Minggu, 21 Agustus 2016

NU Utamakan Aspek Keagamaan

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Nahdlatul Ulama mengedepankan unsur agama di tengah masyarakat Indonesia. Dalam merumuskan program organisasi, NU selalu mengarahkan gerakannya dalam menyiarkan nilai-nilai agama Islam.

Hal tersebut dikemukakan oleh M. Imam Aziz, salah seorang Ketua PBNU dalam forum kunjungan resmi DPC PKB Sidoarjo di Kantor PBNU lantai lima, Jakarta Pusat, Rabu (26/12) Sore.

NU Utamakan Aspek Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Utamakan Aspek Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Utamakan Aspek Keagamaan

“NU itu jam‘iyah diniyah wa ijtima‘iyah ala thariqati ahlissunnah wal jama‘ah bi mazahibil arba‘ah atau organisasi keagamaan dan kemasyarakatan berdasarkan paham Ahlussunah wal Jama‘ah, Aswaja yang memeluk salah satu dari empat mazhab fiqih,” jelas Imam.

Kawit An Nur Slawi

Aspek keagamaan menurut paham Aswaja dan empat mazhab fiqih, diutamakan oleh NU berikut banom dan lembaganya melalui pesantren salaf, sekolah NU, Universitas NU, majelis taklim, istigasah, pengajian akbar, masjid, langgar, dan aneka kegiatan lain, tambah Imam.

Kawit An Nur Slawi

“Itulah yang diberikan NU kepada umat selain pemberdayaan masyarakat dengan aneka layanan umum dan pelatihan. Karena, kelompok di luar paham Aswaja juga tidak kalah semangat menghantam paham Aswaja yang dianut oleh umat Islam Indonesia. Karenanya, para kiai NU dan aktivisnya terus membentengi umat dalam kerangka Ahlussunah wal Jama‘ah,” kata Imam.

Pernyataan di atas disampaikan oleh Imam dalam menjawab pertanyaan seorang aktivis politisi, “Apakah yang diberikan NU kepada umat Islam di Indonesia?”

Sedikitnya empat puluh politisi dari Sidoarjo memadati aula lantai lima. Kunjungan berlangsung dengan suasana santai. Mereka diterima oleh Imam Aziz yang mengenakan kemeja putih berlengan pendek.  

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis    : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi News, Amalan Kawit An Nur Slawi

Doa ketika Mendengar Ayat Rahmat atau Ayat Siksa

Al-Qur’an merupakan kitab suci yang diturunkan oleh Allah swt melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw untuk disebarluaskan kepada segenap makhluk Allah. Selain sebagai petunjuk (hudan) bagi orang-orang yang bertakwa, Al-Qur’an juga memiliki fungsi sebagai pembeda (al-furqân) antara yang baik dan yang buruk. Hal ini ditegaskan dalam Q.S. Al-Furqon (25:1):

? ? ? ? ? ? ? ? ? 

Doa ketika Mendengar Ayat Rahmat atau Ayat Siksa (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa ketika Mendengar Ayat Rahmat atau Ayat Siksa (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa ketika Mendengar Ayat Rahmat atau Ayat Siksa

“Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqân (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam,”

Selain itu, secara karakteristik, ayat-ayat Al-Qur’an juga memiliki corak “keberpasangan”, corak keberpasangan ini bisa kita temukan misalnya dalam hal fungsi Al-Qur’an sebagai kabar gembira (basyîran) bagi orang-orang mukmin, sekaligus ancaman (nadzîran) bagi orang kafir. Kita juga menemukannya dalam corak ayat-ayat Al-Qur’an yang cenderung memasangkan ayat rahmat dengan ayat siksa (adzab).

Terkait dengan ayat rahmat dan ayat adzab, Syekh Abu Bakar Syatho ad-Dimyathi dalam kitab I’ânatuth Thâlibîn (Beirut: Dar Ihya al-Kutub al-Islamiyyah, tt), juz I, hal. 166, telah meriwayatkan doa-doa yang disunnahkan untuk dibaca ketika kita membaca atau mendengarkan ayat-ayat tersebut.

Kawit An Nur Slawi

Kesunnahan semacam ini berlaku baik ketika kita mendengarkannya di dalam sholat maupun di luar shalat, dan sebaiknya dibaca dalam kondisi suci, meskipun boleh juga dibaca dalam kondisi tidak memiliki wudhu. Doa-doa tersebut ialah:

Doa ketika mendengar ayat yang menerangkan rahmat:

Kawit An Nur Slawi

? ? ? ? ? ?

