Rabu, 31 Januari 2018

PBNU: Hentikan Internasionalisasi Masalah Dalam Negeri

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengingkatkan kepada bangsa Indonesia agar tidak selalu membawa masalah dalam negeri ke dunia internasional. Sebab, jika hal itu jelas tidak akan menguntungkan bangsa Indonesia.

"Pemerintah dan bangsa Indonesia jangan sampai melakukan atau terpengaruh internasionalisasi masalah-masalah internal keluarga bangsa, seperti masalah Pak Harto dan Munir " ungkap Hasyim di Jakarta, Ahad (23/9).

Pernyataan mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur tersebut merupakan  tanggapan terhadap internasionalisasi sejumlah masalah dalam negeri yang akhir-akhir ini terjadi, seperti kasus korupsi mantan Presiden Soeharto dan kasus pembunuhan aktivis HAM Munir.

PBNU: Hentikan Internasionalisasi Masalah Dalam Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Hentikan Internasionalisasi Masalah Dalam Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Hentikan Internasionalisasi Masalah Dalam Negeri

Menurutnya, internasionalisasi sejumlah masalah dalam negeri dapat menurunkan martabat bangsa dan akan menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang selalu berada dalam pengaruh asing.

Ia mencontohkan kasus korupsi mantan Presiden Soeharto yang sebenarnya masalah internal bangsa Indonesia. Karena itu, pihak asing sebenarnya tak perlu terlibat dalam masalah tersebut. "Urusan Pak Harto dengan keputusan MA adalah masalah hukum domestik, sehingga tak perlu ada campur tangan PBB atau Bank Dunia," tegasnya.

Kawit An Nur Slawi

 

Kasus pembunuhan aktivis HAM Munir juga demikian. Karena telah terjadi internasionalisasi, upaya pengusutan dan penegakan hukum akhirnya menjadi tidak jelas karena merembet ke mana-mana. Jika itu diteruskan, katanya, kasus tersebut akan terus menggantung.

Khusus soal kasus Munir, Hasyim mendukung pengusutan secara tuntas kasus tersebut. Namun, dia sangat tidak sepakat, jika kasus tersebut akhirnya menyeret pihak-pihak yang tak bersalah. Karena itu, dia mendesak kepada pemerintah agar tidak menuruti kemauan dan intervensi asing dalam bidang politik, ekonomi dan intelijen.

"Kasus Munir memang harus selesai. Masalahnya, orang seperti Pak As’ad yang dari sipil justru disangkutkan secara tidak logis. Saya tahu betul Pak As’ad. Dia sama sekali bukan tipe orang yang berbuat nista kepada orang lain, apalagi pada tokoh sekaliber Munir. Karena reformasilah orang sipil bisa masuk BIN," katanya. (rif)

Kawit An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Nasional, Makam, Quote Kawit An Nur Slawi

Hadiah Asrul Sani Untuk Rofiqoh Darto Wahab

Kamis (28/3) malam, langit biru menggelap dan mencurahkan rintik-rintik. Kru Kawit An Nur Slawi mulai dari pemimpin redaksi hingga siapa saja yang rajin singgah di Kawit An Nur Slawi, lebih repot dari malam sebelumnya.

Kawit An Nur Slawi malam itu meluncurkan peringatan “10 Tahun Kawit An Nur Slawi”. Satu dari agendanya memberikan Hadiah Asrul Sani (HAS) kepada lima orang yang terlibat dalam kegiatan kesenian di lingkungan keluarga NU. Rofiqoh Darto Wahab satu dari yang terlibat.

Hadiah Asrul Sani Untuk Rofiqoh Darto Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadiah Asrul Sani Untuk Rofiqoh Darto Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadiah Asrul Sani Untuk Rofiqoh Darto Wahab

Rofiqoh menerima HAS atas kategori “Tokoh Sejarah” dalam perjalanan berkesenian warga NU. Rofiqoh yang kini berusia di atas 65 tahun itu merupakan qoriah berbakat yang namanya sebagai penyanyi qasidah dan gambus melambung di era 1960-1980.

Kalau Zawawi Imron, Ahmad Tohari, dan Slamet Rahardjo menerima langsung HAS, Rofiqoh tidak demikian. Penerimaan HAS baginya diwakili oleh Ala’i Najib, seorang dari 200 hadirin malam peringatan 10 Tahun Kawit An Nur Slawi.

Atas kiprahnya dalam seni qasidah dan gambus; dan keterlibatannya sebagai ujung tombak dalam pergulatan seni-politik Manipol, Rofiqoh merupakan bintang yang sangat bersinar di zamannya. Berikut ini merupakan riwayat lengkapnya yang ditulis oleh Hairus Salim dalam Ensiklopedi NU.

Kawit An Nur Slawi

Rofiqoh Darto Wahab

Penyanyi qasidah dan qori’ah legendaris. Rofiqoh, lahir 18 April 1945, di Keranji, Kedungwuni, Pekalongan. Ayahnya, K. H. Munawwir adalah pengasuh Pesantren Munawwirul Anam Pekalongan yang memiliki ribuan santri, dan ibunya Hj. Munadzorah berasal dari keluarga Pesantren Buntet, Cirebon.?

Kawit An Nur Slawi

Rofiqoh menempuh pendidikannya di Mu’allimat Wonopringga (Pekalongan), Pesantren Lasem (Rembang), dan Pesantren Buntet (Cirebon). ? Di pesantren terakhir inilah ia banyak belajar dan mengasah kemampuannya membaca Qur’an secara tepat dan indah, yang kelak menjadi modal pentingnya menjadi penyanyi qasidah. ? ?

Rofiqoh, yang bersuamikan seorang jurnalis dan pengacara, Darto Wahab, adalah generasi pertama qori’ah dan penyanyi qasidah yang masuk dapur rekaman. Lagu-lagu yang dibawakannya terjual ribuan hingga ratusan ribu kopi. Hitsnya seperti ‘Hamawi Yaa Mismis’ atau ‘Ya Asmar Latin Tsani’ telah menjadi lagu klasik dalam genre qasidah yang terus direkam dan diperdengarkan hingga sekarang ini, lebih-lebih dalam versi daur ulangnya. Kesuksesannya masuk dapur rekaman dan sambutan penggemar yang luas saat itu juga menjadi pembuka jalan bagi kehadiran berbagai jenis qasidah, mulai qasidah pop, qasidah dangdut, qasidah modern, dan lain-lain pada masa-masa berikutnya. ?

Awal karirnya dimulai ketika ia memenangkan perlombaan baca Qur’an tingkat desa pada usia 15 tahun. Kemenangan yang sama ia raih pada tingkat-tingkat berikutnya: tingkat kecamatan, tingkat kabupaten hingga tingkat provinsi di Yogyakarta. Selain jago membaca Qur’an, Rofiqoh remaja juga gemar mendendangkan shalawat dan lagu-lagu qasidah. Suaranya yang merdu dan kesukaannya menyanyikan shalawat membentuknya menjadi seorang penyanyi qasidah yang hebat. Penting dicatat bahwa qasidah saat itu masih dekat dengan seni baca Al-Qur’an itu sendiri. Membaca Qur’an dengan indah dan menyanyi qasidah adalah dua kegiatan yang beririsan dan saling menunjang, tak terpisahkan.

Awalnya ia menyanyi tanpa diiringi instrumen apapun. Tapi pada suatu acara keagamaan di kota kelahirannya, di tahun 1964, ia tampil bernyanyi diiringi instrumen musik dengan lagu-lagu berirama Mesir atau Libanon. Penampilannya itu segera menarik perhatian, termasuk juga beberapa tamu dari Jakarta yang hadir pada acara tersebut. Setelah itu, ia kerap tampil di luar kota kelahirannya. Titik balik perjalanannya adalah ketika ia diundang sebagai qori’ah ke istana negara pada perayaan Isra Mikraj tahun 1966 dan diundang kembali pada tahun 1967. Ini menjadi pembuka jalannya masuk ke dunia rekaman.?

Tahun 1966, dengan didukung oleh grup musik Al-Fata (Pemuda) pimpinan A. Rahmat, ia masuk dapur rekaman dan piringan hitamnya beredar ke penjuru Indonesia. Lagu-lagunya seperti Hamawi Yaa Mismis, Ya Asmar latin Sani, Ala ashfuri dan Ya Nabi salam alaik kemudian dengan cepat menjadi populer. Apalagi lagu-lagu itu berulang-ulang disiarkan di RRI dan ia pun beberapa kali tampil di TVRI. ? Tahun 1971, rekamannya telah muncul dalam bentuk kaset yang makin memudahkan orang untuk memperolehnya. Rofiqoh mencuat sebagai bintang dan menjadi semacam ‘Ummi Kultsum”-nya Indonesia saat itu.

Roqifoh mendendangkan syair-syair berbahasa Arab, atau sebagiannya berbahasa Arab. Karena itu, yang dibutuhkan di sini bukan sekadar suara merdu, tapi juga kefasihan melafalkannya. Lagu itu didukung perpaduan musik seperti terbang, icik-icik, biola, akordion, suling, dan juga instrumen musik dawai yang disebut ‘ud. Awalnya lagu dibuka dengan pukulan rebana dan icik-icik yang cukup cepat, yang kemudian ditimpali dengan gesekan biola, petikan ‘ud, atau tiupan seruling yang khas. Kadang-kadang instrumen ini satu per satu muncul dominan atau bahkan sendirian. Nyanyian Rofiqoh kemudian diiringi suara latar dari para penyanyi laki-laki yang bersuara berat. Kombinasi inilah kemudian yang dikenal sebagai orkes gambus. ? ? ? ?

Dalam dua dekade awal karirnya, hampir setiap dua bulan ia mengeluarkan album rekaman terbarunya, baik berupa pembacaan Qur’an maupun lagu-lagu qasidah dan gambus. Tak ada catatan pasti berapa album yang telah ia telurkan hingga kini. Yang jelas, sampai tahun 1990-an ia masih mengeluarkan album baru, meski sebagian besar daur ulang lagu-lagu lamanya yang sukses.?

Ada tiga hal yang penting dicatat dengan kemunculan Rofiqoh saat itu. Pertama, ia menembus dominasi musik padang pasir yang sejak tahun 1930-an dikuasai oleh irama musik gaya Hadramaut dan dilakoni juga oleh para pemusik dan penyanyi keturunan Hadramaut seperti Syekh Albar (ayah penyanyi Ahmad Albar).

Kedua, Rofiqoh menggugat persepsi kebanyakan kalangan kiai yang masih menganggap musik sebagai suatu yang haram, atau makruh, atau setidaknya lagi mubah saat itu. Ketiga-tiganya, langsung maupun tidak langsung, telah membuat perkembangan seni musik, termasuk yang dikonstruksi ‘islami’ sekalipun, menjadi demikian terbatas di kalangan masyarakat Islam. Kehadiran Rofiqoh pun awalnya sempat dipertanyakan, tetapi atas dukungan beberapa kiai dan tokoh berpengaruh, ia pun bisa melenggang.

Ketiga, Rofiqoh menggoyang dan mengimbangi atmosfer kebudayaan saat itu yang didominasi kalangan Lekra dengan berbagai seni pertunjukan rakyatnya. Panggung-panggung pertunjukan di mana-mana saat itu lebih banyak diisi dan dibentuk oleh seniman-seniman yang berafiliasi atau setidaknya dekat dengan Lekra. Kemunculan Rofiqoh menjadi semacam interupsi atas kecenderungan itu. Tak heran kalau kemunculannya saat itu kerap diusung oleh Lesbumi (Lembaga Seni Budayawan Muslimin Indonesia) di bawah Partai NU. Lagu-lagunya sendiri menjadi semacam lagu wajib di dalam pertemuan-pertemuan atau pun rapat-rapat akbar yang digelar Partai NU.

