Selasa, 27 Desember 2016

Kanwil Kemenag Dipastikan Buka Porsema Jateng

Kudus,Kawit An Nur Slawi. Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, H. Imam Haromain, dipastikan akan membuka Pekan Olah Raga dan Seni Maarif (Porsema), Olympiade Sains & Ke-NU-an Jateng yang berlangsung 22-25 Juni mendatang di Kabupaten Kudus. Ketua PW LP Maarif NU Jateng Mulyani M. Noor menyampaikan hal itu dalam rapat terakhir panitia Porsema Jateng di Aula Kantor NU Kudus Sabtu(9/6) kemarin.

"Sebenarnya Ketua pimpinan Pusat LP Maarif juga siap hadir,tetapi karena berbagai pertimbangan kami mintakan saja Kanwil kemenag yang membuka. Sementara kehadiran PP ini akan kita agendakan pertemuan dan dialog bersama pengurus cabang LP Maarif se-Jateng membahas peningkatan kualitas madrasah," katanya.

Kanwil Kemenag Dipastikan Buka Porsema Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Kanwil Kemenag Dipastikan Buka Porsema Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Kanwil Kemenag Dipastikan Buka Porsema Jateng

Dalam rapat panitia itu, Mulyani mengajak semua komponen kepanitian dan pengurus Maarif menjaga kekompakan dan kerja sama untuk mensukseskan pelaksanaan kegiatan dua tahunan ini.

Kawit An Nur Slawi

"Kunci keberhasilan maupun kesuksesan tergantung pada kekompakan dan kerja sama kita semua," tegasnya.

Kawit An Nur Slawi

Sekretaris Panitia Wilayah H. Noor Kholid menambahkan sampai saat ini sudah ada 27 dari 35 kontingen Cabang yang memastikan mengikuti Porsema.

"Kita masih menunggu pimpinan cabang lain yang belum mendaftar. Panitia mentarget jumlah peserta sekitar 2.700 pelajar Maarif NU se-Jateng," jelasnya.

Terkait pelaksanaan lomba, PW LP Maarif NU yang berkoordinasi dengan panitia lokal (Kudus) telah mempersiapkan perangkat-perangkatnya mulai penginapan peserta, tempat pertandingan, dan dewan juri.

"Demi menjaga obyektifitas, semua juri perlombaan disiapkan oleh PW Maarif Jateng," imbuh Kholid.

Sementara menjelang hari pelaksanaan, Kudus yang menjadi  tuan rumah juga menunjukkan kesibukannya demi kesuksesan Porsema.

"Porsema Jateng ini akan kita meriahkan dengan berbagai penampilan marching band maupun drum band milik madrasah atau SMA NU di Kudus. Kami menargetkan sukses penyelenggaraan juga sukses prestasinya," tandas Ketua Panitia lokal H. Slamet Rahardjo.

Kegiatan Porsema yang mengambil tema "Membangun Budaya Sportif, Kreatif, dan Berprestasi" ini akan memperlombakan tiga kategori yakni untuk tingkat MI/SD,MTs/SMP dan SMA/MA NU.

Adapun Cabang lombanya adalah bola voli, lari sprint 100 m, tenis meja beregu, bulu tangkis putera, sepak takraw, pencak silat, MTQ, cerdas cermat Aswaja, kaligrafi, puisi religi, pidato (bahasa Inggris, Arab, Indonesia, dan Jawa), hadlrah, reportase kegiatan, serta olimpiade (biologi, fisika, kimia, IPA, matematika, dan Ke-NU-an).

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Berita Kawit An Nur Slawi

Kamis, 22 Desember 2016

Lalu Putra Gandeng IPNU Loteng Santuni Yatim Piatu

Lombok Tengah,Kawit An Nur Slawi

Anggota DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Lalu Pelita Putra menggandeng Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Lombok Tengah menyantuni anak yatim piatu di Desa Pengembur, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Ahad sore (13/3).

Lalu Putra Gandeng IPNU Loteng Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Lalu Putra Gandeng IPNU Loteng Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Lalu Putra Gandeng IPNU Loteng Santuni Yatim Piatu

Lalu hadir bersama rombongan dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya. “Selama ini saat menyerap aspirasi sering dilupakan anak yatim. Insyaallah ada nilai-nilai lebih kalau menyantuni anak-anak yatim,” katanya pada sambutan pembukanya di hadapan yatim piatu dan tokoh masyarakat setempat.

Ia mengatakan, dirinya ingin berbagi besama anak-anak yatim dengan melibatkan adik-adik IPNU Lombok Tengah untuk mempermudah koordinasi dan konsolidasi dalam hal pendataan anak-anak yatim.

Kawit An Nur Slawi

Dengan menggandeng IPNU Lombok Tengah, lanjut dia, akan menjadikan wahana pelatihan aktivis IPNU agar biasa turun di tengah-tengah masyarakat, baik melatih kepekaan sosialnya maupun kepekaaan terhadap lingkungannya.

Kawit An Nur Slawi

“Ini akan dilakukan secara berkelanjutan terutama dalam berbagi karena prinsipnya setiap ada rezeki yang kita dapatkan ada hak orang lain dan ada hak anak yatim di dalamnya,” kata Ketua Fraksi DPRD dari Partai Kebangkitan Bangsa.

Menurut dia, jangan pernah menganggap bahwa apa yang kita miliki itu sepenuhnya milik kita, tapi ada hak orang lain yang harus ditunaikan.

Titik-titik santunan meliputi 4 kecamatan yang ada di Lombok Tengah yaitu Kecamatan Pujut dipusatkan di Desa Pengembur dan Desa Tumpak. Kemudian Kecamatan Praya Timur di Desa Sengkerang. Praya Barat Daya dipusatkan di desa Mangkung. Praya Barat dipusatkan di desa Pandan Indah. (Syamsul Hadi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Habib, AlaSantri, Anti Hoax Kawit An Nur Slawi

Pengurus NU Harus Istiqomah dan Banyak Sabar

Sijunjung, Kawit An Nur Slawi - Nahdlatul Ulama sebagai organisasi terbesar di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari sejarah perkembangan bangsa Indonesia. Karena NU adalah satu-satunya organisasi yang komitmen dalam menjaga tradisi Islam Nusantara. Di tengah pelbagai tantangan, pengurus NU diharapkan memiliki keuletan dalam mendampingi warga.

Hal itu disampaikan? Ketua PCNU Kabupaten Sijunjung Buya Bustamam Habib dalam pelantikan Anak Ranting NU dan Muslimat NU Kamang Madani di Masjid Raya Kamang Madani, Nagari Timpeh, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Jumat (15/4).

Pengurus NU Harus Istiqomah dan Banyak Sabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus NU Harus Istiqomah dan Banyak Sabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus NU Harus Istiqomah dan Banyak Sabar

Buya Bustamam Habib berharap pengurus yang dilantik untuk tetap menjaga dan melestarikan tradisi Nusantara. Para ulama NU telah berbuat untuk menjaga dan merawat tradisi Nusantara. Untuk itu, pengurus yang dilantik diharapkan agar selalu berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NU.

"Di tengah derasnya serangan terhadap tradisi Islam Nusantara saat ini, pengurus NU yang dilantik diminta selalu istiqomah dan sabar dalam berkhidmat di NU," tambah Buya Bustamam.

Kawit An Nur Slawi

Pelantikan yang berlangsung meriah dihadiri sedikitnya 300 orang hadirin.

Kawit An Nur Slawi

Sekretaris PCNU Sijunjung Pebriyaldi menyebutkan,? acara pelantikan ini diawali dengan apel siaga Banser. Pelaksanaan apel Banser? ini pertanda kebangkitan NU di Kabupaten Sijunjung. Acara dilanjutkan dengan pemotongan pita peresmian kantor sekretariat MWCNU Kamang Madani oleh Ketua PCNU Kabupaten Sijunjung Buya Bustamam Habib. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Budaya Kawit An Nur Slawi

Senin, 12 Desember 2016

Nasir Tegaskan Kampus Dilarang Jadi Tempat Ajang Berpolitik

Medan, Kawit An Nur Slawi. Kampus dilarang dijadikan tempat ajang berpolitik, karena perguruan tinggi merupakan sarana para mahasiswa menimba ilmu pengetahuan untuk masa depan mereka yang lebih baik.

Nasir Tegaskan Kampus Dilarang Jadi Tempat Ajang Berpolitik (Sumber Gambar : Nu Online)
Nasir Tegaskan Kampus Dilarang Jadi Tempat Ajang Berpolitik (Sumber Gambar : Nu Online)

Nasir Tegaskan Kampus Dilarang Jadi Tempat Ajang Berpolitik

Usai membuka Pertemuan Rektor dan Wakil Rektor LPTK Negeri se-Indonesia, di Medan, Sabtu, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, berpolitik tidal dilarang tapi tidak boleh dilakukan di kampus.

Pada pertemuan rektor itu, dihadiri 12 universitas dan beberapa diantaranya Universitas Negeri Medan (Unimed), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY),Universitas Negeri Surabaya (UNS),Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Negeri Makassar (UNM).

Menteri mengatakan, kampus tidak diperbolehkan menjadi tempat berpolitik, karena hal tersebut sudah merupakan ketentuan dan tidak dibenarkan untuk dilanggar.

Kalau ingin berpolitik, menurut dia, silahkan saja dilaksanakan di luar kampus perguruan tinggi. "Jadi, jangan dijadikan kampus sebagai tempat politik praktis, hal ini harus dijauhkan, dan dihindari," ujar Nasir.?

Kawit An Nur Slawi

Ia menyebutkan, selain kampus dilarang sebagai tempat berpolitik, juga Partai Politik (Parpol) tidak dibenarkan masuk ke universitas untuk mengkampanyekan program partai tersebut.

"Sebab kampus selama ini merupakan tempat para mahasiswa menuntut ilmu dan jangan dipengaruhi hal-hal yang menyangkut kepentingan politik," terang Ketua LPTNU ini.

Kawit An Nur Slawi

Nasir menambahkan, mahasiswa perlu dibiarkan untuk fokus dengan disiplin ilmu pengetahuan yang mereka pelajari. "Jangan dijadikan kampus tersebut, untuk tempat kepentingan partai politik karena akan merugikan mahasiswa," ucap Menristekdikti. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Meme Islam Kawit An Nur Slawi

Rabu, 07 Desember 2016

Kader IPNU-IPPNU Diimbau Aktif Tuangkan Gagasan lewat Tulisan

Lampung Tengah, Kawit An Nur Slawi - Sabtu, 17 September 2016 bertepatan 15 Dzulhijah 1437 H, menjadi momentum yang bersejarah bagi keluarga besar Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Madrsah Aliyah Roudlotul Ulum Seputih Surabaya Lampung Tengah. Hari itu pengurus baru IPNU-IPPNU setempat masa khidmat 2016-2017 dilantik. ?

?

Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Lampung Tengah Edi Hermawan berpesan, agar para segenap Pengurus Komisariat IPNU dan IPPNU MA Roudlotul Ulum Seputih Surabaya menjadi pengurus yang aktif, kreatif, dan bertanggung jawab, sekaligus menjaga akhlaqul karimah, menjadi kader yang mampu bersaing di kancah dunia.

Kader IPNU-IPPNU Diimbau Aktif Tuangkan Gagasan lewat Tulisan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader IPNU-IPPNU Diimbau Aktif Tuangkan Gagasan lewat Tulisan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader IPNU-IPPNU Diimbau Aktif Tuangkan Gagasan lewat Tulisan

?

