Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa memuji PCNU Kota Tasikmalaya yang bisa menerbitkan majalah. Ia berharap majalah dengan nama "Nahdoh" itu terus bertahan dan lebih berkembang lagi.
| Mensos Puji NU Kota Tasik Bisa Terbitkan Majalah (Sumber Gambar : Nu Online) |
Mensos Puji NU Kota Tasik Bisa Terbitkan Majalah
"Ini bagus sekali. Terlihatnya juga profesional. Harus dipertahankan karena media alat dakwah kita juga," katanya selepas menghadiri Harlah NU ke-91 dan Muslimat ke-71 di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Ahad (30/4).Menurut Khofifah, jurnalistik NU sudah dikenal sejak organisasi itu didirikan. NU sadar karya jurnalistik menjadi alat perjuangan menyebarkan syiar juga.
"PBNU punya Risalah NU, Aula (milik PWNU Jawa Timur, Red), Kawit An Nur Slawi dan lain-lain. Termasuk PW dan PC NU di daerah lain. Tentu banyak informasi yang luput dari pemberitaan sehingga dengan memiliki majalah sendiri bisa disebarluaskan di kalangan umum," ujarnya.
Kawit An Nur Slawi
Ketua PCNU Kota Tasikmalaya KH Didi Hudaya didampingi Katib Syuriah KH Maman Luqman Ghazali mengungkapkan bahwa majalah Nahdoh ini sebagai tindak lanjut dari majalah NU sebelumnya. Di Tasikmalaya sejak 1933 sudah memiliki majalah dengan Almawaidz yang diterbitkan era Ketua NU, Soetisna Sendjaya."Dan di era sekarang kami tergugah akan khazanah jurnalistik NU itu. Dulu saja sampai bisa menjadi harian dengan jumlah pelanggan mencapai 2000 orang," ucap Kiai Didi.
Majalah Nahdoh ini, lanjut Didi, sudah dua kali terbit dan selamanya akan terbit, serta murni karya generasi muda NU Kota Tasikmalaya yang konsen di dunia jurnalistik.
Kawit An Nur Slawi
"Ke depan kami ingin punya radio FM NU karena terasa sekali pentingnya suatu media," katanya. (Nurjani/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id
Kawit An Nur Slawi Nahdlatul Ulama, Ulama, Amalan Kawit An Nur Slawi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar