Kamis, 21 Desember 2006

Ansor-Banser Sidoarjo Berjibaku Bantu Bersihkan Rumah Korban Puting Beliung

Sidoarjo, Kawit An Nur Slawi - Bencana angin puting beliung yang melanda ratusan rumah dan bangunan di Desa Tambakrejo, Tambak Sawah dan Tambak Sumur Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo, Rabu (22/11) sore kemarin, membuat sejumlah pihak mengulurkan tangan. Tak terkecuali Ansor-Banser Sidoarjo. Mereka membersihkan rumah warga dengan dibantu oleh petugas dari TNI-Polri dan Satpol PP.

Ketua GP Ansor Sidoarjo H Rizza Ali Faizin mengatakan, mulai hari pertama terjadinya musibah angin puting beliung di tiga desa itu, Banser sudah melakukan pendampingan kepada warga untuk membersihkan puing-puing bangunan dan pohon-pohon yang tumbang.

Ansor-Banser Sidoarjo Berjibaku Bantu Bersihkan Rumah Korban Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor-Banser Sidoarjo Berjibaku Bantu Bersihkan Rumah Korban Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor-Banser Sidoarjo Berjibaku Bantu Bersihkan Rumah Korban Puting Beliung

"Untuk hari ini, kami mengidentifikasi beberapa kebutuhan warga yang tertimpa musibah. Satu tim dari kita sudah disebar di Desa Tambak Sawah, satu tim ada di Tambakrejo. Untuk posko Ansor dan NU ini kami pusatkan di balai Desa Tambak Sumur," kata Rizaa, Kamis (23/11).

Kawit An Nur Slawi

Ia menambahkan, sejak hari ini (Kamis-red), Ansor-Banser Sidoarjo akan diberikan jadwal dan ditugaskan di arena musibah hingga warga setempat bisa kembali beraktivitas seperti semula. Jadwal itu akan dibagi beberapa shift.

"Kita bagi dua shift, ada shift satu dan shift dua. Yang satu ini pagi sampai siang dan yang kedua nanti siang sampai sore. Kami juga memberikan terapi healing, memberikan pengobatan agar mereka tidak trauma dengan musibah ini," imbuhnya.

Kawit An Nur Slawi

Banser akan selalu bekerja sama dengan beberapa pihak terkait seperti TNI-Polri dan BPBD Kabupaten Sidoarjo agar musibah ini segera ditangani dan semua infrastruktur yang kemarin sempat terganggu akan segera pulih seperti semula.

Perlu diketahui, akibat bencana angin puting beliung ini, sekitar 660 rumah warga di tiga desa rusak parah terhempas angin puting beliung. Sebanyak 36 orang mengalami luka-luka. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Pendidikan, Pahlawan Kawit An Nur Slawi

Kamis, 26 Oktober 2006

Gus Yusuf: Nahdliyin Harus Bangun Kekuatan Ekonomi

Magelang, Kawit An Nur Slawi. Pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo Magelang Jawa Tengah, KH Yusuf Chudlori berpendapat, kaum muda Nahdliyin harus mau membangun kekuatan ekonomi melalui basis kewirausahaan. Sebab jika tidak kuat dalam urusan ekonomi, urusan apapun bisa sulit.

"Selama ini kita mendudukkan masalah ekonomi sebagai problem utama karena standar penghasilan masyarakat kita, terutama yang di kawasan pedesaan, dan itu banyak dihuni warga Nahdliyin, memang tergolong rendah," ujarnya kepada Kawit An Nur Slawi, Ahad, (24/5). 

Gus Yusuf: Nahdliyin Harus Bangun Kekuatan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yusuf: Nahdliyin Harus Bangun Kekuatan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yusuf: Nahdliyin Harus Bangun Kekuatan Ekonomi

Gus Yusuf, demikian panggilan akrab pendiri pesantren entrepreneur di Tempuran Magelang itu melihat bahwa sejalan dengan demografi warga yang semakin padat, akses ekonomi yang semakin kompetitif, tak ada alasan menunda-nunda pengetahuan dan praktik berekonomi. Menurutnya, pada Muktamar 2015 di Jombang nanti, NU harus serius menyerukan jihad ekonomi.