"Tuangkanlah ide, gagasan, imajinasi rekan-rekanita dalam bentuk tulisan, bisa dalam wujud cerpen, puisi, atau artikel pendek. Saya berharap dari kecamatan Seputih Surabaya inilah akan lahir sastrawan, budayawan atau penulis yang terkenal. Kader IPNU – IPPNU harus bisa menulis," imbuh Mahasiswa Pascasarjana IAIN Raden Intan Lampung ini. ?

?

Zumrotul Fatma Sari, Ketua PC IPPNU Lampung Tengah menambahkan, harapannya agar IPNU–IPPNU di madrasah ini bisa memberikan warna yang lebih konkret dan terarah.

Kawit An Nur Slawi

"Saya mengajak kader-kader IPPNU di komisariat ini, dan di Lampung Tengah khususnya, mari kita sukseskan peringatan Hari Santri Nasional tahun 2016 dengan mengikuti lomba menulis yang digelar PP IPNU dengan tema "Santri Menulis Opini", denga subtema: pertama, Peran Santri Mengatasi Masalah Berbasis Kearifan Lokal. Kedua, Makna Santri: peran, kontribusi, dan tantangan. Ketiga, Pesantren Benteng Agama dan Negara, dan keempat, Menjadi Santri di Era Modernisasi. Info lebih lanjut lihat di official instragram@santriputrihits," pungkasnya yang juga alumni IAIM NU Metro Lampung itu.

?

Kawit An Nur Slawi

Pelantikan MA Roudlotul Ulum Seputih Surabaya dihadiri KH Ahmad Zuhri (Mustasyar PCNU Lampung Tengah), Taufiq Handoyo, S.Pd.I (Kepala Madrasah MA Roudlotul Ulum Seputih Surabaya),? ratusan siswa-siswi MA Roudlotul Ulum Seputih Surabaya terdiri dari kelas X, XI, XII. (Akhmad Syarief Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Humor Islam Kawit An Nur Slawi

Jumat, 02 Desember 2016

Nahdliyin Riyadh Sambut Kedatangan Dubes RI untuk Arab Saudi

Riyadh, Kawit An Nur Slawi - Beberapa orang berpakaian rapi tampak memadati ruang tunggu VIP bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Senin (14/3). Mereka menanti kedatangan Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel.

Di antara para penjemput itu adalah pihak Kedubes RI, duta besar negara-negara ASEAN di Arab Saudi, Konsulat Jenderal Jeddah, dan Nahdliyin Riyadh. ?

Nahdliyin Riyadh Sambut Kedatangan Dubes RI untuk Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdliyin Riyadh Sambut Kedatangan Dubes RI untuk Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdliyin Riyadh Sambut Kedatangan Dubes RI untuk Arab Saudi

Dubes bersama rombongan tiba di Riyadh pada pukul 18.00 waktu setempat. Ketika turun dari pesawat, serentak regu protokoler menyambut dan mengiringi rombongan menuju ruang tunggu VIP. Sejenak kemudian dilangsungkan penyambutan yang dipimpin oleh Kuasa Usaha Ad Interim Sunarko.

Kawit An Nur Slawi

Perwakilan Nahdliyin Riyadh menemui Dubes setelah seremoni penyambutan usai. Meski hanya berlangsung sebentar, Agus Maftuh mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh mereka.

"Saya amat berterima kasih kepada warga Nahdliyin yang telah ikut menjemput saya. Saya juga mengundang perwakilan Nahdliyin untuk hadir dalam ramah-tamah yang lebih intens pada 18 Maret nanti," kata Dubes dengan wajah sumringah.

Kawit An Nur Slawi

Dubes beserta rombongan bertolak menuju ke wisma dinas pada pukul 18.30 waktu setempat. (Azwar Hakiem/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Budaya, Lomba, Quote Kawit An Nur Slawi

Kamis, 01 Desember 2016

LTN Pringsewu Dirikan Lembaga Pendidikan IT

Pringsewu, Kawit An Nur Slawi. Dalam rangka meningkatkan kemampuan para generasi muda dalam dunia informasi dan teknologi, LTN NU Pringsewu merasa terpanggil untuk membuat sebuah wadah yang menjadi tempat pendidikan dan pelatihan untuk mengasah potensi generasi muda dalam menatap masa depan yang lebih cerah.

Merealisasikan hal tersebut LTN NU Pringsewu, mendirikan sebuah lembaga pendidikan dan pelatihan yang diberi nama LPP Lintang Terang Nusantara. Dalam lembaga ini para kader muda akan dididik dan dilatih berbagai keterampilan di bidang komputer yang meliputi web programming seperti Visual Basic, Foxpro, Flash, Photoshop, Corel dan berbagai keterampilan di bidang teknologi.

LTN Pringsewu Dirikan Lembaga Pendidikan IT (Sumber Gambar : Nu Online)
LTN Pringsewu Dirikan Lembaga Pendidikan IT (Sumber Gambar : Nu Online)

LTN Pringsewu Dirikan Lembaga Pendidikan IT

Ide pendirian lembaga ini tercetus setelah merespon animo para peserta workshop IT yang cukup tinggi. Seperti diketahui LTN NU Pringsewu telah menggelar workshop Kupas Tuntas IT Berbasis Internet yang diikuti oleh 250 peserta di Gedung NU Pringsewu selama 2 hari (12-13/06/2013)

Kawit An Nur Slawi

Menurut Mustanir, ketua LTN NU Pringsewu, lembaga ini akan dikelola secara profesional dengan tenaga tenaga pendidik yang kompeten dibidangnya. Mengambil lokasi di kompleks Pesantren Mambaul Hisan yang cukup strategis di pusat kota Pringsewu serta dekat dengan STMIK Pringsewu, lembaga ini diharapkan dapat terus berkembang dengan pesat mengikuti perkembangan zaman yang kian cepat. 

Kawit An Nur Slawi

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Muhammad Faizin 

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Bahtsul Masail, Kyai, AlaSantri Kawit An Nur Slawi

Jumat, 18 November 2016

Inilah Lagu Ayo Mondok Pesantrenku Keren

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Saiful Ridjal, salah satu kader NU asal Lumajang, Jawa Timur, menciptakan lagu berjudul "Ayo Mondok Pesantrenku Keren" sebagai ajakan kepada semua yang mendengarkan untuk mengaji sekaligus memahami pesantren.

Inilah Lagu Ayo Mondok Pesantrenku Keren (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Lagu Ayo Mondok Pesantrenku Keren (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Lagu Ayo Mondok Pesantrenku Keren

Lagu yang dibuat dalam versi anak-anak tersebut dinyanyikan oleh Dani Abdurrahman Althof. Anak kelahiran 10 Maret 2008 ini tak lain adalah putra Saiful sendiri yang memang hobi menyanyi.

Meski tak pernah tinggal di pesantren, Saful Ridjal yang sejak muda gemar mencipta lagu mengaku senang bisa berkontribusi kepada NU. Ia dibesarkan dari seorang ayah yang dulu nyantri di Tebuireng dan ibu yang menjadi pimpinan Muslimat NU di Lumajang.

Kawit An Nur Slawi

"Apa yang bisa saya berikan untuk NU, saya berikan, demi perkembangan NU," kata mantan pengurus Gerakan Pemuda Ansor Lumajang ini melalu sambungan telepon, Ahad (25/10) petang.

Kawit An Nur Slawi

Dalam lirik lagu tersebut disinggung soal hormat kepada kiai dan harapan terhadap limpahan ilmu bermanfaat, serta mengaji demi masa depan yang cerah nan damai tanpa kekerasan.

Gerakan Nasional "Ayo Mondok" dimotori dan diluncurkan Rabithah Maahid Islamiyah NU (RMINU) pada awal Juni 2015. Meski sempat menuai pujian dari Ketua Pengurus Pusat RMINU KH Abdul Ghaffar Rozien (Gus Rozin), lagu ciptaan Saiful Ridjal ini belum mendapat keputusan dari RMINU sebagai lagu resmi gerakan nasional "Ayo Mondok".

Lagu Ayo Mondok Pesantrenku Keren kini bisa diunduh dan didengarkan dalam versi MP3 di website Radio NU (radio.nu.or.id) pada kanal "Download". Penciptanya juga sudah mengunggah lagu ini di situs berbagi video Youtube sejak puncak peringatan Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2015.

Saiful yang juga kontributor Kawit An Nur Slawi Lumajang ini telah mempersilakan RMINU atau PBNU untuk menjadikan lagu ini sebagai bagian dari lagu gerakan Ayo Mondok jika dipandang pantas dan layak. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Humor Islam, Quote Kawit An Nur Slawi

Rabu, 16 November 2016

Pramuka Ma’arif NU Diharapkan Lahirkan Kader Pemimpin

Sumedang, Kawit An Nur Slawi

Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama yang diwakili sekretaris umum Muhsin Ibnu Djuhan bersama Ketua Kwartir Gerakan Pramuka Kabupaten Sumedang H Atje Arifin Abdullah mengukuhkan Pengurus Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Maarif NU Kabupaten Sumedang. Pengurus Sako Pramuka Maarif NU ini dibentuk oleh Pengurus Lembaga Pendidikan Nahdlatul Ulama (LP Maarif NU) Kabupaten Sumedang.

Pramuka Ma’arif NU Diharapkan Lahirkan Kader Pemimpin (Sumber Gambar : Nu Online)
Pramuka Ma’arif NU Diharapkan Lahirkan Kader Pemimpin (Sumber Gambar : Nu Online)

Pramuka Ma’arif NU Diharapkan Lahirkan Kader Pemimpin

Pengukuhan dilaksanakan dalam acara Pembukaan Kemah Terpadu Maarif pada Jumat (5/6) di Bumi Perkemahan Cobolang Desa Kebon Kalapa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang.

Muhsin Ibnu Djuhan yang menjabat juga sebagai kepala Sako Pramuka Maarif Nasional mengatakan bahwa dengan dikukuhkannya kepengurusan Sako Pramuka Maarif NU Kabupaten Sumedang diharapkan kegiatan pengaderan terhadap generasi muda di lingkungan LP Maarif NU bisa dilaksanakan lebih kreatif dan inovatif.

Kawit An Nur Slawi

Menurutnya, pembinaan dan pengawasan gerakan pramuka harus dilakukan secara berkelanjutan. Sekolah atau madrasah yang berada di lingkungan LP Maarif NU Kabupaten Sumedang paling banyak se-Jawa Barat. Ini merupakan prestasi yang harus dipertahankan dan ditingkatkan. “Pembentukan kepengurusan Sako Pramuka Maarif NU Kabupaten Sumedang dan kegiatan Kemah Terpadu Maarif juga yang pertama se-Jawa Barat. Apresiasi yang sangat tinggi kami sampaikan untuk pengurus LP Maarif NU Kabupaten Sumedang,” lanjut Muhsin.

Kawit An Nur Slawi

Ke depan pihknya berharap ada kader-kader pemimpin yang lahir dari Pramuka Sako Maarif NU. Di pramuka banyak pengetahuan dan keterampilan yang bisa dipelajari. Contoh sederhana saja, di pramuka ada tentang tali temali. “Tali temali itu kelihatan sederhana tapi nilai filosofinya sangat tinggi. Seseorang membuat tali temali, dan talinya tidak diikat dengan kuat maka bisa mencelakakan orang. Begitu juga dengan sebuah lembaga, kalau pengelolaannya dibuat secara asal-asalan maka lembaga tersebut akan cepat rusak dan hancur,” ujarnya.

“Pengurus Lembaga Pendidikan Maarif NU Kabupaten Sumedang harus diisi oleh orang-orang yang mumpuni supaya bisa menghasilkan kader-kader yang luar biasa,” lanjut Muhsin.

Sementara Atje Arifin Abdullah dalam sambutannya mengucapan terima kasih kepada pengurus Sako Pramuka Maarif Kabupaten Sumedang yang telah terpanggil untuk mengembangkan gerakan pramuka di Kabupaten Sumedang. “Semoga gerakan pramuka di Sumedang lebih maju lagi dan bisa berbicara di kancah nasional dan internasional,” tutup Atje. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Meme Islam Kawit An Nur Slawi

Rabu, 09 November 2016

Kang Maman: Maulid Nabi Momentum Saling Mencintai

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW bermakna besar bagi pembentukan pribadi serta keimanan seorang Muslim dalam menyebarkan nilai cinta kasih kepada sesama. Karena Nabi Muhammad SAW diutus sebagai kasih sayang untuk semua umat manusia, rahmatan lil alamin. Karenanya peringatan kelahiran Nabi atau Maulid harus jadi momentum untuk saling mengasihi dan mencintai.?

Kang Maman: Maulid Nabi Momentum Saling Mencintai (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Maman: Maulid Nabi Momentum Saling Mencintai (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Maman: Maulid Nabi Momentum Saling Mencintai

Demikian disampaikan oleh Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH. Maman Imanul Haq dalam acara Maulid di Ponpes Al-Mizan Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat Ahad (11/12).

Kiai Muda yang akrab disapa Kang Maman ini menambahkan bahwa saat membuncahnya aksi kebencian dan kekerasan atas nama agama, Maulid Nabi harus jadi bahan refleksi diri untuk kembali menghadirkan "Nur Muhammad" yang mencerdaskan dan menguatkan umat.?

Sejarah Maulid

Kawit An Nur Slawi

Dalam acara tersebut Kang Maman memaparkan sejarah Peringatan Maulid Nabi. Peringatan kelahiran Rasulullah SAW sejatinya bertepatan dengan 12 Rabiul Awal. Sementara dalam hitungan Masehi, Rasulullah terlahir tanggal 21 April 571 Masehi atau lebih dikenal dengan Tahun Gajah.?

“Menurut Ibn Hajar Al-Asqalanî, asal dari Maulid tidak ditemukan dari para Salaf sejak kurun abad ketiga. Tetapi ada kemungkinan merupakan aktivitas yang baik dan bermanfaat,” terangnya.

Kawit An Nur Slawi

Menurutnya, Maulid Nabi seyogyanya mengukuhkan kesadaran umat untuk meneruskan perjuangan Nabi, yakni menyebarkan dakwah Islam yang mengajarkan prinsip keimanan serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.?

Hal itu mengilhami Raja Arballes Mosul Irak, Abu Saîd Muzhaffar, dan panglima perang Islam dalam Perang Salib, Salahuddîn Al-Ayyubî, untuk mengadakan seremonial Maulid. Cara ini sebagai upaya membangkitkan ketahanan mental yang tinggi serta membangkitkan semangat perjuangan dakwah Islam yang bertujuan membebaskan manusia dari kezaliman menuju cahaya.

"Dengan Maulid Nabi, marilah kita segarkan kembali spirit keagamaan kita sehingga keagungan dan keindahan Islam akan terus memancar bagi kehidupan dalam spektrum yang luas,” tutup anggota DPR RI dari F-PKB ini. (Ade Duryawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Amalan, Daerah, Tegal Kawit An Nur Slawi

Selasa, 08 November 2016

Eksotisme Danau Kaolin di Bangka Belitung

Bangka Tengah, Kawit An Nur Slawi. Tidak sulit menemukan tempat wisata dan panorama indah di Kepulauan Bangka Belitung. Provinsi yang dikelilingi pantai ini menyajikan berbagai tempat eksotis salah satunya Danau Kaolin di Kabupaten Bangka Tengah.

Kawit An Nur Slawi berkesempatan mengunjungi danau dengan air yang nampak berwarna biru di sebuah tempat bekas galian pertambangan timah tersebut.

Eksotisme Danau Kaolin di Bangka Belitung (Sumber Gambar : Nu Online)
Eksotisme Danau Kaolin di Bangka Belitung (Sumber Gambar : Nu Online)

Eksotisme Danau Kaolin di Bangka Belitung

Konon, Danau Kaolin, begitu masyarakat setempat menyebutnya merupakan galian bekas tambang timah yang setelah bertahun-tahun ditinggalkan dan akhirnya membentuk kolam air beraneka warna.

Danau ini menjadi salah satu tempat kunjungan wisata para Pramuka Madrasah yang sedang melakukan kegiatan Perkemahan Nasional di Bumi Perkemahan Selawang Segantang Koba, Bangka Tengah.

Kawit An Nur Slawi

“Danau biru ini terlihat alami. Terbentuk dari bekas galian-galian tambang timah sejak bertahun-tahun lalu,” ujar Rossi Andy, salah satu warga setempat yang sedang menikmati buah kelapa hijau di sekitar danau, Senin (15/5) kepada Kawit An Nur Slawi.

Lokasi Danau Kaolin berjarak lebih kurang 70 kilometer dari Bandara Depati Amir Pangkalpinang.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun Kawit An Nur Slawi, warna air yang mencolok dari Danau Kaolin terlihat begitu jelas saat terik matahari menimpa. Terdapat dua kolam danau yang masing-masing memiliki warna berbeda, warna biru dan hijau.

Kawit An Nur Slawi

Konon warna dari air kolam terbentuk dari paparan radiasi logam radioaktif hasil galian tambang. Pemda setempat mengimbau agar pengunjung tidak mandi atau menggunakan air dari Danau Kaolin. Kuat dugaan radiasi bekas tambang mengandung racun yang bisa membahayakan kesehatan.

Pertambangan timah di Bangka Belitung memang menyisakan persoalan tak berujung. Yakni bertebarannya lubang bekas galian yang menyerupai danau-danau kecil, tersebar di hampir setiap sudut Pulau Bangka.?

Hanya saja, sebagian dari kolong-kolong bekas galian tambang yang membentuk danau itu menyajikan pemandangan yang menarik walaupun sebetulnya bisa dikatakan bahwa fenomena ini adalah kerusakan alam.

Keadaan di Danau Kaolin ini berbeda dengan Danau Kawah Putih Ciwidey di Bandung dengan bau belerangnya yang menyengat. Di danau ini tidak ada bau belerang karena danau ini tidak terbentuk dari sebuah kawah pegunungan.

Melihat antusiasme warga dari seluruh daerah yang begitu tinggi, Pemda saat ini sedang membangun jalan menuju akses ke Danau Kaolin. Kunjungan ke danau yang dipenuhi dengan kawah-kawah putih bekas galian tambang itu tidak dipungut biaya.

Pengunjung juga tidak sulit menemukan pondok-pondok atau warung yang menjajakan makanan dan minuman. Karena di sekitar danau telah berdiri pondok yang menyediakan buah kepala hijau, makanan khas Bangka, dan lain-lain.

Namun, pengunjung perlu berhati-hati ketika melakukan foto bersama maupun selfie di pinggiran danau. Karena mulut danau di beberapa bagian retak sehingga berpotensi runtuh ketika diinjak.?

Selain di Pulau Bangka, danau serupa juga terdapat di Pulau Belitung. Di sana juga dijadikan tempat wisata favorit yang secara umum populer dengan sebutan Camoi Aek Biru. Aek Biru sendiri berasal dari kata air dan biru. Logat orang Melayu setempat, kata air berubah menjadi aek (logat Melayu Bangka bagian selatan). (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Makam, Tokoh Kawit An Nur Slawi

Kamis, 03 November 2016

Jangan Pasrahkan Penuh Pendidikan Anak ke Sekolah

Jember, Kawit An Nur Slawi. Dewasa ini, memasrahkan pendidikan anak pada sekolah nyaris menjadi kecenderungan para orang tua. Karena alasan sibuk, mereka tidak mau tahu terhadap pendidikan anaknya sehingga pendidikan anak dibebankan sepenuhnya kepada lembaga pendidikan. Padahal, sebagian banyak waktu anak adalah berada di rumah.

Demikian diungkapkan Wakil Sekretaris PCNU Jember Moch. Eksan saat menyampaikan taushiyahnya dalam peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Sumberwaru, Kecamatan Sukowono, Jember, Jawa Timur, Rabu malam (21/12).

Jangan Pasrahkan Penuh Pendidikan Anak ke Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Pasrahkan Penuh Pendidikan Anak ke Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Pasrahkan Penuh Pendidikan Anak ke Sekolah

Menurutnya, adalah keliru jika orang tua memasrahkan penuh pendidikan anaknya kapada sekolah. Sekolah hanya mempunyai waktu 7 jam untuk mendidik anak. Selebihnya, waktu anak berada dalam lingkungan keluarga.

“Karena itu, sesungguhnya pendidikan dalam keluarga adalah yang utama dan pertama, sedangkan sekolah dan masyarakat hanya sebagai penunjang. Dan inilah yang dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad,” ungkapnya.

Mantan dosen tersebut menambahkan, rumah tangga Nabi Muhammad SAW adalah contoh terbaik dalam pendidikan keluarga. Rumah tangga Rasulullah SAW dihiasi dengan perilaku-perilaku terpuji di atas bangunan pondasi keimanan dan nilai-nilai ketaqwaan. Kondisi seperti itu, katanya,? sejatinya merupakan proses kegiatan belajar-mengajar alami yang sangat melekat dalam diri anak.

“Selain memberi contoh dalam perilaku, orang tua juga wajib memantau perkembangan anaknya di luar. Kalau di? pesantren, mendingan, tugas kita selaku orang tua semakin ringan,” ujarnya.

Kawit An Nur Slawi

Bagi anak, katanya, rumah adalah sumber belajar dan keteladanan yang tidak pernah kering, dan tentu mempunyai pengaruh besar terhadap pembentukan karakter sang anak untuk menjadi insan yang beriman sekaligus cakap. Karena itu, ketika keteladanan orang tua sudah mengalami degradasi, maka anak cenderung mencari “keteladanan” di luar rumah, dan itu berbahaya.

Kawit An Nur Slawi

“Orang tua dalam konteks pendidikan adalah rule model, yang diguguh nan ditiru dalam menjalankan missinya sebagai kholifatullah fil ard dan abdullah (hamba Allah). Bumi dan langit adalah amanah dari Allah untuk menjadi jalan menuju Tuhan serta sejadah kemanusiaan,” ungkapnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Doa, AlaSantri Kawit An Nur Slawi

Jumat, 14 Oktober 2016

SMK Ma’arif Wates Kulonprogo, Cetak Lulusan Berdaya Saing

Berangkat dengan segala keterbatasan dan keprihatinan, SMK Ma’arif 1 Wates menjelma menjadi sekolah swasta pertama di Kulonprogo yang meraih sertifikat Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001 : 2008.

Komitmen dalam mencetak lulusan yang handal dan profesional serta memegang teguh aqidah Ahlussunnah Waljama’ah (Aswaja) menjadi modal melaksanakan amanah menjalankan sekolah yang menjadi kebanggaan warga Nahdliyin ini.

Murid setiap hari diberikan pendidikan moral dan rohani yang dilaksanakan sebelum pelajaran dimulai. Materi baca tulis Al-Qur’an dengan metode qiroati serta amaliah-amaliah Ahlussunnah Waljama’ah, seperti shalawat, tahlil dan barzanji, menjadi menu wajib bagi setiap siswa SMK Ma’arif 1 Wates Kulonprogo.