Di masa tuanya kini, Rofiqoh mengelola dan memimpin kelompok pengajian Ittihadul Ummahat (Persatuan Ibu-ibu) di kawasan kota legenda di Bekasi Timur, mengelola kelompok pengajian Romuna (akronim dari Rofiqoh, Munawwir, dan Munadzorah), dan Yayasan Gadi Fi Muna yang membawahi majlis taklim, taman kanak-kanan dan sejumlah kegiatan sosial. Dia menjadi muballighah dan aktivis sosial, satu persambungan saja dari kegiatan-kegiatan sosial-keagamaan yang dijalani sebelumnya, baik sebagai qori’ah maupun penyanyi qasidah.

?

Penulis ? ? ? ? ? ? ? ? : Alhafiz Kurniawan

Sumber Biografi : Ensiklopedi NU

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi AlaSantri, Daerah, Humor Islam Kawit An Nur Slawi

Perkokoh Persatuan Membangun Negeri

Jakarta, Kawit An Nur Slawi

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkokoh semangat persatuan, kesatuan dan persaudaraan untuk membangun negeri. Menurutnya, peringatan Hari Pahlawan 10 November harus menjadi momentum bagi seluruh anak bangsa untuk kembali bersatu padu mengatasi segala permasalahan bangsa yang kita hadapi.

Saat ini, kata dia, komitmen bangsa akan pentingnya persatuan, toleransi dan keberagaman tengah diuji. 

Perkokoh Persatuan Membangun Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkokoh Persatuan Membangun Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkokoh Persatuan Membangun Negeri

"Jangan memberi ruang bagi mereka  yang tidak suka melihat kondisi Indonesia yang guyub, aman, tenteram dan damai. Jangan memberi peluang bagi siapapun yang  berusaha memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa dengan cara apapun, apalagi yang berusaha  membenturkan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya dengan berita hoax dan sebagainya," ungkap Khofifah dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat (10/11). 

Khofifah mengatakan, persatuan dan kesatuan bangsa adalah janji kemerdekaan yang harus ditunaikan. Janji mewujudkan sebuah republik yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Dan janji tersebut, hanya bisa terlaksana apabila seluruh elemen bangsa bersatu. 

Kawit An Nur Slawi

Tantangan Indonesia saat ini, kata Khofifah, jauh lebih kompleks dan multisektor. Tidak hanya dalam soal ekonomi semata, namun juga sosial, politik, budaya, energi, dan lain sebagainya. Selayaknya tantangan tersebut dijawab dengan kesiapan sumber daya manusia Indonesia yang  mumpuni dan berdaya saing. 

Karena, lanjut Khofifah, jika Indonesia tidak bisa mengikuti dan beradaptasi dengan kondisi global kekinian, maka bukan tidak mungkin Indonesia hanya sekedar menjadi follower (pengikut-red). Saat ini Indonesia dengan segala sumber daya yang dimiliki telah mengambil peran penting dalam percaturan global.

Berbagai prestasi berskala internasional pun telah berhasil diukir anak bangsa. Khofifah mengungkapkan, tiga tahun terakhir kondisi Indonesia semakin membaik. Dicontohkan, indeks  pembangunan manusia pada 2016 di Indonesia naik dari kategori sedang menjadi kategori tinggi seiring dengan adanya kenaikan indeks menjadi 70,18.

Kawit An Nur Slawi

Sementara peringkat daya saing Indonesia secara global naik 5 tingkat ke peringkat 36 dari 137 negara dibanding peringkat sebelumnya pada posisi ke 41 berdasarkan publikasi yang World Economic Forum (WEF).

"Mari kita semua membuang mentalitas negatif yang bisa mereduksi  persatuan dan kesatuan dan persaudaraan  kebangsaan. Mari kita semua kerja bersama, bahu membahu, dan bergotong royong membangun Indonesia di semua lini kehidupan agar lebih maju dan sejahtera," imbuhnya.

Khofifah menambahkan, dalam konteks kekinian,  menjadi pahlawan tidak lagi dengan berperang dan mengangkat senjata melawan penjajah. Namun berperang untuk mengatasi berbagai masalah bangsa, seperti kemiskinan, pengangguran, keterlantaran, ketertinggalan, keterbelakangan , korban bencana, dan berbagai masalah sosial lainnya. 

Semangat dan nilai-nilai kepahlawanan harus bisa diimplementasikan dan didayagunakan untuk hal tersebut. Pendeknya, lanjut dia, pahlawan kekinian adalah mereka yang konsisten  memperjuangkan dan berkorban   untuk suatu  perubahan ke arah yang positif.

"Jika setiap individu mampu melakukan hal keteladanan, dapat dibayangkan efek yang dapat dihasilkannya. Berbagai persoalan yang mendera bangsa jauh lebih mudah teratasi karena semua warga negara memiliki integritas yang tinggi," tuturnya. 

Gelar Pahlawan Nasional 

Pada peringatan Hari Pahlawan tahun ini Pemerintah memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada empat orang anak bangsa yang dinilai berkontribusi besar untuk Indonesia. Masing-masing yaitu TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid tokoh asal Nusa Tenggara Barat, Laksamana Malahayati (Keumalahayati) tokoh asal Nanggroe Aceh Darussalam, Sultan Mahmud Riayat Syah tokoh asal Kepulauan Riau, dan Lafran Pane tokoh asal Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Penganugerahan ini diputuskan melalui Kepres RI No 115/TK/tahun 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan. Keputusan ini diambil setelah sebelumnya Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan bersidang pada Oktober lalu.

Dengan penganugerahan keempat pahlawan nasional baru tersebut, maka jumlah Pahlawan Nasional Indonesia saat ini berjumlah 173 orang yang terdiri dari 160 orang laki-laki dan 13 orang perempuan. Para pahlawan tersebut berasal dari sipil dan juga TNI/Polri. 

Khofifah menjelaskan Pahlawan nasional adalah gelar yang diberikan pemerintah kepada seorang Warga Negara Indonesia yang semasa hidupnya melakukan tindak kepahlawanan dan berjasa luar biasa bagi kepentingan bangsa dan negara yang semasa hidupnya tanpa cela. 

"Mereka yang menyandang gelar pahlawan nasional tidak hanya yang berjasa di medan perang tapi juga di bidang lain yang gaung dan manfaatnya dirasakan secara nasional," terangnya. 

"Permohonan usul pemberian gelar pahlawan nasional kepada presiden melalui Dewan Gelar. Sebelumnya diadakan verfikasi, penelitian dan pengkajian melalui proses seminar, diskusi, serta sarasehan," tambah dia. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Ubudiyah Kawit An Nur Slawi

Makan Silakan, Merusak Jangan!

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Makan Silakan, Merusak Jangan! (Sumber Gambar : Nu Online)
Makan Silakan, Merusak Jangan! (Sumber Gambar : Nu Online)

Makan Silakan, Merusak Jangan!

“Makan dan minumlah rezeki dari Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan. (Al-Baqarah [2]: 60)

Kawit An Nur Slawi

Al-Qur’an mempersilakan manusia untuk menikmati karunia Allah. Namun, hal itu mesti dilakukan dalam batas kewajaran. Memanfaatkan kekayaan alam, misalnya, diperbolehkan sepanjang tindakan tersebut tak menimbulkan mudarat, baik bagi orang lain maupun alam itu sendiri. Manusia adalah makhluk, dan alam pun makhluk dari rabbul ‘alamin (Dzat Pemilik Seluruh Ciptaan). Yang satu tidak diciptakan untuk menumpas yang lainnya, melainkan berhubungan saling menunjang dalam keseimbangan. Wallahu a‘lam.

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi Tokoh, Makam, RMI NU Kawit An Nur Slawi

Mengenang Gus Najib, Kiai Serba Bisa dari Banjarnegara

KH Mohammad Najib, biasa dipanggil Gus Najib, adalah sosok yang membanggakan keluarga dan daerahnya, Banjarnegara. Ia dikenal masyarakat tidak hanya sebagai kiai, akan tetapi juga sebagai politisi, pebisnis, dan seniman. 

Ia tegas, keras, penyayang, dermawan. Ia pemimpin dan pengayom masyarakat kalangan bawah. Ia membawa kesan tersendiri di hati para sahabat, keluarga, dan masyarakat Banjarnegara. 

KH Abdul Fatah, kakek buyutnya, adalah pendiri dan pengasuh pertama Pondok Pesantren Al-Fatah Banjarnegara (1860-1941), yang dilanjutkan oleh kakeknya, KH Hasan Fatah (1941-1991). Gus Najib sendiri memimpin Pesanten Al-Fatah (2013-2018), meneruskan kiprah ayahndanya KH Hasyim Hasan Fatah  yang memimpin pesantren sejak 1990-2013.

Gus Najib menempuh pendidikan di RA dan MI Al-Fatah hingga kelas dua. Kelas tiga sampai empat di Al-Irsyad Purwokerto, lalu pindah ke SD Cokro Banjarnegara kelas lima sampai enam. 

Mengenang Gus Najib, Kiai Serba Bisa dari Banjarnegara (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenang Gus Najib, Kiai Serba Bisa dari Banjarnegara (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenang Gus Najib, Kiai Serba Bisa dari Banjarnegara

Jenjang menengah pertama di SMP 2 Banjarnegara, dan jenjang menengah atas di SMA 1 Banjarnegara. Kelas dua pindah ke SMA Jember dan mulai mondok. Kelas tiga SMA ia pindah ke Pakistan. Ia kuliah di STIE Banjarnegara semester dan pindah ke UNWIKU Purwokerto sejak semester 2. 

Semasa muda ia belajar ilmu hikmah kepada KH Hamzah yang sekaligus kakek dan menantu dari KH Abdul Fatah dari putri pertamanya, Hj Umu Kultsum. Ia menuntut ilmu kajian kitab Sulam at-Taufiq, al-Taqrib, Daqoiq al-Akhbar, al-Usfurriyah, Qothru al-Ghois sampai Tafsir Jalalain pada KH Ahmad Dailimi. 

Dalam perjalananya menuntut ilmu, ia juga berguru kepada paman dari ibunya, di Lasem. KH Ahmadi adalah guru ilmu tata bahasa arab, ilmu Nahwu. Kemudian kepada Kiai Muhammad Azizi yang juga pamannya, dirinya belajar shorof dan Nashoih al- Ibad. 

Kawit An Nur Slawi

Gus Najib juga belajar banyak dari seorang kiai dari Yogyakarta. KH Ali Maksum, Krapyak adalah salah seorang guru ia dalam belajar shorof selama 5 hari. Ketika mengaji di Jember, Gus Najib menuntut ilmu kepada KH Ahmad Shiddiq. Ia mengaji kitab tasawuf Riyadh as-Sholihin, Al-Siyasah as-Sariyah. 





Kawit An Nur Slawi

Dalam tata bahasa Arab, ia juga belajar kepada KH Durmuji Ibrahim, Lirap, Kebumen, di Pondok Pesantren Nahwu-Shorof; dan kepada KH Ahmad Abdul Haq, Watu Congol Magelang, di mana ia belajar mondok Ramadhan sewaktu kecil. 

Setelah ayahnya meninggal, ia meneruskan perjuangan untuk mengurus dan membimbing jamaah sebagai Mursyid Thariqah An-Naqsabandiyah Al-Khalidiyah. Dalam pengetahuan ilmu tauhid, ia juga belajar kepada Syeikh Masud, Kawunganten, Cilacap. Tentang ilmu tauhid, kitab Al-Dasuqy Ummul Al-Baroghin. 