Kawit An Nur Slawi

"Kewirausahaan itu sebaiknya didudukkan sebagai jihad karena memang harus ada kesungguhan dalam ilmu dan pengalaman. Jihad adalah semangat sungguh-sungguh, dan makna substantif lebih luasnya juga sebagai upaya memerangi kefakiran, kebodohan, keterbelakangan dan seterusnya," terangnya.

Dalam pandangan Gus Yusuf, negara harus juga memperhatikan kewirausahaan. Pendidikan dan ketrampilan bekerja harus digalakkan. Gus Yusuf berpesan kepada pemerintah agar lebih serius dalam memetakan kebutuhan pelatihan-pelatihan kewirausahaan. Ia berharap jangan sampai program-program hanya berjalan untuk pelatihan itu sendiri karena tujuan pelatihan adalah memberikan dampak pada kehidupan sehari-hari.

Kawit An Nur Slawi

"Banyak program pelatihan di masa lalu yang tidak sesuai kebutuhan masyarakat, atau biasanya pemerintah hanya sedikit melatih, lalu memberikan bantuan mesin, kemudian mesin itu mangkrak. Itu harus dihindari," kritiknya. (Ferli/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Ahlussunnah, Pertandingan Kawit An Nur Slawi

Selasa, 05 September 2006

Kisah Hasan al-Bashri Melihat Orang Pacaran

Suatu hari di tepi sungai Dajlah, Hasan al-Basri melihat seorang pemuda duduk berdua-duaan dengan seorang perempuan. Di sisi mereka terletak sebotol arak. Kemudian Hasan berbisik dalam hati, “Alangkah buruk akhlak orang itu dan alangkah baiknya kalau dia seperti aku!”

Tiba-tiba Hasan melihat sebuah perahu di tepi sungai yang sedang tenggelam. Lelaki yang duduk di tepi sungai tadi segera terjun untuk menolong penumpang perahu yang hampir lemas karena karam. Enam dari tujuh penumpang itu berhasil diselamatkan.

Kisah Hasan al-Bashri Melihat Orang Pacaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Hasan al-Bashri Melihat Orang Pacaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Hasan al-Bashri Melihat Orang Pacaran

Kemudian dia berpaling ke arah Hasan al-Basri dan berkata, “Jika engkau memang lebih mulia daripada saya, maka dengan nama Allah, selamatkan seorang lagi yang belum sempat saya tolong. Engkau diminta untuk menyelamatkan satu orang saja, sedang saya telah menyelamatkan enam orang.”

Kawit An Nur Slawi

Bagaimanapun Hasan al-Basri gagal menyelamatkan yang seorang itu. Maka lelaki itu bertanya padanya. “Tuan, sebenarnya perempuan yang duduk di samping saya ini adalah ibu saya sendiri, sedangkan botol itu hanya berisi air biasa, bukan anggur atau arak.”

Hasan al-Basri tertegun lalu berkata, “Kalau begitu, sebagaimana engkau telah menyelamatkan enam orang tadi dari bahaya tenggelam ke dalam sungai, maka selamatkanlah saya dari tenggelam dalam kebanggaan dan kesombongan.”

Lelaki? itu menjawab, “Mudah-mudahan Allah mengabulkan permohonan tuan.”

Kawit An Nur Slawi

Semenjak itu, Hasan al-Basri semakin dan selalu merendahkan hati bahkan ia menganggap dirinya sebagai makhluk yang tidak lebih daripada orang lain.

Yusuf Suharto

(Dikutip dengan beberapa penyesuaian dari "Hikmah dari Timur" karya Idries Shah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Sejarah, Pesantren Kawit An Nur Slawi

Minggu, 27 Agustus 2006

Rekrut Siswa Baru, LP Ma’arif NU Kotagajah Berdayakan Peran Alumni

Lampung Tengah, Kawit An Nur Slawi. Memasuki masa penerimaan siswa baru tahun ajaran 2015/2016 Lembaga Pendidikan Ma’arif NU kecamatan Kotagajah, kabupaten Lampung Tengah, meminta kesediaan alumni untuk menjadi kepanjangan tangan almamaternya. Mereka diharapkan mengajak masyarakat di sekitar tempat tinggalnya untuk menyekolahkan anaknya di LP Ma‘arif NU Kotagajah.