SMK Ma’arif Wates Kulonprogo, Cetak Lulusan Berdaya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Ma’arif Wates Kulonprogo, Cetak Lulusan Berdaya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK Ma’arif Wates Kulonprogo, Cetak Lulusan Berdaya Saing

“Amanah masyarakat ini kami jaga dengan terus meningkatkan kualitas secara menyeluruh, baik sumber daya guru-karyawan, akademik, dan sekolah. Karena masyarakatlah yang paling bisa menilai kualitas kami. Alhamdulillah sudah banyak prestasi yang kami raih,” ujar Kepala Sekolah SMK Ma’arif 1 Wates, H Rahmat Raharja, S.Pd, M.PdI, kepada BANGKIT beberapa waktu lalu.

Kawit An Nur Slawi

Berdiri sejak tahun 1985, SMK Ma’arif 1 Wates telah mengukir berbagai prestasi, baik akademik maupun non-akademik, yang membanggakan. Tercatat selama 3 tahun terakhir, SMK Ma’arif 1 Wates selalu meluluskan seluruh siswa dalam UN dengan persentase kelulusan 100 %.

Kawit An Nur Slawi

Sekolah yang memiliki moto “Terbesar dan Terbaik” ini menjadi nominasi Sekolah Standar Nasional (SSN) pertama bagi sekolah swasta di Kulonprogo pada tahun 2005. SMK Ma’arif 1 Wates juga tak pernah absen menjadi juara Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Provinsi DIY sejak tahun 2003.

“Keterbatasan dan keprihatinan itulah yang memacu sekolah ini untuk menjadi lebih besar, dan sekarang ya seperti anda lihat. Alhamdulillah kami sudah bisa mandiri dan memiliki gedung yang representatif dan sederet prestasi yang membanggakan,” lanjut Rahmat.

Pria yang juga menjabat sebagai wakil ketua PCNU Kulonprogo ini menambahkan, SMK Ma’arif 1 Wates di awal berdirinya masih menumpang di SMA Ma’arif untuk proses belajar mengajar. Baru pada tahun 2000, SMK ini mampu mandiri dan berkembang pesat hingga sekarang.

Gedung megah berlantai tiga dengan berbagai fasilitas penunjang belajar sudah tersedia lengkap di sekolah ini. SMK Ma’arif 1 Wates memiliki lima jurusan, teknik otomotif, teknik sepeda motor, teknik audio video, teknik instalasi tenaga listrik, dan teknik komputer jaringan, yang kesemuanya diminati oleh siswa pendaftar dan dibuktikan dengan jumlah murid baru tahun 2012 sebanyak 396 anak.

Bahkan rata-rata setiap tahun ajaran baru, SMK Ma’arif 1 Wates ini dengan berat hati harus menolak pendaftar akibat sudah melebihi kuota kelas yang dimiliki. Tingginya animo pendaftar yang ingin menyekolahkan putra-putrinya di sekolah ini masih tidak sebanding dengan kapasitas kursi yang dimiliki sekolah.

Promosi Sepanjang Masa

Rahasia dari kesuksesan SMK Ma’arif 1 Wates ini adalah keberadaan program promosi sepanjang masa yang terus-menerus dilakukan, tidak hanya saat tahun ajaran baru. Selain itu sistem manajerial sekolah yang baik dan profesional membuat sekolah ini terus berkembang pesat.

“Saya selalu selalu berusaha agar sekolah ini menjadi yang pertama, tentunya dalam hal prestasi, karenanya kami menerapkan pola disiplin ketat. Selain itu, kesungguhan mengelola sekolah ini juga menjadi kuncinya. Hal tersebut selalu kami tanamkan kepada setiap guru dan karyawan,” tambah Rahmat.

SMK Ma’arif 1 Wates sekarang telah berdiri di atas tanah seluas 6500 meter persegi yang terlihat sangat jelas dari perlimaan Karangnongko dimana terdapat patung Nyi Ageng Serang. Fasilitas laboratorium praktek juga tersedia lengkap di sekolah ini sebagai penunjang belajar siswa.

“Kami juga menerapkan pendidikan sistem ganda atau praktik kerja industri, yaitu agar proses pendidikan yang kami terapkan match atau sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja di dunia industri. Metodenya dengan melibatkan secara langsung pihak industri dalam mendidik siswa,” tegasnya.

Kerjasama dengan institusi untuk menjaring tamatan SMK Ma’arif 1 Wates ini juga telah berjalan harmonis. Tak kurang 50 perusahaan skala nasional maupun internasional bekerjasama dengan pihak sekolah untuk merekrut alumni menjadi teknisi handal di tempat kerja masing-masing.

Di Kulonprogo, hampir setiap bengkel motor mempunyai teknisi yang merupakan alumni SMK Ma’arif 1 Wates, bahkan banyak teknisi PLN Wates yang berasal dari para tamatan sekolah ini. Namun tak sedikit pula yang menjadi PNS maupun memilih melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi. 

Dalam rangka mendukung program kerja PCNU Kulonprogo maupun PWNU DIY, SMK Ma’arif 1 Wates selalu melibatkan diri, baik rutin maupun insidentil, karena memang bagian dari NU. Pengurus PCNU maupun PWNU terkadang juga dilibatkan dalam pembelajaran Islam intensif dan kegiatan lainnya. (Rokhim Bangkit dan Rois)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Tegal, IMNU Kawit An Nur Slawi

Sabtu, 08 Oktober 2016

Fasilitasi Bakat Pelajar, PP IPPNU Gelar Pelatihan Media Kreatif dan Sehat

Jakarta, Kawit An Nur Slawi

Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) melalui departemen komunikasi dan informasi menggelar pelatihan yang bertajuk Creative Media Youth School yang berlangsung sejak Kamis (5/10) di Gedung Kantor Pusat Tik Nasional, Ciputat, Tangsel. Acara ini digelar selama tiga hari ini.

Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Balitbang SDM) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Basuki Yusuf Iskandar.

Fasilitasi Bakat Pelajar, PP IPPNU Gelar Pelatihan Media Kreatif dan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Fasilitasi Bakat Pelajar, PP IPPNU Gelar Pelatihan Media Kreatif dan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Fasilitasi Bakat Pelajar, PP IPPNU Gelar Pelatihan Media Kreatif dan Sehat

Ia dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertumbuhan atau dinamika teknologi begitu kencang oleh karena itu sudah selayaknya para pelajar-pelajar dapat menggunakan media dengan produktif dan bermanfaat.

Kawit An Nur Slawi

Ia berharap, para peserta dapat memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya untuk menggali ilmu pengetahuan yang lebih dalam perkembangan media, teknologi dan dapat melihat perspektif global.

“Nantinya, ilmu yang sudah diperoleh dari pelatihan ini, dapat diimplementasikan di daerah masing-masing dan dapat menggunakan media dengan cerdas, sehingga para peserta ini dapat memberikan kontribusinya sebagai generasi yang cerdas dalam besosial media,” jelasnya.

Kawit An Nur Slawi

Seketaris Umum IPPNU Zaimah Imamatul Baroroh menyatakan bahwa di Indonesia saat ini banyak pelajar-pelajar kreatif dan cerdas. “Jika difasilitasi, diberikan training-training, maka akan sangat bermanfaat untuk menjadi instruktur sebaya di bidang media dan menjadi pelopor pengguna media sosial yang cerdas dan bijak,” katanya.

“Saya menyampaikan salam dari Ketua Umum IPPNU Puti Hasni yang saat ini sedang berada di Jepang untuk mengikuti Program Jenesys 2017, ia menyampaikan selamat dan sukses untuk teman-teman yang telah mengikuti acara pelatihan ini,” katanya.

Menurut Zaimah, IPPNU berperan aktif untuk menjembatani para rekanita di dalam memperkaya pengetahuan mengenai media. Kita dari pimpinan pusat berinisiatif dengan membuat pelatihan Creative Media Youth School. Hal ini diharapkan menjadi wadah bagi generasi millenial agar semakin melek media dan haus akan pengetahuan sehingga dapat meningkatkan sensitivitas terhadap keberagaman di media.

Pengetahuan dan pemahaman mengenai ilmu-ilmu di dalam menguasai media menjadi urgensi bagi diri kita sebagai filter dalam menghadapi modernisasi millenial.

“Atas nama Panitia saya sangat berterima kasih atas kesempatan yang baik yang diberikan kepada kami. Ini adalah awal yang baik yang bisa terus dilakukan secara bertahap sehingga ke depannya kami bersama teman-teman di seluruh Indonesia dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik,” imbunya.

Peserta yang berjumlah 100 orang ini adalah perwakilan dari daerah zona Jawa dan Sumatera. Peserta sebelumnya telah melewati seleksi ketat. (Anty Husnawati/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Syariah, Habib, Tegal Kawit An Nur Slawi

Rabu, 05 Oktober 2016

Fatayat Klaten Dorong Pendirian Anak Cabang

Klaten, Kawit An Nur Slawi. Pimpinan Cabang Fatayat NU Klaten, Jawa Tengah, terus bergeliat untuk terus melebarkan sayapnya di daerah Klaten. Terakhir, mereka berhasil melantik 4 kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC).

Keempat PAC tersebut yakni, Fatayat NU Manisrenggo, Karangnongko, Bayat dan Klaten Selatan. Acara pelantikan dilangsungkan di Aula Masjid Raya Klaten, pertengahan bulan lalu.

Kepada Kawit An Nur Slawi, Ketua PC Fatayat NU Klaten Ika Nurmaliana Dewi, mengungkapkan berdirinya 4 PAC baru ini sebagai bukti keseriusan Fatayat NU Klaten dalam menggarap bidang pengkaderan dan organisasi.

Fatayat Klaten Dorong Pendirian Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat Klaten Dorong Pendirian Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat Klaten Dorong Pendirian Anak Cabang

“Masih ada garapan bagi kami untuk 12 PAC lainnya yang belum terbentuk,” terang Ika, Jumat (23/12).

Ika juga berharap, semangat ini kemudian juga dapat diteruskan para pengurus PAC, untuk membentuk ranting di daerah masing-masing. “Semoga Fatayat tetap solid, dan tetap semangat bagi PAC yang telah ada dan baru saja terbentuk. Agenda lain, untuk membentuk Ranting-ranting Fatayat NU di Klaten." terangnya.

Kawit An Nur Slawi

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Klaten, H. Mujiburrahman, turut mengapresiasi apa yang telah diupayakan Fatayat NU Klaten ini. "Ke depan, saya berharap untuk mendata MWC-MWC NU Se-Klaten yang belum ada Fatayatnya. Kami dari PCNU Klaten siap mendukung dan memfasilitasi untuk itu," ujar Mujib.

Ia juga berharap agar dalam waktu dekat, untuk segera diadakan pelatihan-pelatihan bagi Fatayat NU Klaten. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi Kyai Kawit An Nur Slawi

Selasa, 04 Oktober 2016

Kiai Said Sebut Budaya adalah Insfrastruktur Beragama

Mataram, Kawit An Nur Slawi. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan kepengurusan PBNU 2015-2020 mengembangkan Islam Nusantara yang berawal dari semangat kembali ke pesantren.

“Kembali ke pesantren megawali semangat Islam Nusantara yang menjadi hasil Muktamar NU ke-33. Islam Nusantara yang ramah, santun, dan menghormati budaya,” kata Kiai Said saat Sidang Pleno Kedua Munas Konbes NU 2017 di Islamic Center Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (23/11) malam.