KH M Najib pernah belajar kepada Maulana Arsyad Ubaid, Maulana Abdurruhman, dan Maulana Musa di Jam’iyah Al-Asrofiyah Lahore, Pakistan. Ia mengaji ilmu hadist dan ilmu mantiq. Di Lahore pula, Gus Najib belajar Al-Quran kepada Qori Syarif. 

KH Hamid Baidhowi dan KH Mujtahidi adalah dua guru mengaji Al-Luma lil Imam As-Syairozi, Usul Fiqih. Kepada Abuya Dimyathi, Banten, Gus Najib belajar Ihya Ulum ad-ddin, Awarifu al-Maarif, kitab Syamsiyyah, Tafsir Al-Baidhowi, Tafsir Khozin, Shohih Muslim, Bukhori, Ibnu Majah, Al-Ithqon Fi Ulumil Quran, Manaru al-Huda, al-Asyr Fi Qiroat al- Asyr, al-taisir(Qiroah Sabah), kitab Bahjah, kitab Jabrul Kasar, Mafakhir al- Aliyyah, Al-Mushtashfa, Ushul Fiqh. 

*

Gus Najib adalah sosok yang gemar berorganisasi. Pada tahun 1984 - 1986, ia menjabat sebagai Ketua PC IPNU Kabupaten Banjarnegara. Tahun 1988 Ketua PC GP Ansor Kabupaten Banjarnegara. Tahun 1988, ia masuk dalam kepengurusan DPP II KNPI Kabupaten Banjarnegara. Tahun 1996-1998, menjabat sebagai Sekjen DPC PPP Kabupaten Banjarnegara. 

Jabatan lainnya tahun 1999 sebagai Ketua DKC Garda Bangsa Banjarnegara. Pada tahun 1999-2012, ia masuk sebagai perwakilan rakyat di DPRD Kabupaten Banjarnegara. Tahun 2002-2012, ia Ketua DPC PKB Kabupaten Banjarnegara. Pada tahun 2012-2017, sebagai Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah.  

Kiai Najib yang kokoh dengan metode pendekatan pendidikan salaf, yaitu identik dengan penyampaian ceplas-ceplos (blak-blakan) untuk pendidikan akidah. Pendekatan pendidikan yang ia terapkan dan sampaikan cenderung apa adanya. Hal ini dinilai baik dari sisi pendidikan karakter, sehingga akar kesantrian juga akidah akan kokoh dan tertanam sampai murid usai belajar di pesantren.

Pendekatan pembelajaran tersebut jika diangkat dalam suatu penelitian maka akan terlihat sedikit keras, tapi justru menanamkan karakter yang baik bagi santri, apalagi saat di bangku kuliah nanti yang berbagai macam pelajaran didapat, khususnya studi keagamaan (keislaman). 

Ia sering memberikan nasihat kepada murid-muridnya, “Kalau kelak kalian pulang dari pesantren, walaupun kalian alim, jangan sekali-kali ingin dihormati. Dan hormatilah orang-orang yang sudah memperjuangkan agama terlebih dahulu di desamu.”

Sosok yang disegani itu telah wafat dengan tenang pada usia 51 tahun, Selasa (2/1) pukul 17.00 WIB di rumah duka Jl S Parman, Km 3, Komplek Pesantren Al-Fatah, Parakancanggah, Banjarnegara, Jawa Tengah. 

Sekitar dua minggu sebelum wafat ia berpesan kepada pengurus pondok, “Hormatilah dan muliakanlah gurumu. Kelak hidupmu akan mulia. Contohlah seperti Mbah KH Hasyim As’ary. Akan tetapi, selain memuliakan, kalian juga harus pintar.”

Selain itu pesan Gus Najid pada saat yang sama adalah, ”Kalian juga harus memuliakan tamu dengan cara bertanya dan menjamu seperti yang dilakukan Mbah dan Abah dulu. Insyaallah anak turun kalian tidak akan kekurangan makanan.”

Gus Najib meninggalkan istri Ny Nur Laely Hikmawati dan tiga putra yaitu Tamlikho Tajun Nuhudh, Maksal Mina Fathun Nuhudh dan Syakira Zahiyatal Anjumi.

Tak berlebihan rasanya bahwa kelak semua orang tetap akan mengenang dirinya, perjuangannya, dan pengabdianya. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Pendidikan, Sunnah Kawit An Nur Slawi

"Nglakson Orang Saja Bisa Jadi Amal Saleh"

Pringsewu, Kawit An Nur Slawi

Sekretaris Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Kecamatan Adiluwih Pringsewu H Aziz Musyafa mengatakan bahwa hal yang tampak sepele seperti membunyikan klakson kendaraan kepada orang lain saat bertemu termasuk amal saleh.

"Tentu dengan niat menyapa dan memberi salam dengan tidak diniati negatif apalagi pamer," katanya, Ahad (31/1), di depan Jamaah Jihad Pagi (Ngaji Ahad Pagi) yang hadir di Aula Gedung NU Kabupaten Pringsewu.

Nglakson Orang Saja Bisa Jadi Amal Saleh (Sumber Gambar : Nu Online)
Nglakson Orang Saja Bisa Jadi Amal Saleh (Sumber Gambar : Nu Online)

"Nglakson Orang Saja Bisa Jadi Amal Saleh"

Menurutnya, amal saleh baik kecil maupun besar kitalah yang akan dibawa sebagai bekal kehidupan abadi setelah berakhirnya kehidupan di dunia. "Semua orang memiliki sesuatu yang dicintai di dunia ini. Namun semua hanya menemani sampai pinggir tanah kubur. Yang akan dibawa dan bisa menghibur serta menjadi lampu kita setelah kehidupan dunia ini adalah amal saleh," tambahnya.

Kawit An Nur Slawi

Oleh karena itu, alumni Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur ini mengingatkan agar mengerjakan amalan dunia sebatas kehidupan di dunia. "Kerjakan amal dunia sebatas kita berada di dunia. Kerjakan akhirat sekuat kita dengan menyiapkan bekal sebanyak-banyaknya. Jangan mengikuti hawa nafsu," jelasnya menerangkan materi pada kitab Ayyuhal Walad karangan Imam Al-Ghazali.

Kawit An Nur Slawi

Ia menambahkan bahwa jika kita mengikuti hawa nafsu semata dalam kehidupan, maka bersiap- siaplah untuk mendapatkan penderitaan sekaligus akan membebani kita. "Keinginan adalah sumber penderitaan. Jika kita sedang merasa hawa nafsu sedang merasuki diri kita, segera baca Al-Qur’an Surat An-Najiat 40 dan 41. Mudah-mudahan kita tenang," kata Aziz yang juga Kepala KUA Kecamatan Sungkai Utara Lampung Utara ini.

Hadir pula dalam forum Jihad Pagi tersebut antara lain Ketua MUI Kabupaten Pringsewu KH Hambali, Ketua PHBI Kabupaten Pringsewu H Suyadi, Ketua Lembaga Bahtsul Masail PWNU Provinsi Lampung Ustadz Munawir.

Jihad Pagi merupakan pengajian rutin yang diinisiatori oleh Mustasyar PCNU Pringsewu KH Sujadi. Pada 22 Februari 2016 mendatang Jihad Pagi akan genap 1 tahun berjalan. Direncanakan akan diadakan kegiatan khusus menyambut 1 tahun Jihad padi sekaligus menyambut rangkaian Hati Lahir NU ke-90. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Tokoh Kawit An Nur Slawi

Kiai Said Ingatkan Pentingnya Jalin Rekonsiliasi

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengingatkan pentingnya menjalin kembali persaudaraan dan rekonsiliasi. Momentum kali ini sangat tepat setelah pelaksanaan pilpres dan bulan Syawal, yang bagi umat Islam merupakan bulan untuk saling bermaaf-maafan.

Kiai Said Ingatkan Pentingnya Jalin Rekonsiliasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Ingatkan Pentingnya Jalin Rekonsiliasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Ingatkan Pentingnya Jalin Rekonsiliasi

Hal ini disampaikannya ketika memberi tausiyah pada halal bihalal PP Muslimat NU yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (25/8).

Ia mengingatkan peristiwa pembukaan kota Makkah setelah selama delapan tahun Nabi Muhammad berhijrah ke Madinah. Namun, peristiwa tersebut tidak dilakukan dengan gagap gempita dan sorak-sorai kemenangan untuk membalas dendam melainkan sebagai upaya rekonsiliasi dan pemberian amnesti untuk mempersatukan kembali.

Kawit An Nur Slawi

“Islam bisa berkembang karena kesopansantunan, kelembutan dan pemberian simpati,” jelasnya.

Bahkan bukan hanya memberi maaf, Rasulullah juga mengajak penduduk Makkah untuk bermusyawarah untuk menjalankan kehidupan bersama yang lebih baik.

Kawit An Nur Slawi

“Islam adalah agama yang memberi rahmat,” tegasnya.?

Terkait dengan kekerasan yang dilakukan oleh Islamic State of Irak and Syam (ISIS), yang membunuh dengan semena-mena orang yang tidak berdosa, ia mengatakan, tidak ada kekerasan dalam agama.?

Ia menegaskan, untuk menciptakan perdamaian, agama saja tidak cukup, tetapi harus ada komitmen bersama untuk membangun kesatuan dan keselamatan negeri.

Ia menunjukkan contoh negara yang sepenuhnya dihuni oleh umat Islam seperti Afganistan dan Somalia, tetapi kedua negara tersebut tidak berhenti mengalami kekerasan.?

“Diperlukan rasa aman dulu, baru kita bisa berdakwah,” tegasnya.?

NU bukan hanya menolak ISIS, tetapi juga kelompok Wahabi, yang merupakan kelompok Islam fundamentalis, yang dalam kadar tertentu bisa menjadi kelompok radikal dan tidak mau menghargai perbedaan golongan lain.

Acara diakhiri dengan salam-salaman bersama. Seluruh hadirin berbaris untuk saling bersalaman sebagai tanda permintaan maaf atas kesalahan dan kehilafan yang telah dilakukan selama ini. (mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Nahdlatul, Makam Kawit An Nur Slawi

Selasa, 30 Januari 2018

Panas yang Nikmat di Macau saat Berpuasa

Berpuasa Ramadhan di Macau agak berbeda dari berpuasa di Indonesia khususnya Jakarta. Suhu udara di sini baik pagi, siang, maupun malam, tetaplah panas dan terasa lembab. Wajar saja karena memang sedang musim panas.

?

Panas yang Nikmat di Macau saat Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Panas yang Nikmat di Macau saat Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Panas yang Nikmat di Macau saat Berpuasa

Saya mulai memahami mengapa warga di sini senang memakai kaos dan celana pendek. Pada pagi dan malam hari bisa mencapai 29 derajat celcius dan siang mencapai 33 derajat celcius, sepanjang hari bisa dirasakan kelembaban dan hangatnya udara. Baju yang menyerap keringat menjadi favorit di sini.

Bulan-bulan Hijriyah memang dinamakan sesuai dengan iklim, situasi dan tradisi yang terjadi pada masyarakat Arab kala itu. Muharram artinya diharamkan, karena pada saat itu tidak dibenarkan terjadi pertumpahan darah. Safar, berarti nol atau kosong, pada saat itu kaum lelaki mengosongkan Mekah untuk berperang, atau perang menyebabkan kosongnya harta dan jiwa.

