Rabu, 29 Februari 2012

Paduan Suara MTs Binaul Ummah Bakar Semangat Nasionalisme Peserta Konferwil Fatayat ke-XI

Yogyakarta, Kawit An Nur Slawi. Pada acara perhelatan Konferwil Fatayat NU DIY ke-XI, Sabtu-Ahad (25/26), paduan suara dari MTs Binaul Ummah membakar semangat nasionalisme dan semangat ke-NU-an peserta yang hadir. Ada tiga lagu yang ditampilkan oleh paduan suara MTs Binaul Ummah yakni Mars Syubbanul Wathon, Mars Fatayat dan Syi’ir NU.?

Paduan Suara MTs Binaul Ummah Bakar Semangat Nasionalisme Peserta Konferwil Fatayat ke-XI (Sumber Gambar : Nu Online)
Paduan Suara MTs Binaul Ummah Bakar Semangat Nasionalisme Peserta Konferwil Fatayat ke-XI (Sumber Gambar : Nu Online)

Paduan Suara MTs Binaul Ummah Bakar Semangat Nasionalisme Peserta Konferwil Fatayat ke-XI

“Indonesia negeriku, engkau panji martabatku, siapa datang mengancammu kan binasa di bawah dulimu. Siapa datang mengancammu kan binasa di bawah dulimu!, demikian salah satu lirik Mars Syubbanul Wathon karya Kiai Wahab Hasbullah yang menggetarkan arena Konferwil Fatayat ke-XI.?

Selain menyanyikan lagu bernafaskan nasionalisme, mereka juga menyanyikan syi’ir NU yang secara tidak langsung memberikan pengetahuan kepada para peserta yang hadir tentang NU dalam acara pembukaan Konferwil Fatayat tersebut.?

Tahun 26 laire NU. Ijo-ijo benderane NU. Gambar jagad simbole NU. Bintang songo lambange NU,” ujar mereka kompak.?

Pelatih paduan suara sekaligus guru di MTs Binaul Ummah, Heri Kiswanto mengungkapkan bahwa hanya butuh waktu latihan selama tiga minggu dan delapan kali tatap muka.?

Kawit An Nur Slawi

“Sebenarnya siswa memiliki potensi yang bagus dalam hal seni olah suara. Saya berharap ke depan, para siswa diberikan ruang lebih banyak untuk belajar musik,” tegas Heri.?

Sebagai pelatih, Heri juga menegaskan kagum dengan lagu Syubbanul Wathan.?

Kawit An Nur Slawi

“Lagu Syubbanul Wathan bukan sekadar lagu biasa. Lagu tersebut termasuk lagu yang memiliki ruh yang dapat menggetarkan dan membangkitkan kembali jiwa nasionalisme kaum santri, baik itu yang menyanyikan maupun yang mendengarkan lagu itu,” tandas Heri.?

Penampilan paduan suara MTs Binaul Ummah yang menyanyikan lagu bernapaskan nasionalisme mendapatkan apresiasi yang luas dari tamu undangan dan peserta yang hadir. (Nur Rokhim/Mukafi Niam)?



Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Halaqoh Kawit An Nur Slawi

Senin, 20 Februari 2012

Silakan Datang, tapi Masyarakat Indonesia Tak Suka

Lamongan, Kawit An Nur Slawi. Pengurus Besar Mahdlatul Ulama (PBNU) mengingatkan Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush soal ketidaksenangan rakyat Indonesia. ”George Bush silakan datang, akan tetapi masyarakat Indonesia tidak menyukai kedatangnya dan itu harus direspon secara baik oleh Amerika,” ungkap KH Said Aqil Siradj, Ketua PBNU usai menghadiri acara halal-bi halal yang diselenggarakan Pengurus Cabang (PC) NU Lamongan di Ponpes Darul Mustaqhisin, Lamongan, Jawa Timur, Senin (13/11) kemarin.