Kiai Said Sebut Budaya adalah Insfrastruktur Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Sebut Budaya adalah Insfrastruktur Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Sebut Budaya adalah Insfrastruktur Beragama

Semangat Islam Nusantara juga menjadikan budaya sebagai infrastruktur dalam beragama.

“Contohnya batik digunakan untuk shalat, karena hasil budaya dimafaatkan untuk ibadah shalat,” lanjutnya.

Terkait dengan ideologi Pancasila yang juga didengungkan NU sebagai idelologi yang tidak bertentangan dengan Islam, Kiai Said menyebut dirinya bersama Rais Aam PBNU dan sejumlah tokoh nasional, masuk sebagai tim Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP).

Kawit An Nur Slawi

Melalui UKP-PIP mewujudkan pemaknaan Pancasila bukan monopoli satu pihak tertentu.

“Sekarang tafsir Pancasila dirumuskan dengan meminta masukan berbagiai pihak melalui tulisan yang dielaborasi merangkum gerakan mewujudkan nilai-nilai Pancasila,” tandas Kiai Said.

Kawit An Nur Slawi

UKP-PIP juga menjadi arah kebijakan umum ideologi Pancasila dan melaksanakan koordinasi, sinkronisasi dan pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Makam Kawit An Nur Slawi

Jumat, 30 September 2016

Pelajar NU Cirebon Gelar Bedah Buku “Benturan NU-PKI”

Cirebon, Kawit An Nur Slawi

Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menggelar Bedah Buku “Benturan NU-PKI 1948-1965” karya H Abdul Mun’im DZ di Kampus Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon (IAI BBC).

Bedah buku yang berlangsung Rabu (28/09) dihadiri oleh lebih dari 350 peserta yang terdiri dari kader Pimpinan Anak Cabang, Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU se-Kabupaten Cirebon, mahasiswa, serta tamu undangan. Tamu undangan yang hadir, di antaranya utusan dari berbagai kampus yang ada di kota Cirebon serta dari pengurus IPNU-IPPNU se-Wilayah III Cirebon, seperti Pengurus PC. IPNU- IPPNU Kota Cirebon, PC IPNU-IPPNU Kabupaten Indramayu.

Pelajar NU Cirebon Gelar Bedah Buku “Benturan NU-PKI” (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Cirebon Gelar Bedah Buku “Benturan NU-PKI” (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Cirebon Gelar Bedah Buku “Benturan NU-PKI”

Hamdan Tsani Tyo selaku ketua pelaksana bedah buku ini mengaku bahagia karena acara berjalan dengan lancar, peserta yang hadir pun lebih dari target kami. Itu berarti, banyak orang yang merespon positif dan merasa penasaran mengenai sejarah NU dan PKI di masa lalu.

Kawit An Nur Slawi

“Apalagi ini momen yang tepat untuk mengingat sejarah dulu mengenai PKI, yakni peristiwa yang terjadi pada akhir bulan September yang dikenal dengan peristiwa G 30 S PKI,” ungkap Hamdan.

Kawit An Nur Slawi

Menurut Abdul Mun’im, yang tak lain adalah penulis buku “Benturan NU-PKI 1948-1965” menjelaskan bahwa buku ini menjelaskan beberapa rangkaian peristiwa bagaimana PKI melakukan propaganda, memprovokasi, meneror, dan menyerang NU serta pesantren.

“Dalam buku ini juga dikemukakan pelurusan tentang permintaan maaf Gus Dur terhadap para korban G 30 S PKI yang mengalami kesalahpahaman. Artinya dipahami secara salah. Selain itu, juga megungkapkan sikap NU terhadap propaganda PKI,” ,jelasnya.

Sementara Ketua PC IPNU Kabupaten Cirebon, Ayub Al Ansori mengatakan, dengan bedah buku ini kader NU khususnya IPNU-IPPNU bisa menggali sejarah mana yang sepaptutnya kita pegang sebagai panutan sejarah, bukan untuk membuka luka lama, sehingga timbul konflik baru, tetapi sebagai tabayun dan tarbiyah bagi kita bahwa ada penggalan yang musti kita ingat dan pelajari.

“Gus Dur pun pernah bilang, kita mesti memaafkan tapi tidak untuk melupakan,” tambah Ayub. (Nur Jannah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Makam Kawit An Nur Slawi

PCNU Sumenep Sikapi Persoalan Agraria

Sumenep, Kawit An Nur Slawi. Banyaknya tanah rakyat khususnya di daerah pesisir yang dibeli orang luar daerah bahkan dari luar negeri menjadi keprihatinan bagi PCNU Sumenep, Madura, Jawa Timur. Karena itu, Ahad (1/11) PCNU Sumenep menggelar seminar agraria bertempat di gedung pertemuan PCNU Sumenep dalam rangka menyikapi banyaknya persoalan tersebut.

Menurut sekretaris PCNU Sumenep, A Waris Umar, maksud diadakannya seminar ini sebagai bagian mengonsolidasi Nahdliyin serta memberikan pengetahuan seputar masalah agraria dan konflik yang menyertainya.

PCNU Sumenep Sikapi Persoalan Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sumenep Sikapi Persoalan Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sumenep Sikapi Persoalan Agraria

Hadir dalam seminar tersebut dua orang narasumber, Muhammad Fayyadl (Gus Fayyadl) dari Paiton, Probolinggo dan KH Muhammad Shalahuddin (Gus Mamak) dari Guluk-Guluk, Sumenep.

Kawit An Nur Slawi

Menurut gus Mamak, kerusakan bumi dalam Alquran selalu dikaitkan dengan ketamakan atau kerusakan. Berpindahnya kepemilikan tanah pada pemodal bisa menjadi pemicu bagi munculnya kerusakan bumi.

Lebih lanjut Gus Fayyadl menegaskan, maraknya pembelian tanah oleh para pemodal di tingkat lokal tak lepas dari desain di tingkat nasional bahkan global. Kapitalisme global dengan kuatnya invasi modal asing telah menguasai seluruh sumber daya alam.?

Kawit An Nur Slawi

“Darat dan laut kita banyak yang telah dikelola asing. Kehadiran Front Nahdliyin Untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam sebenarnya didorong oleh kegelisahan realitas ini,” ujar Fayyadl.

Seminar agraria ini diikuti utusan MWC NU se-Kabupaten Sumenep, lembaga dan banom, mahasiswa, pesantren, perguruan tinggi, dan insan pers.

Mengakhiri seminar, PCNU Sumenep mendirikan Front Nahdliyin untuk Kedaulatan SDA di Kabupaen Sumenep sekaligus melantik A Dardiri Zubairi sebagai koordinatornya. (Dayat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Bahtsul Masail Kawit An Nur Slawi

Rabu, 14 September 2016

Islam dan Hak Asasi Manusia

Oleh KH Abdurrahman Wahid

Tulisan-­tulisan yang menyatakan Islam melindungi Hak Asasi Manusia (HAM), seringkali menyebut Islam sebagai agama yang paling demokratis. Pernyataan itu, seringkali tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Justru di negeri­negeri muslim­lah terjadi banyak pelanggaran yang berat atas HAM, termasuk di Indonesia. Kalau kita tidak mau mengakui hal ini, berarti kita melihat Islam sebagai acuan ideal namun sama sekali tidak tersangkut dengan HAM. Dalam keadaan demikian, klaim Islam sebagai agama pelindung HAM hanya akan terasa kosong saja, tidak memiliki pelaksanaan dalam praktik kehidupan.

Di sisi lain, kita melihat para penulis seperti Al­Maududi, seorang pemimpin muslim yang lahir di India dan kemudian pindah ke Pakistan di abad yang lalu, justru tidak mempedulikan hubungan antara Islam dan HAM. Bahkan, baginya hubungan antara Islam dan Nasionalisme justru tidak ada. Nasionalisme adalah ideologi buatan manusia, sedangkan Islam adalah buatan Allah Swt. Bagaimana mungkin mempersamakan sesuatu buatan Allah Swt dengan sesuatu buatan manusia? Lantas, bagaimanakah harus diterangkan adanya hubungan antara perkembangan Islam dalam kehidupan yang dipenuhi oleh tindakan­tindakan manusia? Al­Maududi tidak mau menjawab pertanyaan ini, sebuah sikap yang pada akhirnya menghilangkan arti acuan yang digunakannya.

Islam dan Hak Asasi Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam dan Hak Asasi Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam dan Hak Asasi Manusia

Bukankah Liga Muslim (Muslim League) yang didukungnya adalah buatan Ali Jinnah dan Liaquat Ali Khan, yang kemudian melahirkan Pakistan, tiga kali berganti nama antara Republik Pakistan dan Republik Islam Pakistan? Bukankah ini berarti campur tangan manusia yang sangat besar dalam pertumbuhan negeri muslim itu? Dan, bagaimanakah harus dibaca tindakan Jenderal Pervez Musharraf yang pada bulan lalu telah me­menangkan kepresidenan Pakistan melalui plebisit, bukannya melalui pemilu? Dan bagaimana dengan tuduhan­tuduhannya, bahwa para pemuka partai politik, termasuk Liga Muslim, sebagai orang­orang yang korup dan hanya mementingkan diri sendiri?

Kawit An Nur Slawi

***

Kawit An Nur Slawi

Banyak negeri-negeri muslim yang telah melakukan ratifikasi atas Deklarasi Universal HAM, yang dikumandangkan oleh Perserikatan Bangsa­Bangsa (PBB) dalam tahun 1948. Dalam deklarasi itu, tercantum dengan jelas bahwa berpindah agama adalah Hak Asasi Manusia. Padahal fiqh/hukum Islam sampai hari ini masih berpegang pada ketentuan, bahwa berpindah dari agama Islam ke agama lain adalah tindak kemurtadan (apostasy), yang patut dihukum mati. Kalau ini diberlakukan di negeri kita, maka lebih dari 20 juta jiwa manusia Indonesia yang berpindah agama dari Islam ke Kristen sejak tahun 1965, haruslah dihukum mati. Dapatkah hal itu dilakukan? Sebuah pertanyaan yang tidak akan ada jawabnya, karena jika hal itu terjadi merupakan kenyataan yang demikian besar mengguncang perasaan kita.

Dengan demikian menjadi jelas, bahwa di hadapan kita hanya ada satu dari dua kemungkinan: menolak Deklarasi Universal HAM itu sebagai sesuatu yang asing bagi Islam, seperti yang dilakukan al­Maududi terhadap Nasionalisme atau justru merubah diktum fiqh/hukum Islam itu sendiri. Sikap menolak, hanya akan berakibat seperti sikap burung onta yang menolak kenyataan dan menghindarinya, dengan bersandar kepada lamunan indah tentang keselamatan diri sendiri. Sikap seperti ini, hanya akan berarti menyakiti diri sendiri dalam jangka panjang.

Dengan demikian, mau tak mau kita harus menemukan mekanisme untuk merubah ketentuan fiqh/hukum Islam, yang secara formal sudah berabad­abad diikuti. Tetapi disinilah terletak kebesaran Islam, yang secara sederhana menetapkan keimanan kita hanya kepada Allah dan utusan­Nya sebagai sesuatu yang tidak bisa ditawar lagi. Beserta beberapa hukum muhkamat lainnya, kita harus memiliki keyakinan akan kebenaran hal itu. Apabila yang demikian itu juga dapat diubah­ubah maka hilanglah ke­Islaman kita.

