Minggu, 31 Desember 2017

SMA Negeri 1 Tenggarang Raih Juara Sepakbola Liga Santri IKA PMII

Jakarta, Kawit An Nur Slawi - Ketua Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Bondowoso H Asnawi Sabil mengatakan pada sore hari ini kita semua telah menyaksikan final antara SMA Negeri 1 Tenggarang melawan SMK Negeri 1 Bondowoso.

“Kesebelasan SMA Negeri 1 Tenggarang berhasil memenangkan sepakbola liga santri periode pertama," katanya dalam sambutannya di acara penuntupan sepakbola liga santri yang disenggarakan IKA PMII Bondowoso di stadion Magenda Kabupaten Bondowoso, Jumat (20/10) sore.

SMA Negeri 1 Tenggarang Raih Juara Sepakbola Liga Santri IKA PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
SMA Negeri 1 Tenggarang Raih Juara Sepakbola Liga Santri IKA PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

SMA Negeri 1 Tenggarang Raih Juara Sepakbola Liga Santri IKA PMII

Menurutnya, kegiatan seperti ini kemudian nantinya diharapkan dapat menciptakan bibit-bibit nasional dalam dunia persepakbolaan khususnya dari Kabupaten Bondowoso.

"Kita semua pengurus IKA PMII Kabupaten Bondowoso mengucapkan pertama terima kasih kepada sponsorship kepada Bank Jatim yang telah menyupport kegiatan kami. Kami berharap ke depan kita bisa bekerja sama lagi. Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada supporter dan peserta yang telah mengikuti dengan tertib dan selamat kepada SMA Negeri Tenggarang," ucapnya di hadapan para penonton waktu itu.

Kawit An Nur Slawi

Sabil juga mengatakan kepada SMK Negeri 1 Bondowoso jangan berkecil hati karena tahun depan liga santri dalam rangka hari santri ini, insyallah akan diselenggarakan lagi.

Kawit An Nur Slawi

Hasil pertandingan sepakbola liga santri yang diselenggarakan IKA PMII Bondowoso sore tadi, di mana kesebelasan SMA Negeri 1 Tenggarang berhasil mengalahkan kesebelasan SMK Negeri 1 Bondowoso dengan skor 1:0 untuk SMA Negeri 1 Tenggarang.

Gol tercipta dari kesebelasan SMA Negeri 1 Tenggarang pada babak kedua menit ke-59 oleh Nawaf dengan nomor punggung 11 lewat tendangan bebas di luar garis gawang dari hasil pelanggaran yang dilakukan oleh kesebelasan SMK Negeri 1 Bondowoso.

Dari data yang diperoleh keseluruhan acara tersebut untuk turnamen sepakbola liga santri tersebut di antaranya juara satu dari kesebelasan SMA Negeri 1 Tenggarang, juara dua SMK Negeri 1 Bondowoso, juara ketiga Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bondowoso dan SMK Negeri 4 Bondowoso.

Pemain terbaik turnamen ini adalah Joni Iskandar dari MAN Bondowoso, top skor Muhammad Farhan dari SMK Negeri 4 Bondowoso serta sporter terbaik MAN Bondowoso. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Kajian Kawit An Nur Slawi

Kandidat Cagub-Cawagub Jatim Harus Bebas Narkoba

Jakarta, Kawit An Nur Slawi - Kepala Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Kota Surabaya Muhammad Khoiril Roziqin berharap proses penjaringan kandidat calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Timur yang sudah dilakukan oleh sejumlah partai politik harus mensyaratkan kandidat Cagub-Cawagub bebas dari narkoba.

Ia menilai komitmen calon pemimpin Jawa Timur ke depan terhadap pemberantasan penyalahgunaan narkoba sangat penting. "Karena yang bersangkutan memimpin 38 kabupaten/kota termasuk Kota Surabaya," kata Rozikin, Selasa (26/7).

Kandidat Cagub-Cawagub Jatim Harus Bebas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Kandidat Cagub-Cawagub Jatim Harus Bebas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Kandidat Cagub-Cawagub Jatim Harus Bebas Narkoba

Aktivis GP Ansor ini mengingatkan, Provinsi Jawa Timur adalah provinsi nomor dua dengan peredaran narkoba terbesar di Indonesia. Sekitar 800 ribu warga Jatim disinyalir mengonsumsi narkoba. "Kota Surabaya sebagai ibu kota provinsi menjadi target utama peredaran narkoba," tambahnya.

Karena itu, narkoba sudah menjadi masalah yang sangat krusial dan mendesak untuk diperangi.

Kawit An Nur Slawi

"Memerangi narkoba tak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum seperti polisi dan BNN. Kepala daerah juga harus turun tangan memerangi peredaran narkoba. Karena itu calon gubernur harus bersih dan anti-narkoba," imbuh Roziqin.

Kawit An Nur Slawi

Ia mengingatkan peristiwa Bupati Ogan Ilir yang baru dilantik tapi belakangan ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) karena mengonsumsi narkoba.

Karena itu, agar peristiwa serupa tak terjadi di Jawa Timur, pihaknya berharap Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggandeng BNN melakukan tes narkoba untuk para calon kepala daerah termasuk cagub dan cawagub.

Ia berharap setelah ditetapkan sebagai kandidat resmi oleh KPU Jatim, para Cagub dan Cawagub harus menjalani tes kesehatan lengkap, tak hanya kesehatan fisik dan kejiwaan, tapi juga tes urine sampai tes rambut. KPU harus mendiskualifikasi bakal calon yang positif narkoba.

"KPU bisa menggandeng BNN Provinsi atau Kota Surabaya untuk tes narkoba bagi cagub dan cawagub. Sebab, BNN punya alat yang canggih untuk mendeteksi penyalahgunaan narkoba, baik lewat tes urine, tes darah, maupun tes rambut," pungkasnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Pemurnian Aqidah, Makam Kawit An Nur Slawi

Sabtu, 30 Desember 2017

Gelar Mukercab, PCNU Sukabumi Sosialisasikan Islam Nusantara

Sukabumi, Kawit An Nur Slawi - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukabumi menggelar Taushiyah Kebangsaan dan Musyawarah Kerja Cabang Ke-1, dengan tema "Telaah Paradigma Islam Nusantara dan Telisik Perspektif Ideologi Teroris" di Pondok Pesantren Sunanul Huda Cikaroya, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Sabtu (27/2).

Menurut ketua panitia kegiatan tersebut, KH Ridwan Subagja, NU Kabupaten Sukabumi merespon fenomena yang sangat memprihatinkan terkait beban negara hari ini yang sangat rawan yaitu disintegrasi bangsa.

Gelar Mukercab, PCNU Sukabumi Sosialisasikan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Mukercab, PCNU Sukabumi Sosialisasikan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Mukercab, PCNU Sukabumi Sosialisasikan Islam Nusantara

“NU secara historis maupun ideologis sangat mutlak harus mencegah hal itu,” tegasnya.

Ia menambahkan, ketika PBNU meluncurkan konsep Islam Nusantara diharapkan menjadi kontribusi yang sangat positif dan signifikan untuk menjaga keutuhan bangsa.

Kawit An Nur Slawi

Oleh karena itu, kata dia, dengan Mukercab ini PCNU mengajak agar pengurus NU mensosialisasikannya kepada warga NU Sukabumi karena memang belum terlalu dikenal di masyarakat.

Kawit An Nur Slawi

“Konsep Islam Nusantara sangat penting untuk beriringan dengan program deradikalisasi pemerintah. Sekurang-kurangnya membentengi warga NU secara internal,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut mengundang 47 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dengan masing-masing mengirim 5 peserta. Dihadiri banom NU seperti GP Ansor dan Bansernya, IPNU, IPPNU, Muslimat, Fatayat, Lazisnu, LBHNU, LPPNU dan pengurus PCNU Kota Sukabumi.

Pada pembukaan hadir Ketua PBNU H. Eman Suryaman, Mustasyar PWNU Jawa Barat KH Nuh Addawami, Ketua Majelis Ulama Indonsia Kabupaten Sukabumi yang juga Wakil Rais PCNU KH M. Oman Komarudin, Mayjen TNI Kivlan Zen, dan Asda III Kabupaten Sukabumi Asep Abdulwasit. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Kyai, Anti Hoax Kawit An Nur Slawi

Jumat, 29 Desember 2017

Dirjen Pendis Sampaikan Orasi Ilmiah di Wisuda IV STAINU Jakarta

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag RI, Prof Dr Kamaruddin Amin menyampaikan orasi ilmiah dalam acara Wisuda IV Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta, Selasa (29/9) di Gedung Sasono Langen Budoyo, TMII, Jakarta Timur.

Dalam orasinya, Kamaruddin menegaskan kembali kepada wisudawan dan wisudawati, bahwa Indonesia merupakan bangsa dan negara muslim terbesar di dunia. Jumlah lembaga pendidikan Islam pun paling banyak di dunia, dari mulai pesantren, madrasah, dan perguruan tinggi Islam yang mencapai puluhan ribu lembaga serta jutaan santri, peserta didik dan mahasiswa di tiap tingkatan.

Dirjen Pendis Sampaikan Orasi Ilmiah di Wisuda IV STAINU Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Dirjen Pendis Sampaikan Orasi Ilmiah di Wisuda IV STAINU Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Dirjen Pendis Sampaikan Orasi Ilmiah di Wisuda IV STAINU Jakarta

“Pendidikan Islam di Indonesia memiliki peran yang sangat fundamental (mendasar) dalam memajukan bangsa,” ujar Kamaruddin.

Kawit An Nur Slawi

Dengan sumber daya yang sangat besar, lanjutnya, Pendis Kemenag bercita-cita mewujudkan khazanah Islam di Indonesia menjadi destinasi (tujuan) kajian Islam dunia.

“Islam di negara kita sangat bisa menjadi pusat kajian Islam dunia karena Islam di sini mempunyai distingsi atau kekhasan tersendiri yang tidak ditemukan di negara-negara Islam di dunia,” terang Kamaruddin.

Kawit An Nur Slawi

Indonesia, tambahnya, dinilai oleh bangsa di dunia mampu memadukan Islam dan demokrasi. Islam di Indonesia juga dianggap mampu mengakomodasi perubahan zaman dengan tidak kehilangan identitas keindonesiaan.

Dalam hal inilah, kata dia, STAINU Jakarta dan seluruh lembaga pendidikan Islam di Indonesia harus terus menjaga persatuan dalam keberagaman serta secara berkelanjutan menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada para generasi muda di Indonesia.