Rabbighfir warham wa Anta khairur râhimîn

“Ya Tuhanku, ampuni dan welasi aku, Engkau-lah Sebaik-baiknya Dzat Yang Penyayang.” 

Doa ketika mendengar ayat yang menerangkan siksa:

? ? ? ? ? ?

Rabbi innî a’ûdzu bika minal ‘adzâb

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung pada-Mu dari adzab.”

Demikianlah, semoga bisa senantiasa kita amalkan. Wallâhu a’lam bi-shawâb. (Muhammad Ibnu Sahroji)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi RMI NU Kawit An Nur Slawi

Senin, 15 Agustus 2016

Kiai Hizib Nashr itu

Oleh Ahmad Nur Kholis

Innalillahi wa Inna Ilaihi raji’uun. Sabtu,? 1 maret 2014 waktu isya, saya dibuat terkejut oleh wafatnya seorang tokoh ulama kharismatik, tokoh Nahdlatul Ulama. KH Masduqi Mahfudz. Lagi-lagi kiai panutan Nahdliyin wafat.

Kiai Hizib Nashr itu (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hizib Nashr itu (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hizib Nashr itu

Bagi saya, Ia adalah ulama yang penuh tauladan. Saya merupakan orang yang harus menyayangkan, karena tidaklah sempat saya bertatap muka dengannya meskipun sudah lebih 10 (sepuluh) tahun tinggal di Malang.

Saya hanya pernah ke pesantren Kiai Masduki, meskipun tidak sampai menemui beliau karena merasa takut dan grogi. Dan sekarang, saya sangat menyayangkan kesempatan itu tidak saya gunakan.

Kawit An Nur Slawi

Meskipun tidak pernah bertemu, kisah-kisah penuh teladan Kiai Masduki sangatlah masyhur terdengar di telinga masyarakat Malang terutama para santri. Dan salah satu keteladanan yang patut dicontoh dari seorang Kiai Masduki adalah gaya hidupnya yang sederhana, dan keteguhan pendirian yang dimilikinya yang bak karang tak tergoyahkan.

Ia terkenal sebagai ulama ahli doa Hizb Nashar. Sebagaimana dikutip oleh majalah AULA pada sekitar tahun 1996. Demikian ini karena memang Kiai Masduki Istiqamah mengamalkan doa hizb karya Syaikh Abil Hasan As-Syadzili itu.

Kawit An Nur Slawi

Bahkan kabarnya, dalam setiap acara apapun yang diselenggarakan oleh masyarakat, ia mesti membaca Hizb Nashar. Mungkin saking istiqamah dan Ikhlas serta lurusnya niat, ia sudah tidak perduli pandangan orang. Pokoknya niatnya berdo’a lillahi ta’ala.

Saya tahu nama KH Masduki Mahfudz sudah sejak lama. Bahkan jauh sebelum saya di tinggal Malang. Tepatnya waktu saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar di Madura. Selama bertahun-tahun ia mengasuh rubrik Bahtsul Masa’il di Majalah AULA.

Jikalau ingatan saya tidak salah, sebagaimana saya baca di Majalah milik PWNU Jawa Timur itu, sewaktu NU mengadakan Istighatsah Akbar di Lapangan Tambak Sari Surabaya, pada tahun 1996 silam, Kiai Masduki Mahfudz yang waktu itu diberi kesempatan membaca doa, juga membaca Hizb Nashar.

Ada suatu kisah tetang dirinya yang membuat saya terkagum-kagum adalah jalan kehidupan penuh kesederhanaan yang ia pilih. Dikisahkan bahwa, meskipun Ia telah menjadi seorang dosen di sebuah Perguruan Tinggi Negeri, dan Ia sendiri merupakan pegawai negeri di sana, ia tidaklah mengandalkan jabatannya. Kiai Masduki tidak mau mengisi perut dirinya dan keluarganya dari hasil pegawai negeri dan dosen itu. Akan tetapi ia memilih mencari rezeki lewat bekerja keras sebagai sopir angkot.

Jika kita tahu tentang riwayat Imam As-Syadzili pengarang hizib-hizib itu, yang meskipun seorang sufi tapi tetap menjadi pengusaha botol yang sukses, namun hidup dengan penuh kesederhanaan. Rupanya, jiwa Syaikh Abil Hasan As-Syadzili ini benar-benar melekat pada diri KH Masduqi.