Sebuah contoh menarik dalam hal ini adalah tentang budak sahaya (slaves), yang justru banyak menghiasi al-Qurân dan alHadits (tradisi kenabian). Sekarang, perbudakan dan sejenisnya tidak lagi diakui oleh bangsa muslim manapun, hingga secara tidak terasa ia hilang dari perbendaharaan pemikiran kaum muslimin. Praktik­praktik perbudakan, kalaupun masih ada, tidak diakui lagi oleh negeri muslim manapun dan paling hanya dilakukan oleh kelompok­kelompok muslimin yang kecil tanpa perlindungan negara. Dalam jangka tidak lama lagi, praktik semacam itu akan hilang dengan sendirinya.

Nah, kita harus mampu melihat ufuk kejauhan, dalam hal ini kepada mereka yang mengalami konversi ke agama lain. Ini merupakan keharusan, kalau kita ingin Islam dapat menjawab tantangan masa kini dan masa depan. Firman Allah Swt dalam kitab suci al-Qurân, “Semuanya akan binasa dan yang tetap hanya Dzat Tuhanmu (Kullu man ‘alayha fânin. Wa yabqâ wajhu rabbika)” (QS al­Rahman [55]: 26­27) menunjukkan hal itu dengan jelas. Ketentuan ushûl fiqh (Islamic legal theory) “Hukum agama sepenuhnya tergantung kepada sebab­sebabnya, baik ada ataupun tidak adanya hukum itu sendiri (al-hukmu yadûru ma’a ‘illatihi wujûdan wa ‘adaman)” jelas menunjuk kepada kemungkinan perubahan diktum seperti ini.

Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) telah melakukan antisipasi terhadap hal ini. Dalam salah sebuah muktamarnya, NU telah mengambil keputusan “perumusan hukum haruslah sesuai dengan prinsip­prinsip yang digunakan”. Ambil contoh masalah Keluarga Berencana (KB), yang dahulu dilarang karena pembatasan kelahiran, yang menjadi hak reproduksi di tangan Allah semata. Sekarang, karena pertimbangan biaya pendidikan yang semakin tinggi membolehkan perencanaan keluarga, dengan tetap membiarkan hak reproduksi di tangan Allah. Kalau diinginkan memperoleh anak lagi, tinggal membuang kondom atau menjauhi obat­obat yang dapat mengatur kelahiran. Jelaslah dengan demikian, bahwa Islam memang menjadi agama di setiap masa dan tempat (shalihun li kulli zamân wa makân). Indah bukan, untuk mengetahui hal ini semasa kita masih hidup?

*) Diambil dari Abdurrahman Wahid, Islamku Islam Anda Islam Kita: Agama Masyarakat Negara Demokrasi, 2006 (Jakarta: The Wahid Institute).

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Ulama, Pertandingan Kawit An Nur Slawi

Selasa, 06 September 2016

Hadirkan Sejumlah Pihak, LPNU Bahas Kedaulatan Pangan

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) menggelar Seminar Nasional Pra Muktamar bertajuk “Menyoal Ekonomi Kerakyatan dan Kedaulatan Pangan di era Jokowi” di lantai 5 Gedung PBNU Jl Kramat Raya 164 Jakarta, Rabu (1/7).

Hadirkan Sejumlah Pihak, LPNU Bahas Kedaulatan Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadirkan Sejumlah Pihak, LPNU Bahas Kedaulatan Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadirkan Sejumlah Pihak, LPNU Bahas Kedaulatan Pangan

Ketua Pengurus Pusat LPNU H Mustholihin Madjid mengatakan, hasil seminar akan dibawa ke forum muktamar dan dijadikan acuan PBNU lima tahun mendatang. “Jika perlu, akan diteruskan acuan tersebut hingga 2026 saat memperingati 100 Tahun NU. Dengan catatan kalau hasilnya bagus,” ujarnya.

Menurut dia, membincang soal ketahanan pangan tentu tidak bisa dihindari membicarakan tentang produk petani. “Bicara produk petani, otomatis kita bicara tentang petani. Nah, kalau tentang petani, merem saja 50 persennya akan ketahuan kalau mereka warga NU,” kata Mustholihin.

Kawit An Nur Slawi

Hadir dalam acara tersebut Ketua PBNU sekaligus Ketua Panitia Muktamar ke-33 NU H Imam Aziz dan Ketua PBNU bidang perekonomian Prof KH Maksum Mahfoedz. Para pimpinan lembaga di lingkungan PBNU juga tampak hadir, antara lain Ketua LTM NU KH A Manan A Ghani, Ketua PP Lakpesdam NU KH Yahya Mashum, Ketua PP LAZISNU KH Masyhuri Malik.

Kawit An Nur Slawi

Seminar yang dimoderatori kader NU dari Universitas Indonesia Athor Subroto ini mengundang sejumlah narasumber antara lain Sekretaris Badan Ketahan Pangan Nasional Rochjat Darmawiredja, Direktur Irigasi, Rawa dan Air Kementerian PUPR Amir Hamzah, Kepala Biro Ekonomi BCA David Gumual, dan Rangga dari LSM Vasham.

Para narasumber berbicara tentang tiga hal Kedaulatan Pangan, Kemandirian Pangan, dan Ketahanan Pangan yang mengacu pada UU No 18/2012 tentang Pangan.? Sementara paparan Rangga dari Vasham lebih kepada strategi swasembada pangan, yakni menyangkut corporate farming, dan pengembangan petani kecil. (Musthofa Asrori/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Sholawat, Bahtsul Masail, Ahlussunnah Kawit An Nur Slawi

Minggu, 04 September 2016

Tiga Santri Aswaja Mlangi Studi Banding ke Amerika

Sleman, Kawit An Nur Slawi. Tiga santri Aswaja Nusantara Mlangi dinyatakan lolos tes seleksi untuk mengikuti Indonesia-America Youth Leadership Program. Bersama 17 pelajar lain, mereka akan mengikuti pelatihan selama sebulan penuh di George Mason University.

Tiga Santri Aswaja Mlangi Studi Banding ke Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Santri Aswaja Mlangi Studi Banding ke Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Santri Aswaja Mlangi Studi Banding ke Amerika

Siti Khoiriyah, Arbah Muhammad Imam Yahya, dan Miftahur Rahman akan berangkat bersama 6 pelajar asal Yogyakarta ke Amerika akhir bulan ini setelah mengatasi ratusan siswa dan santri asal Yogyakarta, Solo, dan Bali yang turut dalam seleksi itu.

Selain mereka, sebanyak 5 pelajar dari Solo dan 6 dari Bali juga dinyatakan lolos tes seleksi. “Rasanya senang, kaget, dan seperti tidak percaya,” ujar ketiganya saat ditemui Kawit An Nur Slawi di pesantren Aswaja Nusantara Mlangi, Sleman, Senin (19/5) malam.

Kawit An Nur Slawi

Siti Khoiriyah mengatakan santri jangan takut bermimpi. “Di desa saya, orang ke luar negeri itu jadi TKI. Sekarang saya ingin membuktikan bahwa ke luar negeri tidak hanya jadi TKI,” kata gadis asal Indramayu.

Pimpinan pesantren Aswaja Nusantara Kiai Muhammad Mustafid menyatakan dukungan kepada santrinya itu. “Ini merupakan cara mereka agar lebih memahami realitas global yang berpengaruh terhadap Indonesia,” kata Kiai Mustafid. (Dwi Khoirotun Nisa’/Alhafiz K)

Kawit An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Sejarah Kawit An Nur Slawi

Kamis, 01 September 2016

Dilantik, Muslimat NU Sulsel Digawangi 63 Doktor, 70 Magister

Makassar, Kawit An Nur Slawi - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama Hj Khofifah Indar Parawansa melantik Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulawesi Selatan masa khidmah 2016-2021. Kegiatan tersebut yang berlangsung di auditorium KH Muhyiddin Zain Universitas Islam Makassar pada Ahad (31/7) tersebut dirangkai dengan Rapat Kerja dan Halal bihalal.

Hj Khofifah dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus Muslimat NU Sulsel yang baru dilantik. Ia berharap agar pengurus baru mampu membawa Muslimat NU Sulawesi Selatan lebih baik.

Dilantik, Muslimat NU Sulsel Digawangi 63 Doktor, 70 Magister (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, Muslimat NU Sulsel Digawangi 63 Doktor, 70 Magister (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, Muslimat NU Sulsel Digawangi 63 Doktor, 70 Magister

"Menurut catatan saya, susunan pengurus Muslimat NU Sulsel saat ini kurang lebih ada 63 yang bergelar doktor dan 70 orang bergelar magister sehingga sumber daya manusia lebih dimudah diarahkan kemana, peta dakwahnya seperti apa," katanya.

Kawit An Nur Slawi

Dengan sumber daya seperti itu, lanjut Menteri Sosial RI di Kabinet Kerja, ini Muslimat NU Sulawesi Selatan harus bisa menjawab problema masyarakat saat ini, diantaranya radikalisme agama, penyalahgunaan narkoba, pemberantasan korupsi, dan problema masyarakat yang ada.

Sementara Ketua PW Muslimat NU Sulsel Majdah MZ Agus Arifin Numang dalam sambutannya berterima kasih kepada seluruh pengurus cabang yang telah mengamanahkannya kembali sebagai pucuk pimpinan Muslimat NU. Ia menganggap amanah tersebut tentunya adalah amanah yang sangat mulia.

"Muslimat NU tentunya memiliki tugas mengatasi persoalan bangsa kekinian sehingga saya berharap kepada seluruh pengurus untuk menjadi garda terdepan atas persoalan bangsa karena Muslimat dan ibu adalah madrasah awal bagi anak-anak bangsa.”

Kawit An Nur Slawi

Pelantikan tersebut PW Muslimat NU Sulsel bersama seluruh ketua dan Pengurus PC Muslimat NU Kabupaten/Kota, Wakil Gubernur Sulsel, Ketua Umum PP Muslimat NU, Ketua NU Sulsel, Ketua IPNU Sulsel, Ketua GP Ansor Makassar, para Ketua Lembaga NU Sulsel menandatangani dan mendeklarasikan Laskar Anti-Narkoba Muslimat NU Sulawesi Selatan. Turut menandatangani Ketua PW Aisiyah Sulsel, para ketua ormas Islam dan seluruh perwakilan ormas keagamaan. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Warta, Ahlussunnah, IMNU Kawit An Nur Slawi

Minggu, 21 Agustus 2016

NU Utamakan Aspek Keagamaan

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Nahdlatul Ulama mengedepankan unsur agama di tengah masyarakat Indonesia. Dalam merumuskan program organisasi, NU selalu mengarahkan gerakannya dalam menyiarkan nilai-nilai agama Islam.

Hal tersebut dikemukakan oleh M. Imam Aziz, salah seorang Ketua PBNU dalam forum kunjungan resmi DPC PKB Sidoarjo di Kantor PBNU lantai lima, Jakarta Pusat, Rabu (26/12) Sore.

NU Utamakan Aspek Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Utamakan Aspek Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Utamakan Aspek Keagamaan

“NU itu jam‘iyah diniyah wa ijtima‘iyah ala thariqati ahlissunnah wal jama‘ah bi mazahibil arba‘ah atau organisasi keagamaan dan kemasyarakatan berdasarkan paham Ahlussunah wal Jama‘ah, Aswaja yang memeluk salah satu dari empat mazhab fiqih,” jelas Imam.

Kawit An Nur Slawi

Aspek keagamaan menurut paham Aswaja dan empat mazhab fiqih, diutamakan oleh NU berikut banom dan lembaganya melalui pesantren salaf, sekolah NU, Universitas NU, majelis taklim, istigasah, pengajian akbar, masjid, langgar, dan aneka kegiatan lain, tambah Imam.

