An Nur Slawi

Mustasyar PBNU itu juga menekankan pentingnya menjaga Negara Kesatuan Republik (NKRI). Gus Mus menyebutkan, 22 Oktober lalu, kita baru saja memperingati Hari Santri Nasional (HSN) ke 3 tahun 2017. 

"Siapa itu santri?” tanya Gus Mus

“Siapa pun yang masih cinta terhadap NKRI, dialah santri," tegasnya. (Ahsan Fauzi/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi Makam Kawit An Nur Slawi

PBNU Berharap Sikap Jokowi pada Korupsi Seperti Atasi Narkoba

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berharap sikap Presiden Jokowi terhadap kasus-kasus korupsi bisa tegas sebagaimana sikapnya yang tegas dalam mengatasi masalah narkoba dan radikalisme.? Dalam hal ini, PBNU akan mendukung sepenuhnya upaya pemberantasan korupsi oleh pemerintah.

"Kita dorong KPK, Kejaksaan dan Kepolisian meningkatkan kinerjanya masing-masing. Presiden dalam hal ini juga harus memantau anak buahnya tanpa pandang bulu," paparnya di gedung PBNU, Jumat.

Kiai Said menyatakan keprihatinannya atas kasus yang menimpa nenek Aryani, yang dituduh menebang tujuh pohon di lokasi Perhutani dan diperiksa secara detail sampai harus masuk tahanan sementara para koruptor dibiarkan.

PBNU Berharap Sikap Jokowi pada Korupsi Seperti Atasi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Berharap Sikap Jokowi pada Korupsi Seperti Atasi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Berharap Sikap Jokowi pada Korupsi Seperti Atasi Narkoba

“Hanya memotong tujuh pohon saja diperiksa detail sementara koruptor dibiarkan tenang-tenang saja,” katanya.?

Kawit An Nur Slawi

Ia meminta, para koruptor terutama yang membangkrutkan negara dihukum mati saja. “Kalau korupsinya kecil-kecil, yang hanya masuk kategori merugikan negara, ya masih mungkin untuk diberi remisi,” katanya mensikapi wacana pelunakan pemberian remisi kepada para koruptor.?

“NU tegas dalam keputusannya di Munas NU tahun 2003, koruptor yang membangkrutkan negara dihukum mati,” tandasnya.? Ia mencontohkan koruptor yang membangkrutkan negara adalah koruptor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) karena sudah merusak tatanan negara.? (mukafi niam)

Kawit An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Nasional Kawit An Nur Slawi

Sabtu, 24 Juni 2017

Stan Majalah Bangkit Ramai Dikunjungi Peserta Kongres XV Ansor

Yogyakarta, Kawit An Nur Slawi. Pada perhelatan kongres XV GP Ansor yang diselengggarakan di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Majalah Bangkit PWNU DIY menjadi bacaan utama para peserta kongres. Dari hari pertama, Stan Majalah Bangkit selalu ramai dikunjungi oleh para peserta. Mereka tampak antusias membeli majalah kebanggaan PWNU DIY tersebut.

Stan Majalah Bangkit Ramai Dikunjungi Peserta Kongres XV Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Stan Majalah Bangkit Ramai Dikunjungi Peserta Kongres XV Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Stan Majalah Bangkit Ramai Dikunjungi Peserta Kongres XV Ansor

Rombongan Ansor Pati, Jawa tengah mengungkapkan senang dengan kehadiran Majalah Bangkit di arena konggres. “Senang, karena menyajikan informasi yang bagus terkait organisasi GP Ansor ini,” ungkap Fikrul Umam, salah satu rombongan dari Ansor Pati.?

Kebetulan, lanjutnya, edisi kali ini menampilkan pandangan mantan pucuk pimpinan Ansor DIY tentang gerakan Ansor saat ini. Itu bisa menjadi kritik yang membangun untuk membuat organisasi ini lebih baik ke depannya.?

Kawit An Nur Slawi

Sementara itu, Fadel, rombongan dari Ansor ? Nusa Tenggara Barat sudah mengira kalau Majalah Bangkit akan tampil istimewa pada kongres kali ini.?

Kawit An Nur Slawi

“Dugaan saya tepat sekali. Saya sudah mengira kalau majalah ini akan tampil istimewa dan memberi kejutan seperi saat Muktamar NU di Jombang beberapa waktu lalu,” ujarnya dengan memegang Majalah Bangkit.?

Majalah Bangkit edisi khusus menyambut Kongres Ansor tersebut, menampilkan judul GP Ansor untuk Kedaulatan NKRI. Hal itu senada dengan jargon yang selalu diusung gerakan pemuda NU ini, yakni NKRI harga mati. (Nur Rokhim/Fathoni)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Ubudiyah Kawit An Nur Slawi

Jumat, 23 Juni 2017

Gus Mus: Jaga Nilai dan Norma Desa

Semarang, Kawit An Nur Slawi. Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A. Mustofa Bisri kembali mengajak para pengurus NU untuk menjaga dan mengawal nilai-nilai dan norma-norma desa seperti kemandirian, gotong-royong, solidaritas, dan kerukunan.

“Jangan hanya mengawal Undang-Undang Desa saja melainkan juga jaga tradisi dan normanya,” katanya  saat menyampaikan pengarahan dalam acara halaqah regional bertema peran NU mengawal implementasi UU desa yang diselenggarakan PWNU Jawa Tengah di Hotel New Metro Semarang, Sabtu (15/11) malam kemarin.

Gus Mus: Jaga Nilai dan Norma Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Jaga Nilai dan Norma Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Jaga Nilai dan Norma Desa

Kiai yang biasa disapa Gus Mus menyatakan pemimpin agung Rasulullah SAW telah banyak mengajarkan ajaran dan keteladanan yang bisa menjadi cermin melaksanakan nilai-nilai desa tersebut. Mengutip hadits tentang memulyakan tamu, Gus Mus, orang desa yang masih mempraktekkannya.

Kawit An Nur Slawi

“Berbeda orang kota, baru datang belum apa-apa sudah ditanyakan KTP-nya.  Termasuk memberikan simpati kepada orang mati, hanya orang desa yang masih bertahan,”ujar Gus Mus menyindir.

Pendiri NU, kata pengasuh pengasuh pesantren Leteh rembang ini, mempunyai keinginan mendesakan kota dalam artian menanamkan nilai-nilai dan norma. Dengan demikian,  orang kota sikap dan prilaku bisa seperti orang desa.

Kawit An Nur Slawi

“Seperti taawun (gotong-royong) itu sangat kental dengan orang desa. Semuanya itu tercantum pada UU desa tetapi itu tergantung dari implementasinya,”tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Ketua PW ISNU sekaligus Bupati Wonosobo Khaliq Arif memaparkan tentang UU Desa dan peran NU dalam mengawal implementasi UU no 6 tahun 2014 tersebut. (Qomarul Adib/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Hikmah Kawit An Nur Slawi

Rabu, 14 Juni 2017

Komunitas Ustadzah Jakarta Salurkan Bantuan Rohingya via NU Care-LAZISNU

Jakarta, Kawit An Nur Slawi - Forum Komunitas Ustadzah (Fokus) DKI Jakarta menyerahkan bantuan untuk Muslim Rohingya melalui NU Care-LAZISNU. Penyerahan bantuan senilai 35 juta rupiah dilakukan di Gedung PBNU Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (12/9) siang.

Sekretaris Fokus, Ustadzah Umanah Hulwani mengungkapkan bantuan ini merupakan bentuk empati para ustadzah DKI Jakarta atas musibah yang dialami Muslim Rohingya.

Komunitas Ustadzah Jakarta Salurkan Bantuan Rohingya via NU Care-LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Komunitas Ustadzah Jakarta Salurkan Bantuan Rohingya via NU Care-LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Komunitas Ustadzah Jakarta Salurkan Bantuan Rohingya via NU Care-LAZISNU

“Dana ini hasil penggalangan selama dua pekan. Fokus ingin menggerakkan potensi yang ada,” tambah Umanah.

Ia menegaskan penggalangan akan terus dilakukan sehingga kesempatan bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan masih terbuka.

Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi

Direktur NU Care-LAZISNU Syamsul Huda menyambut baik upaya yang dilakukan Fokus.

“Musibah yang menimpa Muslim Rohingya memerlukan kepedulian semua pihak. Untuk itu perlu dibangun kekompakkan menyelesaikan persoalan ini,” katanya.

Penggalangan dana untuk Muslim Rohingya dilakukan sejak beberapa pekan lalu melalui program NU Peduli Rohingya. Dana bantuan yang terkumpul dari program tersebut salah satunya dimanfaatkan guna membangun pasar di Rakhine, Myanmar.

Ketua LPBI NU yang juga Ketua Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM) M Ali Yusuf mengungkapkan pasar penting dibuat karena fungsinya sebagai pusat kemandirian dan pemberdayaan ekonomi antar komunitas Rakhine dan Rohingya.

“Diharapkan dengan adanya pasar ini, komunitas Rohingya dan Rakhine dapat mengurangi ketegangan, dan sebisa mungkin tercapai rekonsiliasi,” kata Ali.

Untuk mewujudkan hal tersebut, sediktnya 50 stand atau kios akan dibangun di Boumay, Provinsi Rakhine. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Ubudiyah Kawit An Nur Slawi

Selasa, 13 Juni 2017

Banser Jateng Amankan Jalur Utara, Tengah, dan Selatan

Brebes, Kawit An Nur Slawi. Satkorwil Banser Jawa Tengah menurunkan anggotanya di sepanjang ruas tiga lintasan arus mudik Lebaran 2014. Mereka mendirikan posko terpadu untuk membantu keamanan dan kelancaran arus mudik di jalur utara, tengah, dan selatan di Jateng.

Banser Jateng Amankan Jalur Utara, Tengah, dan Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Jateng Amankan Jalur Utara, Tengah, dan Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Jateng Amankan Jalur Utara, Tengah, dan Selatan

Setiap Satkorcab Banser di Jateng mendirikan tiga sampai enam posko. Dalam posko itu, anggota Banser menyediakan tempat istirahat dan makanan ringan. Hal ini tampak terlihat dari posko Satkorcab Banser Purbalingga, Pemalang, Brebes, dan Tegal.

"Walau dengan keadaan terbatas , kami selaku Banser merasa terpanggil untuk ikut berperan dalam arus mudik tahun ini seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena, ini adalah salah satu tugas banser dalam membantu masyarakat," kata Agus Subekti, anggota Banser dari Satkoryon Belik.

Kawit An Nur Slawi

"Kami siap membuka layanan selama H-7 sampai dengan H+5," tambah Aupeiyadi dari Balalin setempat.

Posko Banser ini ditempatkan terutama di daerah yang padat dan ramai serta tempat yang rawan. "Kami tempatkan Banser di daerah alternatif Karangreja yang banyak tanjakan dan tikungan untuk menunjukkan arah di jalur alternatif setelah jembatan Comal belum normal 100%. Penempatan ini diharapkan berdampak positif sera mengurangi risiko kecelakaan pemudik," kata Kasatkorcab Banser Purbalingga, Musalim.

Satkorwil Banser Jateng mengapresiasi kesigapan Banser cabang. "Kami menaruh respek yang tinggi kepada sahabat Banser yang tanpa kenal waktu, tenaga, dan pikiran 24 jam nonstop seharian untuk membantu sesama tanpa pamrih,” ujar Satkorwil Jateng Faizin Maryadi yang sempat mengontrol anggotanya di sejumlah posko.

Kawit An Nur Slawi

Didampingi Ketua GP Ansor Jateng Ikhwanudin, Faizin berharap kerja sosial ini menimbulkan empati dan rasa tanggung jawab moral di tiap-tiap cabang. (Herry Budhi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Kajian, AlaNu Kawit An Nur Slawi

Senin, 12 Juni 2017

PC IPNU-IPPNU Jombang Gerakkan PAC yang Sempat Vakum

Jombang, Kawit An Nur Slawi. Pengurus Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Jombang terus melakukan perekrutan anggota baru dengan menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta). Hal ini seperti yang dilakukan di Kecamatan Megaluh Jombang, Sabtu-Ahad (3-4/10).

Sebanyak 69 kader anyar, mengikuti Makesta pertama di Kantor MWC NU Megaluh. Pasalnya di kecamatan ini, pengurus PAC IPNU-IPPNU sempat mengalami kevakuman beberapa periode. "Pesertanya dari pelajar MA, SMA, karang taruna dan juga Remaja Masjid," ujar Abdurrosyid Ketua PC IPNU Jombang menuturkan.

PC IPNU-IPPNU Jombang Gerakkan PAC yang Sempat Vakum (Sumber Gambar : Nu Online)
PC IPNU-IPPNU Jombang Gerakkan PAC yang Sempat Vakum (Sumber Gambar : Nu Online)

PC IPNU-IPPNU Jombang Gerakkan PAC yang Sempat Vakum

Makesta di Kecamatan Megaluh, dikatakan Rosyid, langsung ditangani Cabang, karena selama ini kepengurusan IPNU–IPPNU masih vakum. "Alhamdulillah, antusias peserta selama dua hari cukup tinggi. Memang seharusnya kegiatan Makesta ditangani ranting atau PAC, namun karena vakum, cabang turun," tandasnya.

Kawit An Nur Slawi

Ketua MWC NU Megaluh Misbahus Syurur menyambut gembira dengan bergeraknya kembali kader NU paling muda di daerhanya. Karena selama ini pihaknya megaku sangat berat menjalankan roda organisasi. "Kita butuh kader-kader muda untuk bersama-sama menggerakkan roda organisasi. IPNU-IPPNU adalah ujung tumbak mengawal Aswaja di di kalangan pelajar," tuturnya saat membuka kegiatan.

Mantan pengurus IPNU tahun 80 an ini berharap, banom NU di Kecamatan Megaluh semuanya bisa bersama-sama bergerak. Sehingga keberadaan NU semakin bermanfaat. "Kalau secara kultur, masyarakat di Megaluh bisa dikatakan 90 persen NU, namun untuk  berjam’iyah, itu yang masih kurang, apalagi MWC NU sudah memiliki kantor yang cukup megah," pungkasnya seraya meminta kepengurusan PAC IPNU-IPPNU di Kecamatan yang memiliki 13 Ranting NU ini kembali dihidupkan. (Muslim Abdurrahman/Fathoni)

Kawit An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Kyai, Anti Hoax, AlaNu Kawit An Nur Slawi

Kiai Muafa, Pernah Jadi Sopir Ulama

Pamekasan, Kawit An Nur Slawi. Duka mendalam masih dirasakan keluarga besar Pesantren Kebun Baru, Kacok, Palengaan. Kewafatan KH Ach Muafa Syafii Kamis 24 Januari, menyisakan perih jiwa tak terkira. Masyarakat Pamekasan masih diliputi rasa sedih tak tertahankan.

Kiai Muafa, merupakan tipikal sosok kiai kharismatik. Ilmunya tertakar di belantara Nusantara. Bahkan, menembus batas teritorial negara hingga ke Mekkah.

Kiai Muafa, Pernah Jadi Sopir Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Muafa, Pernah Jadi Sopir Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Muafa, Pernah Jadi Sopir Ulama

Setelah empat tahun di Mekkah, Kiai Muafa menetap di kediaman Syaikh Ismail Al-Yamani. Tugasnya semakin bertambah. Sejak tahun 1987 sampai Kiai Muafa boyong pada tahun 1990, Syaikh Ismail menjadikannya sebagai sopir pribadi. 

Untuk diketahui, Kiai Muafa mengawali perjalanan hidupnya dengan mengaji kepada ayahandanya, KH Moh Asyari. Setelah itu, ia melanjutkan petualangannya dalam mencari ilmu dengan masuk Sekolah Dasar dan madrasah milik ayahandanya. Itu, ditempuhnya selama 6 tahun.

Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi

"Setelah tamat SD dan MI, dalam sejarahnya, beliau ingin melanjutkan pendidikannya di sekolah umum, tetapi sang ayah tidak merestui. Lalu, Ponpes Sidogiri menjadi pilihan dalam pelabuhan ilmu agama bagi beliau," tutur H Muhammad Ali Wafa, Ketua II Bidang Madrasiyah Kebun Baru.

Dikatakan, awal mula Kiai Muafa menginjakkan kaki di Sidogiri ialah tahun 1973 M. Ketika itu, ia diterima di kelas enam Ibtidaiyah, setelah mengikuti tes layak masuk. Setamatnya kelas enam Tsanawoyah, ia menjadi utusan reguler mengajar setahun di Desa Baddian Tamanan Bondowoso, sebagai bentuk penerapan ilmu yang telah dipelajari selama di Sidogiri.

Setelah menjalankan tugas di Baddian, Kiai Muafa masih melanjutkan pendidikannya di Sidogiri dengan masuk Kuliah Syariah. Dalam menjalankan kewajiban sebagai santri, Kiai Muafa sangat antusias dalam segala bidang.

"Sehingga, tak selang beberapa lama, beliau diangkat sebagai Ketua Ikatan Keluarga Santri Madura (IKSMA) pada 1981-1982. Kemudian pada 1983-1984, beliau diangkat menjadi wakil kepala MMU Ibtidaiyah," beber KH Ahmad Asir, Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian NU Pamekasan.

Menurut pria yang banyak tahu sepak terjang Kiai Muafa ini, pada 1984, Kiai Muafa boyong dari Sidogiri dan langsung ke Mekkah, tanpa pulang ke rumah terlebih dahulu untuk melanjutkan pendidikannya.

"Selama di Mekkah, beliau menetap di kediaman Syaikh Ismail Al Yamani sekitar tujuh tahun."

Dalam usaha menggapai cita-cita yang luhur, selama di Mekkah, tambahnya, Kiai Muafa juga berguru kepada Syaikh Mohammad Alawi Al-Maliki. Dari Syaikh inilah, Kiai Muafa mendapat ijazah plus Sanad Kitab Kutub as-Sittah.

"Selain itu, beliau juga berguru kepada Syaikh Abdullah al-Lahji, Syaikh Abdullah Dardumzn dan Syaikh Yasin Al-Fadani. Dari ketiga ulama tersebut, beliau lebih banyak mengambil ilmu Nahwu," tukasnya. 

Redaktur     : Hamzah Sahal 

Kontributor : Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Tokoh Kawit An Nur Slawi

Sabtu, 10 Juni 2017

Muhammad Amin Pimpin IPNU Kalbar, Kader Diharap Kompak

Mempawah, Kawit An Nur Slawi. Konferensi Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Provinsi Kalimantan Barat ke-9 digelar di Wisma Candramidi Kabupaten Mempawah.? Acara yang berlangsung pada 12-14 Desember 2014 itu diikuti oleh perwakilan 9 cabang kota dan kabupaten di Kalbar.

Muhammad Amin Pimpin IPNU Kalbar, Kader Diharap Kompak (Sumber Gambar : Nu Online)
Muhammad Amin Pimpin IPNU Kalbar, Kader Diharap Kompak (Sumber Gambar : Nu Online)

Muhammad Amin Pimpin IPNU Kalbar, Kader Diharap Kompak

Acara Konferwil diisi dengan pembahasan program kerja dan rekomendasi IPNU Kalbar untuk tiga tahun ke depan serta pembacaan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) oleh ketua PW IPNU Kalbar demisioner, Junaidi Abidin, pada Ahad malam.? LPJ diterima 100 persen dan kinerja kepengurusan lama dinilai berhasil.

Memasuki sesi pembahasan tata tertib calon Ketua PW IPNU Kalbar untuk 3 tahun kedepan, terjaring 2 orang kandidat, Muhammad Amin (mantan Ketua PC IPNU Kabupaten Kubu Raya) dan Syamhadi (Ketua PC IPNU Kota Pontianak).

Kawit An Nur Slawi

Dalam proses pemilihan, Amin memperoleh 7 suara dukungan cabang. Sementara, Syamhadi hanya mendapatkan 2 suara.? Setelah mendapatkan suara terbanyak dan dinyatakan sebagai Ketua PW IPNU Kalbar, Amin dalam sambutannya berjanji akan memaksimalkan potensi kader dan memperbaiki kaderisasi IPNU Kalbar.

Kawit An Nur Slawi

"Kelak, pembinaan semua PC IPNU dan memfasilitasi berbagai program akan terus kita dorong. Dengan syarat, seluruh kader IPNU harus kompak," tukas Amin, Ahad (14/12).

Sebelumnya, Konferwil juga dimeriahkan dengan seminar tentang pendidikan dan kepemudaan. Panitia mengundang narasumber, antara lain DR. Syarif, MA (akademisi) dan Rajuini (Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mempawah).

Hadir pula pada acara pembukaan, Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU), anggota legislatif tingkat Pusat, Provinsi dan Kabupaten Mempawah serta Ketua PC NU Kabupaten Mempawah. (Umar Faruq/Mahbib)

?

Foto: Penyerahan plakat oleh Ketua PW IPNU Kalbar kepada Ketua PW NU Kalbar, usai acara pembukaan Konferwil IPNU.

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Internasional, Fragmen Kawit An Nur Slawi

Studi Hubungan Mayoritas dan Minoritas Agama di Lima Negara (Bagian II-Habis)

Pada tahun 2016 lalu Kementerian Agama melakukan penelitian tentang penanganan minoritas di lima negara yaitu India, Iran, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Dipilihnya lima negara tersebut sebagai area kajian adalah karena kelima negara tersebut memiliki keunikan dan kekhasan masing-masing baik dalam hal sistem ataupun kondisi sosial antara mayoritas dan minoritas agama. 

Konsep Kehidupan Kegamaan

1. Definisi Agama

Studi Hubungan Mayoritas dan Minoritas Agama di Lima Negara (Bagian II-Habis) (Sumber Gambar : Nu Online)
Studi Hubungan Mayoritas dan Minoritas Agama di Lima Negara (Bagian II-Habis) (Sumber Gambar : Nu Online)

Studi Hubungan Mayoritas dan Minoritas Agama di Lima Negara (Bagian II-Habis)

Setiap negara memiliki definisi yang berbeda soal agama sesuai dengan pemeluknya masing-masing. Muslim India mendefinisikan agama sebagai struktur Tuhan dan wahyu, penyampai pesan/rasul, kitab suci. Sedangkan dalam perspektif Hinduisme, Hindu sebagai agama dan sebagai kultur dominan di India. Adapun di Thailand. Di sana, pemerintah memberikan keleluasaan kepada para pemeluk agama untuk mendefinisikan agamanya masing-masing asal tidak menentang dan membuat ontran-ontran di Thailand.

2. Pendirian Rumah Ibadah

Di India, pendirian rumah ibadah tidak diatur secara kaku dalam skala nasional mengingat India adalah negara federal yang memiliki kebijakan yang beragam antar satu negara bagian dengan yang lainnya. 

Di Thailand adalah salah satu negara yang cukup ‘unik’ dalam pendirian rumah ibadah. Penduduk Thailand beragama Buddha, namun ia tidak mengenal pembatasan pendirian rumah ibadah berdasarkan proporsi tertentu. Yakni mendirkan rumah ibadah di atas tanah yang bersertifikat warga Thailand. Meski demikian, ada beberapa wihara dan masjid yang dibangun di atas tanah kerajaan.

Kawit An Nur Slawi

Sedangkan di Malaysia, pendirian rumah ibadah bisa dibilang cukup ketat dan cukup diskriminatif terhadap umat non-muslim. Ini diatur oleh pemerintah lokal. Misalnya rumah ibadah agama tertentu harus berjarak minimal 500 meter dari rumah ibadah agama lainnya, rumah ibadah non-muslim tidak boleh tinggi dari masjid dan dilarang menampakkan simbol-simbol agama. Hal ini tentu menimbulkan kecemburuan sosial bagi non-muslim. Meski demikian, Pemerintah Malaysia memberikan dana bantuan kepada umat muslim dan juga non-muslim.

Di Iran, Masjid Sunni dan Syi’ah diperlakukan ‘berbeda.’ Operasional Masjid Sunni mulai dari air, listrik, dan bisyaroh imam ditanggung oleh pemerintah. Sedangkan, Masjid Syi’ah imamnya tidak digaji oleh pemerintah karena mereka sudah mendapatkan gaji dari khumus. Meski mayoritas penduduknya Syi’ah, namun kelompok Sunni tidak mengalami kesulitan ketika hendak membangun masjid baru. Saat ini ada empat belas ribu masjid Sunni di seluruh wilayah Iran.

3. Penyiaran Agama dan Perayaan Hari Besar

Kawit An Nur Slawi

India dikenal sebagai negera sekuler. Oleh karena itu, kehidupan keagamaan termasuk penyiaraan agama tidak diatur oleh Pemerintah India. Namun, setiap negara memiliki kebijakan masing-masing soal penyiaran agama ini.

Thailand membebaskan penduduknya soal agama. Pemerintah tidak membatasi penyiaran agama dan hubungan antar satu agama dengan yang lainnya. Sedangkan Malaysia melarang umat agama non-Islam melakukan dakwah kepada kaum muslim. Akan tetapi, negara menjamin kebebasan merayakan hari besar keagamaan semua agama, bahkan negara menetapkan hari libur nasional terhadap perayaan hari besar agama agama.

Sama seperti Thailand, Iran juga membebaskan penduduknya untuk menyiarkan agamanya masing-masing. Tidak ada ketakutan adanya Kristenisasi, Yahudinisasi, atau Zoroasterisasi. Pun perayaan hari besar keagamaan tidak dibatasi negara karena berdasarkan agama. Semuanya dibebaskan untuk merayakan hari besar agamanya masing-masing dan bersatu dalam perayaan Nauruz, tahun baru kalender Persia.

4. Registrasi Agama dan Identitas

Tidak ada kolom agama dalam kartu identitas penduduk di India karena pemerintah tidak mengatur akan hal itu. Namun, masing-masing pemeluk agama mengekspresikan identitas agamanya di ruang publik tanpa ada gangguan dari yang lain. Di salah satu negara bagian, ada UU Anti Konversi yang melarang penduduknya untuk pindah agama.

Buddha, Islam, Protestan, Katholik, Hindu, dan Sikh adalah enam agama yang diakui Pemerintah Thailand. Setiap pemeluk agama wajib daftar pada rumah ibadat masing-masing agama.

Sedangkan di Filipina, registrasi agama diperlukan di beberapa sektor kehidupan seperti saat masuk sekolah. Filipina tidak mengenal pencantuman identitas agama pada KTP, SIM, dan Paspor. Begitu pun dengan Iran, ia tidak mengenal identitas pada kartu pengenal.

5. Perkawinan Beda Agama

Meski ada sebagian umat muslim yang ‘mengharamkan’ nikah agama, namun tidak reaksi yang signifikan terhadap praktik nikah agama di lima negara tersebut. Hanya di Iran pernikahan beda agama bisa dibatalkan oleh pengadilan.

6. Majelis Agama

Kelima negara ini memiliki lembaga agama di tingkat nasional. Di Thailand, setiap agama memiliki majelis agama yang otonom tanpa campur tangan pemerintah. Di Malaysia, majelis agama Islam ada Jawatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) dan di setiap negara negara bagian ada majelis agamanya masing-masing. Jawatan ini dan majelis agama Islam dalam institusi negara dan mendapat rekognisi dari negara untuk menjalankan syariat Islam dan mewadahi kegiatan-kegiatan keislaman di malaysia.  Lagi-lagi hal itu tidak terjadi kepada umat non-Islam. Mereka tidak mendapatkan rekognisi dari pemerintah.

Tidak ada majelis agama di Iran karena satu-satunya majelis Al Wilayatul Fakih telah menyatu dengan negara.

7. Pendidikan Agama

Bagi Pemerintah India, pendidikan agama adalah wilayah privat atau tanggungjawab kelompok agama itu sendiri. Namun, di sana ada lembaga pendidikan berbasis agama yang dibiayai oleh pemerintah seperti Aligarh Muslim University yang merupakan kelembagaan negara. Lainnya, lembaga pendidikan berbasiskan agama juga berdiri yang dibiayai oleh swasta atau yayasan berbasiskan agama masing masing.

8. Bantan Luar Negeri

Negara-negara tersebut tidak secara tegas membatasi bantuan yang datang dari luar negeri. Akan tetapi, karena maraknya isu terorisme, perdagangan senjata, dan narkotika maka kontrol ketat terhadap pergerakan keuangan dan lintas manusia antarnegara cukup diperketat.

Dari sedikit uraian di atas, bisa disimpulkan bahwa penanganan minoritas di lima negara tersebut bisa dibilang cukup baik meski dengan beberapa catatan. India melakukan politik afirmasi terhadap minoritas agama dan suku untuk memperkuat konsolidasi nasional. Maka dari itu, misalnya, dibangun lah institusi minoritas terutama dalam sektor pendidikan.

Thailand cukup dipusingkan dengan wilayah selatannya yang ingin memisahkan diri meski mereka sudah diberi kelonggaran-kelonggaran, hak-hak minoritas dijamin dan tidak dibatasi. Berbeda dengan India yang melakukan afirmasi terhadap minoritas, Malaysia melakukan politik afirmasi kepada mayoritas penduduk yaitu mayoritas muslim. Meski demikian, kebebasan agama selain Islam terjamin dan terlindungi.

Sama seperti Thailand, Filipina juga mengalami kendala politik yakni Moro dan Mindanau yang ingin memisahkan diri. Iran juga baik dalam menangani minoritas. Opini negatif terhadap Iran lebih banyak dibangun oleh mereka yang bermusuhan dengan Iran, mulai dari isu diskriminasi terhadap Sunni dan penindasan terhadap penganut Zoroaster dan Baha’i.

Masalah keagamaan masing-masing negara memiliki karakteristik yang berbeda. Masing-masing memiliki kendala dan solusinya sendiri. Tetapi ada satu hal yang sama, urusan agama ternyata tetap berhubungan dengan urusan negara. (A Muchlishon Rochmat)



Baca Kajian Keagamaan lainnya DI SINI

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Kiai Kawit An Nur Slawi

Jumat, 09 Juni 2017

Sambut Ramadhan, LDNU Kirim 20 Kader Dai ke Berbagai Negara

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) terus bergerak menyiapkan kader-kader dai muda yang siap terjun ke dunia internasional dan media. Setelah melalui proses seleksi cukup panjang, sebanyak 20 dai muda dari berbagai daerah di Indonesia terpilih sebagai Tim Inti Dai Internasional dan Media (Tidim) LDNU.