Lebih lanjut, dikatakan Kang Said—demikian panggilan akrabnya--PBNU telah berupaya mengingatkan orang nomer satu di AS tersebut akan kehadirannnya di Indonesia 20 Nopember mendatang . ”Pak Hasyim (Muzadi-Red) akan menyampaikan pernyataan resminya menjelang kedatangan Bush. Namun intinya tetap, yakni sebagai tamu silakan saja datang ke Indonesia, akan tetapi perlu diketahui kalau masyarakat Indonesia tidak menyukai kedatangannya” ujarnya.

Silakan Datang, tapi Masyarakat Indonesia Tak Suka (Sumber Gambar : Nu Online)
Silakan Datang, tapi Masyarakat Indonesia Tak Suka (Sumber Gambar : Nu Online)

Silakan Datang, tapi Masyarakat Indonesia Tak Suka

Dalam sambutannya, Kang Said mengingatkan akan tantangan NU ke depan tidaklah ringan. ”Apalagi dengan bermunculannya berbagai aliran yang mempergunakan nama Islam yang jelas-jelas berusaha mengaburkan ajaran Islam seperti merebaknya aliran salawiyah,” ungkapnya.

Di samping itu ia mengingatkan NU hendaknya saat ini dapat menjadi pengayom, pelindung dan penyelamat umat lain, tambahnya.

Sementara itu H Soejono, wakil sekretaris Pengurus Wilayah (PW) NU Jawa Timur mengingatkan agar warga NU tidak mengungkit-ungkit kembali kasus serta sikap yang diambil PWNU Jawa Timur soal penetapan Hari Raya Idul Fitri 1427 H beberapa waktu lalu yang berbeda dengan ketetapan PBNU.

Kawit An Nur Slawi

”PWNU dan PBNU menganggap kasus ini sudah selesai dan meminta warga NU Jawa Timur untuk tidak ngudhal-udhal (mengungkit-ungkit-Red) masalah ini lagi,” ungkapnya.

Acara halal-bihalal PCNU Lamongan sendiri berlangsung semarak, karena dihadiri ribuan warga nahdiyyin, dari Pengurus Ranting (PR) sampai Majelis Wakil Cabang (MWC) serta badan otonom di bawah NU se-Lamongan yang memadati lapangan Masjid Pondok Pesantren Darul Mustaqisin. Di antara yang hadir, para kiai sepuh NU, seperti, KH Ilyas Mawardi, KH Suudi Karim, KH Masud Maj’nar (Gus Ud) serta beberapa kiai lainnya.

Di samping itu ada anggota DPR-RI Taufiqurraham Saleh, H Makkin Abbas Ketua DPRD Lamongan, serta Pj Ketua Tanfidziyah PCNU Lamongan KH Abdullah Maun. (hrb/ais)

Kawit An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Budaya, AlaNu, Tokoh Kawit An Nur Slawi

Sabtu, 18 Februari 2012

Sambut Tahun Baru Hijriah, Ratusan Nahdliyin Probolinggo Shalat Tasbih

Probolinggo, Kawit An Nur Slawi. Dalam rangka menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriyah, ratusan Nahdliyin di Kabupaten Probolinggo melakukan sholat Tasbih berjamaah di Masjid Bin Aminuddin di Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Rabu (20/9) malam.

Sambut Tahun Baru Hijriah, Ratusan Nahdliyin Probolinggo Shalat Tasbih (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Tahun Baru Hijriah, Ratusan Nahdliyin Probolinggo Shalat Tasbih (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Tahun Baru Hijriah, Ratusan Nahdliyin Probolinggo Shalat Tasbih

Sholat Tasbih ini digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bersama pengurus PCNU (Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan) serta Pondok Pesantren Hati Kraksaan.

Kegiatan ini dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Hati sekaligus Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Probolinggo Nadda Lubis serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Hadir pula sejumlah jajaran pengurus syuriyah dan tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan. Serta sejumlah pengurus Gapensi dan Kepala Desa/Lurah se-Kecamatan Kraksaan.

Sholat Tasbih yang dipimpin imam KH Miftahul Huda ini diawali dengan sholat Isya berjamaah. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan tentang tata cara dan fadhilah dari sholat Tasbih.