Ramadhan sendiri berasal dari akar kata ‘ramadho’ yang berarti membakar, dimana pada saat itu iklimnya sangat panas. Ini juga bisa memberi harapan bahwa dosa-dosa yang pernah kita lakukan akan terbakar habis karena pertobatan tulus yang kita lakukan di bulan ini.

Kawit An Nur Slawi

Melalui panasnya Ramadhan kita diuji dan diminta memilih skala prioritas dan berdimensi jangka panjang, dimana kita bisa saja makan dan minum di saat teriknya matahari serta berleha-leha dalam panasnya yang membara. Tapi kita memilih untuk berpuasa menjalankan titah-Nya. Di sini kita belajar agar jangan hanya memilih sesuatu yang mengantar kita pada kenikmatan yang sesaat, padahal berdampak buruk di kemudian hari atau di hari kemudian (hari kiamat).

Bulan Ramadhan bukan hanya menuntut kita untuk ber-shiyam di siang hari tapi juga ber-qiyam di malam hari. Bulan Ramadhan melatih kita agar bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Jadi ungkapan "tidurnya orang yang berpuasa ialah ibadah, kuranglah tepat."?

Bukankah justru Fathu Makkah, Perang Badar, dan Pembebasan Andaluasia terjadi di bulan yang mulia ini, untuk konteks Indonesia kita perlu bersyukur karena pada bulan ini pula kita merdeka. Semoga kita bisa meningkatkan diri lebih baik lagi dan semakin produktif (lebih banyak) sama seperti makna Syawal. Aamiin.

Saepuloh, pendakwah anggota Tim Inti Dakwah dan Media (TIDIM) LDNU yang ditugaskan ke Macau.

Kawit An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Tokoh, Daerah Kawit An Nur Slawi

PBNU Minta PWNU Jatim Dekati Penyelenggara "Tarawih Superkilat"

Surabaya, Kawit An Nur Slawi. Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Achyar meminta PWNU Jawa Timur untuk segera melakukan pendekatan kepada pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Mambaul Hikam di Kabupaten Blitar yang menjadi penyelenggara Shalat Tarawih superkilat.

PBNU Minta PWNU Jatim Dekati Penyelenggara Tarawih Superkilat (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta PWNU Jatim Dekati Penyelenggara Tarawih Superkilat (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta PWNU Jatim Dekati Penyelenggara "Tarawih Superkilat"

"Praktik Shalat Tarawih superkilat yang dilaksanakan oleh salah satu pondok pesantren di Kabupaten Blitar itu justru mengabaikan substansi dari tarawih itu sendiri," katanya di Surabaya, Jumat (10/6).

Kawit An Nur Slawi

Secara bahasa, kata "tarawih" merupakan bentuk plural (jamak) dari kata "tarwihah" yang artinya "istirahat". Dalam praktik yang dicontohkan oleh "salafus shalih" (generasi terdahulu umat Islam), para jamaah mengambil jeda atau istirahat setiap empat rakaat (dua kali salam).?

Kawit An Nur Slawi

"Waktu jeda tersebut diambil setelah mereka melakukan shalat yang cukup panjang dalam empat rakaat tersebut," kata Pengasuh Pesantren Miftachussunnah, Kedungtarukan, Surabaya itu.

Jeda tersebut diisi dengan beragam kegiatan, seperti shalat dan membaca Al-Quran, setelah para jamaah melaksanakan shalat dengan durasi yang cukup panjang.?

"Demikianlah tradisi Qiyamul Ramadhan atau Tarawih yg dipraktikkan Nabi dan para sahabat," katanya.

Menurut Kiai Miftah, tujuan shalat adalah untuk mengingat Allah SWT (Quran Surah Thaha 14), karena itu shalat yang baik seharusnya tidak menghilangkan tumaninah (tenang) dalam setiap gerakannya. Tidak tergesa-gesa, apalagi "superkilat".

Bahkan, hadits At-Tirmidzi dan An-Nasai dari Al-Fadl bin Abbas menyebutkan shalat itu haruslah engkau (dalam keadaan) tenang, merendahkan diri, mendekatkan diri, meratap, menyesali dosa-dosa, dan engkau meletakkan kedua tanganmu lalu mengucapkan Wahai Allah, Wahai Allah. Barang siapa yang tidak melalukan (hal itu), maka shalatnya itu kurang.

Dalam hadits riwayat Muttafaq Alayh menyatakan jika shalat akan didirikan, janganlah kalian berdiri hingga melihatku dan hendaklah kalian melaksanakan shalat dengan tenang.

"Nah, tarawih superkilat di Blitar itu tidak ada ketenangan (tumaninah) sama sekali. Itu jauh dari tarawih secara definisi. Mereka salah memahami kitab rujukannya," katanya.

Sebelumnya, pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam, KH Dliyauddin Azzamzammi mengatakan, tradisi salat tarawih cepat di pondoknya sudah berlangsung selama satu abad lebih, sejak kakeknya menjadi pengasuh Pondok Pesantren.

"Alasannya, saat itu banyak warga yang enggan ikut salat tarawih, karena siangnya bekerja sehingga badannya capek dan pena, sehingga dengan teraweh cepat ini, membuat para jamaah menjadi tertarik untuk datang ke masjid dan ikut melaksanakan Shalat Tarawih," katanya.

Meski cepat, namun shalat di Ponpes Mambaul Hikam itu dinilai tidak mengurangi rukun atau syarat salat atau keluar dari syariat hukum Islam, karena tumaninah itu ada waktu jeda untuk melafalkan Subhanallah, baik secara lisan maupun dalam hati.

Saat ini, Pondok Pesantren Salafiyah Mambaul Hikam mempunyai sekitar 1.000 lebih santri putra-putri dari berbagai daerah. Bahkan dari luar Jawa, seperti Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan Lampung juga banyak. (Antara/Zunus)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Khutbah, AlaNu Kawit An Nur Slawi

Festival Hadrah MWCNU Bayat Diagendakan Setiap Tahun

Klaten, Kawit An Nur Slawi

Sabtu (16/12) pagi, Masjid Golo Komplek Makam Sunan Pandanaran terlihat ramai. Ibu-ibu, bapak-bapak, para remaja, serta anak-anak kompak menghadiri Festival Hadrah Kecamatan Bayat.

Festival Hadrah MWCNU Bayat Diagendakan Setiap Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Festival Hadrah MWCNU Bayat Diagendakan Setiap Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Festival Hadrah MWCNU Bayat Diagendakan Setiap Tahun

Begitu penampilan kelompok hadrah mulai beraksi, kemeriahan itu sekaligus berpadu dengan kekhusyukan hadirin, hingga suasana khidmat tersirat di sana.

Pada acara yang dimulai pukul 08.00 WIB itu, peserta setiap kelompok hadrah tidak dibatasi. Siapa pun boleh mengikuti acara ini dengan catatan tidak boleh merangkap menjadi anggota di grup lain.

Setiap peserta menampilkan dua lagu, yaitu wajib dan pilihan. Lagu wajib adalah Mars Syubanul Wathan, dan lagu pilihannya dibebaskan. 

Kawit An Nur Slawi

Festival hadrah ini mendapat sambutan meriah, terbukti dengan banyaknya peserta yang mengikuti.

"Alhamdulillah, ada 17 peserta yang mengikutinya. (Mereka) dari Bayat dan beberapa daerah di sekitarnya," jelas Ketua Panitia, Sunaryo.

Setiap peserta menampilkan dua lagu, yaitu wajib dan pilihan. Lagu wajib adalah Mars Syubanul Wathan, dan lagu pilihannya dibebaskan. 

Diprakarsai MWCNU Bayat, didukung oleh GP Ansor Bayat, Muslimat NU Bayat, Fatayat NU Bayat, dan Pagar Nusa NU Bayat, festival diadakan untuk memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kawit An Nur Slawi

“Dan memperkuat silaturahim, khususnya antar warga NU di Bayat,” kata Ketua Tanfidziyah MWC NU Bayat, Sagino.

Festival Hadrah Kecamatan Bayat direncanakan akan diselenggarakan setiap tahun. (Minardi Kusuma/Kendi Setiawan) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Cerita, Pemurnian Aqidah, Habib Kawit An Nur Slawi

PBNU Deklarasi Gerakan Ekonomi Islam Nusantara

Jombang, Kawit An Nur Slawi

Untuk membangkitkan semangat kemandirian umat dalam bidang ekonomi, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendeklarasikan Gerakan Ekonomi Islam Nusantara. Deklarasi dilakukan saat peringatan Haul KH Wahab Chasbullah ke-45 di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

PBNU Deklarasi Gerakan Ekonomi Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Deklarasi Gerakan Ekonomi Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Deklarasi Gerakan Ekonomi Islam Nusantara

Deklarasi dilakukan, Sabtu (13/8) malam, oleh Ketua PBNU KH Said Agil Siroj dan juga dihadiri Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang juga Ketua PP Muslimat NU. "Semangat Nahdlatut Tujjar yang dibangun Mbah Wahab sebelum berdirinya NU, perlu digelorakan kembali melalui gerakan Ekonomi Islam Nusantara ini," tutur Kiai Said usai deklarasi.

Kiai Said mengatakan, melalui Syirkah Inan Murabathah Nahdlatut Tujjar yang dibangun KH Wahab Chasbullah, kemandirian ekonomi kaum Nahdliyin diharapkan bangkit. "Syirkah ini, kelanjutan dari Nahdlatut Tujjar, gagasannya Mbah Wahab. Yakni kebangkitan pedagang dari kalangan santri, yang betul-betul mandiri dalam bidang ekonomi dan tidak bergantung kepada siapapun. Nah, semangatnya kita hidupkan lagi dengan nama lain Deklarasi Gerakan Ekonomi Islam Nusantara," imbuhnya.

Kawit An Nur Slawi

Karenanya, Gerakan Ekonomi Islam Nusantara yang dideklarasikan di Bahrul Ulum Tambakebras sebagai awal untuk meningkatkan kesejahteraan warga NU.? Karena menurut Kiai Said, hingga kini masih banyak warga nahdliyin dalam kekurangan. " PBNU akan memberikan advokasi terhadap warga NU yang miskin. Dengan gerakan ini, kita akan lakukan pemberdayaan, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraannya,"ujar Ketua Umum PBNU dua periode ini menambahkan.

Selama ini, banyak warga NU yang belum tersentuh tangan pemerintah. Misalnya kalangan pesantren. Hingga kini, pemerintah tidak pernah mengalokasikan anggaran bagi pendidikan pesantren. Padahal, selama sumbangsih pesantren terhadap bangsa sangat luar biasa.

Kawit An Nur Slawi

"Coba bayangkan, pesantren tidak ada alokasi dari APBN. Apa dosanya coba, sama-sma lembaga pendidikan. Santri tidak dapat raskin. Santri naik bis kota, damri, KA tidak dapat diskon. Tapi kalau pelajar di diskon. Dosanya apa sich santri itu ko sampai didiskriditkan dengan siswa sekolah resmi,pungkasnya.

Semenetara itu, Koordinator Gerakan Ekonomi Islam Nusantara, Arif Marbun menambahakan, bahwa pihaknya akan segera menginventarisir seluruh pengusaha-pengusaha dari kalangan nahdliyin sebagai tindak lanjut deklarasi Gerakan Ekonomi Islam Nusantara ini." Kita akan bangun jejaring pedagang NU diseluruh nusantara, karena saya melihat potensi pengusaha NU sangat luar biasa. Sehingga satu sama lain pedagang bisa saling terkoneksi,"bebernya.

Marbun juga berjanji akan menjalin kemitraan dengan pihak Bank untuk memberikan permodalan murah untuk UKM UKM dari jamaah NU." Selama ini kelemahan kita pedagang NU adalah soal permodalan, ini yang juga akan kita lakukan terobosan dengan perbankkan," paparnya. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Tokoh, Sholawat, AlaNu Kawit An Nur Slawi

Senin, 29 Januari 2018

Membangun Kesalehan Bersama Surat Yasin

Selain Al Fatihah, Al Ikhlas dan Al Muawwidzatain, mungkin surat Yasin adalah surat yang paling banyak berinteraksi dengan kaum Muslim. Yasin dibaca dalam setiap pertemuan kaum Muslim, ketika tahlilan, ziarah kubur, bahkan dijadikan amal wasilah demi terkabulnya hajat. Yasin menjadi perekat sosial secara horizontal dan media berdialog dengan Allah secara vertikal. Disinilah urgensi Yasin menjadi penting. Hakikatnya yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat baik individu maupun sosial menjadikan Yasin begitu dibutuhkan bukan cuma sebagai ayat suci dalam relasi khalik dan makhluk tapi ayat sosial dalam relasi masyarakat.

Karenanya, menjadi wajar dan begitu urgen kalau surat Yasin dihaturkan ke hadapan masyarakat dengan disertai pemahaman. Misi agar Yasin menjadi nilai-nilai hidup dalam masyarakat inilah yang mengilhami penulis, KH Abd Basith AS menghadirkan buku ini. Surat Yasin yang telah melembaga dalam batin masyarakat akan lebih bernilai jika dia hidup, lebih-lebih jika amanat dalam surat Yasin menjadi perilaku teladan masyarakat kita.

Membangun Kesalehan Bersama Surat Yasin (Sumber Gambar : Nu Online)
Membangun Kesalehan Bersama Surat Yasin (Sumber Gambar : Nu Online)

Membangun Kesalehan Bersama Surat Yasin

Buku ini terbagi dalam 4 bab dengan menyajikan Yasin secara per kelompok mengikuti sistematika ayat yang tematik. Rujukannya sudah lebih dari cukup untuk menyajikan Yasin dari berbagai perspektif. Beberapa kitab muktabarah dijadikan rujukan dalam buku ini sehingga warna intelektualnya begitu mewarnai. Perspektif ilmu Tafsir dan Ulumul Quran tercermin dari referensi Tafsir Jalalain, Tafsir Al Maraghi, Hasyiyatul Allamah As Shawi Ala Tafsiril Jalalain, Tafsiru Surat Yasin Syekh Hamami Zadah, juga Qabas min Nuril Quran Muhammad Ali Asshabuni. Sementara tasawuf dan pendidikan adab menggunakan rujukan Ihya’ Ulumuddin, Sirajut Thalibin dan Mau’idhatul Mu’minin.?

Kawit An Nur Slawi

Dimulai dengan tafsir ayat pertama Surat Yasin yang sifatnya diskursus. Penulis nampaknya memilih pendapat jumhur ulama ahlusunnah untuk menyerahkan penafsiran lafal Yasin di pembuka surat pada Allah. Meski penulis juga menyebutkan penafsiran Yasin menurut sejumlah ulama. Aspek keragaman nampak diperhatikan, meski penulis hanya menyebutkan arti Yasin menurut Ibnu Katsir dan Jalalain. Keragaman pemaknaan lafal Yasin yang disebut penulis, sebenarnya ditemukan sejak tafsir Abdullah bin Abbas, Qatadah, Ikrimah, Al Mawardi dan Tafsir Al Kasyaf. Selain itu, pada bab pertama ini penulis menyebut identitas penyantun sebagai manifestasi rahmah dalam Islam. Sebuah upaya tak terputus untuk menyambungkan aspek sakral Al Rahim pada ayat kelima Yasin dengan aktivitas sosial.

Pemilihan referensi sebagai rujukan nampaknya jitu dan mengena. Ambil contoh, dalil tentang keesaan tuhan yang dirujuk dari As Shabuni menyebutkan bahwa tanda-tanda di alam semesta sejak relasi bumi dan hujan, siang dan malam, peredaran bulan dan matahari serta fakta transportasi (19-23). Pemilihan tema ini sifatnya mengena karena bersifat identifikatif-observasif bagi setiap Muslim. Artinya setiap Muslim pasti menjumpai fenomena alamiah di atas sehingga tadabbur lebih mudah diaktifkan sesuai tingkat keilmuan masing-masing individu.?

Kawit An Nur Slawi

Selain aspek intelektual, sosial dan tauhid, buku ini juga menyertakan kekhasan sebagai buku warga NU. Di awal buku dicantumkan dalil tentang fadhilah Yasin yang mungkin bagi kalangan Wahabi bersifat problematik serta tak lupa di akhir buku penulis mencantumkan doa populer surat Yasin karya Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad.

Walhasil, buku ini ternyata tak sesederhana tampilannya. Meski hanya 54 halaman, ilmu yang dituangkan Kiai Abd. Basith menjangkau jauh lebih banyak dari sekedar 54 halaman. Ada kalimat-kalimat tak tercetak yang disuguhkan penulis yang hanya bisa dipahami jika buku ini dibaca dengan penuh penghayatan dan ghirah untuk menghidupkan kesalehan. Sesuai misinya, buku ini cocok dibaca sejak lapisan elit, intelektual sampai masyarakat bawah.

Judul Buku: Surah Yasin: Menghadirkan Nilai-nilai Al Quran Dalam Kehidupan

Penulis: KH Abdul Basith AS

Penerbit: LTN NU Sumenep dan Muara Progresif

Halaman: XII dan 53 Halaman

Tahun terbit: Juni 2013

ISBN: 978-602-17206-5-3

Peresensi:Syarif Hidayat Santoso, pustakawan, warga NU Sumenep.

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Daerah Kawit An Nur Slawi

Sejumlah Parpol Nyatakan Ikut PWNU

Surabaya, Kawit An Nur Slawi. Sejumlah partai politik (partai) di Jawa Timur menyatakan akan mengikuti arahan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) yang akan digelar pada pertengahan tahun ini.

Sejumlah Parpol Nyatakan Ikut PWNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Parpol Nyatakan Ikut PWNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Parpol Nyatakan Ikut PWNU

Setidaknya ada empat parpol yakni PPP, PKB, Gerindra dan PKS yang telah mengeluarkan pernyataan itu.

“Mereka telah menyatakan dalam Pilgub Jatim akan mengikuti PWNU. Maksudnya kader yang didukung NU mereka akan mendukungnya. Walaupun terakhir PKS sudah kembali mundukung  Pakde Karwo,” kata Humas PWNU Jatim Norhadi dalam rilis pers yang diterima Kawit An Nur Slawi, Selasa (1/1) kemarin.

Kawit An Nur Slawi

Namun menurut Norhadi, PWNU telah mengingatkan bahwa dalam pemilihan kepada daerah NU bukanlah di atas parpol dan bukan juga kordinator parpol, serta perannya pun berbeda parpol. 

“Memang NU tidak bisa dilepaskan dari politik. Berpolitik bagi NU mengandung arti keterlibatan warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara menyeluruh sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945,” katanya.

Kawit An Nur Slawi

Nahdlatul Ulama sebagai jam’iyyah secara organisatoris tidak terikat dengan organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan manapun juga. Namun setiap warga NU adalah warga negara yang mempunyai hak hak politiknya dilakukan secara bertanggung jawab sehingga hak politik inilah yang dapat menumbuhkan sikap warga NU hidup demokratis, konstitusional, taat hukum, tambahnya.

Pemilihan Gubernur Jawa Timur akan digelar pada Kamis, 29 Agustus 2013 mendatang. Selain itu, tahun ini juga akan ada empat Pemilihan Kepala Daerah di Jatim yakni, Kota Probolinggo, Kota Kediri, Kota Madiun dan Kota Mojokerto.

Menurut Norhadi, PWNU tetap menghimbau warga NU agar tidak terbawa arus politik praktis yang berdampak merugikan organisasi. 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Internasional, Nasional, Hikmah Kawit An Nur Slawi

Pesantren Tebuireng Kembangkan Pendidikan SMA Trensains

Jombang, Kawit An Nur Slawi. Pesantren Tebuireng Jombang terus mengembangkan sayap dalam dunia pendidikan. Kali ini pesantren yang dipimpin KH Shalahudin Wahid ini membuka pendidikan SMA Trensains yang dipusatkan di Desa Jombok Kecamatan Ngoro Jombang.

Pesantren Tebuireng Kembangkan Pendidikan SMA Trensains (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tebuireng Kembangkan Pendidikan SMA Trensains (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tebuireng Kembangkan Pendidikan SMA Trensains

Di bawah naungan Pesantren Tebuireng II, SMA trensains didirikan diatas lahan seluas 4 hektar, pada tahun ajaran baru 2014 ini telah menerima sebanyak 120 siswa.

"Di Indonesia baru ada dua, dan yang disini siswa yang masuk sebanyak 120 siswa. Yakni 70 siswa putri dan 50 putra," ujar Agus Purwanto Penggagas SMA Trensain disela sela peresmian yang dihadiri langsung Menteri Agama RI, Lukman Hakim, Sabtu (22/8).

Kawit An Nur Slawi

SMA trensains sendiri lanjutnya merupakan penggabungan sistem pendidikan agama dan sains yang selama ini masih belum ada. Trensains didesain khusus dan berkonsentrasi pada sains dengan berbasis pemahaman dan nalar ayat ayat semesta.

"Seperti disebutkan dalam Al quran mengapa ada surat yang diberi An Naml (semut) ini siswa harus mempelajari ayat ayat dalam surat ini, sehingga bisa mengetahui apa yang tersirat dalam surat Semut ini," ujar dosen ITS ini dalam sambutannya.

Kawit An Nur Slawi

Agus menambahkan, SMA Trensains mengambil kekhususan pada pemahaman Alquran dan hadist kealaman dan interaksinya." Yakni Interaksi antara agama dan sains merupakan materi khas SMA trensains yang berbeda dengan sekolah di kalangan pondok modern lain,"tandasnya.

Agus menambahkan, para siswa atau santri trensains dibimbing untuk mempunyahi kemampuan nalar matematik dan filsafat yang memadai. Konsep dasar limit, diferensial dan integral perlu diperkenalkan sebagai alat analisi dan memahami fisika." Proyeksi kedepan, lahir ilmuwan sains kealaman, rkayasa dan dokter yang mempunyai basis lquran yang kokoh," pungkasnya.

KH Salahudin Wahid mengatakan, SMA trensains merupakan paduan antara ilmu agama dan sains. Model pendidikan ini dikatakannya mengembangkan apa yang telah dilakukan ayahnya KH Wahid Hasyim yang juga berusaha menggabungkan pendidikan umum dengan memberi materi agama untuk pendidikan umum dan juga pendidikan pesantren dengan materi umum yang sempat ditolak para ulama dan kiai.

"Pada dasarnya kita melanjutkan apa yang telah dilakukan KH Wahid Hasyim dulu, dan tebuireng kini mengembangkan itu," tuturnya seraya mengatakan hingga saat ini belum ada pesantren atau sekolah Islam yang mengambil khusus untuk memperdalam Sains. (Muslim Abdurrahman/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Nusantara, RMI NU, Pendidikan Kawit An Nur Slawi

IPNU-IPPNU Kotagajah Gelar Semaan Al-Quran dan Istghotsah

Lampung Tengah, Kawit An Nur Slawi. Sebelum menghadapi Ujian Nasional, keluarga besar pengurus anak cabang IPNU-IPPNU kecamatan Kotagajah kabupaten Lampung Tengah memfasilitasi semaan Al-Quran dan Istighotsah bagi para pelajar di halaman MA Ma’arif NU 9 Kotagajah, Lampung Tengah.

IPNU-IPPNU Kotagajah Gelar Semaan Al-Quran dan Istghotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kotagajah Gelar Semaan Al-Quran dan Istghotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Kotagajah Gelar Semaan Al-Quran dan Istghotsah

Selain menyngsong UN, acara selama dua hari, Ahad-Senin (30-31/3) ini juga diadakan dalam rangka memperingati harlah ke-60 IPNU dan ke-59 IPPNU.

Sekretaris pelaksana Semaan dan Istighotsah Nurul Amanah kepada Kawit An Nur Slawi menyampaikan, acara ini bertujuan untuk mengingatkan pelajar di Kotagajah bahwa persiapan rohani juga tidak kalah penting untuk menyambut UN.

Kawit An Nur Slawi

“Untuk hari Ahad diawali dengan semaan Al-Quran. Malam Senin gebyar sholawat Al-Barzanji. Puncaknya Senin diadakan istighotsah akbar bagi pelajar-pelajar se-Kotagajah bagi kelas IX dan kelas XII”, tambahnya.

Ketua MWCNU Kotagajah Kiai Imron Rosyadi menyambut baik agenda semaan Al-Quran dan istighotsah yang digagas PAC IPNU-IPPNU Kotagajah. Karenanya, acara ini didukung penuh oleh keluarga besar NU di Kotagajah meliputi lembaga, lajnah, banom NU, dan para tokoh masyarakat. (A Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Kawit An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Pesantren, IMNU Kawit An Nur Slawi

Diklat Kader Penggerak Masjid Se-Jateng Digelar di Wonosobo

Wonosobo, Kawit An Nur Slawi. Setelah menggelar Pendidikan dan Latihan Muharrik atau Kader Penggerak Masjid untuk wilayah Jawa Barat dan Banten di Cirebon, kini Pengurus Pusat Lembaga Ta`mir Masjid NU (LTMNU) kembali menggelar diklat serupa untuk kawasan Jawa Tengah di Wonosobo, 31 Mei-2 Juni 2013.

Sebagai koordinator penyelenggara, Pengurus Cabang NU (PCNU) memusatkan kegiatan tersebut di Vila Oemah Duwur, Kecamatan Mojo Tengah, Wonosobo, Jawa Tengah. Tak kurang dari 50 peserta dari utusan PCNU se-Jateng dan Majelis Wakil Cabang NU se-Wonosobo aktif mengikuti diklat ini.

Diklat Kader Penggerak Masjid Se-Jateng Digelar di Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)
Diklat Kader Penggerak Masjid Se-Jateng Digelar di Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)

Diklat Kader Penggerak Masjid Se-Jateng Digelar di Wonosobo

Secara resmi acara dibuka Ketua PBNU Prof Maksum Mahfudh, Jumat (31/5) malam. Turut hadir Wakil Bupati Wonosobo Maya Rosida, Ketua PCNU Wonosobo Arifin Shidiq, Rais Syuriyah PCNU Wonosobo KH Abdul Halim.

Kawit An Nur Slawi

Maksum mendorong, diklat yang berlangsung selama tiga hari itu akan melahirkan para penggerak (muharrik) masjid sejati, tak hanya untuk kemakmuran masjid tapi juga jamaahnya. Menurut dia, masjid harus direvitalisasi fungsinya untuk menjawab problem sekelilingnya.

Dalam sambutannya, Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan A Ghani mengatakan, diklat muharrik masjid merupakan tindak lanjut program pemberdayaan masjid setelah rapat pimpinan digelar di 16 wilayah dan 50 cabang.

Kawit An Nur Slawi

"LTMNU berharap, dari setiap peserta yang mengikuti diklat muharrik ini dapat mendampingi minimal 10 masjid," ujarnya.

Diklat Muharrik Masjid bekerja sama dengan Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU dan didukung PT Sinde Budi Sentosa. Rencananya, acara serupa akan diadakan di beberapa wilayah lainnya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Berita, Pondok Pesantren, AlaSantri Kawit An Nur Slawi

Pengikut Paham Radikal Diperkirakan Mencapai 10 Juta

Jakarta, Kawit An Nur Slawi

Pengurus Syuriyah PWNU Jawa Timur, Prof Dr KH Ali Mascan Moesa, mencatat pengikut paham radikal di Indonesia saat ini mencapai 10 juta orang.

Pengikut Paham Radikal Diperkirakan Mencapai 10 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengikut Paham Radikal Diperkirakan Mencapai 10 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengikut Paham Radikal Diperkirakan Mencapai 10 Juta

"Hasil riset menunjukkan empat persen penduduk Indonesia atau sekitar 10 juta orang sekarang memiliki pemahaman radikal," katanya, di Surabaya, Selasa.

Dia menjelaskan penelitian yang dilakukan menunjukkan hubungan agama dan negara menentukan kekerasan atas nama agama.

"Kalau hubungan agama dan negara terlalu dekat maka ada dua dampak yakni agama dijadikan alat atau terjadi radikalisasi agama, tapi kalau terlalu jauh akan terjadi sekulerisasi dan liberalisasi," katanya.

Menurut mantan anggota DPR itu, liberalisasi yang menjauhkan negara dari agama justru mendorong negara menjadi bangkrut akibat banyak masyarakat terlalu rasional dan stres.

Kawit An Nur Slawi

"Solusi terbaik itu kembali pada cara Nabi Muhammad SAW yang lembut atau moderat dalam memadukan antara agama dan negara dengan mengedepankan akhlak dan akidah daripada fiqih dalam bernegara. Saya kira, cara ini perlu diterapkan pemerintah melalui kerja sama dengan para tokoh agama," katanya.

Ia mencontohkan nabi pernah hendak dibunuh. "Kalau menggunakan fiqih, maka orang yang hendak membunuh nabi itu harus dibunuh.

Kawit An Nur Slawi

Tapi nabi melawan kekerasan dengan akhlak, bukan fiqih, sehingga orang itu memeluk Islam, bahkan satu suku masuk Islam," katanya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya, Dr H Sahid HM, menegaskan, adikalisasi dalam Islam mulai terjadi saat kepemimpinan Usman bin Affan, akibat konflik politik, karena banyak masyarakat yang tidak setuju dengan mutasi yang dilakukan Usman terhadap Saad bin Abi Waqash.

"Ada empat tokoh masyarakat yang tidak setuju tapi tanpa kekerasan, di antaranya Salman Alfarisi, namun ada 2.000 orang yang mengedepankan fiqih dengan membenturkan agama dengan politik, sehingga mereka menyatakan Usman harus dibunuh, karena tidak menggunakan hukum Islam," katanya.

Akhirnya, terbunuhnya Usman melahirkan tiga kubu yakni kubu Syiah yang pro-Ali bin Abi Thalib dan kubu Muawiyah yang anti-Ali bin Abi Thalib (Sunni), lalu muncul kubu Khawarij dari kubu Ali bin Abi Thalib tapi tidak setuju dengan Ali.

Dari kubu Khawarij inilah yang melakukan "takfiri" atau mengafirkan mayoritas Muslim itu berdosa besar, karena tidak berpedoman pada hukum Islam.?

"Pola radikalisme itu muncul juga pada era modern dan kontemporer," katanya.

Pada era modern muncul di Arab Saudi yang dipimpin Muhammad bin Abdul Wahab pada 1703 atau dikenal dengan kelompok Wahabi yang memurnikan Islam dengan melawan bidah, khurafat, dan tahayul. Wahabi menghancurkan seluruh makam di Tanah Arab.

"Cara-cara itu melahirkan Komite Hijaz di Indonesia yang meminta pemerintah Saudi Arabia agar makam Rasulullah tidak dihancurkan sebagai bagian dari sejarah Islam. Komite Hijaz itulah yang mendorong lahirnya NU," katanya.

Pada era kontemporer, radikalisme muncul sebagai reaksi atas modernisme nilai-nilai Barat dalam sosial, budaya, politik, dan ekonomi, sehingga lahir Ikhwanul Muslimin di Mesir pada 1928.

"Arahnya atau targetnya untuk membentuk negara Islam dengan empat ciri yakni melawan atau menggunakan kekerasan, dan menolak hermeneutika atau pemahaman Al-Qur’an secara kontekstual," katanya.

Ciri lain, menolak pluralisme atau pemahaman terhadap non-Islam secara kemanusiaan yang dianggap merusak akidah, dan menolak Islam secara sosiologis seperti Islam Nusantara yang dianggap mendegradasi Islam.

"Bentuknya bisa gerakan politik seperti Wahabi atau Ikhwanul Muslimin, atau bisa gerakan dakwah seperti Hizbuth Tahrir yang bisa bermetamorfose menjadi PKS, FPI, Laskar Jihad, Majelis Mujahidin, tapi targetnya sama, yakni Negara Islam," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Sejarah Kawit An Nur Slawi

JK: Mereka Menjual Murah Surga

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Selain tantangan ekonomi, Indonesia mengahadapi tantangan ideologi. Hal itu ditanndai dengan masih maraknya gerakan radikalisme yang merongrong keutuhan NKRI. Nahdlatul Ulama mesti harus terlibat aktif dalam mengatasi permasalahan ini.

Pandangan ini disampaikan Wakil Presiden H Muhammad Jusuf Kalla dalam pidato sambutan peringatan hari lahir (Harlah) ke-89 NU di halaman kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Sabtu (31/1) malam.

JK: Mereka Menjual Murah Surga (Sumber Gambar : Nu Online)
JK: Mereka Menjual Murah Surga (Sumber Gambar : Nu Online)

JK: Mereka Menjual Murah Surga

Menurutnya, kelompok ekstrem menggunakan pendekatan kekerasan dalam beragama, bahkan di antara mereka rela melakukan bom bunuh diri. “Kenapa hal itu bisa terjadi? Sederhana saja, yaitu karena mereka menjual murah surga,” terangnya.

Kawit An Nur Slawi

Bagi kelompok semacam ini, kata Mustasyar PBNU ini, harta dan jabatan tidak menjadi tujuan karena tahu hidup mereka akan berakhir. Faktor terkuat yang melatarbelakangi aksi nekad seperti bom bunuh diri adalah iming-iming masuk surga secara cepat.

Kawit An Nur Slawi

“Dengan satu nyawa saja mereka sudah dijanjikan bisa masuk surga. Murah,” imbuhnya.

Jusuf Kalla mengatakan, agama adalah peradaban dan akhlak. Sehingga sudah seyogianya pemeluk agama menebarkan perilaku yang baik. Di Timur Tengah, katanya, kekisruhan selalu terjadi karena orang-orang beragama di sana tidak bisa memberi contoh akhlak yang baik.

Ia mendorong NU mampu menjadi referensi bagi pemikiran-pemikiran Islam bagi dunia. Pusat-pusat pemikiran Islam khas Nusantara yang moderat perlu diperbanyak di Indonesia. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Pertandingan, Fragmen, Amalan Kawit An Nur Slawi

Nyanyian Kamoro Semarakkan Buka Bersama di Mimika Timur

Mimika, Kawit An Nur Slawi - Nyanyian khas Kamoro yang dibawakan ibu-ibu dan anak-anak Kamoro berjudul Ya Waho Waki mewarnai pertemuan buka puasa bersama warga Mimika berkumpul di Masjid Al-Haq, Pomako, Distik Mimika Timur, Mimika, Ahad (4/6). Ramadhan membawa berkah untuk semua umat, tidak hanya bagi umat Islam, tetapi juga non-Muslim.

Lagu ini menceritakan rasa kehilangan yang besar setelah orang tua meninggal sehingga anak merasa kehilangan pegangan hidup. Lagu ini dinyanyikan setelah buka puasa bersama beserta pembagian parsel lebaran yang diintegrasikan dengan kegiatan Rutin MWCNU Mimika Timur

Nyanyian Kamoro Semarakkan Buka Bersama di Mimika Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
Nyanyian Kamoro Semarakkan Buka Bersama di Mimika Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

Nyanyian Kamoro Semarakkan Buka Bersama di Mimika Timur

Bantuan buka puasa bersama diberikan oleh para dermawan, panitia pengadaan tanah PCNU Mimika.

Acara dimulai pada jam 16.00 dengan lantunan Syair NU. Tampak antusias anak-anak Pomako dalam mengikuti syair ini. Pandangan mata dan mulut yang bergerak menunjukkan ketertarikan dan keinginan kuat untuk ikut bisa mendendangkan Syair NU.

Kawit An Nur Slawi

Wakil Ketua PCNU Mimika Sugiarso mengajak jamaah untuk melantunkan shalawat nahdliyyah.

Kawit An Nur Slawi

Acara dilanjutkan dengan pembacaan nazham Asmaul Husna dengan panduan Sugiarso diiringi musik alam berupa hujan rintik-rintik. Sebelum berbuka jamaah diajak untuk berzikir jelang buka puasa, dan memanjatkan doa hajat dunia dan akhirat di waktu yang mustajab ini.

Menu buka puasa berupa suguhan khas Papua, salah satunya adalah masakan etegas-tegas. Masakan ini dibuat dari daun singkong yang dicampur jantung pisang dengan teknik pengolahan yang khusus. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Kiai, Warta, Halaqoh Kawit An Nur Slawi

Minggu, 28 Januari 2018

Mahasiswa Unisnu Manfaatkan Sampah untuk Seni Kreatif

Jepara, Kawit An Nur Slawi

Mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara yang tergabung dalam Sanggar Seni Eling PMII Cabang Jepara mempunyai kegiatan yang lumayan unik, yakni menggelar kegiatan bertajuk Pelatihan Seni Kreatif dari Sampah.?

Mahasiswa Unisnu Manfaatkan Sampah untuk Seni Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Unisnu Manfaatkan Sampah untuk Seni Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Unisnu Manfaatkan Sampah untuk Seni Kreatif

Kegiatan yang dipusatkan di Kampus Unisnu, Jalan Taman Siswa (Pekeng) Tahunan Jepara, Ahad (20/3) ini diikuti sekitar 20 peserta. Mereka terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum.?

Kawit An Nur Slawi

Kegiatan kreatif ini menjadi rangkaian menyambut Harlah Sanggar Seni Eling ke-14 yang bekerjasama dengan Kampung Pintar Jepara.?

Kawit An Nur Slawi

Menurut ketua panitia, Khusnul Khamidiyah dalam pelatihan ini peserta membuat kerajinan dari bahan koran, kardus, kantong plastik dan botol plastik. Bahan-bahan bekas ini kemudian dibuat pot dan tas dari koran. Rangkaian bunga dari koran, kardus dan plastik. Sedangkan botol plastik untuk miniatur minion.?

“Karena hanya ditempuh dalam 2 jam karya yang baru bisa dibuat ialah pot bunga dan bunga,” paparnya.?

Pihaknya mengagendakan kegiatan ini dijalankan rutin sepekan sekali. Sehingga nantinya akan menghasilakan berbagai produk. Namun, lanjut Khusnul, pada pertemuan pertama ini baru tahap dasar melipat untuk pembuatan tas. Pada tahap ini latihan dengan menggunakan kertas origami dan kardus bekas. Pertemuan berikutnya sudah menggunakan bahan dari plastik.?

Beragam produk yang dihasilkan nantinya akan dipamerkan dalam Pagelaran Seni Budaya 2016 yang dihelat pada 15-16 April mendatang. “Hasil produk yang dibuat juga akan dipamerkan bersamaan dengan kegiatan yang diikuti Kampung Pintar Jepara,” katanya menambahkan.

?

Penanggung jawab kegiatan, Dziyaul Anwar menegaskan bahwa permasalahan sampah tidak sekadar tugas petugas kebersihan. Namun keberadaan sampah menjadi tugas bersama.?

“Bagaimana kita mampu menjaga kebersihan lingkungan kita sendiri. Dengan begitu berarti secara tidak langsung kita telah menyumbang kebersihan untuk kota kita,” pungkasnya. (Syaiful Mustaqim/Zunus)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Kajian Sunnah Kawit An Nur Slawi

Lembaga Dakwah PBNU Prihatin atas Ceramah Agama Penuh Hujatan dan Caci-maki

Jakarta, Kawit An Nur Slawi - Akhir-akhir ini kebhinekaan dan rajutan kebangsaan terusik oleh cara dakwah sebagian kelompok Islam yang berisi fitnah, hujatan, dan ujaran kebencian. Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) sebagai corong PBNU dalam bidang dakwah prihatin melihat fenomena dan kondisi dakwah seperti demikian.

Menurut pengurus harian LDNU, dakwah yang disampaikan oleh sekelompok umat Islam belakangan ini tidak lagi menjadi penyejuk, tapi telah menjadi medan untuk saling menghujat antarsesama. Dakwah bukan lagi merangkul, tapi memukul; bukan lagi ramah, tapi marah.

Lembaga Dakwah PBNU Prihatin atas Ceramah Agama Penuh Hujatan dan Caci-maki (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Dakwah PBNU Prihatin atas Ceramah Agama Penuh Hujatan dan Caci-maki (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Dakwah PBNU Prihatin atas Ceramah Agama Penuh Hujatan dan Caci-maki

LDNU mengadakan workshop bertema Membangkitkan Dakwah Ramah untuk Indonesia Berkeadaban. Dalam pertemuan ini mereka merumuskan pedoman dakwah Islam Nusantara yang ramah, toleran, dan menghargai kebudayaan. Hasilnya akan menjadi pedoman dakwah bagi para dai LDNU di seluruh Indonesia.

Kawit An Nur Slawi

Kesuksesan dakwah walisongo di Nusantara tak lepas dari pola dakwah yang digunakan oleh mereka. Dakwah ramah atau dakwah bil hikmah wal mau’izhatil hasanah (dengan hikmah dan tutur kata yang baik) telah menarik minat masyarakat Jawa hingga akhirnya ajaran Islam diserap secara perlahan-lahan oleh mereka.

Model dakwah demikian dikembangkan oleh Nahdlatul Ulama (NU) karena hanya model dakwah seperti inilah saat ini yang cocok dengan karakter bangsa Indonesia yang majemuk dan terdiri dari berbagai macam suku bangsa, adat istiadat, dan agama.

Kawit An Nur Slawi

Tampak hadir sebagai narasumber Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Prof Dr H Abdurrahman Mas’ud (Kemenag), Sidarta Danu Subroto (Wantimpres), Hosea Nicky Hogan (Direktur Pengembangan BEI), dan Kepala Balitbang Kementerian Sosial.

Hasil pertemuan ini akan disahkan dalam Rakernas LDNU pada 20-21 Februari 2017 di Pesantren Ats-Tsaqafah asuhan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Jagakarsa, Jakarta Selatan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Olahraga, AlaNu, Santri Kawit An Nur Slawi

Dikukuhkan, Pramuka NU Tegal Diminta Langsung Aksi

Tegal, Kawit An Nur Slawi. Satuan Komunitas Pramuka Maarif NU Kabupaten Tegal masa khidmah 2016-2021 dikukuhkan di Gedung PCNU Kabupaten Tegal, Ahad (14/5). Pengukuhan dilakukan Wakil Ketua Kwarcab Pramuka Tegal Bidang Organisasi Hukum H Agus Subagyo.

Dikukuhkan, Pramuka NU Tegal Diminta Langsung Aksi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dikukuhkan, Pramuka NU Tegal Diminta Langsung Aksi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dikukuhkan, Pramuka NU Tegal Diminta Langsung Aksi

Hadir dalam kesempatan itu, hadir Ketua PCNU Kabupaten Tegal H Ahmad Wasyari, Ketua LP Maarif NU Tegal H Alfatah, Ketua STKIPNU Tegal H Muslih, Kepala Sekolah dan Pembina Pramuka di lingkungan LP Maarif NU Kabupaten Tegal.

Ketua PCNU H Ahmad Wasyari mengemukakan, Undang-Undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka memberikan peluang Satuan Komunitas Pramuka. Untuk itu LP Maarif NU dapat menciptakan peluang dan sekaligus memanfaatkan peluang yang ada.

"Selamat kepada pengurus Sako Maarif NU yang baru dikukuhkan. Saya berharap tidak hanya hanya de fakto atau pengakuan, tapi de program. Pengurus harus mampu tunjukan action, pergerakan di lapangan," pintanya.

H Wasari berharap, pasca dilantik, eksistensi sako Pramuka Maarif dapat dirasakan masyarakat. "Jangan pasca dilantik, seragam Pramuka dimasukan lemari. Artinya tidak ada aksi. Tunjukan eksistensinya kepada Kwarcab. Bila perlu dapat bersinergi, ? fastabiqul khoirot dengan jajaran Kwartir Ranting (Kwarran)," imbuhnya.

Kawit An Nur Slawi

Wakil Ketua Kwarcab Tegal H Agus Subagyo, berharap Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Maarif NU diharapkan menjadi mitra yang kuat bagi Kwartir Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda bangsa yang berkarakter.?

Kawit An Nur Slawi

"Saya mengajak agar program latihan peserta didik di Satuan Komunitas atau ? Gugus Depan Satuan Pendidikan LP Maarif NU volumenya untuk terus ditingkatkan. Utamanya dalam rangka membentuk generasi muda berkarakter, tentunya dalam lingkup Pramuka Aswaja," ungkapnya.

Sementara Ketua LP Maarif NU Kabupaten Tegal H Alfatah ? didampingi Ketua Sako Pramuka Maarif NU Haryono mengungkapkan, pihaknya siap mengembangkan Pramuka di lingkungan Satuan Pendidikan Maarif NU dengan ciri khas ala Ashlussunah wal-Jama’ah.

"Pelantikan ini sekaligus Rapat Kerja Sako, sebagai sarana menyusun program unggulan serta penguatan kelembagaan Sako. Sejumlah program prioritas tahun ini yakni pengiriman Kontingen Perwimanas II di Magelang dan peningkatan SDM Pembina Pramuka Maarif NU melalui Kursus Mahir Dasar Pembina (KMD)," pungkasnya. (Hasan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Daerah, Anti Hoax Kawit An Nur Slawi

Sabtu, 27 Januari 2018

Tatacara Qunut Shubuh

Qunut termasuk amalan yang disunahkan dalam shalat. Qunut yang disunahkan ada tiga macam: qunut shubuh, qunut witir pada separuh akhir Ramadhan, dan qunut nazilah. Terkait qunut shubuh, Imam Al-Nawawi dalam Al-Adzkar mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Tatacara Qunut Shubuh (Sumber Gambar : Nu Online)
Tatacara Qunut Shubuh (Sumber Gambar : Nu Online)

Tatacara Qunut Shubuh

Artinya, “Qunut shalat shubuh disunahkan berdasarkan hadits shahih dari Anas bahwa Rasulullah SAW selalu qunut sampai beliau meninggal. Hadits riwayat Hakim Abu Abdullah dalam kitab Arba’in. Ia mengatakan, itu hadits shahih,” (Lihat Muhyiddin Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkar, Beirut, Darul Fikri, 1994, halaman 59).