Kawit An Nur Slawi

“Itulah yang diberikan NU kepada umat selain pemberdayaan masyarakat dengan aneka layanan umum dan pelatihan. Karena, kelompok di luar paham Aswaja juga tidak kalah semangat menghantam paham Aswaja yang dianut oleh umat Islam Indonesia. Karenanya, para kiai NU dan aktivisnya terus membentengi umat dalam kerangka Ahlussunah wal Jama‘ah,” kata Imam.

Pernyataan di atas disampaikan oleh Imam dalam menjawab pertanyaan seorang aktivis politisi, “Apakah yang diberikan NU kepada umat Islam di Indonesia?”

Sedikitnya empat puluh politisi dari Sidoarjo memadati aula lantai lima. Kunjungan berlangsung dengan suasana santai. Mereka diterima oleh Imam Aziz yang mengenakan kemeja putih berlengan pendek.  

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis    : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi News, Amalan Kawit An Nur Slawi

Doa ketika Mendengar Ayat Rahmat atau Ayat Siksa

Al-Qur’an merupakan kitab suci yang diturunkan oleh Allah swt melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw untuk disebarluaskan kepada segenap makhluk Allah. Selain sebagai petunjuk (hudan) bagi orang-orang yang bertakwa, Al-Qur’an juga memiliki fungsi sebagai pembeda (al-furqân) antara yang baik dan yang buruk. Hal ini ditegaskan dalam Q.S. Al-Furqon (25:1):

? ? ? ? ? ? ? ? ? 

Doa ketika Mendengar Ayat Rahmat atau Ayat Siksa (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa ketika Mendengar Ayat Rahmat atau Ayat Siksa (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa ketika Mendengar Ayat Rahmat atau Ayat Siksa

“Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqân (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam,”

Selain itu, secara karakteristik, ayat-ayat Al-Qur’an juga memiliki corak “keberpasangan”, corak keberpasangan ini bisa kita temukan misalnya dalam hal fungsi Al-Qur’an sebagai kabar gembira (basyîran) bagi orang-orang mukmin, sekaligus ancaman (nadzîran) bagi orang kafir. Kita juga menemukannya dalam corak ayat-ayat Al-Qur’an yang cenderung memasangkan ayat rahmat dengan ayat siksa (adzab).

Terkait dengan ayat rahmat dan ayat adzab, Syekh Abu Bakar Syatho ad-Dimyathi dalam kitab I’ânatuth Thâlibîn (Beirut: Dar Ihya al-Kutub al-Islamiyyah, tt), juz I, hal. 166, telah meriwayatkan doa-doa yang disunnahkan untuk dibaca ketika kita membaca atau mendengarkan ayat-ayat tersebut.

Kawit An Nur Slawi

Kesunnahan semacam ini berlaku baik ketika kita mendengarkannya di dalam sholat maupun di luar shalat, dan sebaiknya dibaca dalam kondisi suci, meskipun boleh juga dibaca dalam kondisi tidak memiliki wudhu. Doa-doa tersebut ialah:

Doa ketika mendengar ayat yang menerangkan rahmat:

Kawit An Nur Slawi

? ? ? ? ? ?

Rabbighfir warham wa Anta khairur râhimîn

“Ya Tuhanku, ampuni dan welasi aku, Engkau-lah Sebaik-baiknya Dzat Yang Penyayang.” 

Doa ketika mendengar ayat yang menerangkan siksa:

? ? ? ? ? ?

Rabbi innî a’ûdzu bika minal ‘adzâb

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung pada-Mu dari adzab.”

Demikianlah, semoga bisa senantiasa kita amalkan. Wallâhu a’lam bi-shawâb. (Muhammad Ibnu Sahroji)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi RMI NU Kawit An Nur Slawi

Senin, 15 Agustus 2016

Kiai Hizib Nashr itu

Oleh Ahmad Nur Kholis

Innalillahi wa Inna Ilaihi raji’uun. Sabtu,? 1 maret 2014 waktu isya, saya dibuat terkejut oleh wafatnya seorang tokoh ulama kharismatik, tokoh Nahdlatul Ulama. KH Masduqi Mahfudz. Lagi-lagi kiai panutan Nahdliyin wafat.

Kiai Hizib Nashr itu (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hizib Nashr itu (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hizib Nashr itu

Bagi saya, Ia adalah ulama yang penuh tauladan. Saya merupakan orang yang harus menyayangkan, karena tidaklah sempat saya bertatap muka dengannya meskipun sudah lebih 10 (sepuluh) tahun tinggal di Malang.

Saya hanya pernah ke pesantren Kiai Masduki, meskipun tidak sampai menemui beliau karena merasa takut dan grogi. Dan sekarang, saya sangat menyayangkan kesempatan itu tidak saya gunakan.

Kawit An Nur Slawi

Meskipun tidak pernah bertemu, kisah-kisah penuh teladan Kiai Masduki sangatlah masyhur terdengar di telinga masyarakat Malang terutama para santri. Dan salah satu keteladanan yang patut dicontoh dari seorang Kiai Masduki adalah gaya hidupnya yang sederhana, dan keteguhan pendirian yang dimilikinya yang bak karang tak tergoyahkan.

Ia terkenal sebagai ulama ahli doa Hizb Nashar. Sebagaimana dikutip oleh majalah AULA pada sekitar tahun 1996. Demikian ini karena memang Kiai Masduki Istiqamah mengamalkan doa hizb karya Syaikh Abil Hasan As-Syadzili itu.

Kawit An Nur Slawi

Bahkan kabarnya, dalam setiap acara apapun yang diselenggarakan oleh masyarakat, ia mesti membaca Hizb Nashar. Mungkin saking istiqamah dan Ikhlas serta lurusnya niat, ia sudah tidak perduli pandangan orang. Pokoknya niatnya berdo’a lillahi ta’ala.

Saya tahu nama KH Masduki Mahfudz sudah sejak lama. Bahkan jauh sebelum saya di tinggal Malang. Tepatnya waktu saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar di Madura. Selama bertahun-tahun ia mengasuh rubrik Bahtsul Masa’il di Majalah AULA.

Jikalau ingatan saya tidak salah, sebagaimana saya baca di Majalah milik PWNU Jawa Timur itu, sewaktu NU mengadakan Istighatsah Akbar di Lapangan Tambak Sari Surabaya, pada tahun 1996 silam, Kiai Masduki Mahfudz yang waktu itu diberi kesempatan membaca doa, juga membaca Hizb Nashar.

Ada suatu kisah tetang dirinya yang membuat saya terkagum-kagum adalah jalan kehidupan penuh kesederhanaan yang ia pilih. Dikisahkan bahwa, meskipun Ia telah menjadi seorang dosen di sebuah Perguruan Tinggi Negeri, dan Ia sendiri merupakan pegawai negeri di sana, ia tidaklah mengandalkan jabatannya. Kiai Masduki tidak mau mengisi perut dirinya dan keluarganya dari hasil pegawai negeri dan dosen itu. Akan tetapi ia memilih mencari rezeki lewat bekerja keras sebagai sopir angkot.

Jika kita tahu tentang riwayat Imam As-Syadzili pengarang hizib-hizib itu, yang meskipun seorang sufi tapi tetap menjadi pengusaha botol yang sukses, namun hidup dengan penuh kesederhanaan. Rupanya, jiwa Syaikh Abil Hasan As-Syadzili ini benar-benar melekat pada diri KH Masduqi.

Selamat jalan Imam As-Syadzili abad 21. Selamat jalan Imam As-Syadzili Indonesia. Allahummaghfir lahu warhahu wa ‘aafiihi wa’fu anhu.

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Cerita, Pendidikan, Syariah Kawit An Nur Slawi

Minggu, 14 Agustus 2016

Tiga Orang Ini Wajib Zakat Fitrah

Sebentar lagi Ramadhan akan berakhir. Itu artinya kewajiban zakat fitrah pun harus disegerakan. Penyerahan zakat paling lambat ialah sebelum shalat ‘Id diselenggarakan. Bila dilakukan setelah shalat ‘Id, maka zakat yang diserahkan dinilai sebatas sedekah biasa. Maka dari itu, segerakanlah membayar zakat sebelum temponya abis.

Ibadah zakat memiliki aturan dan ketentuan yang harus dipenuhi. Tidak semua orang diwajibkan untuk berzakat. Andaikan semuanya, tentu ini sangat memberatkan. Oleh sebab itu, penting kiranya untuk mengetahui siapa saja orang yang diwajibkan membayar zakat fitrah. Muhammad bin Qasim Al-Ghazi dalam Fathul Qarib menyebut tiga kelompok yang wajib atas mereka membayar zakat fitrah. Ketiga kelompok yang dimaksud ialah:

Tiga Orang Ini Wajib Zakat Fitrah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Orang Ini Wajib Zakat Fitrah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Orang Ini Wajib Zakat Fitrah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Kawit An Nur Slawi

Artinya, “Pertama, Islam dan tidak ada kewajiban zakat bagi orang kafir, kecuali budak dan kerabat Muslim dari orang kafir tersebut.

Kawit An Nur Slawi

Kedua, mereka masih diberi kehidupan hingga matahari terbenam pada akhir Ramadhan. Karenanya,? bila ada yang meninggal setelah terbenam matahari, ia masih dikenakan kewajiban zakat. Hal ini berbeda dengan anak yang lahir setelah terbenam matahari, dia tidak diwajibkan zakat.

Ketiga, dia memiliki kemudahan dan kesanggupan, atau memiliki makanan pokok yang melebihi dari kebutuhannya dan keluarganya pada hari tersebut, maksudnya pada saat hari Raya atau malamnya.

Setiap orang diwajibkan membayar zakat serta membayar zakat orang yang masih menjadi tanggungannya. Mereka tidak diwajibkan membayar zakat budak, saudara, dan istri yang kafir, sekalipun menjadi tanggungannya. Seseorang wajib menanggung zakat dirinya dan orang yang wajib dinafkahi. Seseorang tidak wajib membayarkan zakat fitrah budak, kerabat, dan istrinya yang kebetulan beragama di luar Islam sekalipun mereka wajib dinafkahi.”

Jadi ada tiga orang yang diwajibkan zakat: beragama Islam, masih hidup pada saat matahari terbenam, dan memiliki kelebihan makanan pokok pada saat hari raya dan malamnya. Kewajiban zakat fitrah tidak hanya berlaku untuk diri sendiri, tetapi kita mesti membayarkan zakat orang yang menjadi tanggungan kita, seperti anak dan istri.

Bagi siapa yang merasa memenuhi tiga persyaratan ini, bayarlah zakat dengan segera. Pembayaran zakat bertujuan untuk menyucikan diri orang yang puasa dan sekaligus momen untuk berbagi dengan sesama, terutama orang miskin. Jangan sampai pada hari berbahagia itu, masih ada saudara kita yang tidak dapat menikmati kebahagiaan hari raya karena masalah finansial. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Lomba, RMI NU, Bahtsul Masail Kawit An Nur Slawi

Senin, 08 Agustus 2016

Mensos Puji NU Kota Tasik Bisa Terbitkan Majalah

Tasikmalaya, Kawit An Nur Slawi



Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa memuji PCNU Kota Tasikmalaya yang bisa menerbitkan majalah. Ia berharap majalah dengan nama "Nahdoh" itu terus bertahan dan lebih berkembang lagi.

