Sabtu, 15 September 2007

GP Ansor Sumbar dan Korem 032/Wirabraja Tegaskan Komitmen Kebangsaan

Padang, Kawit An Nur Slawi - Gerakan Pemuda Ansor sebagai generasi muda Indonesia diminta terus berjuang untuk bangsa dari segala bentuk ancaman yang merusak persatuan dan mengubah ideologi bangsa. Karena sekarang sudah ada gerakan separatis yang kembali bangkit untuk mencoba merongrong persatuan, kesatuan, dan? mengubah ideologi bangsa. Mereka terdiri atas gerakan separtis baru yang berwajah lama dan gerakan separatis lama yang mulai bangkit lagi.

Demikian disampaikan Danrem 032/Wirabraja Brigjend Bakti Agus F kepada pengurus GP Ansor Sumbar yang berkunjung di Makorem 032/Wirabraja Jalan Sudirman Padang, Jumat (22/4).

GP Ansor Sumbar dan Korem 032/Wirabraja Tegaskan Komitmen Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumbar dan Korem 032/Wirabraja Tegaskan Komitmen Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumbar dan Korem 032/Wirabraja Tegaskan Komitmen Kebangsaan

Ansor, menurutnya, terbukti memiliki komitmen keislaman dan kebangsaan. Gerakan radikal yang ada sekarang memang sedang merebak karena adanya transformasi pemikiran yang tidak diformulasi dengan baik sehingga merasa pemikiran mereka yang baik dan benar. Hal ini yang menimbulkan gerakan radikal. Karena merasa tidak puas dengan yang sudah ada sekarang,? merasa tidak lagi sesuai dengan pemikiran mereka.

Menurut Agus, kemauan dan kemampuan memahami jenis pikiran ini sangat diperlukan sehingga tidak menimbulkan kekeliruan dalam memahami pikiran. Apa semua pikiran itu cocok untuk bangsa ini? Belum tentu. Pendahulu kita telah memformulasikan pikiran untuk Indonesia sehingga bisa hidup dalam keragaman. Bangsa kita unik di mata dunia. Jangan dimasukan lagi? pikiran yang akan merusak? persatuan bangsa ini.

Kawit An Nur Slawi

"Sekarang bagaimana kita memperbaiki aspek-aspek yang sudah ada pada bangsa ini agar tetap maju ke depan dan tidak lagi pengulangan peristiwa yang akan membuat kita jauh tertinggal dari bangsa lain. Jangan? kembali lagi ke belakang sementara bangsa lain sudah maju. Dahulu bangsa di Asia Tenggara dan Asia belajar ke Indonesia. Memberikan bantuan untuk bangsa di Asia Tenggara bahkan Asia, namun sekarang kita yang menerima bantuan. Untuk itu mari bersama? bersinergi membangun bangsa ini," harap Agus.

Kawit An Nur Slawi

Danrem 032/Wirabraja juga mengingatkan masalah narkoba. Sekarang semua lini sudah dirasuki narkoba. Berbagai cara dan taktik yang dilancarkan untuk membunuh generasi muda dengan narkoba. Ada acara yang dibuat agar generasi muda terpengaruh dengan narkoba,? mengaitkannya dengan intelegensi seseorang.

Apakah itu dengan mengkonsumsi? bisa meningkatkan daya ingat atau meningkatkan kepintaran. Ini sudah sangat memprihatikan sekali.

Ketua GP Ansor Sumbar Rahmat mengakui bahwa Ansor memiliki komitmen keislaman dan kebangsaan akan terus tetap berjuang seperti yang diharapkan Danrem 032 tersebut. Untuk itu, Ansor? berkerja sama dengan TNI terus berjuang memberantas narkoba. "Ansor memiliki semboyan Ke-NU-an, dan kebangsaan. Semboyan ini sangat menguatkan bahwa Ansor tidak ada toleransi dengan gerakan yang akan merongrong bangsa ini.”

Audiensi? dipimpin Ketua GP Ansor Sumbar Rahmat Tuanku Sulaiman. Ia hadir bersama Sekretaris Arianto, Wakil Ketua Agustian Piliang, Bendahara Almudasir, Wakil Sekretaris Johari Jamal, dan Ketua GP Ansor Padang Tan Gusli. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Hadits Kawit An Nur Slawi

Kamis, 16 Agustus 2007

Resolusi Jihad Sumbangsih NU untuk Negara Multikultur

Waykanan, Kawit An Nur Slawi? . Wakil Ketua PCNU Kabupaten Waykanan Lampung Kiai Mustajab menegaskan, Resolusi Jihad 22 Oktober yang melatarbelakangi peristiwa 10 November 1945 merupakan sumbangsih Nahdlatul Ulama (NU) untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang multikultur.