Kawit An Nur Slawi

 

Dalam sambutannya KH Miftahul Huda menyampaikan bahwa sholat Tasbih ini merupakan anjuran dari Rasulullah SAW yang harus selalu dilakukan setiap hari, seminggu sekali, sebulan sekali, setahun sekali dan sekali dalam hidup. “Jangan sampai tidak pernah melakukan sholat Tasbih selama hidup di dunia,” katanya.

Kawit An Nur Slawi

Menurut Kiai Huda, dalam sebuah hadits Rasulullah SAW menyebutkan bahwa dengan melakukan sholat Tasbih maka Allah akan mengampuni dosa-dosa baik awal maupun akhir, dosa yang baru maupun lama, disengaja atau tidak dan terang-terangan atau sembunyi.

“Disamping bisa menghapus dosa awal dan akhir, gerakan dari sholat Tasbih juga mampu membuat orang yang melakukannya sehat wal afiat. Sehingga banyak sekali fadhilah dari melakukan sholat Tasbih,” tegasnya.

Sementara H Hasan Aminuddin menyampaikan bahwa kegiatan sholat Tasbih ini dilakukan dengan niatan semata-mata untuk mencari ridho dari Allah SWT. Hal ini merupakan salah satu syiar karena selama ini umat Islam terjebak dalam perayaan tahun baru masehi. 

“Biasanya, tahun baru 1 Januari itu dirayakan dengan sangat meriah sekali. Kita selaku umat Islam terjebak didalam. Sehingga begitu saya menjadi Ketua DPRD tahun 1999 silam, saya mengawali peringatan Tahun Baru Hijriyah dengan melakukan pawai obor. Sebenarnya Islam itu mayoritas, tetapi terkadang terjebak dengan budaya  di luar Islam,” katanya.

Menurut Hasan, sholat Tasbih ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk menghapus dulu kita mulai dari awal hingga akhir, baik sengaja maupun tidak disengaja serta baik terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.

“Ke depan saya atas nama Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan berniat akan membudayakan sholat Tasbih di Masjid Bin Aminuddin. Saya akan berusaha istiqomah setiap bulan melaksanakan sholat Tasbih pada malam Kamis Wage. Semoga kita mampu mengamalkannya dengan baik,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut Hasan Aminuddin juga mengajak seluruh jamaah untuk berdoa bersama-sama yang ditujukan kepada saudara muslim Rohingya yang ada di Rakhine State, Myanmar. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Fragmen, Olahraga, Berita Kawit An Nur Slawi

Rabu, 08 Februari 2012

Perempuan dan Perpres Umar bin Khattab RA

Konon, dalam riwayat Abdullah bin Mish‘ab, Amirul Mukminin Sayyidina Umar bin Khattab RA susah tidur. Jumlah perjaka tua atau jomblo kawakan membludak. Mereka telat kawin bahkan luput karena standar mahar begitu tinggi. Tambah lagi upacara tetek-bengek adat perkawinan yang rumit dan tentu nambah ongkos.

Sayyidina Umar RA berinisiatif mengeluarkan Perpres terkait mahar. Amirul mukminin yang sangat power full ini menetapkan batas maksimal mahar calon mempelai pria untuk calon mempelai wanita pada angka 40 uqiyah mas (1 uqiyah setara 28 gram).

Perempuan dan Perpres Umar bin Khattab RA (Sumber Gambar : Nu Online)
Perempuan dan Perpres Umar bin Khattab RA (Sumber Gambar : Nu Online)

Perempuan dan Perpres Umar bin Khattab RA

“Pokoknya jangan lebih dari 40 uqiyah mas sekalipun mempelai wanitanya adalah gadis turunan bangsawan seperti anak gadis Yazid bin Hushain (pemuka adat Bani Harits). Kalau sampai ketahuan ada yang bayar kelebihan, saya beslah lebihannya untuk nambah kas negara,” kata Sayyidina Umar RA.

Kawit An Nur Slawi

Para hulubalang istana hingga aparat desa dan khotib-khotib Jumat bekerja keras. Mereka ingin memastikan Perpres itu sampai ke lapisan masyarakat paling bawah. Walhasil, mereka ingin Perpres ini diketahui dengan merata. Sementara Sayyidina Umar bin Khattab bisa bernafas lega, dan tidur nyenyak.

Tanpa diduga seorang wanita memaksa untuk bertemu.

Kawit An Nur Slawi

“Yang mulia. Apa kagak salah?” kata wanita tersebut menggugat Perpres Sayyidina Umar RA.

“Masalahnya di mana?” kata Sayyidina Umar RA bingung.

“Yang benar saja kalau bikin peraturan? Peraturan yang mulia buat berbenturan dengan kitab suci kita,” katanya. Ia kemudian membaca Surat An-Nisa ayat 20 yang artinya “Sedangkan kalian telah memberikan harta yang banyak kepada salah seorang di antara mereka, maka janganlah kalian mengambil kembali sedikitpun pemberian tersebut.

Usai membaca ayat tersebut, ia meninggalkan Amirul Mukminin yang tinggal dalam keadaan jengkel.

Wajah Sayyidina Umar RA berubah merah. Semua suara seakan masuk ke telinganya. Hatinya berbisik, “Itukan ayat soal lain, soal larangan seorang suami mengambil mahar yang pernah diberikan kepada istri lamanya sebelum diceraikan, lalu diberikan kepada calon istri baru.”

“Susah ngomong dengan perempuan. Maunya menang sendiri. Kaum laki-laki sampai kiamat pun akan salah terus,” kata Sayyidina Umar RA geleng-geleng kepala mengalah lalu berpaling. (Alhafiz K)

*) Dikutip dari Akhbaruz Zhiraf wal Mutamajinin karya Ibnul Jauzi. Judul dibuat oleh pengutip.

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Hadits, Pendidikan Kawit An Nur Slawi

Senin, 06 Februari 2012

Habib Luthfi Ajak Jamaah Doakan Korban Kecelakaan Bus Engon

Solo, Kawit An Nur Slawi. Rais ‘Aam Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (Jatman) Habib Muhammad Luthfi bin Ali Yahya, mengungkapkan rasa duka mendalam bagi korban kecelakaan bus  Sang Engon yang mengangkut sejumlah jamaah pengajian Kanzus Shoalwat dari Bojonegoro di Tol Jatingaleh, Jumat (20/2).

Seperti yang diberitakan di beberapa media, sebanyak 18 orang meninggal dalam kecelakaan di Lingkar Jangli ruas tol dalam Kota Semarang, Jawa Tengah.

Habib Luthfi Ajak Jamaah Doakan Korban Kecelakaan Bus Engon (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi Ajak Jamaah Doakan Korban Kecelakaan Bus Engon (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi Ajak Jamaah Doakan Korban Kecelakaan Bus Engon

“Saya secara pribadi dan segenap keluarga besar Kanzus Shalawat berduka sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa rombongan jamaah Kanzus Shalawat dari Bojonegoro pada pukul 13.00 di Tol Jatingaleh Semarang,” ungkap Habib Luthfi dalam akun facebook-nya.

Kawit An Nur Slawi

Habib Luthfi juga mengimbau kepada para jamaah dan murid untuk mendoakan para korban. “Semoga yang meninggal husnul khatimah dan keluarganya diberi ketabahan. Kepada jamaah kanzus shalawat di wilayah Semarang dan jamaah terdekat dapat membantu dan memberi kemudahan untuk mengevakuasi korban selamat dan memberikan pertolongan pertama dan perawatan dengan sebaik-baiknya kepada korban selamat. Kepada segenap kaum muslimin mohon doa, baik untuk korban meninggal mapun korban selamat,” imbuhnya.

Kawit An Nur Slawi

Terkait musibah ini, Kanzuz Sholawat juga akan mengadakan kegiatan Yasinan untuk mendoakan para korban selama 7 hari ke depan, yang dilaksanakan rutin sehabib Isya. (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Cerita, Syariah, Daerah Kawit An Nur Slawi