Rekrut Siswa Baru, LP Ma’arif NU Kotagajah Berdayakan Peran Alumni (Sumber Gambar : Nu Online)
Rekrut Siswa Baru, LP Ma’arif NU Kotagajah Berdayakan Peran Alumni (Sumber Gambar : Nu Online)

Rekrut Siswa Baru, LP Ma’arif NU Kotagajah Berdayakan Peran Alumni

Demikian disampaikan Sekretaris LP Ma’arif NU Kotagajah H Subroto kepada kontributor Kawit An Nur Slawi daerah setempat di sela-sela penerimaan siswa baru di kantor MTs Ma’arif 02 Kotagajah, Lampung Tengah, Selasa (23/6).

“Penerimaan siswa baru sudah dilaksanakan oleh panitia, dan sudah disosialisasikan sejak satu bulan lalu, khususnya kepada wali murid lembaga pendidikan ini, dan juga para alumni,” tambahnya.

Kawit An Nur Slawi

Ia mengakui signifikansi peran alumni LP Ma’arif NU Kotagajah dalam meningkatkan kuantitas dan kualitasnya.

Kawit An Nur Slawi

Sebagaimana diketahui bahwa LP Ma’arif NU Kotagajah yang berdiri sejak 1982 kini telah memiliki MTs Ma’arif 02 Kotagajah dan MA Ma’arif  09 Kotagajah. Sedangkan SMK Ma’arif 05 Kotagajah didirikan tahun lalu.

Hingga kini pihak Maarif NU masih membuka penerimaan siswa baru.

Untuk calon siswa MTs Ma’arif 02, warga yang berminat bisa menghubungi sekretariat sekolah langsung atau berhubungan dengan H Muhibin di nomor 0852-7999-9438. Untuk MA Ma’arif  09 Kotagajah, peminat bisa menghubungi Usman Gatri di nomor 0858-4000-1144. Sedangkan untuk SMK Ma’arif 05 Kotagajah, masyarakat dapat berhubungan dengan M Zaimul Umam dengan nomor 0852-2665-0566. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Khutbah, Aswaja, Internasional Kawit An Nur Slawi

Minggu, 16 Juli 2006

Santri Annuqayah Lolos Program Kepemimpinan Muda RI-AS 2016

Sumenep, Kawit An Nur Slawi

Seorang santri Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep Madura, Khoironi El-Zihab lolos dalam Program Kepemimpinan Muda Indonesia-Amerika 2016 atau Indonesia-The United States Youth Leadership Program 2016 (I-US YLP 2016). Siswa MA Tahfidh Annuqayah tersebut melenggang ke program mendunia bersama guru SMA 3 Annuqayah, Moh Khatibul Umam.

"Keduanya akan ke Amerika Serikat sekitar sebulan pada Juli mendatang," terang Muhammad Mushthafa, Rabu malam (3/2/2016).

Santri Annuqayah Lolos Program Kepemimpinan Muda RI-AS 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Annuqayah Lolos Program Kepemimpinan Muda RI-AS 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Annuqayah Lolos Program Kepemimpinan Muda RI-AS 2016

Jebolan Universitas Utrecht tersebut menambahkan, alumnus Annuqayah Masyithah Mirza, menambah kegembiraan keluarga besar Pesantren Annuqayah yang juga lulus dalam program Australia-Indonesia Muslim Exchange Program (MEP) 2016. Ia akan ke Australia selama sekitar 2 pekan.

Masyithah merupakan alumnus Pesantren Annuqayah ketiga yang lulus dalam program MEP. Yang pertama adalah Hasan Basri pada tahun 2009, dan yang kedua ialah Bernando J Sujibto pada pada tahun 2011 lalu. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi Santri, Tokoh Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi

Rabu, 22 Maret 2006

Ikuti Festival Pencak Silat Pagar Nusa Se-Jawa-Bali!

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Untuk memeriahkan peringatan hari lahir (harlah) ke-15, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat Pagar Nusa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang akan menggelar dua perhelatan utama, yakni “Bintang Trisula Cup III” dan “Festival Pencak Silat Lintang Jagad”.

Ikuti Festival Pencak Silat Pagar Nusa Se-Jawa-Bali! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikuti Festival Pencak Silat Pagar Nusa Se-Jawa-Bali! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikuti Festival Pencak Silat Pagar Nusa Se-Jawa-Bali!