"NU dibentuk untuk ukhuwah Islamiyah, mempererat tali persaudaran antar manusia, apa pun agama dan sukunya NU akan mewadahinya," demikian disampaikan Kiai Mustajab di Blambangan Umpu yang berada sekitar 220 km sebelah utara Kota Bandar Lampung, Kamis (22/10).

Resolusi Jihad Sumbangsih NU untuk Negara Multikultur (Sumber Gambar : Nu Online)
Resolusi Jihad Sumbangsih NU untuk Negara Multikultur (Sumber Gambar : Nu Online)

Resolusi Jihad Sumbangsih NU untuk Negara Multikultur

Resolusi Jihad 22 Oktober yang hari ini diperingati sebagai Hari Santri Nasional, demikian Kiai Mustajab lagi, adalah upaya dan karya para ulama terhadap republik multikultur ini.

Kawit An Nur Slawi

"Hadratus Syekh Hasyim Asyari setelah bermusyawarah dengan para ulama selama dua hari menandatangani Resolusi Jihad agar warga NU membela Indonesia. Karena itu, wajib bagi warga NU untuk mengawal pemerintahan. Wajib hukumnya orang NU untuk membuat perbaikan bangsa, tidak ada dalam sejarah NU memberontak pada negara. NKRI Harga Mati dan Pancasila Jaya harus dipegang teguh oleh warga NU," kata dia.

Ia melanjutkan, NU didirikan 1926 sebagai jamiyah diniyah ijtimaiyah atau organisasi sosial keagamaaan ? berbasis pondok pesantren dengan sejumlah tujuan. "Seperti mengingatkan ukhuwah wathaniyah atau persaudaraan bangsa dan ukhuwah basyariyah ? atau persaudaraan umat manusia," paparnya.

Kawit An Nur Slawi

Karenanya, dengan mengamini hal tersebut, NU terus berpartisipasi agar Waykanan, Indonesia menjadi Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur, demikian Kiai Mustajab. (Gatot Arifianto/Mukafi Niam)? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Kajian Islam, Khutbah, Pertandingan Kawit An Nur Slawi

Minggu, 22 Juli 2007

Dangkal Bahas Agama, PMII UI Gelar Mapaba

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Indonesia, Depok tidak puas dengan organisasi keagamaan yang membahas Islam secara dangkal. Mereka selanjutkan menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) di Megamendung, Bogor, Jumat-Ahad (22-24/11).

Selain dangkal, organisasi keagamaan di kampus UI cenderung mengulang-ulang pembahasan seperti keterangan pers rilis yang dikirim Sekretaris II PMII UI Maulana Ghozali.

Dangkal Bahas Agama, PMII UI Gelar Mapaba (Sumber Gambar : Nu Online)
Dangkal Bahas Agama, PMII UI Gelar Mapaba (Sumber Gambar : Nu Online)

Dangkal Bahas Agama, PMII UI Gelar Mapaba

Pembahasan mereka kerap bertentangan dengan ritual keagamaan di desa-desa. Hal ini dapat dibuktikan dengan jarangnya tahlilan, yasinan, maulidan, dan peringatan-peringatan hari besar Islam di mushola fakultas atau di masjid UI.

Kawit An Nur Slawi

Keterlibatan peserta Mapaba UI lebih didorong atas kesadaran akan kurangnya pendidikan agama di kampus umum khususnya kampus negeri. Pelajaran agama hanya diberikan sebanyak dua SKS selama 4 tahun.

Sedikitnya 26 mahasiswa dari pelbagai fakultas di UI menjadi peserta Mapaba PMII UI. Terhitung sejak 1990-an yang sempat vakum, PMII UI sudah menggelar 18 kali Mapaba. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi Khutbah, Meme Islam, Quote Kawit An Nur Slawi

Sabtu, 19 Mei 2007

Pesantren Walisongo Selamatkan Lingkungan dan Sumber Air

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Masalah perubahan iklim dunia dan rusaknya lingkungan kini menjadi keprihatinan dunia. Upaya penyelamatan lingkungan telah menjadi agenda bersama yang dikoordinasikan secara global.