Mensos Puji NU Kota Tasik Bisa Terbitkan Majalah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Puji NU Kota Tasik Bisa Terbitkan Majalah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Puji NU Kota Tasik Bisa Terbitkan Majalah

"Ini bagus sekali. Terlihatnya juga profesional. Harus dipertahankan karena media alat dakwah kita juga," katanya selepas menghadiri Harlah NU ke-91 dan Muslimat ke-71 di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Ahad (30/4).

Menurut Khofifah, jurnalistik NU sudah dikenal sejak organisasi itu didirikan. NU sadar karya jurnalistik menjadi alat perjuangan menyebarkan syiar juga.

"PBNU punya Risalah NU,  Aula (milik PWNU Jawa Timur, Red), Kawit An Nur Slawi dan lain-lain. Termasuk PW dan PC NU di daerah lain. Tentu banyak informasi yang luput dari pemberitaan sehingga dengan memiliki majalah sendiri bisa disebarluaskan di kalangan umum," ujarnya.

Kawit An Nur Slawi

Ketua PCNU Kota Tasikmalaya KH Didi Hudaya didampingi Katib Syuriah KH Maman Luqman Ghazali mengungkapkan bahwa majalah Nahdoh ini sebagai tindak lanjut dari majalah NU sebelumnya. Di Tasikmalaya sejak 1933 sudah memiliki majalah dengan Almawaidz yang diterbitkan era Ketua NU, Soetisna Sendjaya.

"Dan di era sekarang kami tergugah akan khazanah jurnalistik NU itu. Dulu saja sampai bisa menjadi harian dengan jumlah pelanggan mencapai 2000 orang," ucap Kiai Didi.

Majalah Nahdoh ini, lanjut Didi, sudah dua kali terbit dan selamanya akan terbit, serta murni karya generasi muda NU Kota Tasikmalaya yang konsen di dunia jurnalistik.

Kawit An Nur Slawi

"Ke depan kami ingin punya radio FM NU karena terasa sekali pentingnya suatu media," katanya. (Nurjani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Nahdlatul Ulama, Ulama, Amalan Kawit An Nur Slawi

Kamis, 04 Agustus 2016

NU Telukjambe Timur Miliki BMT Beromzet Miliaran Rupiah

Karawang, Kawit An Nur Slawi. Dari 30 Pengurus Majelis Wakil Cabang Nadhlatul Ulama (MWCNU) yang ada di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, MWCNU Telukjambe Timur dinilai sebagai MWCNU yang paling menonjol.

Hal ini dikarenakan selain bergerak di bidang keagamaan, MWCNU Telukjambe berhasil bergerak di bidang ekonomi yaitu dengan mendirikan Baitul Maal wat Tamwil Niaga Utama (BMT NU) yang beromzet miliaran Rupiah.

NU Telukjambe Timur Miliki BMT Beromzet Miliaran Rupiah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Telukjambe Timur Miliki BMT Beromzet Miliaran Rupiah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Telukjambe Timur Miliki BMT Beromzet Miliaran Rupiah

Demikian Disampaikan H Jaka Kuntadi, Ketua MWCNU Telukjamber Timur Periode 2011-2016 saat menyampaikan Laporan pertanggungjawaban dalam kegiatan Konferensi MWCNU Telukjambe yang digelar di Hotel Selection Blue, Karawang, Sabtu (12/2) lalu.

"BMT NU didirikan pada tahun 2012, modal awal kita hanya 100 juta, alhamdulillah sekarang omzetnya sudah lebih dari 2 miliar rupiah dan punya tiga Kantor Cabang di Kabupaten Karawang, saya harap pengurus periode selanjutnya bisa membuka kantor Cabang yang baru," ungkap Jaka yang disambut tepuk tangan hadirin.

Ditambahkan Jaka, pada tahun 2015 BMT NU ini juga mendapat penghargaan dari Dinas Koperasi Propinsi Jawa Barat sebagai Koperasi terbaik yang ada di wilayah Jawa Barat.

Kawit An Nur Slawi

Selain bidang ekonomi itu, Jaka pun melaporkan bahwa MWCNU Telukjambe Timur juga bergerak di bidang pendidikan yaitu dengan mendirikan Sekolah Dasar Islam Terpadu Nahdlatul Ulama (SDIT NU) Telukjambe.

"Kita harus mengikuti perkembangan zaman, Sekolah Islam Terpadu itu direspon positif oleh masyarakat makanya kita juga SDIT Telukjambe," tandasnya.

Kawit An Nur Slawi

Sementara itu, dalam Konferensi ini, Kiai Mahpudin Ahmad kembali dipilih oleh Tim Ahwa untuk kembali menjabat Rais Syuriyah dan Gatot Mukhlishin terpilih menjadi Ketua MWCNU Telukjambe Timur periode 2017-2022. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Nusantara, Nahdlatul Ulama, Fragmen Kawit An Nur Slawi

Sabtu, 02 Juli 2016

Perkemahan Pramuka Penegak Ma’arif NU Digelar Tahun Depan

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Lembaga Pendidikan Ma’arif Pengurus Besar Nahdlatul Ulama akan mengadakan Perkemahan Wirakarya Ma’arif Nasional (Perwimanas) yang kedua pada tahun 2017. Kegiatan untuk Pramuka Penegak tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA/MA/SMK) akan diadakan sekitar bulan Juli atau Agustus pada tahun tersebut. ?

Perkemahan Pramuka Penegak Ma’arif NU Digelar Tahun Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkemahan Pramuka Penegak Ma’arif NU Digelar Tahun Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkemahan Pramuka Penegak Ma’arif NU Digelar Tahun Depan

Menurut Ketua LP Ma’arif PBNU H Arifin Junaidi, kegiatan tersebut masih belum ditentukan tempatnya. Namun, rencananya akan digelar di Jawa Tengah. “Rencananya akhir Juli atau awal Agustus 2017. Ada tiga alternatif tempat yaitu di Magelang, di Kebumen, Pekalongan,” katanya selepas rapat perdana penyelenggaraan Perwimanas 2017 di gedung PBNU, Jakarta pada Selasa (23/8).

Pentingnya menyelenggarakan kegiatan tersebut, menurut dia, adalah untuk pengembangan diri anak didik di lingkungan Nahdlaltul Ulama, baik dalam ilmu pengetahuan, sikap, dan keterampilan. “Tekanannya pada pengembangan karakter,” katanya.

Kawit An Nur Slawi

Karakter tersebut, tegasnya, adalah yang berciri khas Aswaja NU. Misalnya, pada kegiatan tersebut, peserta Perwimanas akan mengikuti qiyamul lail (shalat malam), berjamaah tiap shalat lima waktu. Tiap selesai shalat subuh diadakan kuliah tujuh menit. Sementara peserta meresume dari kuliah tersebut. “Mereka juga diminta berkenalan dengna tokoh setempat. Misalnya kalau di Pekalongan akan sowan ke Habib Luthfi,” lanjutnya. ?

Kawit An Nur Slawi

Yang khas lagi, tambahnya, pada Perwimanas, peserta akan berziarah ke Wali Songo. Ketika Perwimanas di Jatim tahun 2013 peserta berziarah ke 5 Wali Songo yang ada di provinsi tersebut. Di Jawa Tengah, peserta akan berziarah ke 3 Wali Songo. “Ini supaya anak-anak kita tidak lepas dari tradisi kita, NU. Kedua supaya anak kita mewarisi sikap-sikap Wali Songo,” jelasnya.

Kegiatan tersebut, sambungnya, juga akan diadakan lomba-lomba pengetahuan. Misanya ada olimpiade sains, Aswaja, keterampilan, kepemimpinan, team work, keterampilan khas pramuka. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Lomba, Makam, Syariah Kawit An Nur Slawi

Kamis, 30 Juni 2016

Habib Umar Muthohar: Fisik dan Pakaian Nabi SAW Tidak Wajib Ditiru, Tetapi Akhlak

Brebes, Kawit An Nur Slawi - Kondisi fisik Nabi Muhammad SAW tidak wajib ditiru karena menjadi hak prerogratif Allah SWT dalam menciptakan bentuk manusia. Yang wajib ditiru adalah akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari manusia karena akan membawa keselamatan dunia dan akhirat.

“Allah yang membentuk fisik manusia, termasuk fisik Nabi Muhammad dan tidak wajib ditiru bentuk fisiknya,” demikian disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Madinah, Gunungpati, Semarang, Habib Umar Al-Muthohar saat mengisi pengajian akbar Maulid Nabi Muhammad SAW di SMA Negeri 1 Brebes, Jumat (17/11) malam.

Habib Umar Muthohar: Fisik dan Pakaian Nabi SAW Tidak Wajib Ditiru, Tetapi Akhlak (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Umar Muthohar: Fisik dan Pakaian Nabi SAW Tidak Wajib Ditiru, Tetapi Akhlak (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Umar Muthohar: Fisik dan Pakaian Nabi SAW Tidak Wajib Ditiru, Tetapi Akhlak

Sebagai umat Nabi, lanjutnya, tidak harus menyesuaikan bentuk fisik Nabi seperti berhidung mancung, ganteng, ataupun berjubah dalam berpakaian. Yang wajib ditiru adalah meneladani perilaku dan akhlak Nabi karena dia satu-satunya teladan umat manusia.

Kawit An Nur Slawi

Pribadi Nabi, lanjut Habib, sudah ditempa sejak masih kecil berupa pengasuhan oleh Halimatus Sa‘diyah. Dalam artian, Nabi SAW sudah mondok sejak masih kecil. Diri Nabi juga memiliki keistimewaan berupa sifat jujur yang menjadi mata uang dan berlaku di mana-mana.

Allah SWT memberikan contoh berupa manusia yakni Nabi Muhammad agar bisa ditiru oleh manusia. “Kuasa Allah dengan menurunkan manusia sebagai Nabi, bukan malaikat ataupun setan agar bisa diterima dan ditiru oleh manusia,” tegasnya.

Jadi manusia bisa meniru akhlak Nabi, lanjutnya, karena Nabi berupa manusia yang berakhlakul kharimah.

Kawit An Nur Slawi

Habib Umar menjelaskan, perjalanan hidup Nabi juga selalu dibimbing Allah SWT. Pada tahapan Muhammad sebelum menjadi nabi, dia diberi kelebihan oleh Allah berupa ilmu, iman, dan akhlaqul karimah sehingga ketika menjadi pemimpin, Nabi sudah memiliki ilmu, iman, dan akhlak yang mulia.

“Nabi telah mendapat legitimasi sebagai orang yang paling jujur dengan gelar Al-Amin,” ungkapnya.

Untuk mencapai kesuksesan, sambungnya, ia mengutamakan kejujuran. Dengan jujur, maka ia akan sukses. Nabi berdagang dengan jujur, maka dagangannya laris luar biasa.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti mengajak para siswa untuk melakukan shalat tahajud dan shalat dhuha secara rutin. Bersekolah itu, tidak hanya menuntut ilmu yang diajarkan dari guru saja, tetapi harus meminta pertolongan Allah SWT dengan rajin beribadah, membantu orang tua, dan sayang kepada guru dan teman-teman.

Kepala SMA N 1 Brebes Winaryo mengaku bangga dengan kreativitas OSIS yang menggelar pengajian akbar dalam rangka menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pengajian akbar yang baru kali digelar untuk masyarakat umum itu akan diteruskan setiap tahun dengan menggandeng masyarakat sekitar.

Pengajian ini juga menggandeng sekolah-sekolah di Brebes untuk berpartisipasi dalam parade hadrah. “Ternyata seluruh SMP/MTs dan SMA/SMK/MA di Kota Brebes memiliki grup hadrah,” pungkas Winaryo. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Ahlussunnah, Kiai Kawit An Nur Slawi