Di akhir orasinya, Kamaruddin mengingatkan kepada para wisudawan dan wisudawati agar terus meningkatkan kapasitasnya sebagai seorang sarjana. Dia menegaskan tiga kemampuan yang mutlak dimiliki seseorang di zaman global seperti sekarang, yaitu kemampuan bahasa, kepemimpinan, dan kemampuan dalam dunia teknologi informasi. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Nusantara, Kajian Islam, PonPes Kawit An Nur Slawi

LTMNU: Bersihkan Masjid dari Kampanye Hitam

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Pengurus Pusat Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) mengimbau seluruh masjid di Indonesia untuk menjaga netralitas fungsinya sebagai tempat ibadah dan pemberdayaan umat menjelang pemilihan umum presiden 2014.

LTMNU: Bersihkan Masjid dari Kampanye Hitam (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU: Bersihkan Masjid dari Kampanye Hitam (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU: Bersihkan Masjid dari Kampanye Hitam

“Masjid adalah tempat yang netral. Tidak boleh dibuat kampanye. Karena masjid merupakan tempat berkumpulnya jamaah dari berbagai macam golongan dan aspirasinya bermacam-macam,” ujar Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan A Ghani di Jakarta, Jumat (13/6).

Manan juga menyayangkan adanya kampanye hitam bernuansa SARA yang dikumandangkan melalui tempat ibadah umat Islam ini. Menurutnya, pengurus masjid semestinya dapat mencegah hal tersebut melalui penyeleksian khotib atau dai yang ada di sana.

Kawit An Nur Slawi

“Tidak ada contoh dari Nabi untuk memusuhi golongan lain, apalagi black campaign (kampanye hitam). Masak orang yang benar-benar Islam, benar-benar haji, diplesetkan sebaliknya. Tidak benar itu,” tuturnya.

Kalaupun masjid menjadi tempat pembicaraan politik, lanjut Manan, materi yang disampaikan mestinya bersifat normatif saja, tidak menyudutkan atau mendukung salah satu pihak. “Mungkin mengenalkan bahwa tasharruful imam alar ra’iyyah manuthun bil mashlahah (kebijakan pemimpin tergantung pada kemaslahatan umat). Yang begini tidak apa-apa,” paparnya.

Kawit An Nur Slawi

Manan tidak menampik fungsi lain masjid di luar sebagai tempat shalat. Menurutnya masjid bisa menjadi sarana pengembangan dakwah, pendidikan, bahkan ekonomi, namun bukan politik praktis. “Mending pengurus masjid menyiapkan bagaimana memakmurkan masjid menghadapi Ramadhan, daripada harus kampanye hitam,” katanya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Quote, Nusantara Kawit An Nur Slawi

Kemnaker Luncurkan Fasilitas Wajib Lapor Ketenagakerjaan Secara Online

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Saat ini perusahaan tak perlu susah payah memenuhi kewajiban wajib lapor atas kondisi ketenagakerjaannya secara manual ke Kementrian Ketenagakerjaan (Kemnaker). 

Pekan lalu, Kementerian Ketenagakerjaan meluncurkan fasilitas penerimaan laporan secara online www.wajiblapor.kemnaker.go.id.

Kemnaker Luncurkan Fasilitas Wajib Lapor Ketenagakerjaan Secara Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemnaker Luncurkan Fasilitas Wajib Lapor Ketenagakerjaan Secara Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemnaker Luncurkan Fasilitas Wajib Lapor Ketenagakerjaan Secara Online

"Fasilitas ini mempermudah perusahaan melaporkan kondisi ketenagakerjaannya. Dengan online, laporan bisa dilakukan secara cepat, mudah, murah,” kata Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri saat meluncurkan fasilitas Wajib Lapor Ketenagakerjaan Online, di Hotel Grand  Asrilia Bandung. 

Selain mempermudah perusahaan melapor, sistem online juga mempermudah pengawas ketenagakerjaan melakukan pengawasan.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan, perusahaan berkewajiban melaporkan perihal perusahaannya kepada Kementrian Ketenagakerjaan. 

Kawit An Nur Slawi

"Laporan meliputi pendirian, penghentian, menjalankan kembali, memindahkan atau membubarkan perusahaannya," kata Hanif lewat keterangan tertulisnya.

Kawit An Nur Slawi

Tiap tahun, perusahaan juga wajib melaporkan kondisi ketenagakerjaan, antara lain berisi identitas perusahaan, jumlah pekerja, jabatan, hubungan ketenagakerjaan, perlindungan atau jaminan sosial tenaga kerja,  lowongan kerja, berapa jumlah pekerja asing, dan sebagainya. 

Menurut Menaker, sistem pelaporan secara online merupakan respon atas perkembangan teknologi, di mana birokrasi juga harus melakukan terobosan penyesuaian layanan. 

Tinggalkanlah cara tradisional, beralih ke modern guna mempermudah pelayanan sekaligus mempermudah stakeholder melaksanakan kewajiban.

Saat terjadi perubahan yang dahsyat di tengah masyarakat sebagai dampak teknologi digital, lanjut Menaker, birokrasi tidak bisa bekerja begitu-begitu saja. Semuanya harus meletakkan situasi perubahan yang terjadi dalam situasi persaingan yang inovatif. 

"Di era persaingan, kinerja harus melebihi standar. Jika tidak bekerja di atas standar maka akan kalah," ujar Menaker. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Anti Hoax Kawit An Nur Slawi

Pegang Prinsip Aswaja, Gelorakan Spirit Bhinneka Tunggal Ika

Padang, Kawit An Nur Slawi. Sebanyak 70 orang peserta Pelatihan Kepemimpinan Kader (PKD) Gerakan Pemuda Ansor Propinsi Sumatera Barat menyatakan? mendukung kebijakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor H Nusron Wahid? yang menyebutkan? sebagai kader NU, Ansor, Banser maupun Banom NU lain tetap menjaga, memperjuangkan dan membela negara NKRI.

Pegang Prinsip Aswaja, Gelorakan Spirit Bhinneka Tunggal Ika (Sumber Gambar : Nu Online)
Pegang Prinsip Aswaja, Gelorakan Spirit Bhinneka Tunggal Ika (Sumber Gambar : Nu Online)

Pegang Prinsip Aswaja, Gelorakan Spirit Bhinneka Tunggal Ika

Pernyataan itu diungkapkan peserta PKD saat penutupan PKD yang diselenggarakan Gerakan Pemuda Ansor Kota Padang, Minggu (24/5/2015) sore di Padang. PKD yang berlangsung sejak Sabtu (23/5/2015) diikuti utusan dari Kota Padang, Kabupaten Tanahdatar, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Pesisir Selatan,? dan? Kota Pariaman. PKD dibuka Walikota Padang diwakili Staf Ahli Bambang yang dihadiri Kemenag diwakili Hendri Yazid, Ketua PW GP Ansor Sumbar Rusli Intan Sati, Ketua PC Ansor Padang Tan Gusli. Sedangkan instruktur PKD selain dari PW GP Ansor Sumbar, juga dari Pimpinan Pusat GP Ansor Ahmad Imran dan Armaidi Tanjung.

"Bagi Ansor dan Nahdlatul Ulama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan harga mati. Jika ada kelompok yang ingin mendirikan khilafah di negeri ini, Ansor bersama Banser tetap membela NKRI sampai kapanpun," kata Ketua Kelas PKD Ory Sativa Sakban membacakan pernyataannya.

Kawit An Nur Slawi

Dikatakan, Ansor lahir 24 April 1934 bertepatan 10 Muharram 1353 H. Ansor turut melatih santri dan pemuda membentuk Hizbullah (tentara Allah) pada masa Jepang 1942-1945.? Hizbullah ini turut berperang mengusir Belanda yang ingin menguasai negara dan bangsa Indonesia setelah diproklamirkan 17 Agustus 1945.? Ribuan warga Ansor menjadi syuhada di medan pertempuran.

Apalagi keluarnya resolusi jihad dari Rais Akbar PBNU NU KH Hasyim Asyari 22 Oktober 1945, semakin membakar semangat juang Ansor mengusir Belanda dari nusantara. Artinya, Ansor turut mendirikan NKRI dengan darah dan nyawa.

Kawit An Nur Slawi

Dengan demikian, maka Ansor berkewajiban menjaga keutuhan NKRI. Ansor menyayangkan adanya kelompok di masyarakat yang tiba-tiba ingin merubah NKRI. Apalagi mereka mengatasnamakan agama, tapi sesungguhnya hanyalah kepentingan politik dari pihak luar yang tidak ingin melihat Indonesia aman bagi umat beragama dalam menjalankan kewajibannya.

"Indonesia, dari Aceh hingga Papua, dihuni oleh pemeluk berbagai agama, ratusan suku bangsa, etnis dan warna kulit. (GP Ansor) harus selalu menggelorakan spirit Bhinneka Tunggal Ika. Dengan empat pilar kebangsaan, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945, maka Indonesia akan tetap berdiri kokoh," kata Ory mantan Ketua PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman ini.

Ditambahkanya, GP Ansor dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara mengembangkan paham Islam? Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja),? dengan prinsip tawasuth, tasamuh, tawazun dan amar maruf nahi munkar. Tawasuth (moderat) merupakan sikap keberagamaan yang tidak terjebak terhadap hal-hal yang sifatnya ekstrem.

Tasamuh,? sikap keberagamaan dan kemasyarakatan yang menerima kehidupan sebagai sesuatu yang beragam. Tawazun (seimbang),? keseimbangan sikap keberagamaan dan kemasyarakatan yang bersedia memperhitungkan berbagai sudut pandang, dan kemudian mengambil posisi yang seimbang dan proporsional. Amar maruf nahi munkar, mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.? ? ? ? Dengan sikap itu, GP Ansor ingin menjadi Islam yang rahmatan lilalamin. (Armaidi Tanjung/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Tokoh, PonPes Kawit An Nur Slawi

Inilah Pemimpin Generasi Baru al-Qaeda Pasca Osama bin Laden

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Meskipun Osama bin Laden telah tewas, tetapi organisasi yang dipimpinnya, al-Qaeda, tetap eksis dan terus memperjuangkan ideologi yang dipercayainya. Berikut profil para pemimpin baru al-Qaeda sebagaimana laporan yang dilansir oleh BBC Indonesia.

Ayman al-Zawahiri

Ayman al-Zawahiri disebut sebagai pemimpin baru al-Qaeda pada 16 Juni 2011, beberapa pekan setelah kematian Osama bin Laden.

Inilah Pemimpin Generasi Baru al-Qaeda Pasca Osama bin Laden (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Pemimpin Generasi Baru al-Qaeda Pasca Osama bin Laden (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Pemimpin Generasi Baru al-Qaeda Pasca Osama bin Laden

Dalam pernyataannya, al-Qaeda berjanji untuk meneruskan upaya jihad mereka di bawah pimpinan baru melawan Amerika dan pembantunya Israel dan siapa saja yang mendukung mereka.

