Minggu, 28 Maret 2010

UIN Malang Perkuat Jaringan dengan Aswaja NU Center

Surabaya, Kawit An Nur Slawi. Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Jawa Timur, mengunjungi Pimpinan Wilayah Aswaja NU Center Jatim di Surabaya. Diharapkan ada kerja sama antara kedua belah pihak dan rencana pendirian Forum Mahasiswa Aswaja atau Formas di kampus tersebut.

UIN Malang Perkuat Jaringan dengan Aswaja NU Center (Sumber Gambar : Nu Online)
UIN Malang Perkuat Jaringan dengan Aswaja NU Center (Sumber Gambar : Nu Online)

UIN Malang Perkuat Jaringan dengan Aswaja NU Center

"Rombongan yang berjunjung ke tempat kami dipimpin langsung oleh Bapak Kiai Rosidin yang juga dosen di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan kampus setempat," kata M Zunaidul Muhaimin kepada Kawit An Nur Slawi, Sabtu (28/11).

Wakil Direktur PW Aswaja NU Center Jatim ini menyampaikan, tujuan kunjungan adalah sebagai media silaturahim untuk memperkuat perjuangan dalam menyebarkan Aswaja di berbagai tempat, khususnya di kampus UIN Maliki. "Kita ingin ada kerja sama yang semakin intensif antara kami dengan kampus tersebut dan juga sejumlah kampus lain," kata kandidat doktor UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Kawit An Nur Slawi

Dalam pertemuan di salah satu ruangan rapat kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Al-Akbar Timur Surabaya tersebut, rombongan juga mengemukakan keinginan untuk memperdalam al-Quran dan Hadits dan penerapannya di masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, maka diharapkan di UIN Maliki nantinya dapat terbentuk Forum Mahasiswa Aswaja atau Formas sebagaimana di sejumlah kampus lain di Jawa Timur. "Karena hasil dari komunikasi dan kerja sama dengan sejumlah kampus tersebut akhirnya terbentuklah Formas atau Forum Mahasiswa Aswaja," terang dosen di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) ini.

Kawit An Nur Slawi

Di tempat terpisah, KH Abdurrahman Navis mengemukakan sangat mengapresiasi kunjungan tersebut. "Ini merupakan salah satu program kami untuk membentengi mahasiswa dari pengaruh sejumlah aliran serta meneguhkan Aswaja di berbagai kampus," katanya.

Selanjutnya, Direktur Utama PW Aswaja NU Center Jatim ini siap bekerja sama untuk menyelenggarakan kajian Aswaja di kampus setempat. "Bahkan bila memungkinkan,? kami juga siap hadir saat diselenggarakan daurah Aswaja demi memperkuat pemahaman para mahasiswa," kata Pengasuh Pesantren Nurul Huda Surabaya ini.

Kiai Navis juga berharap usai kunjungan akan ada tindak lanjut dengan didirikannya Formas agar silaturahim antara pegiat Aswaja dapat terjalin semakin intensif. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Foto: Wakil Direktur dan pengurus PW Aswaja NU Center saat menerima puluhan mahasiswa UIN Maliki di kantor PWNU Jatim

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi RMI NU, Berita, Habib Kawit An Nur Slawi

Jumat, 26 Maret 2010

GP Ansor Sumbar Siap Berikan Pendampingan Eks Anggota Gafatar

Padang, Kawit An Nur Slawi

Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat (Sumbar) siap memberikan pendampingan terhadap eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang dipulangkan ke daerah asalnya di Sumatera Barat. ? Pendampingan ini dimaksudkan agar eks anggota Gafatar bisa kembali menjalankan ajaran agama Islam yang benar di tengah umat dan lingkungannya. ?

GP Ansor Sumbar Siap Berikan Pendampingan Eks Anggota Gafatar (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumbar Siap Berikan Pendampingan Eks Anggota Gafatar (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumbar Siap Berikan Pendampingan Eks Anggota Gafatar

?

Hal itu diungkapkan Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumbar Rahmat Tuanku Sulaiman, Jumat (5/2/2016), ketika membuka Rapat Koordinasi Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat dengan Pimpinan Cabang Ansor se-Sumatera Barat, di aula PWNU Sumbar, Padang. ?