Bintang Trisula Cup III merupakan ajang kejuaraan pencak silat antarpelajar (baik putra maupun putri) Pagar Nusa se-Jawa dan Bali, sementara Festival Pencak Silat Lintang Jagad menjadi wahana kompetisi pencak silat yang menitikberatkan pada nilai seni budaya. Bintang Trisula Cup III akan berlangsung 2 - 5 Oktober 2014, sedangkan Festival Pencak Silat Lintang Jagad pada 1 November 2014.

Rilis yang diterima Kawit An Nur Slawi, Selasa (5/8), merinci, Bintang Trisula Cup III diikuti para pelajar SMP/SMA dan sederajat dari perguruan Pagar Nusa Se-Jawa dan Bali; atau pelajar SMP/MTs dengan syarat sudah berusia 14 tahun. Pasalnya, peserta perhelatan yang akan diadakan di gedung Sport and Student Center UIN Malang ini diwajibkan berusia lebih dari 14 tahun dan kurang dari 18 tahun.

Kawit An Nur Slawi

Untuk Festival Pencak Silat Lintang Jagad, sebagaimana Bintang Trisula Cup III, panitia mengharuskan tiap peserta disyaratkan mendapatkan surat rekomendasi dari instansi atau lembaga yang diwakili (sekolah, pesantren, cabang atau anak cabang di wilayah masing-masing).

Kawit An Nur Slawi

Setiap Tim hanya bisa mengirimkan satu orang dan/atau satu team per kategori.

Festival Pencak Silat Lintang Jagad yang rencananya diadakan di Hall Malang Town Square (Matos) tersebut menghadirkan para ahli sebagai dewan juri yang terdiri dari 2 pakar pencak silat dan 1 pakar koreografi, teater dan panggung.

Dalam perayaan harlah ini, pihak penyelenggara mengusung tema “Genggam Erat Budaya Bangsa”. Untuk informasi lebih lanjut, calon peserta dapat menghubungi panitia di email ukmpagarnusa.uinmlg@gmail.com. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Kajian, Ulama Kawit An Nur Slawi

Minggu, 05 Februari 2006

Tiga Tuntutan PMII Jatim kepada Presiden Terkait Madura

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur menyoroti masalah di Pulau Madura, Jawa Timur, soal kekayaan alam, konflik aliran, dan infrastruktur. Mereka menuntut pemerintah bertanggung jawab menyelesaikan segenap persoalan tersebut.

Hal ini disampaikan Ketua PKC PMII Jatim Fairouz Huda menanggapi penangkapan aktivis PMII yang menggelar aksi gabungan menolak kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Madura, Rabu (4/12). Fairouz mengatakan, mereka tak bersalah dan hanya menyuarakan tiga aspirasi pokok terkait beberapa masalah yang mendera rakyat Madura.

Tiga Tuntutan PMII Jatim kepada Presiden Terkait Madura (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Tuntutan PMII Jatim kepada Presiden Terkait Madura (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Tuntutan PMII Jatim kepada Presiden Terkait Madura

Pertama, soal potensi sumber gas yang cukup besar di kawasan Madura, khususnya di Pulau Giliyang, Sumenep. PMII Jatim menerima informasi bahwa kandungan gas di kepulauan tersebut memiliki kualitas gas terbaik di dunia. PMII mendesak presiden mengelola kekayaan alam ini untuk kepentingan negara, khususnya masyarakat Madura.

Kawit An Nur Slawi

“Tidak lantas potensi Migas (minyak dan gas) yang ditemukan itu dijual atau dilempar pada pihak asing yang tidak memberikan keuntungan lebih terhadap pemda, pemprov maupun pemerintah pusat,” kata Fairouz dalam siaran pers yang diterima Kawit An Nur Slawi, Rabu.

Kedua, PMII meminta pertanggungjawaban presiden atas penyelesaian kasus Syiah Sampang yang hingga kini tidak jelas solusinya. PMII menilai, pemerintah masih salah dalam memetakan akar persoalan dengan meyakini bahwa sumber koflik murni diakibatkan perbedaan keyakinan dalam beragama.

Kawit An Nur Slawi

Padahal, dalam pandangan PMII Jatim, konflik tersebut berakar pada masalah ekonomi dan sosial. Tingkat kesejahteraan masyarakat di Sampang masih memasukkan dalam kelompok daerah termiskin di Indonesia. Sementara tingkat pendidikan juga masih di bawah rata-rata.