Kawit An Nur Slawi

Zawahiri dulu menjabat sebagai kepala ideologi dan dipercaya oleh sejumlah pakar terorisme sebagai "otak operasi" peristiwa 11 September 2001 di Amerika.

Kawit An Nur Slawi

Zawahiri adalah nomor dua di belakang Bin laden dalam daftar 22 teroris paling dicari yang diumumkan oleh pemerintah AS pada 2001.

Salah satu istri dan dua anaknya tewas dalam sebuah serangan udara di akhir 2001.

Pada Juni 2013, Zawahiri meminta kelompok militan ISIS atau yang mereka klaim sebagai Negara Islam meninggalkan Suriah dan fokus ke Irak saja.

Pada Febuari 2014, al-Qaeda memutuskan total semua hubungan mereka dengan kelompok ISIS.



Nasser Abdul Karim al-Wuhayshi

Wuhayshi, mantan sekretaris pribadi Osama Bin Laden, adalah pimpinan al-Qaeda di Peninsula Arab (AQAP), yang dibentuk pada 2009.

Ini merupakan gabungan dua cabang al-Qaeda di Arab Saudi dan Yaman.

Media AS, CNN, mengutip pejabat AS yang mengatakan bahwa ada indikasi bahwa Wuhayshi telah ditunjuk sebagai tangan kanan Ayman al-Zawahiri.

Ini memperkuat anggapan bahwa al-Qaeda sekarang mengubah orientasinya dari wilayah Afghanistan-Pakistan ke Arab. Wuhayshi dilaporkan baru berusia 36 tahun.



Khalid al-Habib

Khalid al-Habib, dilaporkan berkebangsaan Mesir atau Maroko. Dia diidentifikasi dalam sebuah video yang dirilis November 2005 sebagai komandan lapangan al-Qaeda di Afghanistan tenggara, sementara Abdul Hadi al-Irak disebut sebagai komandan di barat daya.

Pada awal 2006, para pejabat Pakistan melaporkan bahwa Habib telah tewas dalam serangan udara AS di dekat perbatasan Afghanistan, namun para pejabat keamanan Pakistan menarik klaim itu, dengan mengatakan bahwa tidak ada pemimpin al-Qaeda yang tewas.

Habib tampaknya memegang komando keseluruhan di Afghanistan setelah penangkapan al-Irak pada 2006.

Dia digambarkan sebagai "komandan militer" al-Qaeda pada Juli 2008. Para pejabat militer AS mengatakan ia mengawasi operasi "internal" al-Qaeda di Afghanistan dan Pakistan utara.



Saif al-Adel

Pria Mesir berusia 40-an atau awal 50-an, Saif al-Adel adalah nama alias dari mantan kolonel angkatan darat Mesir, Muhamad Ibrahim Makkawi. Dia melakukan perjalanan ke Afghanistan pada 1980-an untuk melawan pasukan Soviet bersama mujahidin.

Adel pernah menjadi kepala keamanan Osama Bin Laden, dan diasumsikan banyak mengemban tugas komandan militer Mohammed Atef setelah dia tewas dalam serangan udara AS pada November 2001.

Dia dicurigai sebagai anggota kelompok yang membunuh mantan Presiden Mesir Anwar Sadat pada 1981.

Pada 1987, Mesir menuduh Adel mencoba untuk membentuk sayap militer kelompok militan Islam al-Jihad, dan mencoba untuk menggulingkan pemerintah.

Dia diyakini telah terlibat dalam pemboman 1998 kedutaan AS di Afrika Timur, pelatihan para pejuang Somalia yang menewaskan 18 prajurit AS di Mogadishu pada tahun 1993, dan memerintahkan beberapa pembajak pesawat 11 September 2001.

Mustafa Hamid

Mustafa Hamid, bapak mertua Saif al-Adel, menjabat sebagai instruktur taktik di kamp al-Qaeda dekat Jalalabad. Dia juga merupakan penghubung antara kelompok mereka dan pemerintah Iran, menurut AS.

Setelah jatuhnya Taliban, ia menegosiasikan relokasi yang aman untuk beberapa anggota senior al-Qaeda dan keluarga mereka ke Iran. Pada pertengahan 2003, Hamid ditangkap oleh pihak berwenang Iran, namun satu laporan mengatakan dia dibebaskan pada 2011 dan kembali ke Mesir setelah revolusi. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Budaya Kawit An Nur Slawi

Pelajar NU Mranggen Akan Buka-bukaan tentang Pendidikan

Demak, Kawit An Nur Slawi

Pimpinan anak canang (PAC) IPNU-IPPNU Mranggen, Demak, Jawa Tengah akan menggelar seminar pelajar pada Minggu (14/5) mendatang di Aula Yayasan Pondok Pesantren Al Ghozali Kebonbatur Mranggen asuhan KH Zaini Mawardi.

Pelajar NU Mranggen Akan Buka-bukaan tentang Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Mranggen Akan Buka-bukaan tentang Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Mranggen Akan Buka-bukaan tentang Pendidikan

Seminar yang pesertanya dari pelajar Madrasah Aliyah, SMA dan SMK se-Kecamatan Mranggen tersebut mengangkat tema "Buka-bukaan Pendidikan" dengan narasumber yang akan dihadirkan diantaranya KH Ali Mahsun, Rais Syuriah MWCNU Mranggen, dan Hariyadi, pengawas pendidikan dari Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kecamatan Mranggen.

"Dalam seminar nanti akan mengundang seluruh pelajar Madrasah Aliyah dan SMA se-Kecamatan Mranggen serta Muspika," ujar Shofhal Jamil, ketua panitia, kepada Kawit An Nur Slawi (2/5).

Dalam seminar nanti, lanjut Jamil, akan membahas mengenai seluk-beluk pendidikan yang ada di Kecamatan Mranggen, sehingga hasil dari seminar setiap elemen pendidikan diharapkan bisa berubah menjadi lebih baik.

Kawit An Nur Slawi

"Dalam pandangan masyarakat, pendidikan sekarang hanya menjadi acuan untuk mencari kerja seusai mengenyam pendidikan, terutama formal," ucap Jamil.

Jamil menambahkan, bahwa sistem pendidikan saat ini sudah jauh keluar dari esensi pendidikan itu sendiri. Sehingga, nilai-nilai moral pendidikan tak jarang menjadi terabaikan. Tujuan utama pendidikan sebagai upaya menambah pengetahuan pun menjadi buram karena yang menjadi acuan hanyalah bagaimana pelajar mendapatkan pekerjaan setelah selesai mengenyam pendidikan formal.

"Dengan tema tersebut, kami mencoba merubah mindset masyarakat antara pendidikan dan kerja. Selain itu, sistem pendidikan sendiri sampai saat ini dirasa masih belum relevan. Sehingga, muncul solusi cemerlang dari seminar itu," imbuh Jamil.

Kawit An Nur Slawi

Sementara itu Syaefuddin Ahmad, Ketua IPNU PAC Mranggen mengungkapkan, bahwa seminar yang akan digelar nantinya, merupakan seminar yang ketiga kalinya. "Seminar pertama kami membahas mengenai pendidikan moral, seminar kedua membahas bahaya narkoba, hal itu kami laksanakan sebagai upaya membekali pelajar," ujar dia.

Ia menambahkan, bahwa IPNU-IPPNU Mranggen sangat konsen dalam mengusung kualitas kader dari sisi keaswajaan maupun intelektual. Dengan harapan sebagai kader pelajar NU, outputnya bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. "Salah satu meningkatkan kualitas kader. Kami gelar seminar dan diskusi-diskusi kontemporer," pungkasnya. (A. Shiddiq Sugiarto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Tokoh, PonPes, Cerita Kawit An Nur Slawi

Kamis, 28 Desember 2017

Ini Harapan Ratusan Santri di Sragen kepada Pemerintah

Sragen, Kawit An Nur Slawi. Ratusan santri Pondok Pesantren An-Najah Gondang Sragen Jawa Tengah mengikuti kegiatan karnaval dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 22 Oktober 2015 dan Tahun Baru Hijriah 1437 H 1 Muaharam lalu, Rabu (21/10) pagi.

Ini Harapan Ratusan Santri di Sragen kepada Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Harapan Ratusan Santri di Sragen kepada Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Harapan Ratusan Santri di Sragen kepada Pemerintah

Para santri yang berjumlah sekitar 250-an tersebut berjalan menyusuri jalanan dengan memakai busana ala santriwan dan santriwati. Sebagian santri membawa spanduk yang bertuliskan ucapan “Selamat Tahun Baru Hijriyah” dan “Hari Santri Nasional”.

Menurut Wakil Kepala bagian Kesiswaan, Sobirin, kegiatan karnaval ini diikuti seluruh Keluarga Besar Pesantren An-Najah. “Semua siswa, guru dan karyawan ikut, mulai dari SMP, SMK serta MANU Gondang,” terang Sobirin.

Kawit An Nur Slawi

Selain acara karnaval, pada momentum mengenang peristiwa Resolusi Jihad ini, pihaknya juga mengadakan kegiatan upacara Hari Santri, Kamis (22/10). “Peserta upacara untuk santri laki-laki memakai sarung,” ungkap dia.

Sobirin berharap dengan adanya peresmian Hari Santri Nasional ini, akan menjadikan para santri lebih bersemangat dalam menuntut ilmu. “Kita juga berharap agar pemerintah lebih peduli pada pondok pesantren dan para santri,” tutupnya. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi Pertandingan, Aswaja Kawit An Nur Slawi

Pelajar NU Lowokpadas Gelar Festival Seni Kaligrafi

Malang, Kawit An Nur Slawi. Ketua PAC IPNU Blimbing Kota Malang M Faisol Hamza membuka Festival Seni Kaligrafi di masjid Al-Hidayah jalan LA Sucipto Kota Malang. Festival yang diadakan ranting IPNU-IPPNU Lowokpadas ini memberikan saluran kreativitas seni kaligrafi bagi pelajar TK dan SD di kelurahan Pandanwangi.

Pelajar NU Lowokpadas Gelar Festival Seni Kaligrafi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Lowokpadas Gelar Festival Seni Kaligrafi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Lowokpadas Gelar Festival Seni Kaligrafi

Festival ini diadakan dalam rangka memperingati hari Isra’ dan Miraj. Kegiatan pagi ini dibuka dengan iringan tabuhan rebana khas IPNU-IPPNU Lowokpadas.