Pesantren Walisongo Selamatkan Lingkungan dan Sumber Air (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Walisongo Selamatkan Lingkungan dan Sumber Air (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Walisongo Selamatkan Lingkungan dan Sumber Air

Meskipun luput dari hiruk pikuk membicarakan masalah ini, Pesantren Walisongo di Tuban Jawa Timur telah menjaga dan merawat lingkungan sekitarnya agar tetap kondusif bagi kehidupan sejak lama.

KH Nur Nasroh, pengasuh pesantren dalam perbincangan dengan Kawit An Nur Slawi baru-baru ini menuturkan upaya penyelamatan lingkungan ini dilakukan sejak tahun 1977, jauh sebelum isu lingkungan ini bergulir.

Kawit An Nur Slawi

“Saat pesantren didirikan pada tahun 1977, saya langsung berfikir untuk menanm pohon. Saat itu hutannya masih rimbun, tapi saya sudah berfikir kalau pohonnya, yang waktu itu sudah berumur 60 tahun ke atas ditebang, kemudian tidak ada penanaman generasi baru, pasti akan gundul,” katanya.

Kawit An Nur Slawi

Sampai saat ini sudah ada 440.6 hektar dengan 121.6 hektar milik pesantren dan 319 hektar di kawasan perhutani yang ditanami dengan pohon jati berkualitas super.

Ia menjelaskan satu pohon jati bisa dipanen antara umur 18-20 tahun, dan menghasilkan satu kubik kayu yang saat ini berharga 4 juta sehingga dalam 20 tahun, satu hektar yang berisi 416 bisa pohon menghasilkan uang sekitar 1.6 M rupiah.

Upaya penyelamatan mata air juga dilakukan bersama dengan pala Kesatuan Pemangku Hutan (KKPH) Parengan, Dandim setempat, pramuka, Perguruan Setia Hati, SMKN Kehutanan, juga CBP IPNU.

“Alhamdulillah sumber mata air yang asalnya tinggal 6 meningkat menjadi 14, namun, kita masih kehilangan tiga, tapi sangat mungkin yang tiga ini bisa kita pulihkan kembali di musim hujan ini,” terangnya.?

Pemulihan mata air memungkinkan masyarakat menanami lahannya sehingga masyarakat bisa bekerja dan tidak menjarah hutan.

“Andaikata beberapa ribu orang ini tidak bekerja, lalu masuk di hutan, kira-kira berapa ribu gibik akan habis. Dari 80 ribu orang penduduk disini kalau ngambil satu-satu sudah 80 ribu gibik. Ini adalah upaya kita bersama, dari NU, Gerakan Nasional Kehutanan dan Lingkungan (GNKL NU), dari Perum Perhutani, Administratur Perhutani Parengan sangat aktif dalam hal ini,” tandasnya.

Untuk saat ini, upaya yang sedang serius dikembangkan adalah pengembangan SMK Kehutanan sebagai upaya untuk melakukan kaderisasi sadar lingkungan sejak usia dini, yang nantinya diharapkan bisa mempengaruhi keluarganya dan lingkungannya.

Bekerjasama dengan KKPH Parengan, pesantren Walisongo juga aktif mensosialisasikan penanaman kembali ke sejumlah pesantren di Tuban dan sekitarnya. Sebanyak 20 ribu bibit pohon dikirimkan ke pulau Bawean untuk mencegah erosi.

Dalam setiap acara pesantren, termasuk temu alumni, upaya memelihara lingkungan ini terus disosialisasikan kepada sekitar 6000 alumni yang sebagian sudah memiliki pesantren yang sudah tersebar di Indonesia.

Atas kepeloporannya ini, KH Nur Nasroh yang juga pengurus PWNU Jawa Timur ini pernah mendapatkan penghargaan sebagai petani hutan terbaik (1986), juara nasional untuk penghijauan (1998), juara terbaik Lingkungan Hidup (2002) dan juara perintis lingkungan di Jatim (2004).

Pohon jati yang ditanamnya tahun 1977 kini sudah dipanen dan sudah bisa untuk memberangkatkan haji para santri yang berbakti pada pesantren.

Salah satu potensi yang sedang berusaha dikembangkan adalah pengembangan pohon kepuh. “Kalau menanam Jarak, ini kan hanya dapat minyaknya saja, tapi kalau kepuh, dapat minyak dan pohonnya juga dapat dipergunakan untuk bahan bangunan atau untuk keperluan lainnya. Kita harapkan pemerintah juga berfikir ke sana,” ujarnya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Berita, Makam, Ahlussunnah Kawit An Nur Slawi

Jumat, 18 Mei 2007

PBNU Gelar Tasyakuran Anugerah Pahlawan Nasional Kiai Wahab

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Terkait penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada salah satu pendiri dan penggerak NU, KH Wahab Chasbullah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar acara tasyakuran, Senin (10/11) malam ini. Presiden Jokowi secara formal menyematkan gelar kepahlawanan Mbah Wahab, Jumat (7/11) lalu.

PBNU Gelar Tasyakuran Anugerah Pahlawan Nasional Kiai Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Gelar Tasyakuran Anugerah Pahlawan Nasional Kiai Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Gelar Tasyakuran Anugerah Pahlawan Nasional Kiai Wahab

Dalam acara yang akan dilakasanakan di Gedung PBNU lantai 8 pukul 19.00 WIB ini, dijadwalkan hadir para menteri kader NU, perwakilan pihak keluarga Kiai Wahab, dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Selain keluarga Mbah Wahab, testimoni juga akan diberikan Wakil Ketua Umum PBNU H. As’ad Said Ali sebagai pengusul gelar pahlawan tersebut.

Kawit An Nur Slawi

PBNU seperti yang dikonfirmasi oleh pihak sekretariat, Herman, Senin (10/11) di Jakarta, menegaskan, bahwa acara ini hanya bertajuk tasyakuran atas anugerah pahlawan nasional Mbah Wahab.

Herman juga menjelaskan, perjuangan selama 2 tahun dalam mengusulkan Mbah Wahab menjadi pahlawan nasional patut menjadi kebanggaan seluruh warga NU agar semakin meneladani sosok Kiai Wahab dalam mengabdi, berdakwah, berbangsa, dan bernegara.? (Fathoni/Mahbib)

Kawit An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi PonPes, Nahdlatul Kawit An Nur Slawi

Selasa, 27 Maret 2007

Madrasah Diharapkan Ikut Memahamkan Islam Nusantara

Jombang, Kawit An Nur Slawi. Madrasah diminta memahamkan Islam Nusantara, karena para calon-calon pemimpin islam masa depan ada di pundak siswa-siswi generasi bangsa, baik di tingkat ibtidaiyah, tsanawiyah maupun aliyah.

Madrasah Diharapkan Ikut Memahamkan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Diharapkan Ikut Memahamkan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Diharapkan Ikut Memahamkan Islam Nusantara

Demikian disampaikan Kepala Seksi Kurikulum dan Evaluasi Kemenag RI, Dr Basnang Said dalam kegiatan Sosialisasi Madrasah di MAN Denanyar, Jombang, Sabtu (1/8).

"Madrasah harus mengawal ideologi kebangsaan dan keindonesiaan serta harus bersih dari ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan Islam Nusantara," papar Basnang yang juga Ketua LP Maarif NU Sulawesi Barat ini

Kawit An Nur Slawi

Saat ditanya mengenai keberadaan Rohis madrasah yang diduga menjadi corong ideologi ormas tertentu, Dosen STAINU Jakarta ini menyatakan akan tetap mempertahankan keberadaan rohis.

"Rohis harus tetap ada di madrasah, hanya saja substansinya harus diganti dengan ajaran islam nusantara"Pungkasnya. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Kawit An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Kajian Islam, Pondok Pesantren, Hikmah Kawit An Nur Slawi

Jumat, 16 Februari 2007

NU Tunisia Kaji Gerakan Khilafah HTI dan Penyebaran Paham Radikal

Tunisia, Kawit An Nur Slawi. Di Dar STAINU Tunis, Keluarga Nadhatul Ulama (KNU) Tunisia bersama Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia, mendiskusikan isu khilafah yang diusung Hizbut Tahrir dan kekerasan atas nama agama di belahan dunia muslim di dunia, Ahad (7/12) sore. Mereka mencoba melihat peran Aswaja dalam mencegah gerakan gerombolan teroris.

NU Tunisia Kaji Gerakan Khilafah HTI dan Penyebaran Paham Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tunisia Kaji Gerakan Khilafah HTI dan Penyebaran Paham Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tunisia Kaji Gerakan Khilafah HTI dan Penyebaran Paham Radikal

Dalam forum itu, pengajar UIN Sunan Kalijaga Dr Zainudin yang hadir sebagai pembicara, menjelaskan pola gerakan HTI di Indonesia, memaparkan ideologi, dan peta gerakan transnasional di Indonesia.

"Dari sekian banyak gerakan transnasional di Indonesia, HTI menyebarluaskan pemikiran-pemikirannya secara massif. Mereka tak segan membagikan buku-buku gratis, buletin jumat, selebaran halaqah, hingga berdakwah langsung ke masyarakat," kata dosen tafsir di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Kawit An Nur Slawi

Bentuk dakwah aktivis HTI, kata Zainudin, qiyadah fikriyah.  Mereka berdialog langsung atau menyebarkan tulisan di media massa. HTI tak banyak menonjolkan aksi kekerasan. Mereka cenderung bersikap terbuka kendati sangat teguh memegang prinsip dan tak mau toleran dengan kelompok yang tak sepaham.

Sedangan pengajar IAIN Tulungagung Dr Zainal menjelaskan asal usul sejarah dan genealogi radikalisme dalam wacana-wacana keagamaan.

Kawit An Nur Slawi

Tak kurang dari 30 mahasiswa hadir. Pertemuan ini diawali dengan penampilan seni hadrah dan sholawat para kader NU Tunis.

Tema radikalisme agama dipilih dalam rangka pembekalan kepada para mahasiswa akan bahaya radikalisme agama itu sendiri. Diskusi ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan PCINU di tanah suci pada musim haji lalu yang merekomendasikan pembentukan jurnal bersama tentang deradikalisasi.

"Ini hanya sebuah langkah awal dalam mendukung pesan pertemuan di Makkah lalu," tutur KNU Tunisia Dede Ahmad Permana. (Labib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Meme Islam, Quote, Berita Kawit An Nur Slawi

Sabtu, 20 Januari 2007

Lagi, ANNAS Catut NU untuk Musuhi Kelompok Lain

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Untuk kesekian kalinya organisasi intoleran yang menamakan diri ANNAS (Aliansi Nasional Anti-Syiah) mencatut nama Nahdlatul Ulama sebagai bagian dari gerakan mereka. Kali ini terjadi menjelang acara pelantikan pengurus ANNAS Bogor Raya.

Lagi, ANNAS Catut NU untuk Musuhi Kelompok Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, ANNAS Catut NU untuk Musuhi Kelompok Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, ANNAS Catut NU untuk Musuhi Kelompok Lain

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor baru-baru ini menerima selebaran acara pengukuhan itu. Di dalamnya tertulis acara meliputi “Materi Ilmiyyah” yang berisi diskusi “Syiah Bukan Islam”, “Bahaya Syiah terhadap NKRI”, dan “Bahaya Syiah terhadap Umat Islam”.

Selebaran tersebut memasang logo resmi NU dan ormas-ormas lain seperti Muhammadiyah, Al-Irsyad, Hidayatullah, MUI, Persis, Front Pembela Islam, Majelis Mujahidin, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Forum Umat Islam, Majelis Az Zikra, dan lainnya. Di kertas itu juga terpampang foto Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Ketua Dewan Syuro ANNAS Bogor Didin Hafiduddin sebagai pembicara kunci.

Kawit An Nur Slawi

Ketua PCNU Bogor Ifan Haryanto mengatakan sangat keberatan dengan aksi pencantuman logo NU itu. “Jika organisasi tersebut tidak merevisi undangan yang mencatut logo NU itu, PCNU Kota Bogor mempertimbangkan untuk melaporkan organisasi tersebut ke pihak yang berwajib,” katanya kepada Kawit An Nur Slawi, Kamis (19/11) malam.

Kawit An Nur Slawi

Berdasarkan selebaran itu, acara pelantikan digelar Ahad, 22 November 2015, pukul 08.00 sampai dengan 11.30 WIB, di Aula KONI Kota Bogor, Jalan Pemuda No. 4, GOR Padjajaran Bogor, Jawa Barat. Narasumber pada “Materi Ilmiyyah” antara lain KH. Khaerul Yunus (Penasihat MUI Bogor dan Ketua Dewan Pakar ANNAS), Dr. H. Abdul Chair Ramadhan SH, MH (Komisi Hukum MUI Pusat dan Ketua Litbang MIUMI), dan KH. M. Rizal Fadhilah, SH (Dewan Pakar ANNAS Pusat).

Dalam kegiatannya di berbagai daerah ANNAS kerap mencatut NU secara organisasi terlibat dalam sejumlah aksi intoleransi. Dalam aksi deklarasi anti Syiah di Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan pada Maret 2015 lalu, organisasi yang diketuai tokoh Wahabi KH Athian Ali Dai ini juga melakukan hal yang sama. PCNU setempat menegaskan menolak kegiatan tersebut.

Sebagai ormas berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah, dalam berbagai forum, NU berulang kali menyatakan tak sepaham dengan Syiah. Hanya saja, perbedaan pendapat tersebut tak mesti diekspresikan dengan jalan memusuhi. (Mahbib)