Selamat jalan Imam As-Syadzili abad 21. Selamat jalan Imam As-Syadzili Indonesia. Allahummaghfir lahu warhahu wa ‘aafiihi wa’fu anhu.

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Cerita, Pendidikan, Syariah Kawit An Nur Slawi

Minggu, 14 Agustus 2016

Tiga Orang Ini Wajib Zakat Fitrah

Sebentar lagi Ramadhan akan berakhir. Itu artinya kewajiban zakat fitrah pun harus disegerakan. Penyerahan zakat paling lambat ialah sebelum shalat ‘Id diselenggarakan. Bila dilakukan setelah shalat ‘Id, maka zakat yang diserahkan dinilai sebatas sedekah biasa. Maka dari itu, segerakanlah membayar zakat sebelum temponya abis.

Ibadah zakat memiliki aturan dan ketentuan yang harus dipenuhi. Tidak semua orang diwajibkan untuk berzakat. Andaikan semuanya, tentu ini sangat memberatkan. Oleh sebab itu, penting kiranya untuk mengetahui siapa saja orang yang diwajibkan membayar zakat fitrah. Muhammad bin Qasim Al-Ghazi dalam Fathul Qarib menyebut tiga kelompok yang wajib atas mereka membayar zakat fitrah. Ketiga kelompok yang dimaksud ialah:

Tiga Orang Ini Wajib Zakat Fitrah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Orang Ini Wajib Zakat Fitrah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Orang Ini Wajib Zakat Fitrah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Kawit An Nur Slawi

Artinya, “Pertama, Islam dan tidak ada kewajiban zakat bagi orang kafir, kecuali budak dan kerabat Muslim dari orang kafir tersebut.

Kawit An Nur Slawi

Kedua, mereka masih diberi kehidupan hingga matahari terbenam pada akhir Ramadhan. Karenanya,? bila ada yang meninggal setelah terbenam matahari, ia masih dikenakan kewajiban zakat. Hal ini berbeda dengan anak yang lahir setelah terbenam matahari, dia tidak diwajibkan zakat.

Ketiga, dia memiliki kemudahan dan kesanggupan, atau memiliki makanan pokok yang melebihi dari kebutuhannya dan keluarganya pada hari tersebut, maksudnya pada saat hari Raya atau malamnya.

Setiap orang diwajibkan membayar zakat serta membayar zakat orang yang masih menjadi tanggungannya. Mereka tidak diwajibkan membayar zakat budak, saudara, dan istri yang kafir, sekalipun menjadi tanggungannya. Seseorang wajib menanggung zakat dirinya dan orang yang wajib dinafkahi. Seseorang tidak wajib membayarkan zakat fitrah budak, kerabat, dan istrinya yang kebetulan beragama di luar Islam sekalipun mereka wajib dinafkahi.”

Jadi ada tiga orang yang diwajibkan zakat: beragama Islam, masih hidup pada saat matahari terbenam, dan memiliki kelebihan makanan pokok pada saat hari raya dan malamnya. Kewajiban zakat fitrah tidak hanya berlaku untuk diri sendiri, tetapi kita mesti membayarkan zakat orang yang menjadi tanggungan kita, seperti anak dan istri.

Bagi siapa yang merasa memenuhi tiga persyaratan ini, bayarlah zakat dengan segera. Pembayaran zakat bertujuan untuk menyucikan diri orang yang puasa dan sekaligus momen untuk berbagi dengan sesama, terutama orang miskin. Jangan sampai pada hari berbahagia itu, masih ada saudara kita yang tidak dapat menikmati kebahagiaan hari raya karena masalah finansial. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Lomba, RMI NU, Bahtsul Masail Kawit An Nur Slawi

Senin, 08 Agustus 2016

Mensos Puji NU Kota Tasik Bisa Terbitkan Majalah

Tasikmalaya, Kawit An Nur Slawi



Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa memuji PCNU Kota Tasikmalaya yang bisa menerbitkan majalah. Ia berharap majalah dengan nama "Nahdoh" itu terus bertahan dan lebih berkembang lagi.

Mensos Puji NU Kota Tasik Bisa Terbitkan Majalah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Puji NU Kota Tasik Bisa Terbitkan Majalah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Puji NU Kota Tasik Bisa Terbitkan Majalah

"Ini bagus sekali. Terlihatnya juga profesional. Harus dipertahankan karena media alat dakwah kita juga," katanya selepas menghadiri Harlah NU ke-91 dan Muslimat ke-71 di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Ahad (30/4).

Menurut Khofifah, jurnalistik NU sudah dikenal sejak organisasi itu didirikan. NU sadar karya jurnalistik menjadi alat perjuangan menyebarkan syiar juga.

"PBNU punya Risalah NU,  Aula (milik PWNU Jawa Timur, Red), Kawit An Nur Slawi dan lain-lain. Termasuk PW dan PC NU di daerah lain. Tentu banyak informasi yang luput dari pemberitaan sehingga dengan memiliki majalah sendiri bisa disebarluaskan di kalangan umum," ujarnya.

Kawit An Nur Slawi

Ketua PCNU Kota Tasikmalaya KH Didi Hudaya didampingi Katib Syuriah KH Maman Luqman Ghazali mengungkapkan bahwa majalah Nahdoh ini sebagai tindak lanjut dari majalah NU sebelumnya. Di Tasikmalaya sejak 1933 sudah memiliki majalah dengan Almawaidz yang diterbitkan era Ketua NU, Soetisna Sendjaya.

"Dan di era sekarang kami tergugah akan khazanah jurnalistik NU itu. Dulu saja sampai bisa menjadi harian dengan jumlah pelanggan mencapai 2000 orang," ucap Kiai Didi.

Majalah Nahdoh ini, lanjut Didi, sudah dua kali terbit dan selamanya akan terbit, serta murni karya generasi muda NU Kota Tasikmalaya yang konsen di dunia jurnalistik.

Kawit An Nur Slawi

"Ke depan kami ingin punya radio FM NU karena terasa sekali pentingnya suatu media," katanya. (Nurjani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Nahdlatul Ulama, Ulama, Amalan Kawit An Nur Slawi

Kamis, 04 Agustus 2016

NU Telukjambe Timur Miliki BMT Beromzet Miliaran Rupiah

Karawang, Kawit An Nur Slawi. Dari 30 Pengurus Majelis Wakil Cabang Nadhlatul Ulama (MWCNU) yang ada di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, MWCNU Telukjambe Timur dinilai sebagai MWCNU yang paling menonjol.

Hal ini dikarenakan selain bergerak di bidang keagamaan, MWCNU Telukjambe berhasil bergerak di bidang ekonomi yaitu dengan mendirikan Baitul Maal wat Tamwil Niaga Utama (BMT NU) yang beromzet miliaran Rupiah.

NU Telukjambe Timur Miliki BMT Beromzet Miliaran Rupiah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Telukjambe Timur Miliki BMT Beromzet Miliaran Rupiah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Telukjambe Timur Miliki BMT Beromzet Miliaran Rupiah

Demikian Disampaikan H Jaka Kuntadi, Ketua MWCNU Telukjamber Timur Periode 2011-2016 saat menyampaikan Laporan pertanggungjawaban dalam kegiatan Konferensi MWCNU Telukjambe yang digelar di Hotel Selection Blue, Karawang, Sabtu (12/2) lalu.

"BMT NU didirikan pada tahun 2012, modal awal kita hanya 100 juta, alhamdulillah sekarang omzetnya sudah lebih dari 2 miliar rupiah dan punya tiga Kantor Cabang di Kabupaten Karawang, saya harap pengurus periode selanjutnya bisa membuka kantor Cabang yang baru," ungkap Jaka yang disambut tepuk tangan hadirin.

Ditambahkan Jaka, pada tahun 2015 BMT NU ini juga mendapat penghargaan dari Dinas Koperasi Propinsi Jawa Barat sebagai Koperasi terbaik yang ada di wilayah Jawa Barat.

Kawit An Nur Slawi

Selain bidang ekonomi itu, Jaka pun melaporkan bahwa MWCNU Telukjambe Timur juga bergerak di bidang pendidikan yaitu dengan mendirikan Sekolah Dasar Islam Terpadu Nahdlatul Ulama (SDIT NU) Telukjambe.

"Kita harus mengikuti perkembangan zaman, Sekolah Islam Terpadu itu direspon positif oleh masyarakat makanya kita juga SDIT Telukjambe," tandasnya.

Kawit An Nur Slawi

Sementara itu, dalam Konferensi ini, Kiai Mahpudin Ahmad kembali dipilih oleh Tim Ahwa untuk kembali menjabat Rais Syuriyah dan Gatot Mukhlishin terpilih menjadi Ketua MWCNU Telukjambe Timur periode 2017-2022. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Nusantara, Nahdlatul Ulama, Fragmen Kawit An Nur Slawi