Dalam sambutan, M Faisol menyampaikan betapa pentingnya IPNU-IPPNU memberikan panggung kreativitas bagi para pelajar di tingkat dasar. “Di samping urusan sosial-keagamaan, pelajar NU juga mesti melakukan terobosan dalam bidang seni dan budaya,” kata Faisol.

Kawit An Nur Slawi

Hal senada juga diungkapkan Ketua IPNU Lowokpadas Husein. Menurutnya, festival seni mesti diterapkan sejak dini agar kreatifitas adik-adik kita bisa tersalurkan.

Kawit An Nur Slawi

Daftar pemenang seni kaligrafi diumumkan pada hari yang sama, Ahad (1/6). Acara ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para juara, Tanwirotul Fuadha, Diva Prasmono dan Anisa Nabila. (Al-Firsyah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Ulama, Aswaja Kawit An Nur Slawi

Kopri PMII Bandung Soroti Berbagai Persoalan Perempuan

Bandung, Kawit An Nur Slawi. Perempuan kadang disudutkan dengan berbagai kasus yang menimpa, seperti pelecehan seksual, kekerasan rumah tangga, dan penyiksaan tenaga kerja wanita (TKW), permasalahan tersebut perlu diselesaikan dengan merubah mindset terhadap perempuan.

Kopri PMII Bandung Soroti Berbagai Persoalan Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopri PMII Bandung Soroti Berbagai Persoalan Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopri PMII Bandung Soroti Berbagai Persoalan Perempuan

Hal ini dikatakan Sekretaris Kopri PC PMII Kabupaten Bandung, Windi Nurul W, Sabtu (7/3) dalam pemutaran film ‘Perempuan Dititik Nol’ yang diselenggarakan oleh Lembaga Studi Analisis Gender (LSAG) Kopri PMII Rayon Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang berlangsung di Kantor Sekretariat mereka.

"Contoh ketika laki-laki melakukan pekerjaan sebagai supir, sekarang perempuan juga bisa melakukannya,” ujarnya.

Kawit An Nur Slawi

Dia menambahkan, bukan hanya sifat feminis yang dimiliki perempuan tetapi juga sifat maskulin, sehingga perempuan harus merubah pola pikir bahwa perempuan mampu bekerja sama dengan laki-laki, saling melengkapi.

Kawit An Nur Slawi

"Perempuan harus mempunyai cita-cita yang besar,” tegas Mantan Ketua Rayon Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini. (Bakti Habibie/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi IMNU, Doa, Nasional Kawit An Nur Slawi

PBNU Kukuhkan Ketua LTN Baru Malam ini

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Pengurus Besar Nahdaltul Ulama (PBNU) telah memilih Khotibul Umam Wiranu sebagai Ketua Lajnah Ta’lif wan Nasyr NU yang baru menggantikan Sulton Fathoni. Pengukuhan dan serah terima diadakan Senin (15/4) malam ini di aula lantai 8 kantor PBNU Jalan Kramamat Raya 164 Jakarta Pusat.

Sulton Fathoni yang memegang amanah sebagai ketua Pengurus Pusat LTN NU sejak kepemimpinan KH Said Aqil Siroj pada 2010 lalu kini dinaikkan sebagai salah seorang wakil sekjen PBNU.

PBNU Kukuhkan Ketua LTN Baru Malam ini (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kukuhkan Ketua LTN Baru Malam ini (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kukuhkan Ketua LTN Baru Malam ini

Sementara Khotibul Umam Wiranu yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat sebelumnya telah aktif di LTN dan beberapa media massa terbitan NU.

Kawit An Nur Slawi

LTN merupakan perangkat organisasi NU yang menangani bidang penerbitan dan publikasi. Di PBNU LTN membawahi beberapa tim kerja seperti Kawit An Nur Slawi, Majalah Risalah Nahdlatul Ulama dan Divisi Penerbitan.

Kawit An Nur Slawi

Acara pengukuhan dan serah terima ketua LTN malam ini akan diadakan bersamaan dengan rangkaian peringatan hari lahir (harlah) ke-10 Kawit An Nur Slawi yang kali ini kan diisi dengan peluncuran beberapa produk teknologi seperti radio streaming, versi mobile, android launcher.

Selain itu juga akan diluncurkan Wiki Aswaja dan Search Mobile Aswaja. Dua produk terakhir ini merupakan kreasi dari Persaudaraan Profesional Muslim (PPM) Aswaja, salah satu perkumpulan warga NU yang bergiat di bidang IT. PPM Aswaja berpusat di Jakarta dan beranggotakan sejumlah pegiat IT NU di berbagai daerah.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Habib, Halaqoh, Ahlussunnah Kawit An Nur Slawi

PCNU Lampung Tengah Awali Gerakan dengan Keterbukaan

Lampung Tengah, Kawit An Nur Slawi. Pengurus NU Lampung Tengah mengajak segenap pengurus NU dan warga untuk memulai aktivitas dengan keterbukaan dan lapang dada. Imbauan ini disampaikan pada Halal Bihalal di Gedung PCNU jalan Proklamator Raya, Seputih Jaya, Gunung Sugih, Lampung Tengah, Sabtu (30/8).

“Kita seyogianya saling memaafkan dan bersikap saling tebuka. Jangan sampai memelihara dendam. Kita butuh udara sehat untuk melanjutkan program-program NU di Lampung Tengah ini,” kata Ketua PCNU Lampung Tengah Drs A Jailani MS di hadapan ratusan hadirin Halal Bihalal. 

PCNU Lampung Tengah Awali Gerakan dengan Keterbukaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Lampung Tengah Awali Gerakan dengan Keterbukaan (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Lampung Tengah Awali Gerakan dengan Keterbukaan

Sementara Rais Syuriyah PCNU Lampung Tengah KH Mukhtar Ghozali berpesan agar setiap manusia harus mau meminta dan memberi maaf kepada sesamanya.

Kawit An Nur Slawi

“Mulailah dengan meminta maaf. Kalau bertemu, saling bersalaman. Setelah itu, mohon ampun kepada Allah SWT,” tandas Kiai Mukhtar.

Kawit An Nur Slawi

Di sela Halal BiHalal, Wakil Bupati Lampung Tengah H Mustofa memberikan cendera mata kepada Kiai Mukhtar berupa buku berjudul “Gerakan Membangun Bersama Masyarakat Studi Tentang Penyelenggaraan Pembangunan Bidang Infrastruktur Berbasis Kearifan Lokal dan Budaya Hukum Kabupaten Lampung Tengah”. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Khutbah Kawit An Nur Slawi

Wakil Wali Kota Pariaman: PMII Mampu Inspirasi dalam Pembangunan

Pariaman, Kawit An Nur Slawi -

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar mengakui keberadaan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman mampu memberikan inspirasi dalam pembangunan Kota Pariaman. Sejak awal dilantik menjadi Wakil Walikota dua tahun lalu, banyak menerima masukan dari PMII Kota Pariaman.?

Demikian diungkapkan Wakil Walikota Pariaman Genius Umar dalam sambutannya pada Pelantikan Pengurus Cabang PMII Kota Pariaman masa khidmat 2016-2017, Senin (31/10/2016) di aula BPKB Rawang, Kota Pariaman.

Menurut Genius, awal-awal dilantik beberapa kali bertemu dan berdiskusi dengan PC PMII Kota Pariaman. Dari pembicaraan yang berkembang, memang cukup banyak masukan yang diberikan.

Wakil Wali Kota Pariaman:  PMII Mampu Inspirasi dalam Pembangunan (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil Wali Kota Pariaman: PMII Mampu Inspirasi dalam Pembangunan (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil Wali Kota Pariaman: PMII Mampu Inspirasi dalam Pembangunan

“Untuk itu, kita patut memberikan apresiasi terhadap PMII Kota Pariaman. Kader PMII yang menjalankan Islam berpahamkan Ahlussunnah wal-Jamaah, merupakan bagian dari pengabdian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Apalagi PMII adalah organisasi besar yang secara nasional terbukti sudah banyak berbuat untuk bangsa ini,” kata Genius Umar.

Dikatakan Genius, dalam dua minggu belakangan ini Pemko Pariaman gencar melaksanakan magrib mengaji di masjid-masjid. Kepala SKPD wajib ikut dengan membentuk 4 tim. Kegiatan ini mengajak orang mengaji di masjid antara waktu shalat Magrib hingga Isya. Para orang tua-tua ternyata mulai ikut mengaji di masjid tersebut.?

Kawit An Nur Slawi

“Bagaimana kita mengajak anak-anak muda suka mengaji, meramaikan masjid, jika para orang tuanya di desanya tidak pernah mengaji di masjid. Jika para orangtua sudah ramai di masjid, maka generasi muda pun diajak mengaji ke masjid. PMII sebagai generasi muda juga diminta untuk berperan aktif dalam program magrib mengaji di tempatnya masing-masing,” tutur Genius Umar doktor ? lulusan IPB ini.?

Tantangan terberat bagi Kota Pariaman, kata Genius, adalah bahaya narkoba di kalangan generasi muda. Dulu Kota Pariaman berada pada posisi kedua pengguna narkoba, sekarang sudah turun menjadi urutan ke 9 di Sumatera Barat.?

Kawit An Nur Slawi

“PMII tentu juga berperan dalam menurunkan angka penyalahgunaan narkoba ini di kalangan generasi muda. Karena kader PMII diyakini tidak terlibat narkoba. Kader PMII yang berada di kampus umum maupun di kampus agama seperti STIT, tentu memiliki pemahaman agama yang kuat. Hendaknya pemahaman agama ? kuat yang dimiliki tersebut, dapat ditularkan kepada generasi muda lainnya. Sehingga semakin banyak generasi muda yang memiliki pemahaman agama yang kuat,” tutur Genius.?

Pelantikan yang dilaksanakan oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Besar PMII Abdul Harris Wally, dihadiri senior PMII Ulil Amri, mantan Ketua PC PMII Kota Pariaman Idris, Satria Effendi, Jupmaidi, Ketua PC GP Ansor Padangpariaman Zeki Aliwardana dan puluhan kader PMII di Kota Pariaman. Pelantikan bertemakan, satu angkatan dan satu jiwa: bergerak dalam lingkar Ahlussunnah Waljamaah, dilanjutkan dengan zikir bersama.?

