Jumat, 20 November 2015

LTN PBNU Rilis Versi Beta Web Layanan Nahdiyin

Jakarta, Kawit An Nur Slawi

Mengambil momentum hari Assyura pada 10 Muharram 1439 ini, Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PBNU merilis versi beta laman www.nahdlatululama.id. 

“Portal tersebut menjadi solusi kebutuhan Nahdliyin dengan layanan yang disediakan,” kata Ketua LTN PBNU, Hari Usmayadi, Ahad (1/10).

LTN PBNU Rilis Versi Beta Web Layanan Nahdiyin (Sumber Gambar : Nu Online)
LTN PBNU Rilis Versi Beta Web Layanan Nahdiyin (Sumber Gambar : Nu Online)

LTN PBNU Rilis Versi Beta Web Layanan Nahdiyin

Ia menyebut, layanan disiapkan meliputi Kalkulator Zakat, Cari Ustadz, Info Pesantren, Sekolah, Perguruan Tinggi, Buku dan Koleksi Perpustakaan PBNU, Aplikasi Islami, Mesin Pencari NU, dan biografi Ulama serta info Ziarah, serta Tuntunan Ibadah. 

“Layanan Kalkulator Zakat memberikan kemudahan bagi kalangan awam untuk menghitung zakat yang harus dikeluarkan untuk selanjutnya diarahkan untuk membayar zakat ke LAZISNU sebagaimana arahan dari Ketua PP LAZISNU Syamsul Huda.” terangnya.

Sementara Cari Ustadz berkolaborasi dengan Lembaga Dakwah NU menampilkan data profil ustadz sesuai wilayahnya. 

Kawit An Nur Slawi

“Sementara ini profil ustad yang tersedia berada wilayah Jawa dan Bali, sehingga memberikan kemudahan bagi perkantoran yang mencari ustadz untuk keperluan seperti khatib Jumat dan kajian keislaman,” lanjut pria yang akrab disapa Cak Usma. 

Mesin pencari memberikan kemudahan dan jaminan keselamatan pencarian artikel keislaman, karena hasil pencarian yang bersumber dari Google sudah disaring sedemikian rupa untuk keselamatan Nahdliyin. 

Kawit An Nur Slawi

Cak Usma menegaskan web juga menyajikan lebih dari 6.000 judul buku yang selama ini tersimpan di Perpustakaan PBNU, sehingga memberikan kemudahan bagi para pencari literatur keislamaan ahlussunnah wal jamaah annahdliyah.

“Semoga layanan ini dapat bermanfaat bagi Nahdliyin meskipun masih rilis versi beta,” ungkapnya.

Pengembangan aplikasi lainnya dan pengayaan data, Cak Usma mengatakan masih terus berjalan dan menjadi project yang berkesinambungan. (Red Kendi Setiawan)









Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Pendidikan Kawit An Nur Slawi

Rabu, 18 November 2015

Ke Luar Kampung, GP Ansor Jatinegara Tegal Rapat Kerja di Kawasan Dieng

Tegal, Kawit An Nur Slawi - Ada yang berbeda dari gelaran Rapat Kerja Anak Cabang (Rakercab) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal. Rapat Kerja biasanya digelar di daerah sendiri, kali ini dalam suasana yang berbeda yakni sekaligus berwisata di kawasan wisata Dieng Kabupaten Wonosobo, Sabtu (11/11).

Rombongan PAC GP Ansor Jatinegara, Tegal di bawah pimpinan Abdul Aziz  berangkat  dari daerah asal pada Jumat (10/11) malam dengan menggunakan 4 mobil menuju kawasan Dieng. "Rombongan terdiri dari semua pengurus Ansor dan pembina dengan total sebanyak 30 orang," terang Pengurus PAC GP Ansor Jatinegara, Amar Budimas saat dihubungi Kawit An Nur Slawi.

Ke Luar Kampung, GP Ansor Jatinegara Tegal Rapat Kerja di Kawasan Dieng (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke Luar Kampung, GP Ansor Jatinegara Tegal Rapat Kerja di Kawasan Dieng (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke Luar Kampung, GP Ansor Jatinegara Tegal Rapat Kerja di Kawasan Dieng

Menurut Amar Budimas, GP Ansor adalah motor penggerak NU sekaligus wadah kaderisasi para calon pemimpin pemimpin NU. Oleh karena itu, Ansor harus intens berkomunikasi, menjalin silaturrahmi kepada para sesepuh NU dan seluruh stakeholder di semua tingkatan.

"Bahkan komunikasi dengan pemerintah setempat harus dimaksimalkan. Ini dalam rangka turut serta menjaga dan membangun NKRI tercinta," tandasnya.

Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi

Ketua Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Jatinegara Abdul Aziz mengatakan, rakerancab ini sebagai langkah awal GP Ansor Jatinegara dalam mewujudkan gerakan.

"Sebagaimana tema yang kami angkat, kebersamaan dan kekompakan seluruh kader PAC GP Ansor Jatinegara, harus tetap terjaga dari awal hingga akhir masa khidmah 2021 nanti," ujarnya.

Geliat organisasi GP Ansor Jatinegara, Tegal seakan lagi tinggi-tingginya, pascatiga bulan lalu dilantik di MDT Rhoutlotul Muttaqin Desa Sumbarang Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal.

Hal itu terbukti, usai acara Raker Anak Cabang rombongan Ansor Jatinegara langsung menuju Kajen, Kabupaten Pekalongan untuk turut menyuksekan gelaran Konferwil GP Ansor Jawa Tengah yang dihelat pada Ahad (12/11). (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Syariah, Budaya Kawit An Nur Slawi

Jumat, 13 November 2015

Setiap Pekan, NU Care Nganjuk Santuni Dhuafa dalam Jumat Berbagi

Jakarta, Kawit An Nur Slawi - NU Care Lazisnu Nganjuk membuat program menarik dalam berbagi dengan kaum dhuafa. Bekerja sama dengan Radio Tasma FM, NU Care Lazisnu Nganjuk secara rutin menggelar Jumat Berbagi. Mereka membagikan nasi bungkus kepada kalangan dhuafa di jalanan.

Jumat Berbagi dari NU Care Lazisnu Nganjuk digelar di lokasi yang berbeda setiap pekannya. Pada Jumat (20/1) pagi, NU Care membagikan nasi bungkus di tiga titik, yaitu di Pasar Kertosono, perempatan Jalan Kertosono, dan Stasiun Kertosono.

Setiap Pekan, NU Care Nganjuk Santuni Dhuafa dalam Jumat Berbagi (Sumber Gambar : Nu Online)
Setiap Pekan, NU Care Nganjuk Santuni Dhuafa dalam Jumat Berbagi (Sumber Gambar : Nu Online)

Setiap Pekan, NU Care Nganjuk Santuni Dhuafa dalam Jumat Berbagi

“Pada acara tersebut dibagikan sedikitnya 250 nasi bungkus. Dana yang dihabiskan sekitar 1,5 juta,” kata Ketua NU Care Lazisnu Nganjuk Subhan melalui pesan tertulis kepada Kawit An Nur Slawi.

Aksi ini melibakan para relawan dari Lazisnu Nganjuk, kru Radio Tasma FM, dan mahasiswa Praktik Pengelolaaan Zakat (PPZ) yang sedang menjalankan praktik di Lazisnu Nganjuk.

Kawit An Nur Slawi

Pria yang juga Direktur Radio Tasma FM itu mengatakan, ke depan pihaknya berharap agar program tersebut menjadi kekuatan untuk berbagi di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

“Mekipun jumlah sumbangan tidak banyak, yang menerima juga merasa senang,” kata Subhan.

Kawit An Nur Slawi

Jumat Berbagi berjalan atas partisipasi dari donatur Lazisnu Nganjuk, dan para pendengar Radio Tasma FM. Informasi donatur, lokasi kegiatan, dan proses kegiatan disiarkan oleh Tasma FM. Radio Tasma FM sendiri merupakan salah satu radio komersial yang cukup mencolok menyiarkan ke-NUan. Selain menyiarkan Jumat Berbagi, Tasma FM juga menyiarkan acara interaktif dengan menghadirkan ustadz atau kiai NU.

Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat memberikan nasi bungkus atau uang tunai yang nantinya dipergunakan untuk membeli nasi bungkus.

Ari (55), salah satu penerima nasi bungkus dari kegiatan ini mengatakan dirinya merasa senang, karena bisa mengurangi jatah makan paginya. Ia yang bekerja sebagai tukang berpenghasilan hanya sekitar Rp.40.000 setiap harinya.

Sementara H Nurhan (65) yang turut menjadi donatur berharap agar program ini bisa diteruskan.

“Program ini sangat bagus, semoga bisa diteruskan di wilayah lain. Dan tidak hanya sebulan dua bulan,” kata H Nurhan yang menyalurkan bantuan karena informasi yang ia dengar melalui Radio Tasma FM.

Nurhan menyarankan nasi bungkus yang akan dibagikan bisa mengambil dari setiap kecamatan tempat dilaksanakannya kegiatan. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Cerita Kawit An Nur Slawi

Senin, 09 November 2015

Sesuaikan Kebutuhan, PCNU Bangkalan Bina Kader Dai Zaman Now

Bangkalan, Kawit An Nur Slawi - PCNU Bangkalan melalui Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) menggelar pelatihan dai di halaman Pondok Pesantren Syichona Moh. Bangkalan, Rabu (3/1).

Kegiatan yang bertema PCNU Bangkalan Bina Kader Dai Zaman Now ini mengundang dai dan daiyah se-Kabupaten Bangkalan. Tidak kurang dari 500 undangan telah disebarkan melalui MWCNU di 18 kecamatan dengan peserta minimal 25 orang tiap MWCNU.

Sesuaikan Kebutuhan, PCNU Bangkalan Bina Kader Dai Zaman Now (Sumber Gambar : Nu Online)
Sesuaikan Kebutuhan, PCNU Bangkalan Bina Kader Dai Zaman Now (Sumber Gambar : Nu Online)

Sesuaikan Kebutuhan, PCNU Bangkalan Bina Kader Dai Zaman Now

Pembinaan diisi oleh Pengurus PW LDNU Jawa Timur yaitu Ustadz Sururi  dan Gus Ahmad Najib AR Selaku Ketua LTN NU Jawa Timur. Sururi menjelaskan banyak hal tentang perkembangan media dakwah kekinian, “Dakwah itu tidak hanya melalui ceramah, tapi juga bisa melalui tulisan, audio, maupun visual di mana kita sebagai warga NU masih minim dalam mengembangkan sarana dakwah selain dakwah bil lisan.”

Gus Najib mengatakan, warga NU hari ini hanya sebagai penikmat media bukan pelaku. Bahkan mirisnya adalah, bahwa dari dominasi penikmat media di Indonesia warga sebagai konsumen bukan produsen.

Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi

Ketua PCNU Bangkalan Ra Makki menekankan pentingnya inovasi strategi dakwah serta keterampilan dai sesuai kebutuhan zaman. Ia mengutip sebuah hadits Rasulullah SAW, “Jangan kaupaksakan pola pendidikan kepada anak-anak kalian sebagaimana pola pendidikan kalian karena anak kalian dilahirkan di zaman yang berbeda dengan zaman kalian.”

“Selain pintar ceramah, dai zaman now setidaknya bisa menulis karena sasaran dakwah sudah sangat akrab dengan dunia literasi,” imbuhnya.

Ra Makki mengapresiasi beberapa pengembangan dakwah melalui media literasi di lingkungan warga NU Bangkalan. “Alhamdulillah, di Bangkalan sudah ada media al-Ummah baik berupa buletin maupun media online ditambah lagi sekarang ada Tabloid WargaNU,” katanya. (Ahrori Dlofir/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Ulama, PonPes, Daerah Kawit An Nur Slawi

Sabtu, 07 November 2015

Akhirnya, PMII Jabar Miliki Sekretariat Permanen

Bandung, Kawit An Nur Slawi?

Setelah melewati penantian panjang, akhirnya Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat memiliki sekretariat permanen.

Akhirnya, PMII Jabar Miliki Sekretariat Permanen (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhirnya, PMII Jabar Miliki Sekretariat Permanen (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhirnya, PMII Jabar Miliki Sekretariat Permanen

Hal itu dibuktikan dengan serah-terima sertifikat dari pemilik rumah yang berukuran 149 meter persegi yang terletak di Jalan AH. Nasution, Kampung Lio Utara, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, Kamis (8/12/2016).

Ketua Panitia Pembelian Sekretariat PKC PMII Jawa Barat Ade Mahmudin mengucapkan terima kasih yang tiada terhingga kepada semua pihak sehingga pembelian sekretariat tersebut bisa terlaksana.

"Terutama kepada Pak Bukhori, sebagai salah seorang tokoh alumni PMII di Jawa Barat yang juga sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat yang telah menghibahkan tempat ini. Terima kasih juga kepada seluruh senior dan alumni yang telah turut membantu," ujar Ade.

Kawit An Nur Slawi

Sementara, Ketua Pengurus Koordinator Cabang PMII Jawa Barat Abdul Nasir merasa bangga karena selama 56 tahun PMII berkiprah di Jawa Barat, baru kali ini memiliki sekretariat secara permanen yang sebelumnya selalu berpindah dari kontrakan satu ke kontrakan yang lain.

"Jadi, untuk ke depannya para penerus PKC PMII Jawa Barat tidak pusing lagi mencari tempat untuk ngontrak. Mudah-mudahan apa yang menjadi dedikasi selama ini bisa dijadiakan motivasi untuk kader-kader PMII di Jawa Barat," pungkasnya.

Kawit An Nur Slawi

Turut hadir dalam serah terima sertifikat tersebut, pemilik rumah diwakili Ryan Yudistira Dirgantara, perwakilan dari pemberi hibah, Yusuf dan disaksikan langsung Sekretaris Majelis Pembina Daerah (Mabinda) PKC PMII Jawa Barat, Dudang Ghozali. (Dhamiry Alghazaly/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Pahlawan, Daerah Kawit An Nur Slawi