Kawit An Nur Slawi

Menurut Imam An-Nawawi, qunut shubuh sunah muakkadah, meninggalkannya tidak membatalkan shalat, tetapi dianjurkan sujud sahwi, baik ditinggalkan sengaja atau tidak. Doa qunut shubuh adalah sebagai berikut:

Kawit An Nur Slawi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allahummahdini fî man hadait, wa ‘âfini fî man ‘âfait, wa tawallanî fî man tawallait, wa bâriklî fî mâ a‘thait, wa qinî syarra mâ qadhait, fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ ‘alaik, wa innahû lâ yazillu man wâlait, wa lâ ya‘izzu man ‘âdait, tabârakta rabbanâ wa ta‘âlait, fa lakal hamdu a’lâ mâ qadhait, wa astagfiruka wa atûbu ilaik, wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam

Doa qunut yang disebutkan di atas dibaca pada saat shalat sendiri. Kalau shalat berjamaah, imam dianjurkan mengubah lafal “ihdinî (berilah aku petunjuk)” menjadi “ihdinâ (berilah kami petunjuk)”. Karena dalam pandangan Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in dimakruhkan berdoa untuk diri sendiri pada saat doa bersama. Ia menegaskan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ?

Artinya, “Dimakruhkan bagi imam berdoa khusus untuk dirinya sendiri pada saat doa qunut karena ada larangan tentang hal itu. Karenanya, hendaklah imam membaca ‘ihdina,’” (Lihat Zainuddin Al-Malibari, Fathul Muin, Jakarta, Darul Kutub Al-Islamiyyah, 2009 M, halaman 44).

Pada saat membaca doa qunut, imam dianjurkan mengeraskan suaranya dan makmum mengamininya. Dianjurkan pula mengangkat kedua tangan sebagaimana doa pada umumnya. Lebih utama lagi, pada saat doa yang mengandung harapan dan permintaan, telapak tangan menghadap ke atas, sementara saat doa yang mengandung tolak bala atau dijauhkan dari musibah yang sedang terjadi, punggung telapak tangan menghadap ke atas. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Bahtsul Masail, Hadits, Kajian Islam Kawit An Nur Slawi

PMII Komisariat Ki Ageng Tarub Dilantik

Grobogan, Kawit An Nur Slawi. Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ki Ageng Tarub Sekolah Tinggi Agama Islam Wali Sembilan cabang Grobogan resmi dilantik di Gedung Ikatan Haji Muslimat (IHM) Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (27/12) siang.

PMII Komisariat Ki Ageng Tarub Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Komisariat Ki Ageng Tarub Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Komisariat Ki Ageng Tarub Dilantik

Tema yang diangkat dalam acara pelantikan tersebut adalah “Membentuk Kader? yang Bertanggung Jawab, Tanggap, Cakap, Dan Bertaqwa”. Pujo Handoyo dikukuhkan sebagai Ketua Pengurus Komisariat PMII Ki Ageng tarub periode 2013-2014, menggantikan seniornya Ahmad Sahri.

Tampak hadir dalam pelantikan ini Ketua Majelis pembina komisariat Moh Amin dan ketua baru Pengurus Cabang PMII Grobogan Maimun Rasyid dan juga Gus Islamuddin sebagai pengisi tausiyah.

Kawit An Nur Slawi

“Pengurus cabang PMII Grobogan siap mengawal proses Kaderisasi di Grobogan,” kata Maimun.

Dia mendorong Pengurus Komisariat PMII Ki Ageng Tarub Sekolah Tinggi Agama Islam Wali Sembilan Wali Sembilan mampu mengembangkan potensi anggota secara sistematis untuk menciptakan kader yang siap menghadapi tantangan zaman. (Asnawi Lathif/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi Daerah Kawit An Nur Slawi

Mahasiswa Universitas Udayana Deklarasikan KMNU di Bali

Denpasar, Kawit An Nur Slawi. Sejumlah mahasiswa NU Universitas Udayana, Kamis (9/10) tadi malam, mendeklarasikan berdirinya Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Udayana, Bali.

Komunitas mahasiswa Jawa rantau di Bali di sana secara kultural telah sering melakukan tradisi yang dikembangkan NU, seperti yasinan, tahlilan, istighotsah dan pembacaan maulid dibaiah. Hanya saja? belum ada organisasi atau lembaga yang merangkul seluruh mahasiswa Islam yang mayoritas warga Nahdliyin ini.

Mahasiswa Universitas Udayana Deklarasikan KMNU di Bali (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Universitas Udayana Deklarasikan KMNU di Bali (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Universitas Udayana Deklarasikan KMNU di Bali

Acara yang dihadiri sekitar 30 mahasiswa Universitas Udayana ini berlangsung selama dua jam, dan dibuka dengan acara istighotasah dan doa besama, lalu berlanjut dengan rapat tentang organisasi baru ini. Yang unik, dalam struktur kepengurusan, KMNU Universitas Udayana memasukan unsur Dewan Penasehat (Mustasyar) dan Dewan Pengurus Harian (Tanfidziyah) layaknya organisasi Nahdlatul Ulama di berbagai tingkatan.

Kawit An Nur Slawi

Forum memberikan amanat sebagai Ketua Dewan Penasehat kepada Miftahus Sirojudin, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Pertanian yang mantan ketua LDK FPMI tahun 2013; dan sebagai Ketua Dewan Pengurus Harian kepada Mahmud Samdani, mahasiswa semester 3 Fakultas Kelautan dan Perikanan yang juga aktivis PMII cabang Denpasar.

Kawit An Nur Slawi

Fajar Firmansyah, anggota Dewan Penasehat KMNU di Bali, mengaku prihatin dengan kondisi negeri ini yang kehilangan “orisinalitas” keislamannya karena terlalu bebas membiarkan berbagai kelompok. Dari tahun ke tahun, katanya, Indonesia ibarat sepetak tanah yang tak memiliki tuan tanah. Semua boleh menggunakan dan menanam segala jenis tumbuhan di tanah tersebut.

“Maknanya, negeri ini menjadi rebutan perkaderan banyak aliran-aliran Islam di dunia. Pemuda, khususnya mahasiswa, adalah calon kader yang berpotensi untuk diperebutkan. Doktrinisasi ajaran Islam di tingkat mahasiswa sangatlah keras yang biasanya dilakukan oleh organisasi-organisasi mahasiswa yang berbasis Islam," tuturnya.

Namun, Fajar bersyukur karena kader-kader NU yang sudah mengenyam pendidikan Aswaja telah menjauhi ajaran yang memang tidak sesuai dengan ajaran para kiai sepuh tersebut. “ Kehadiran Keluarga Mahasiswa NU di Bali ini akan menjadi wadah kader-kader NU yang seperti ini. Selain itu, KMNU di Bali juga terdukung oleh organisasi-organisasi ke-NU-an lainnya seperti IPNU, IPPNU, PMII, dan GP Anshor," Imbuhnya.

Kepala Departemen Internal LDK FPMI Universitas Udayana mengatakan, "Semoga dengan ini dapat mewujudkan cita-cita kader-kader NU di tingkat Mahasiswa untuk mengaplikasikan Islam moderat di lingkungan sekitarnya sekaligus menjaga keutuhan bangsa ini dari perpecahan." (G. Jaelani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Lomba, Ubudiyah Kawit An Nur Slawi

Jumat, 26 Januari 2018

Presiden Jokowi Akan Buka Mukernas HPN

Jakarta, Kawit An Nur Slawi



Presiden Joko Widodo secara resmi akan membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Jumat siang, 5 Mei 2017 di Pondok Pesantren Luhur Al Tsaqafah Jagakarsa Jakarta Selatan.?

Presiden Jokowi Akan Buka Mukernas HPN (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Akan Buka Mukernas HPN (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jokowi Akan Buka Mukernas HPN

Bertepatan dengan peresmian Muskernas tersebut, juga diluncurkan aplikasi Greenpages yang diprakarsai oleh Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) sebagai upaya merajut jejaring ekonomi umat. Mobile Business Portal ini diharapkan mampu menjadi perangkat lunak akselerator sinergi perekonomian umat muslim. Portal digital ini mampu menghubungkan antar pengguna, antar pengusaha (pebisnis), dan antara pengguna dengan pengusaha melalui sarana komunikasi yang kaya interaksi.

Komunitas dan konten Greenpages dikelola oleh perangkat Pengurus Pusat HPN yakni PT. Hidayah Niaga Nusantara (HNN). Perangkat lunak gawai pintar ini berfungsi sebagai sarana pendataan dan pemetaan sektor usaha, kelas usaha, jangkauan, potensi dan pengembangannya, serta kebutuhan dalam menanggulangi masalah dan rintangan bisnisnya secara nasional. Menyinergikan usaha mikro hingga besar. Jejaring ekonomi umat yang yang terbentuk diharapkan akan efektif, berdaya saing, dan bertumbuh.

Hasil telaah Pengurus Pusat (PP) HPN menunjukkan adanya sekitar 1,5 juta Pengusaha Nahdliyin di Indonesia. Melalui fungsi yang dijalankan Greenpages, ditargetkan pada akhir 2021 sekitar 66 % pengusaha Nahdliyin sudah terverifikasi.?

Greenpages lahir atas inisiasi dan fasilitasi Pengurus Pusat HPN dan difasilitasi oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Greenpages lahir semula bertujuan untuk mendata, menghimpun dan mengembangkan kualitas, kapasitas dan jaringan usaha Pengusaha Nahdliyin, serta bertujuan untuk "terwujudnya Pengusaha Nahdliyin yang berkarakter kuat, bermartabat, berdaya cipta dan berdaya saing tinggi serta Beretika Bisnis Islami dalam wadah HPN yang profesional dalam rangka mewujudkan kemakmuran yang berkeadilan dan keadilan yang berkemakmuran bagi seluruh rakyat/umat, dan meningkatnya ketahanan nasional Indonesia di tengah percaturan ekonomi regional dan Internasional.

Kawit An Nur Slawi

Mengingat HPN berlingkup nasional, berjangkauan Internasional, dan berkiprah dalam era milenial serba digital, maka untuk pelaksanaan usaha urutan pertama tadi, menuntut tersedianya "Aplikasi digital integratif multifungsional yang dikelola oleh perangkat organisasi berbadan hukum usaha yang mandiri, profesional, proaktif, dan progresif".

Aplikasi digital dimaksud, pertama kali pada jumpa pers dalam rangka Rembug Nasional Saudagar Nahdliyin di Surabaya tahun 2012, dikemukakan oleh Ketum DPP HPN Ir. H. Abdul Kholik dengan sebutan "GreenPages HPN" sebagai bagian dari upaya dalam membangun dan memperkuat jejaring usaha pelaku ekonomi/bisnis Nahdliyin di kancah nasional dan Internasional.?

Mengantisipasi dinamika, kompleksitas, dan peningkatan kebutuhan pembangunan dan penguatan organisasi dan kelembagaan termasuk pendataan, perekrutan dan pembinaan anggota; peningkatan sinergi usaha antar anggota dan dengan pihak-pihak lain umumnya; serta semakin berkembangnya kebutuhan komunikasi dan kolaborasi lebih luas/erat antar pengusaha Nahdliyin dengan pihak-pihak terkait di level regional, nasional dan Internasional, maka Green Pages HPN menuntut pengembangan dan perluasan fungsinya secara dinamis berkelanjutan menjadi sebuah portal bisnis. Untuk itu GreenPages HPN disesuaikan namanya menjadi "GreenPages Nusantara" yang secara praktis disebut GreenPages (GP). Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi Internasional, Santri Kawit An Nur Slawi