Ketua Umum PC PMII Kota Pariaman Masrizal, yang baru dilantik mengatakan, sangat mengapresiasi apa yang disampaikan Wakil Walikota Pariaman. “Ke depan PMII Kota Pariaman siap bergandengan tangan dengan Pemko Pariaman dalam membangun Kota Pariaman, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan peran generasi muda dalam pembangunan,” kata Masrizal mengakhiri. (armaidi tanjung/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Jadwal Kajian Kawit An Nur Slawi

Rabu, 27 Desember 2017

SMK Cordova Panggungkan Produk Santri di Haul Mbah Mutamakkin

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. SMK Cordova Pati menggelar "Cordova Expo 2015" selama tiga hari di kompleks SMK Cordova Kajen Pati, Senin-Rabu (19-21/10). Pelbagai kegiatan digelar di sini untuk memeriahkan Tahun Baru Hijriyah 1437 H, Haul Syekh Ahmad Mutamakkin Kajen, serta penetapan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober.

Kegiatan ini meliputi pengobatan gratis, pasar murah, expo produk SMK Pesantren, perlombaan untuk anak-anak, workshop penulisan buku, workshop desain grafis, dan festival film pendek dan kontes modifikasi sepeda motor.

SMK Cordova Panggungkan Produk Santri di Haul Mbah Mutamakkin (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Cordova Panggungkan Produk Santri di Haul Mbah Mutamakkin (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK Cordova Panggungkan Produk Santri di Haul Mbah Mutamakkin

Ketua Dewan Pembina Yayasan Az-Zahra Hajain KH Ahmad Zaki Fuad Abdullah membuka festival ini. Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pati Sarpan meresmikan kegiatan akbar sekolah ini. Sedangkan istighosah bersama dipimpin oleh Habib Farid Assegaf dari Jepara.

Kawit An Nur Slawi

Haul Syekh Ahmad Mutamakkin jatuh pada setiap 10 Muharram. Haul Mbah Mad merupakan even keagamaan dan budaya tahunan yang digelar di desa Kajen, Pati. Perhelatan Syuronan berpuncak pada prosesi penggantian kelambu makam Mbah Ahmad Mutamakkin. Perjuangan dakwahnya kini diteruskan oleh keturunannya seperti KH Abdullah Salam, KH MA Sahal Mahfud, Kajen, dan juga KH Zaki Fuad Abdullah yang merupakan keturunan kedelapan dari Mbah Ahmad Mutamakkin.

Kepsek M Niam Sutaman mengatakan, “Berkaitan dengan kegiatan meramaikan Hari Santri, SMK Cordova Pati sebagai sekolah kejuruan yang berbasis pesantren, ikut bergembira dan memberikan apresiasi atas pengesahan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri oleh Presiden RI.”

Kawit An Nur Slawi

Menurut Niam, puncak kegiatan Cordova Expo yang rencananya jatuh pada malam 22 Oktober 2015 akan diisi dengan tahlil bersama dan dilanjutkan dengan pentas musik Balasyiq. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Nahdlatul Ulama Kawit An Nur Slawi

STAINU Jakarta Serah Terima Pimpinan Baru

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta mengadakan serah terima jabatan dan pengukuhan pimpinan baru periode 2014-2019 di ruang rapat kantor PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (8/7). Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

STAINU Jakarta Serah Terima Pimpinan Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta Serah Terima Pimpinan Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Jakarta Serah Terima Pimpinan Baru

Dalam serahterima itu ketua STAINU yang lama KH Mujib Qulyubi yang naik menjadi ketua Badan Pelaksana Perguruan Tinggi Nahdaltul Ulama (BPPTNU) digantikan oleh Syahrizal Syarif PhD.? Ia didapingi oleh empat wakil ketua yakni Imam Buhori, Arif Rahman, Ahmad Nurul Huda dan Aris Adi Leksono.

“Sebelum kita punya presiden baru, kita sudah punya ketua baru,” kata KH Mujib Qulyubi berseloroh.

Kawit An Nur Slawi

Ia mengatakan, sesuai dengan keputusan PBNU, semua perguruan tinggi di lingkungan NU sudah harus bernaung di bawah badan hukum organisasi NU. Selama ini beberapa perguruan tinggi di lingkungan NU masih bernaung di bawah yayasan masing-masing.

Karena itu Yayasan Perguruan Tinggi NU Jakarta telah berubah menjadi BPPTNU. “Ini yang pertama dan diharapkan menjadi pilot project untuk seluruh perguruan tinggi di lingkungan NU,” katanya yang didampingi Sekretaris BPPT H Sulthon Fathoni.

Kawit An Nur Slawi

Ketua Umum PBNU usai mengukuhkan pimpinan baru STAINU mengingatkan, perguruan tinggi NU mengemban amanat melestarikan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja). “Para dosen di STAINU harus tahu apa itu Aswaja NU,” katanya.

Diingatkan bahwa STAINU Jakarta yang sedang berproses menjadi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) harus memegang empat prinsip yakni ta’lim (pengajaran), tadris (pengamalan), ta’dib (kedisiplinan), dan tarbiyah (pengelolaan dan pengembangan).

Serah terima dan pengukuhan langsung dianjutkan dengan rapat pimpinan. “Mari kita mulai bekerja,” kata Ketua STAINU baru, Syahrizal Syarif. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Olahraga Kawit An Nur Slawi

Tahun Baru, NU Jabar Imbau Tak Rayakan Berlebihan

Bandung, Kawit An Nur Slawi. Menjelang malam pergantian tahun baru 2015 yang akan berlangsung Rabu (31/12) malam, Katib Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat KH Rachmat Syafe’i? mengimbau kepada masyarakat, supaya tidak merayakan dengan cara berhura-hura.

“Kenapa umat Islam lebih senang berhura-hura pada tahun baru 1 Januari daripada tahun baru di 1 Muharram, karena budaya merayakan tahun baru masehi lebih dahulu ada daripada tahun baru Hijriyah. Budaya yang lebih dahulu itu lebih kuat dan sulit dirubah,” terang kiai Rachmat saat didatangi Kawit An Nur Slawi dikediamannya, Senin (29/12) malam.

Tahun Baru, NU Jabar Imbau Tak Rayakan Berlebihan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Baru, NU Jabar Imbau Tak Rayakan Berlebihan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Baru, NU Jabar Imbau Tak Rayakan Berlebihan

Lebih lanjut, kiai Rachmat menjelaskan masalah menyambut tahun baru, sebetulnya berawal dari budaya, karena manusia sangat dipengaruhi oleh budaya. “Dalam sejarahnya, Agustinus Yustianus yang membuat penanggalan sehingga dahulu dirayakan dengan budaya yang jauh dari nilai-nilai agama tidak hanya Islam saja, tapi agama apa pun,” tambahnya.

Kawit An Nur Slawi

Pengasuh pondok pesantren Al-Wafa’ Bandung ini menilai masyarakat muslim sekarang terlalu berlebihan dalam merayakan tahun baru. Ia menegaskan bahwa dalam pandangan Islam itu mengajarkan harapan baru pada momen tahun baru, tetapi dalam merayakan bisa sampai lupa diri karena terlalu hura-hura.

“Mengungkapkan rasa gembira saat tahun baru atau memperingati sesuatu yang didambakan itu boleh-boleh saja. Hanya berlebihan itu yang tidak boleh, sebab kalau sudah berlebihan akan lupa daratan,” tutur kiai Rachmat yang kini menggantikan posisi almarhum KH Hafidz Usman sebagai ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat. ?

Kawit An Nur Slawi

Apalagi sekarang, lanjut dia, masyarakat? harus prihatin dengan suasana saat ini karena di beberapa daerah terjadi musibah banjir, longsor, pesawat hilang, dan lain-lain.

Agar tidak berlebihan, kiai Rachmat mengingatkan umat Islam harus sadar bahwa perubahan tahun adalah ciptaan Allah untuk mengetahui jumlah umur, jumlah waktu, dan lain-lain. Hal ini perlu diingatkan karena manusia pada hakikatnya manusia di mana pun tidak terlepas dari waktu, belajar ditentukan waktu, hidup juga ditentukan oleh waktu.

Untuk itu, kiai yang juga guru besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini mengimbau kepada pemerintah dan aparat kepolisian pada malam tahun baru nanti supaya menindak tegas hal-hal yang melanggar aturan. (Muhammad Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Syariah Kawit An Nur Slawi

Selasa, 26 Desember 2017

21 PAC GP Ansor Sumenep Langsungkan Konsolidasi

Sumenep, Kawit An Nur Slawi. Sebanyak 21 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sumenep Madura, Jawa Timur merapatkan barisan. Mereka melangsungkan konsolidasi di Mushalla Al-Hikmah, Desa Gedang, Kecamatan Batuputih, Sumenep, Jumat (8/1).

21 PAC GP Ansor Sumenep Langsungkan Konsolidasi (Sumber Gambar : Nu Online)
21 PAC GP Ansor Sumenep Langsungkan Konsolidasi (Sumber Gambar : Nu Online)

21 PAC GP Ansor Sumenep Langsungkan Konsolidasi

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Batuputih sekaligus Pembina Banser Kecamatan Batuputih, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kiai Ahmad Wafi, jajaran Syuriyah MWCNU Batuan, Dewan pembina PAC GP Ansor Kecamatan Batuputih, dan jajaran pengurus PC GP Ansor Kabupaten Sumenep.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Sumenep, M Muhri Zaen menegaskan, silaturrahim dan konsolidasi tersebut diadakan tiap 2 bulan sekali. Teknisnya, giliran masing masing PAC.

Kawit An Nur Slawi

Menurut Muhri, konsolidasi ini merupakan komitmen dan soliditas pengurus PAC GP Ansor se-Sumenep. Alumnus Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep tersebut menambahkan, tujuan dari konsolidasi ialah untuk terus menjalin komunikasi dan berdiskusi situasi kekinian.

"Kami sangat senang dan bergembira karena ini gagasan murni dari sahabat sahabat pengurus PAC GP Ansor se-Sumenep," tegasnya. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi Lomba Kawit An Nur Slawi

Cerita Mantan Pelaku Terorisme Mengenal Jihad Ekstrem Sejak SMA

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Mantan Pelaku Terorisme Kurnia Widodo mengaku mengenal dunia radikalisme dan jihad ekstrem sejak ia duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) pada awal-awal tahun sembilan puluhan.

Cerita Mantan Pelaku Terorisme Mengenal Jihad Ekstrem Sejak SMA (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita Mantan Pelaku Terorisme Mengenal Jihad Ekstrem Sejak SMA (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerita Mantan Pelaku Terorisme Mengenal Jihad Ekstrem Sejak SMA

Ia menceritakan, awalnya temannya memberikan dia buku-buku tentang jihad ekstremis, tauhid, dan lainnya. Ia juga mengaku pernah bergabung dengan beberapa kelompok Islam radikal seperti Negara Islam Indonesia (NII), HTI, dan ISIS. 