?

Kawit An Nur Slawi

Menurut Rahmat, sebagai warga negara yang baik, eks anggota Gafatar jangan dikucilkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Mereka juga bagian dari masyarakat kita yang membutuhkan hidup bermasyarakat. Oleh karena itu bagi eks anggota Gafatar yang sudah menyadari kekeliruaannya dan bersedia kembali ke jalan yang benar, sudah saatnya pula masyarakat menerimannya dengan baik.

?

"Tentunya mereka yang akan mendapatkan pendampingan sudah menyatakan bertaubat, bersumpah keluar dari Gafatar dan bersumpah untuk kembali ke jalan yang benar. Anggaplah ketika masuk Gafatar karena kekeliruan, setelah mengetahui adanya kekeliruan tersebut kembali ke jalan yang benar," kata Rahmat alumni Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Pakandangan, Kabupaten Padang Pariaman ini.?

?

Kawit An Nur Slawi

Selain itu, kata Rahmat, masyarakat harus belajar dari kemunculan Gafatar ini. ? Dimana masyarakat, terutama orangtua untuk memperhatikan anak-anak dan generasi mudanya jangan mudah terpengaruh oleh kelompok, paham dan ajaran baru yang tidak jelas sumbernya. Di zaman yang serba internet ini, banyak orang hanya bertanya kepada ‘mbah google’, ketimbang kepada ahlinya.

?

"Generasi muda yang pengetahuan dan pemahaman keagamaannya masih dangkal, akan mudah terprovokasi oleh paham, ajaran atau pemikiran yang diterimanya dari informasi media sosial. ? Pada akhirnya dapat merubah sikap, tingkah laku, pemikiran dan pola hidup seseorang yang tidak lagi sesuai dengan agama Islam yang sudah diyakini sejak dini," kata Rahmat Tuanku Sulaiman yang didampingi Sekretaris PW GP Ansor Arianto.

?

Selain itu, kata Rahmat, PW Ansor Sumatera Barat menghimbau kepada seluruh kader Ansor dan umat Islam untuk memperkuat kehidupan beragama di lingkungan masing-masing. Sehingga dengan memperkuat kehidupan beragama ? tersebut dapat mencegah masuk dan berkembangnya paham, ajaran atau pemikiran keagamaan yang tidak sesuai dengan apa yang sudah ada di daerah tersebut.

?

Rapat Koordinasi (Rakor) diawal dengan membaca Al-Fatihan dan diakhiri dengan membaca Shalawat Nabi Muhammad Saw. Rakor ? sekaligus menyampaikan surat-surat keputusan PP GP Ansor terkait dengan surat keputusan tentang pengesahan pengurus PC GP Ansor di Kabupaten dan Kota.

?

"Dengan keluarnya surat keputusan kepengurusan tersebut, diharapkan akan memberikan motivasi yang semakin tinggi bagi pengurus Ansor di Sumatera Barat untuk berbuat baik demi kemaslahatan umat," tuturnya. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Jadwal Kajian Kawit An Nur Slawi

Kamis, 25 Maret 2010

Hargai Perbedaan, Jangan Paksakan Persamaan

Bandar Lampung, Kawit An Nur Slawi 



Mustasyar PWNU Provinsi Lampung Prof. Muhammad Mukri mengatakan bahwa manusia diciptakan oleh Allah SWT di muka bumi ini memiliki perbedaan masing-masing baik dari segi fisik, pemikiran maupun tingkah laku.

Hargai Perbedaan, Jangan Paksakan Persamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hargai Perbedaan, Jangan Paksakan Persamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hargai Perbedaan, Jangan Paksakan Persamaan

"Manusia itu ditakdirkan untuk berbeda," tegas Rektor UIN Raden Intan Lampung saat memberikan hikmah Halal Bihalal Keluarga Besar Universitas Lampung di Kampus Jl. Brojonegoro, Bandar Lampung, Selasa (11/7).

Namun, perbedaan yang sudah merupakan sunnatullah ini, jangan sampai dijadikan dasar untuk kemudian terpecah belah dan saling bermusuhan. Perbedaan yang dimiliki masing-masing individu manusia haruslah dimanfaatkan untuk saling dan tolong menolong.

Contoh nyata yang bisa dilihat saat ini adalah bagaimana bangsa Indonesia damai dan tetap eksis sampai dengan saat ini karena lebih mengedepankan untuk menghargai perbedaan dan tidak memaksakan persamaan. 

Hal ini berbeda dengan bangsa timur tengah yang selalu bergejolak dan terjadi peperangan dengan sesama saudara karena menginginkan semuanya sama.

Kawit An Nur Slawi

"Kita bangsa Indonesia harus banyak bersyukur dibandingkan dengan negara-negara Timur Tengah yang bergejolak karena lebih mengedepankan perbedaan tidak mencari persamaan," katanya di depan rektor, dekan dan para karyawan Unila.

Prof. Mukri mengajak seluruh ummat Islam untuk saling memberikan dan mengedepankan pengertian kepada sesama manusia. Apalagi dimomen Idul Fitri yang merupakan saat tepat untuk saling memaafkan. 

"Melalui halal bihalal ini mari kita saling memaafkan, kita perkuat iman kita setelah digembleng selama satu bulan dalam puasa Ramadhan," imbaunya. “Karena sejatinya manusia akan kembali pada penciptanya," ujarnya pada kegiatan yang bertema “Merajut Kebersamaan dalam Bingkai Keragaman”. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi Kyai, Sejarah Kawit An Nur Slawi

Rabu, 10 Maret 2010

Munas-Konbes NU Sepakati Ahlul Halli wal Aqdi

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Wacana perubahan sistem rekrutmen pemimpin di NU yang bergulir belakangan ini akhirnya menemukan titik terang. Forum Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar NU 2014 menyepakati Ahlul Halli wal Aqdi sebagai alternatif sistem pemilihan Rais Aam PBNU.

Hal itu mengemuka dalam rapat pleno terakhir Munas-Konbes NU 2014 di gedung PBNU, Jakarta, Ahad (2/11). Rapat diikuti para kiai dan pengurus NU utusan Pengurus Wilayah NU (PWNU) seluruh Indonesia.

Munas-Konbes NU Sepakati Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)
Munas-Konbes NU Sepakati Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)

Munas-Konbes NU Sepakati Ahlul Halli wal Aqdi

Dalam sistem Ahulul Halli wal Aqdi, Pengurus Cabang NU (PCNU) tak dilibatkan secara langsung sebagaimana yang biasa berjalan, melainkan melalui beberapa orang terpilih yang dinilai layak menentukan pemimpin tertinggi di NU.

Kawit An Nur Slawi

“Untuk penjabaran teknis pelaksanaannya PBNU perlu membentuk tim yang bertugas merumuskan tata cara pemilihan,” kata Ketua PBNU H Imam Azis saat membacakan hasil diskusi Komisi Organisasi di hadapan forum.

Setelah mendapat masukan dari musyawirin, Ahlul Halli wal Aqdi disepakati untuk merujuk pada usulan PWNU Jawa Timur dan Jawa Tengah yang sudah menggodok terlebih dahulu sebelum Munas.

Kawit An Nur Slawi

Hasil ini menjadi bahan yang akan diajukan di Muktamar NU ke-33 sebagai forum tertinggi untuk masuk ke dalam butir Anggaran Dasar dan Rumah Tangga NU. Sebelumnya, sistem rekrutmen pemimpin model ini sempat akan diterapkan dalam pemilihan rais syuriah dan ketua tanfidhiyah PWNU Jatim, namun urung karena belum tertuang secara eksplisit dalam aturan organisasi.

Dalam sejarah NU, konsep Ahlul Halli wal Aqdi pernah teralisasi sejak NU berdiri tahun 1926 sampai tahun 1952 ketika NU menjadi partai politik. Kemudian berubah dan diterapkan kembali pada muktamar NU ke-27 di Situbondo tahun 1984 saat NU kembali ke khithah tahun 1926.

Munas-Konbes NU 2014 ditutup oleh Pejabat Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri dan dihadiri pengurus syuriah dan tanfidhiyah PBNU lengkap, para ketua umum badan otonom NU, serta segenap musyawirin yang terdiri dari para kiai dan utusan PWNU se-Indonesia.? (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Ulama, Daerah Kawit An Nur Slawi