“Dan di area konflik Syiah tersebut terdapat kandungan migas yang cukup besar, untuk dikelola menjadi sumber ekonomi pemerintah di Kabupaten Sampang. Namun kenapa harus terjadi konflik dengan modus perbedaan paham keagamaan? Wallahualam,” katanya.

Ketiga, PMII se-Madura mendesak presiden bertanggung jawab atas pembangunan Madura pasca-terbentangnya jembatan Suramadu. PMII menilai, hingga kini tidak ada dampak signifikan dari Suramadu terhadap pengelolahan sumber daya ekonomi masyarakat Madura. Pembebasan lahan ribuan hektar di sekitar jembatan Suramadu juga belum jelas peruntukannya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Hadits, Warta Kawit An Nur Slawi

Sabtu, 28 Januari 2006

Tingkatkan Mutu Kewirausahaan Kader, GP Ansor Gelar Pelatihan Life Skill

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor terus meningkatkan kualitas kehidupan kadernya agar siap dalam kompetisi dengan kader organisasi kemasyarakatan lainnya. Sekaligus mengantisipasi persaingan di era globalisasi.

“Salah satu bentuk peningkatan kualitas kader adalah dengan cara membangun sumber daya manusia yang siap pakai dan siap bersaing di mana saja. Di antaranya menggelar pelatihan life skill (keterampilan hidup),” ujar Ketua PP GP Ansor Mahmud Yunus seperti dilansir gp-ansor.org, Rabu (28/2).

Pelatihan bertajuk “Membangun Kemandirian Hidup Berwirausaha” merupakan hasil kerjasama dengan PP GP Ansor dengan Departemen Pendidikan Nasional. Sekitar 15 peserta dan 10 undangan peninjau mengikuti pelatihan yang digelar di Aula PP GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Jakarta itu. Mereka terdiri dari Pengurus PP GP Ansor, PW GP Ansor DKI Jakarta, PC GP Ansor se-DKI Jakarta, PC GP Ansor Kabupaten Tangerang dan PC GP Ansor Kota Tangerang.

Tingkatkan Mutu Kewirausahaan Kader, GP Ansor Gelar Pelatihan Life Skill (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Mutu Kewirausahaan Kader, GP Ansor Gelar Pelatihan Life Skill (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Mutu Kewirausahaan Kader, GP Ansor Gelar Pelatihan Life Skill

?

“Panitia memilih peserta yang memang sudah memiliki dasar kewirausahan atau yang sudah punya usaha, tapi masih kecil,” tambah Yunus.

Kawit An Nur Slawi

Hadir dalam acara itu, Mukhtar Hadyu, Idham Cholid, Ridwan Balia (Wakil Sekretaris Jenderal), Qohari Qolil (Bendahara), Mohammad Ma’ruf (mantan Ketua PW GP Ansor Bali) dan sejumlah pengurus lainnya. Narasumber yang hadir saat itu Manajer Koperasi Ansor Inkowina Drs Khohari Qolil dan Praktisi Usaha Voucher, Sandi Faisal.

“Kegiatan ini hanya dilangsungkan satu hari untuk efektifitas,” kata Yunus.

Kawit An Nur Slawi

Ia berharap usai pelatihan ini makin banyak kader-kader Ansor yang memiliki jiwa dan mental wirausaha. Sehingga pelatihan ini benar-benar bermanfaat dan mencapai tujuannya. “Oleh karena itu, kita juga berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini saja, bahkan kalau perlu berkesinambungan,” tegasnya.

Drs Khohari Qolil memaparkan, Inkowina dalam perjalanannya memang mengalami pasang surut. Oleh karena itu, pihaknya menerapkan kiat se-efesien mungkin dalam mengelola koperasi milik Ansor tersebut. “Meski keuntungannya sangat tipis, namun koperasi tersebut tetap jalan,” katanya.

Karena itu, kata Qohari, guna mengembangkan usaha Inkowina ke depan, pihaknya akan mencari mitra kerja yang memiliki jaringan luas. Namun demikian, hal itu bukan pekerjaan mudah. “Saya optimis, Inkowina bisa maju dan mampu bersaing dengan koperasi lainnya,” ujarnya. (gpa/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Sejarah, Fragmen Kawit An Nur Slawi