“NII itu masih ada sel-selnya,” kata Kurnia saat menjadi narasumber dalam acara Ngobrol Bareng Merawat Keindonesian dengan tema Tolak Radikalisme, Lawan Terorisme, di Jakarta, Ahad (23/7).

  

Lulusan Teknik Kimia Institur Teknologi Bandung (ITB) ini mengaku belajar untuk merakit bom saat ia berada di ITB. Ia merancang bom dan mencari bahan-bahannya dari bacaan yang ada di perpustakaan.

Kawit An Nur Slawi

“Membuat bom itu tidak sulit,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh orang tua untuk mendeteksi apakah anaknya terkena paham radikal. Pertama, awasi anak dan jangan abaikan. Kalau orang tua abai dengan anaknya, maka itu adalah peluang yang bagus untuk para radikalis.

“(Kemudian) Ajak dialog anak. Kalau ada indikasi, maka orang tua harus selidiki dari mana anak mendapatknya paham radikal itu,” tuturnya.

Kawit An Nur Slawi

Terakhir, kalau seandainya anak sudah terpapar dengan paham radikal, maka ia harus dibawa kepada para tokoh agama yang memiliki pemahaman yang moderat. 

Peran istri

Kurnia menjelaskan, para istri pelaku terorisme dengan pelaku kriminal lainnya itu memiliki sikap yang berbeda saat menjenguk suami mereka yang sedang mendekam di Lembaga Permasyarakatan (Lapas). Ketika menjenguk suami di Lapas, istri pelaku kriminal selain teroris biasanya minta cerai. Namun, hal itu tidak berlaku pada istri-istri pelaku terorisme. 

“Istri kasus terorisme minta cerai itu tidak terjadi (saat mereka menjenguk suaminya di penjara). Mereka setia,” ungkapnya.

Senada dengan Kurnia, Direktur The Asian Muslim Action Network Indonesia (AMAN Indonesia) Ruby Kholifah menyatakan, istri para pelaku teror biasanya mendukung apa yang dilakukan oleh suami mereka.

 

Bahkan mereka memiliki keyakinan bahwa rahim mereka adalah rahim yang akan melahirkan para jihadis-jihadis yang membela dan menegakkan Islam.

“Banyak yang percaya bahwa itu adalah cara untuk mengabdi kepada agama,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Habib, Kajian Sunnah Kawit An Nur Slawi

KH Maruf Amin: Tidak ada Bentuk Negara Islam

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin menegaskan, tidak ada bentuk baku tentang apa yang disebut Negara Islam. Dalam sejarah, umat Islam mengalami bentuk kenegaraan yang bermacam-macam, dari kerajaan, kekhilafahan, hingga republik.

Kiai Ma’ruf juga mengkritik sejumlah kelompok yang berhasrat mengislamkan Negara Republik Indonesia berdasarkan idealisme sistem khilafah. Baginya, khilafah tidak harus dimaknai kelembagaan melainkan spirit berkebangsaan.

KH Maruf Amin: Tidak ada Bentuk Negara Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Maruf Amin: Tidak ada Bentuk Negara Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Maruf Amin: Tidak ada Bentuk Negara Islam

“Jadi semangat khilafahnya, bukan institusinya,” tegas Ketua MUI ini saat mengisi materi Pelatihan Dai Kader NU VIII Lembaga Dakwah NU, Sabtu (28/7), di Gedung PBNU, Jakarta Pusat.

Kawit An Nur Slawi

Pemerintahan yang baik, lanjutnya, adalah pemerintahan yang dapat memenuhi tangung jawabnya. Sebagaimana kaidah fiqih, beban berat tersebut tak lain adalah menciptakan kemaslahatan bagi segenap rakyatnya.

Kawit An Nur Slawi

“Maka saya sering mengatakan pemerintah harus taharruful imam ‘alar ra’iyyah manuthun bil mashlahah (kebijakan pemimpin senantiasa bertalian dengan kemaslahatan warganya),” tuturnya.

Kiai Ma’ruf menyadari, masyarakat Islam Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan sekularisme dan ekstemisme agama. Karenanya, mereka perlu mengadakan pembentengan diri dan gerakan-gerakan sinergis untuk tujuan kemaslahatan umat.

“NU menjadi besar itu karena dulu kiai-kiai sepuh, seperti Mbah Wahab mau bergerak. Beliau berdiskusi, pidah dari tempat satu ke tempat lain untuk menyebarkan dakwah,” terangnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis    : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Hikmah, Pendidikan Kawit An Nur Slawi

Senin, 25 Desember 2017

NU Palengaan Asah Ketajaman Doa Yatim Piatu

Pamekasan, Kawit An Nur Slawi. MWCNU Palengaan, Kabupaten Pamekasan melangsungkan santunan anak yatim piatu di Pesantren Miftahul Ulum, Toronan Bere Leke, Ahad (16/10). Bakti sosial tersebut juga dikemas dengan sunatan massal.

NU Palengaan Asah Ketajaman Doa Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Palengaan Asah Ketajaman Doa Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Palengaan Asah Ketajaman Doa Yatim Piatu

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua MWCNU Palengaan KH R Afifurrahman, Ketua Rais KH Misbahol Munir Asyari, dan Ketua GP Ansor Palengaan Ahmad Darso, beserta tokoh masyarakat dan para perawat.

"Salah satu tujuan bakti sosial ini ialah dalam rangka mengasah ketajaman doa yatim piatu. Selain itu, juga berharap doa dari bocah yang disunat yang masih tidak dihinggapi dosa," ujar Kiai Afifurrahman.

Sementara itu, Ahmad Darso mengaku sengaja hadir sebagai wujud apresiasi atas segala kegiatan sosial berhaluan Aswaja. Baginya, segala kegiatan sosial keagamaan merupakan salah satu implementasi dari ajaran Aswaja yang mengetengahkan pengabdian.

Kawit An Nur Slawi

"Kami insya Allah akan selalu hadir dalam setiap kegiatan an-nahdliyah. Apalagi, bersentuan dengan kepentingan umat," tegas Darso.

Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan lancar. Para peserta tampak antusias mengikutinya. Demikian pula para yatim piatu yang terlihat sumringah di saat menerima santunan. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Tokoh Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi

As’ad Said Ali Dorong Kader Ansor Selalu Jadi Solusi

Makassar, Kawit An Nur Slawi. Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sebagai kader inti Gerakan Pemuda Ansor yang merupakan badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) harus selalu jadi solusi bagi permasalahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

?

Motivasi itu disampaikan Ketua Dewan Penasihat PP GP Ansor KH Asad Said Ali di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (25/3), pada peserta Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) IV, di aula Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI).

As’ad Said Ali Dorong Kader Ansor Selalu Jadi Solusi (Sumber Gambar : Nu Online)
As’ad Said Ali Dorong Kader Ansor Selalu Jadi Solusi (Sumber Gambar : Nu Online)

As’ad Said Ali Dorong Kader Ansor Selalu Jadi Solusi

?

Alumnus Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta dan Fakultas Hubungan Internasional Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta yang menjadi anggota Banser di tahun 1965 itu menjelaskan, kiprah-kiprah NU bagi bangsa Indonesia selalu jelas. Dari kelahirannya hingga masa kini.

Kawit An Nur Slawi

?

"Banser harus selalu berpikir ke depan dan berdasarkan informasi. Jangan mudah percaya pesan-pesan yang tidak jelas. Jangan mudah terpengaruh pikiran orang lain. NU itu besar, jadi jika ada yang menganggapnya kecil, jangan pernah percaya," ujar mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu pula.

?

Ia lalu mengajak, kader Banser untuk terus berjuang, berkhidmah bagi masyarakat dan bangsa melalui NU. (Gatot Arifianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi Lomba, Bahtsul Masail, AlaSantri Kawit An Nur Slawi

Ini Harapan dan Kunci Sukses untuk Pelajar NU

Solo, Kawit An Nur Slawi

Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, Jumat (24/2), baru saja merayakan peringatan Harlah ke-63. Berbagai harapan tersemat dari para kadernya, tak terkecuali dari para anggota dan kader IPNU di Soloraya.

Semisal, harapan dari mantan ketua PC IPNU Klaten Saefuddin. Pria yang baru saja menyelesaikan pendidikan pasca-sarjana tersebut berharap IPNU semakin bertambah jejaringnya.

Ini Harapan dan Kunci Sukses untuk Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Harapan dan Kunci Sukses untuk Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Harapan dan Kunci Sukses untuk Pelajar NU

“Terutama jejaring ke dalam dan luar negeri, guna membantu kader-kadernya dalam mengembangkan potensi,” kata dia.

Kawit An Nur Slawi

Senada dengan Saefuddin, Gigit Lystiyanto, yang kini menjadi pengurus PW IPNU Jateng, mempunyai asa yang tinggi untuk organisasi pelajar NU.

“Semoga IPNU makin memberi warna di negara ini. Serta mampu untuk menjadi oerganisasi yang mencetak kader multifungsi dan profsional,” ungkapnya.

Kawit An Nur Slawi

Sementara itu, Wakil Rais PWNU Jawa Tengah KH M Dian Nafi menitipkan pesannya kepada generasi muda pelajar NU.

“Kunci sukses: dekatkan anggota kepada ilmu. Semisal dengan mengadakan kajian buku Khazanah Aswaja, kitab Mafahim, keputusan-keputusan komisi bahtsul masail dari muktamar dan munas, serta bahan lainnya yang bisa segera dapat bermanfaat sebagai pegiat NU,” tutur pengasuh Pesantren Al-Muayyad Windan itu.

Kiai Dian menambahkan, dapat pula dengan menyelenggarakan latihan menulis artikel, khitabah,serta berlatih problem solving (pemecahan masalah). (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Cerita, Tegal, Berita Kawit An Nur Slawi

RMI NU-HIPSI Jateng Komit Majukan Ekonomi Pesantren

Semarang, Kawit An Nur Slawi. Rabithah Maahid Islamiyyah (RMI) NU Jawa Tengah telah bertemu dengan pengurus Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Jateng beberapa kali. Kedua lembaga ini secara bersama-sama berkomitmen dalam memajukan ekonomi pesantren.

RMI NU-HIPSI Jateng Komit Majukan Ekonomi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
RMI NU-HIPSI Jateng Komit Majukan Ekonomi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

RMI NU-HIPSI Jateng Komit Majukan Ekonomi Pesantren

"Titik temu RMI dan HIPSI punya tujuan yang sama dalam hal pengembangan ekonomi pesantren", ungkap Ketua RMI Jateng KH Abdul Ghaffar Rozien, M.Ed, Kamis (2/4).