Wakil Sekretaris LDNU yang juga penanggung jawab program Tidim, KH Wahfiudin Sakam mengungkapkan, program perdana ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para dai yang bakal mengisi safari dakwah ke beberapa negara. "Kami telah menyiapkan berbagai pelatihan untuk membekali dan meningkatkan kompetensi para dai. Salah satunya adalah pelatihan dakwah transformatif yang diadakan selama 11 hari," jelas KH Wahfiudin.

Sambut Ramadhan, LDNU Kirim 20 Kader Dai ke Berbagai Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Ramadhan, LDNU Kirim 20 Kader Dai ke Berbagai Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Ramadhan, LDNU Kirim 20 Kader Dai ke Berbagai Negara

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj saat pembukaan pelatihan mengingatkan seluruh peserta agar sungguh-sungguh dalam berdakwah. "Islam yang tumbuh di Indonesia terbukti mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Sebagai pemegang amanah, janganlah kita ragu untuk mendakwahkan Islam Nusantara dalam kondisi apapun," terangnya.

Pelatihan dakwah transformatif berlangsung selama 11 hari mulai tanggal 19-29 Mei. Para peserta mendapatkan berbagai materi yang dibutuhkan untuk tugas ke luar negeri, antara lain; bahasa Inggris, pemanfaatan TIK, psikoterapi, sosial budaya, fisik dan mental, Branding and Positioning, Public Speaking serta penguatan nilai-nilai Ahlus Sunnah Wal Jamaah.?

Nugraha Romadhan, Ketua Panitia Pelatihan Dakwah Transformatif menjelaskan jika seluruh peserta dikarantina 11 hari di Wisma Flora, Cisarua, Bogor. Peserta berasal dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

Kawit An Nur Slawi

"Metode yang kami gunakan adalah Pembelajaran Orang Dewasa (POD). Seluruh peserta terlibat aktif dan partisipatif untuk menyukseskan pelatihan. No one knows everything, everyone knows something," ujar Pengurus LDNU Divisi Diklat dan Pengkaderan ini.?

Ia menambahkan jika pada bulan Ramadhan ini, LDNU akan memberangkatkan delapan kadernya ke Eropa, Hongkong dan Malaysia. Sebagian akan melakukan safari dakwah ke berbagai daerah di Nusantara. (Nugraha Romadhan-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Humor Islam, Ubudiyah, Ulama Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi

Minggu, 04 Juni 2017

Sukses Juarai Cipta Puisi se-Mataraman, Mutakim Kembali Juara Tingkat Jatim

Jombang, Kawit An Nur Slawi - Setelah sukses menjuarai lomba cipta dan baca puisi wilayah Mataraman yang diadakan PWNU Jawa Timur (Jatim) di aula PCNU Kabupaten Kediri, Selasa (18/10) lalu, Mutakim, santri Pesantren Al-Urwatul Wutsqo Jombang kembali juara di tingkat Jatim. Kali ini ia dinobatkan sebagai pemenang Ketiga.

"Untuk lomba puisi pesertanya 20 orang. Juara 1 dari Pamekasan. Juara 2 dari Sidoarjo, dan juara 3 saya," katanya kepada Kawit An Nur Slawi, Ahad (23/10).

Sukses Juarai Cipta Puisi se-Mataraman, Mutakim Kembali Juara Tingkat Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Sukses Juarai Cipta Puisi se-Mataraman, Mutakim Kembali Juara Tingkat Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Sukses Juarai Cipta Puisi se-Mataraman, Mutakim Kembali Juara Tingkat Jatim

Kesuksesan yang diraih Mutakim tak disangka sebelumnya, melihat peserta yang lain dianggap sudah terbiasa mengikuti kompetisi tersebut. Ia hanya bermodal berani, percaya diri, dan berdoa serta didorong dengan kemampuan dalam dunia sastra yang ditekuninya sejak SMP.

"Saya tidak sangka bisa naik podium. Soalnya pesertanya bagus-bagus semua. Maklum pesertanya sudah saringan semua," ucap pria yang juga bergelut di organisasi kemahasiswaan PMII di lingkungan kampus STIT Al-Urwatul Wutsqo itu.

Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi

Ia berharap, keberhasilannya bisa menginspirasi para sastrawan, khususnya santri di kota santri itu untuk lebih produktif. "Juara ini buat semuanya. Khususnya masyarakat dan kader-kader NU di Jombang. Mari berkarya melalui sastra dan tulisan tulisan," ujar dia.

Atas keberhasilannya, ia mengucapkan terima kasih kepada banyak pihak yang telah mendukung termasuk pihak PCNU Jombang yang telah menfasilitasinya. "Terima kasih juga buat abah guru saya (KH Qoyyim Yaqub), tak lupa kepada Abah Yaqub Husein yang haulnya baru diperingati kemarin. Selamat hari santri," ucapnya.

Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) itu diselenggarakan PWNU Jatim yang dimotori Lesbumi NU di aula PWNU setempat, Sabtu (22/10). Sedangkan kategori dalam kompetisi tersebut terdiri dari atas 4 kategori. Di antaranya cipta baca puisi, pantun, essay kebudayaan, dan orasi kebangsaan.

Untuk peserta lomba adalah mereka yang telah lolos audisi dari 4 zona se-Jatim, termasuk wilayah Mataraman. Pembagian hadiah dilakasanakan pada acara puncak peringatan hari santri oleh PWNU di depan Masjid Al-Akbar Surabaya yang dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj dan Ketua Umum MUI. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Ulama, News Kawit An Nur Slawi

Sabtu, 03 Juni 2017

20 Ribu Warga Bakal Padati Kota Solo untuk Tolak FDS

Solo, Kawit An Nur Slawi



Aksi penolakan Permendikbud No. 23 tahun 2017 terkait penerapan full day school juga akan dilakukan warga Nahdiliyin di Wilayah Soloraya. Diperkirakan 20.000 (dua puluh ribu) lebih warga Nahdliyin bakal hadir dalam acara aksi penolakan dan istighosah di Kota Solo, Kamis (24/8).

Koordinator Pelaksana Aksi KH Muhammad Mahbub mengatakan, aksi kali ini lebih pada penolakan pemaksaan sistem pendidikan serta mendoakan bangsa lewat istighotsah. “Para peserta yang hadir dari wilayah Soloraya, yakni Surakarta, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Sragen, Karanganyar, dan Sukoharjo,” terang dia.

20 Ribu Warga Bakal Padati Kota Solo untuk Tolak FDS (Sumber Gambar : Nu Online)
20 Ribu Warga Bakal Padati Kota Solo untuk Tolak FDS (Sumber Gambar : Nu Online)

20 Ribu Warga Bakal Padati Kota Solo untuk Tolak FDS

Dipaparkan Mahbub, massa aksi bakal melakukan pawai terlebih dahulu melwati sepanjang Jl Slamet Riyadi, dari Sriwedari menuju ke Masjid Agung Surakarta, untuk kemudian mengikuti kegiatan istighotsah kubra.

“Pada saat pawai, juga akan dimeriahkan dengan sejumlah penampilan dari para pendekar Pagar Nusa,” imbuhnya.

Kawit An Nur Slawi

Lebih lanjut, dijelaskan Pengasuh Pesantren Al-Fattah Krapyak Kartasura itu, dalam aksi kali ini pihaknya juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, sehingga ia menjamin aksi akan berjalan dengan aman dan tertib.

“Sudah kita koordinasikan dengan beberapa pihak terkait jalannya aksi. Untuk sampah kita juga sudah siapkan pasukan Sapu Jagat yang siap bertugas untuk ikut membersihkan lokasi dari sampah,” pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi News, Pesantren Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi

Jumat, 02 Juni 2017

STISNU Tangerang Gandeng ADRI Tingkatkan Mutu Dosen

Serpong, Kawit An Nur Slawi. Untuk meningkatkan pelayanan perguruan tinggi, diperlukan peningkatan kualitas tenaga pendidik (dosen). Sebagai salah satu Perguruan Tinggi NU di Tangerang, Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang akan terus melakukan perbaikan dari berbagai aspek, termasuk kualitas dosen.?

Muhamad Qustulani, Wakil Ketua STISNU Nusantara menyampaikan, STISNU menggandeng organisasi Ahli dan Dosen Republik Indonesia (ADRI) untuk peningkatan kualitas. Hal ini dituangkan dalam nota kesepahaman dan kerja sama pembinaan dosen STISNU Nusantara.

“Saya berharap, ADRI membantu kami dalam meningkatkan mutu. Agar Tri Dharma perguruan tinggi tercapai secara maksimal,” ujarnya, Kamis (13/4) di Serpong.

STISNU Tangerang Gandeng ADRI Tingkatkan Mutu Dosen (Sumber Gambar : Nu Online)
STISNU Tangerang Gandeng ADRI Tingkatkan Mutu Dosen (Sumber Gambar : Nu Online)

STISNU Tangerang Gandeng ADRI Tingkatkan Mutu Dosen

Adapun kerja sama yang dilakukan adalah pembinaan dosen dalam pengembangan metodologi pembelajaran. Dosen juga diberikan pelatihan dalam penguatan mutu penelitian, pengabdian dan penulisan jurnal internasional.

Ahmad Fathoni Rodli, Ketua Umum ADRI mengungkapkan, pihaknya siap menjadi fasilitator dan membantu para dosen untuk meningkatkan mutu akademik individu, baik dari pengajaran, penelitian, pengabdian, dan penulisan jurnal ilmiah terindeks.

Kawit An Nur Slawi

“Kita akan dorong para dosen untuk aktif dalam hal penelitian, khususnya menulis jurnal internasional. Saya berharap agar STISNU dan PTNU lainnya mampu bersaing dengan kampus lain,” terangnya. (Suhendra/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi Kajian Kawit An Nur Slawi