Potensi yang dimiliki masing-masing pesantren, katanya, berbeda satu sama lain. Disinilah diperlukan pemetaan agar lebih mudah dalam mengorganisirnya. Setelah ketemu potensi yang dimiliki sehingga akan melahirkan kerjasama antar pesantren bisa saling dukung antara pesantren satu dengan yang lainnya. ?

Kawit An Nur Slawi

Sementara itu, Ketua HIPSI Jateng KH Muhammad Imaddudin menerangkan, melihat lahan-lahan subur yang masih terbuka di area Jawa Tengah ini, pertanian masih menjadi salah satu penyumbang terbesar pasokan bahan makanan.?

Kawit An Nur Slawi

"Pengembangan pertanian fokus ke pesantren yang belum berkembang," tuturnya.?

Dari pertanian, lanjutnya, bisa kita kembangkan menjadi pakan ternak sehingga dari pertanian semua bermanfaat, tidak ada yang terbuang. Ke depan RMI-HIPSI akan bersinergi untuk terus mengembangkan pesantren agar lebih mandiri di bidang perekonomian.?

Selain pertanian dan peternakan, wilayah Jawa Tengah juga terbentang pantai yang panjang. Potensi laut mulai dari ikan laut, perikanan tambak, dan garam. Pemerintah melalui kementrian agama juga memprioritaskan pengembangan pesantren bahari pada 2015 ini. (M Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi AlaSantri, Hikmah Kawit An Nur Slawi

Pemikiran Islam: Hukum Allah (3)

Oleh: KH Muhammad Machasin

Kembali kepada Khaw?rij, selain kegigihan mereka untuk menggembar-gemborkan keharusan untuk berhukum dengan hukum Allah dalam pengertian yang sangat terbatas dengan pemahaman mereka sendiri, mereka menekankan keterkaitan iman dengan perbuatan.?

Iman dan perbuatan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Iman mesti diwujudkan dalam perbuatan dan perbuatan menunjukkan iman. Iman bertambah dan berkurang sesuai dengan perbuatan. Jika perbuatan rusak, rusak pula iman.

Pemikiran Islam: Hukum Allah (3) (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemikiran Islam: Hukum Allah (3) (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemikiran Islam: Hukum Allah (3)

Sebenarnya tidak hanya kaum Khaw?rij yang berpendapat seperti itu. Di antara ajaran kaum Sunni terdapat rumusan sebagai berikut: iman adalah keterikatan dalam hati, pernyataan dengan lidah dan perbuatan dengan organ tubuh.?

Akan tetapi, kaum Khaw?rij menerapkannya dengan sangat kaku, tanpa kompromi dengan keadaan. Pemimpin orang beriman, mereka berpendapat, mestilah orang yang tidak melakukan kesalahan yang akan merusakkan iman, padahal tidak ada orang yang tidak melakukan kesalahan. Kesalahan yang merusakkan iman ini disebut dosa besar (kab?rah, jamak kab?’ir). Kesalahan itu pun mereka definisikan sendiri sesuai dengan pemahaman mereka, kemudian mereka pun sering kali menerapkan hukuman sendiri terhadap orang-orang yang mereka anggap melakukan kesalahan.?

Contoh yang paling menonjol adalah ketika mereka mempersalahkan ‘Ali, Mu?wiah dan ‘Amr bin al-‘? sebagai penyebab kekacauan sehubungan dengan perang ?iff?n antara ‘Ali dan Mu?wiah, lalu memutuskan untuk membunuh mereka bertiga. Dua hal perlu diperhatikan di sini.

Kawit An Nur Slawi

Pertama, penilaian mereka bahwa kesalahan ketiga orang ini layak membuat mereka dihukum mati. Siapa yang sebenarnya berhak untuk mengatakan bahwa ketiga orang itu salah? Orang perorang atau siapa? Di dalam Al-Qur’an disebutkan agar orang Islam taat kepada Allah, Rasul dan pemangku kepentingan umat Islam (?l? al-amr minkum); lalu kalau terdapat perselisihan, umat diperintah untuk mengembalikan urusan kepada Allah dan Rasul-Nya.?

Masalahnya kemudian, siapa yang memutuskan bahwa orang benar-benar kembali kepada Allah dan Rasul-Nya, sementara teks-teks Al-Qur’an tidak memberikan rumusan yang jelas dan siap pakai mengenai masalah yang dipersengketakan?

Kedua, pikiran mereka bahwa mereka sendirilah yang mesti melaksanakan keputusan itu. Hal ini berasal dari kenyataan bahwa kebanyakan dari mereka berasal dari suku-suku pengembara yang sedikit sekali mengenal hukum. Di daerah yang di dalamnya tidak ada sistem hukum, orang bisa saja melakukan hal-hal yang menurutnya mesti dilakukan untuk menjaga kepentingannya dan sesuai dengan pertimbangannya sendiri. Orang tidak merasakan perlunya sistem hukum yang melindungi individu dan masyarakat, melainkan kekuatan—diri sendiri, kelompok atau gabungan beberapa kelompok—fisik dan/atau senjata serta kelicikan.?

Tindakan main hakim sendiri ini, walaupun mungkin didasarkan pada bukti-bukti yang dapat dikatakan benar, akan merusak sistem hukum.

Kawit An Nur Slawi









Penulis adalah Mustasyar PBNU

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi AlaNu Kawit An Nur Slawi

PCNU Nias Selatan Gelar Khitanan Massal

Telukdalam, Kawit An Nur Slawi. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Nias Selatan menggelar kegiatan bakti sosial dan khitanan massal yang digelar yang berlangsung di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Telukdalam, Ahad (1/7).

Kegiatan khitanan massal ini ditujukan untuk membantu meringankan beban anak-anak yatim dan fakir miskin di Kabupaten Nias Selatan yang masih belum dikhitan.

PCNU Nias Selatan Gelar Khitanan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Nias Selatan Gelar Khitanan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Nias Selatan Gelar Khitanan Massal

Ketua PCNU Kabupaten Nias Selatan Bpk. Mustapid, MA dalam arahannya mengatakan, menjelang setahun kepengurusan PCNU Kabupaten Nias Selatan, PCNU telah melakukan berbagai macam kegiatan keagamaan, tetapi untuk bakti sosial baru kali ini dilaksanakan.

Kawit An Nur Slawi

“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat berjalan terus menerus dan mendapat dukungan dari masyarakat muslim Kab. Nias Selatan dan juga non muslim, karena NU selalu berada di tengah-tengah kaum lemah dan di tengah-tengah masyarakat yang majemuk. NU menganggap bahwa seluruh makhluk adalah ciptaan Allah maka sebagai sesama makhluk mari sama-sama membantu sesuai dengan prinsip-prinsip NU,” katanya.

Kawit An Nur Slawi

Dikatakan, bahwa NU hidup di tengah-tengah umat maka nilai-nilai toleransi harus dijaga.

Kegiatan khitanan masal ini, menurut Ketua PCNU Nias Selatan kegiatan ini dapat terlaksana atas dukungan berbagai pihak, yakni pengurus NU Nians Selatan, para tokoh masyarakat dan kaum muslimin serta muslimat. Pihaknya berharap PBNU dan PWNU dapat memperhatikanPCNU Nias Selatan yang ada di Pulau Nias ini.

Ahd. Dahlan Siregar, Sekretaris Panitia pelaksana dalam laporannya pada acara pembukaan khitanan massal mengatakan, kegiatan khitanan masal ini sudah lama direncanakan dan dinanti, akan tetapi baru terlaksana karena menunggu liburan anak-anak sekolah dengan jumlah yang dikhitan 26 orang yang terdiri dari anak-anak yatim dan fakir miskin. 

Pada kegiatan ini lanjut sekretaris panitia akan dibagikan bingkisan berupa sarung dan peci atau lobe serta makanan bagi anak-anak yang dikhitan dan kegiatan ini mengambil tema “NU Menuju Khaira Ummah.”

Kegiatan Pembukaan khitanan massal ini juga diisi Tausyiah oleh Ustad. Suherman. Dalam ceramahnya ia mengatakan bahwa apa yang dilakukan NU saat ini adalah sesuatu yang bermanfaat bagi umat.

“Kepada anak-anak yang dikhitan supaya setelah khitan ini rajin-rajinlah shalat dan berbakti kepada Orang Tua dan jangan lupa kepada NU, serta mengajak umat Islam untuk sama-sama membesarkan,” tambahnya.

Acara khitanan massal ini dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, Sholawat Badriyah, Ceramah Agama, Arahan PCNU dan kemudian dilanjutkan dengan acara Khitan Massal. Turut hadir pada kegiatan ini Pincapem BRI Telukdalam, tokoh agama dan pemuka masyarakat setempat, para mustasyar NU, sekretaris PCNU Dedi Rahmin Tanjung, Wkl Ketua Amsir Siregar dan beberapa pengurus, serta puluhan tamu lainnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Dedi Tanjung

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Ulama, Berita Kawit An Nur Slawi

Pemuda Penting Hidupkan Kembali Peran dan Fungsi Masjid

Makassar, Kawit An Nur Slawi. Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM-PBNU) menggandeng Pengurus Cabang NU Kota Makassar,  mengadakan Pelatihan Pemuda Pelopor Tahun 2017 Provinsi Sulawesi Selatan, di Aula Masjid Syura, Jl. Sunu 3 Makassar, Senin (4/12).

Pelatihan ini dihadiri oleh beberapa organisasi banom NU dan pemuda remaja masjid mengangkat tema Revitalisasi Peran dan Fungsi Masjid sebagai Benteng Kedaulatan dan Pemakmuran NKRI.

"Kegiatan ini diikuti oleh 100 orang peserta yang berasal dari berbagai organisasi kepemudaan, seperti Ansor, IPNU, IPPNU,  dan Fatayat serta remaja-remaja masjid se Kota Makassar," ungkap Ketua Panitia, Hasnawi Makkatutu saat menyampaikan laporannya.

Pemuda Penting Hidupkan Kembali Peran dan Fungsi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Penting Hidupkan Kembali Peran dan Fungsi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Penting Hidupkan Kembali Peran dan Fungsi Masjid

Ketua PCNU Makassar yang juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, H. Abd Wahid Thahir, yang membuka acara tersebut dalam sambutannya mengungkapkan, revitalisasi artinya menghidupkan kembali. Menurutnya pemuda saat ini mulai mati dalam menjaga kedaulatan dan memakmurkan NKRI.

"Dengan adanya kegiatan ini merupakan sebuah bentuk keprihatinan terhadap masjid dan remaja masjid serta pemuda sekarang ini yang ada, di mana remaja masjid sekarang ini banyak melakukan kajian-kajian di luar dari konsep Ahlussunnah wal jamaah atau paham paham yang merongrong kedaulatan NKRI," ujarnya.

Acara pembukaan ini ditutup dengan doa oleh Wakil Rais Syuriah PCNU Makassar, KH Abdul Mutthalib A. (Shaifullah Rusmin/Kendi Setiawan)

Kawit An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi Lomba, Tegal, Sejarah Kawit An Nur Slawi

Minggu, 24 Desember 2017

Nasib Para Pengais Rezeki di Pantura Brebes Pasca Pembangunan Tol

Brebes, Kawit An Nur Slawi. Sejak diresmikannya Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) tahun 2015 lalu kemudian dilanjutkan pembangunan tol Kanci-Pejagan, praktis para pengais rezeki di sepanjang jalan pantura (pantai utara) merasakan imbas sepi dari usahanya. Baik, dari para pedagang lapak di pinggir jalan, pedagang asongan, jasa toilet umum, bahkan POM bensin.

Nasib Para Pengais Rezeki di Pantura Brebes Pasca Pembangunan Tol (Sumber Gambar : Nu Online)
Nasib Para Pengais Rezeki di Pantura Brebes Pasca Pembangunan Tol (Sumber Gambar : Nu Online)

Nasib Para Pengais Rezeki di Pantura Brebes Pasca Pembangunan Tol

Nasib tragis ini semakin panjang seiring dengan pembangunan tol Pejagan-Brebes dan Brebes-Pemalang hingga Semarang yang berimbas kepada sepinya para pedagang oleh-oleh khas Brebes, telor asin dan bawang merah.

Kawit An Nur Slawi mencoba menelusuri jalan pantura Brebes untuk menangkap imbas fenomena jalan tol yang semakin panjang sejak dari Jakarta ini. Kondisi sepi tersebut terlihat di beberapa titik, baik di kedua sisi sepanjang jalan pantura, POM Bensin, rest area, dan toilet umum di beberapa tempat.

Para pengais rezeki di tempat-tempat tersebut mengakui beberapa hari menjelang Idul Fitri suasana ramai masih ada, tetapi tidak seramai ketika belum ada pembangunan tol. Itu juga ramai karena para pemudik yang menggunakan sepeda motor.

“Sekarang itungannya jalan tol dari Jakarta sudah sampai Semarang, gimana nggak sepi,” ujar Wirso dengan logat khas Brebes, pria penjaga toilet umum kepada Kawit An Nur Slawi, Senin (26/6).

Kawit An Nur Slawi

Wirso mengungkapkan, pendapatannya turun drastis jika dibandingkan ketika para pemudik, baik yang menggunakan mobil dan sepeda motor masih melewati Pantura. Toliet umum yang ia buka tidak pernah sepi dari pagi hingga sore.

Kawit An Nur Slawi

?

Kini ia mengakui bisa dihitung jari orang yang memakai jasa toilet umum, terutama setelah Lebaran. Meskipun pemudik pasca lebaran yang menggunakan mobil terlihat ramai dari keluar pintu tol Pejagan menuju Purwokerto dan Semarang.

Hal serupa dirasakan pria yang tidak mau disebut namanya, petugas POM Bensin di kawasan pantura Kecamatan Tanjung, Brebes. Pria tersebut mengatakan, pasca lebaran sehari atau H+1, jarang mobil yang mengisi BBM, kebanyakan sepeda motor.?

Bahkan ia mengakui kondisi Brebes cukup sepi sejak beberapa tahun yang lalu, tepatnya sejak ada tol Pejagan dan tol Gringsing menuju Pemalang serta Semarang.

“Dampaknya juga ke para pedagang telor asin dan bawang merah. Mereka banyak yang tutup lapak dan pindah ke Tegal karena para pemudik kebanyakan keluar tol dari sana,” ungkapnya.

Kondisi ini juga terjadi di Jawa Barat sejak jalan tol Cipali difungsikan. Para pedagang musiman yang ramai-ramai membuka warung teduh di sepanjang jalan pantura merasakan trurun drastisnya pendapatan mereka.

Bahkan di awal-awal pengoperasian tol Cipali, mereka nekad membuka lapak dagangannya tepat di depan setiap pintu keluar tol. Petugas saat itu menoleransi karena tol masih pada tahap uji coba alias gratis.?

Namun sekarang, para pengais rezeki itu harus kembali membuka lapak di pantura, di mana para pemudik yang menggunakan mobil pribadi lebih banyak yang memanfaatkan jalan tol ketimbang melewati jalan legenda para pemudik tersebut. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Nahdlatul Ulama Kawit An Nur Slawi

Tukang Ludruk, Pendiri NU, dan Gambus Al-Misri

Jombang,Kawit An Nur Slawi. Kabupaten Jombang dan seni opera ludruk seperti hubungan ayah dan anak. Ludruk dikenal masyarakat Jombang sebagai media hiburan, kritik, dan dakwah.

Menurut KH Abdurrahman Wahid dalam salah satu tulisannya menjelaskan; ludruk digunakan sebagai sarana dakwah sekaligus komunikasi para kiai dan masyarakat. Hal ini terlihat pada penampilan lakon yang tidak menghadirkan sosok perempuan. Sosok perempuan digantikan oleh sosok lelaki yang bermacak perempuan.

Tukang Ludruk, Pendiri NU, dan Gambus Al-Misri (Sumber Gambar : Nu Online)
Tukang Ludruk, Pendiri NU, dan Gambus Al-Misri (Sumber Gambar : Nu Online)

Tukang Ludruk, Pendiri NU, dan Gambus Al-Misri

Tersebut Asmuri, tokoh ludruk di masa lalu. Ia santri Hadratussyekh KH Hasyim Asyari. Karena terlalu sering meludruk, Asmuri pun ditegur oleh kiai pendiri NU tersebut agar membuat seni variasi yang lain.

Kawit An Nur Slawi

Asmuri, santri yang cerdas dan memiliki rasa estetika tinggi tersebut, lalu meracik seni gambus Al-Misri.

Kawit An Nur Slawi

Pada penyambutan Ekspedisi Islam Nusantara Senin, (19/4/2016) di Pendopo Bupati Kabupaten Jombang, seni gambus Al-Misri tersebut ditampilkan.

Menurut KH Agus Sunyoto, gambus Al-Musti itu asli kreasi santri pesantren Tebuireng. Saat itu, Asmuri yang ayah Asmuni, pelawak Srimulat yang terkenal itu, ditegur Hadratussyekh, "Ri, awakmu akui dojo melirik ae."

Dan, konon sejak kecil, Gus Dur gemar dengan gambus Al-Misri itu. (Syakdillah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Nahdlatul Ulama, Bahtsul Masail Kawit An Nur Slawi

Lintas Agama Pun Ikuti Karnaval Budaya Muharram

Jepara, Kawit An Nur Slawi. Bupati Jepara, H Ahmad Marzuqi melepas sebanyak 25 peserta karnaval yang diikuti beberapa sekolah baik SD, SMP, SMA dan kalangan lintas agama dalam rangka Karnaval Budaya Muharram yang diselenggarakan Remaja Masjid Agung Baitul Makmur Jepara, Jawa Tengah, bekerjasama dengan Pemerintahan Daerah Kabupaten Jepara, Selasa (5/11). 

Dalam kesempatan itu, Bupati didampingi Wakil Bupati Jepara H Subroto, Ketua Pengadilan Agama Abdul Malik, Wakil Ketua DPRD Subangun dan perwakilan dari Kejaksaan dan Polres Jepara.

Lintas Agama Pun Ikuti Karnaval Budaya Muharram (Sumber Gambar : Nu Online)
Lintas Agama Pun Ikuti Karnaval Budaya Muharram (Sumber Gambar : Nu Online)

Lintas Agama Pun Ikuti Karnaval Budaya Muharram

Bupati Jepara dalam sambutannya menyambut baik kegiatan tersebut. “Datangnya tahun Baru ini kita harus meningkatkan kualitas kebaikan agar apa yang kita inginkan bisa terkabul,” katanya.

Kawit An Nur Slawi

Kegiatan bertajuk Karnaval Budaya Muharram urai Marzuqi agar dijadikan momentum di tahun-tahun yang akan datang  dan penyelangaraannya lebih baik dan lebih besar. “Peringatan tahun baru ini merupakan bentuk kita selalu bersyukur kepada Allah SWT  agar Jepara aman dan kondusif,” tambahnya.

Pembina Remaja Masjid, Setyanto menyatakan penyelenggaraan kegiatan tersebut lain dari yang lain karena para peserta tidak hanya diikuti oleh agama Islam saja akan tetapi lintas agama juga turut serta. 

Kawit An Nur Slawi

“Tujuannya untuk menjalin dan menjaga hubungan antara umat beragama, saling hormat-menghormati dan ikut serta dalam perannya sebagai warga masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Jepara agar tetap kondusif,” paparnya Totok, sapaan akrabnya.

Kedepan tambahnya lintas agama yang turut serta agar tidak kapok untuk mengikutinya lagi. Pihaknya juga berharap partisipasi kelompok seni budaya di Jepara agar tahun depan kegiatan semakin meriah. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Pesantren Kawit An Nur Slawi

Inspirasi Gus Dur untuk Masyarakat Jepara

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Rombongan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) se-Kabupaten Jepara, Jawa Tengah antusias menghadiri Haul ke-7 Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (23/12) lalu.

“Kita itu punya ikatan batin dengan Gus Dur. Dulu, Gus Dur sering ke Jepara. Dia menggerakan kita tentang penolakan PLTN,” kata Ketua rombongan Hisyam Zamroni di halaman gedung PBNU Jakarta, Jumat.

Inspirasi Gus Dur untuk Masyarakat Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
Inspirasi Gus Dur untuk Masyarakat Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

Inspirasi Gus Dur untuk Masyarakat Jepara

Warga Jepara punya banyak kenangan bersama Gus Dur. Baginya, Gus Dur telah membuka cara pandang, cara berpikir untuk menghargai perbedaan.

Lebih lanjut kata Hisyam, Gus Dur itu inspiratif bagi masyarakat pesisir. Gus Dur itu toleran, terbuka. Banyak pelajaran dari Gus Dur. Dia selalu menyemangati kami. Banyak jejak-jejak yang ditinggalkan olehnya.

“Di Jepara tidak ada konflik intoleran,” tegasnya.

Kawit An Nur Slawi

Rombongan dari Jepara tersebut menggunakan bus. Sebelumnya, rombongan ziarah ke makam mbah Sapuro Pekalongan, ke makam Habib Husein luar batang, dan sillaturrahim ke PBNU. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Tokoh, Ulama Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi