Senin, 31 Juli 2017

Dilantik, Komisariat IPNU-IPPNU MA Al Fattah Siap Berkiprah

Demak, Kawit An Nur Slawi. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) bersama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama IPPNU Kabupaten Demak, Jawa Tengah, secara resmi melantik pengurus baru Pimpinan Komisariat (PK) IPNU dan IPPNU Madrasah Aliyah Al Fattah Tambakroto, Sayung, Demak, Rabu (9/9), di aula madrasah setempat.

Pengukuhan pengurus baru PK IPNU dipimpin langsung oleh Ketua PC IPNU Demak Abdul Halim, sedangkan PK IPPNU oleh Mahmudah selaku Koordinator Departemen Dakwah PC IPPNU Demak. Setelah dilantik maka Endang Trisna Sahudi dan Latifah telah resmi menahkodai organisasi pelajar NU di MA Al Fattah.

Dilantik, Komisariat IPNU-IPPNU MA Al Fattah Siap Berkiprah (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, Komisariat IPNU-IPPNU MA Al Fattah Siap Berkiprah (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, Komisariat IPNU-IPPNU MA Al Fattah Siap Berkiprah

Rekanita Latifah selaku Ketua PK IPPNU MA Al Fattah menegaskan bahwa dia bersama pengurus lainnya siap berkiprah dan belajar mengembangkan organisasi IPNU-IPPNU, utamanya realisasikan trilogi pelajar NU “Belajar Berjuang Bertaqwa”.

Kawit An Nur Slawi

Sementara itu Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU Kecamatan Sayung Faidul Qobir menyatakan keprihatinannya atas gejala degradasi moral pelajar, sebagaimana yang sering diberitakan media.

Ia menilai banyak pelajar saat ini mengalami krisis identitas. Kegiatan mengonsumsi narkoba di kalangan pelajar makin menjadi-jadi. Pihaknya mengajak pelajar MA Al Fattah untuk membulatkan tekad dan niat mengabdikan diri di organisasi yang telah digagas para ulama terdahulu.

Kawit An Nur Slawi

Asrori selaku Kepala Madarah MA Al Fattah mengungkapkan, “Pelajar saat ini adalah generasi penerus bangsa, maka dengan membiasakan mereka pada wadah yang tepat (IPNU-IPPNU) ke depan akan muncul pemimpin yang berintegritas yang berusaha dan senantiasa meneladani sifat wajib Nabi: shiddiq amanat tabligh fathonah.”

Ketua PC IPNU Demak Rekan Abdul Halim mengaku kini sedang melakukan penguatan Komisariat Sekolah/Madrasah di bawah nauangan Lembaga Pendidikan Maarif. “Sedang kami giatkan, bagaimana pun itu adalah aset asli kami untuk segera digarap. Semoga ke depan kami bisa memaksimalkannya.”

Prosesi pelantikan disaksikan pula oleh M Agil Nuruzzaman selaku Sekretaris PC IPNU Demak dan Miftahurrohman selaku Koordinator Kaderisasi dan juga Abdur Rohman selaku Koordinator Jaringan Sekolah/Pesantren PC IPNU Demak. Selain itu pihak PAC IPNU-IPPNU Sayung juga turut serta hadir acara pengukuhan tersebut sekaligus mendampingi proses rapat kerja anggota. (Syafii Chudlori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi News, Pemurnian Aqidah Kawit An Nur Slawi

Sabtu, 29 Juli 2017

Baru Dibentuk, Sako Pramuka Maarif NU Adakan KMD

Bojonegoro, Kawit An Nur Slawi. Pengurus Satuan Komunitas (Sako) pramuka Maarif NU Cabang Bojonegoro melaksanakan Kursus Mahir Dasar (KMD). Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai tanggal 11 sampai 15 Mei 2014 di Aula Maarif NU setempat.

"Setelah dibentuk kepengurusan beberapa waktu lalu, disepakati pelaksanaan KMD dan ini sekaligus kegiatan yang pertama," kata Ketua Panitia Pelaksana KMD, Slamet kepada Kawit An Nur Slawi.

Baru Dibentuk, Sako Pramuka Maarif NU Adakan KMD (Sumber Gambar : Nu Online)
Baru Dibentuk, Sako Pramuka Maarif NU Adakan KMD (Sumber Gambar : Nu Online)

Baru Dibentuk, Sako Pramuka Maarif NU Adakan KMD

Dikatakan, Sako Pramuka Maarif NU berfungsi untuk mewadahi anggota pramuka di bawah naungan LP Maarif dan diharapkan baik pembina maupun anggota pramuka akan didik dan belajar bersama tentang kepramukaan di organisasi yang dibentuk.

Meskipun baru pertama, ada puluhan peserta yang mengikuti pelatihan KMD kali ini. "Setidaknya ada 56 peserta, dari pembina pramuka di sekolah-sekolah dibawah naungan LP (Lembaga Pendidikan) Maarif," terang Slamet.

Slamet menjelaskan, KMD merupakan syarat seseorang agar bida disebut pembina pramuka di sekolah. Setelah mendapat sertifikat KMD nanti, mereka sudah diperbolehkan melatih pramuka.

"Mereka diajarkan tentang kepramukaan, peraturan AD/ART, upacara dan lain sebagainya dalam kepramukaan," sambungnya.

Kawit An Nur Slawi

Selama lima hari para peserta akan menerima materi dari Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Bojonegoro. Para peserta dan pemateri diwajibkan mengenakan pakaian pramuka lengkap selama mengikuti KMD. [Yazid/Mahbib]

Kawit An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Olahraga, Kiai, Lomba Kawit An Nur Slawi

Jumat, 28 Juli 2017

Muslimat NU Rumuskan Kebijakan Peningkatan Kualitas Guru

Surabaya, Kawit An Nur Slawi. Halaqoh Nasional Pengurus Pusat (PP) Muslimat NU yang digelar di Hotel Suites Surabaya (18/12) merumuskan kebijakan-kebijakan untuk meningkatkan kualitas guru.

Muslimat NU Rumuskan Kebijakan Peningkatan Kualitas Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Rumuskan Kebijakan Peningkatan Kualitas Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Rumuskan Kebijakan Peningkatan Kualitas Guru

"Rata-rata ibu-ibu Muslimat ini adalah guru. Guru TK, MI dan playgrup," kata Hj Aisyah Hamid Baidhowi.?

Para ibu Muslimat ini berusaha untuk mendidik putra-putri mereka dan membantu program pemerintah karena tidak semua hal bisa dijangkau oleh pemerintah, termasuk dalam hal pendidikan. Pemerintah tidak bisa menjalankan program-programnya tanpa bantuan ibu-ibu Muslimat. Begitu pula sebaliknya.?

Kawit An Nur Slawi

"Bekerjasama lah engkau dengan hal-hal yang baik," ujarnya sembari mengutip ayat di dalam Al-Quran.

Ia berharap halaqoh nasional Muslimat mampu meningkatkan kualitas para guru diniyah, kualitas daiyah dan merumuskan kurikulum atau metode belajar.?

Kawit An Nur Slawi

"Untuk memberi semangat akan hal itu, kita nanti akan mendeklarasikan ulama perempuan," kata Bu Nyai Aisyah. (Rof Maulana/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Doa, Sejarah Kawit An Nur Slawi

Kontrak Jamiyyah Perlu Ditradisikan dalam Konferwil dan Konfercab

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Kontrak Jamiyyah yang menegaskan para calon rais syuriyah dan ketua tanfidziyah untuk tidak menggunakan NU bagi kepentingan politik praktisnya perlu menjadi tradisi dalam setiap konferwil atau konfercab maupun pemilihan pengurus ditingkat lainnya.

Kontrak jamiyyah pertama kali dilakukan dalam muktamar NU ke 31 di Asrama Haji Solo bagi calon rais aam dan ketua umum PBNU. Selanjutnya model ini ditiru dalam konferensi wilayah PWNU Jawa Timur di Ponpes Zainul Hasan Genggong Pajarakan Probolinggo 3-5 November lalu.

Kontrak Jamiyyah Perlu Ditradisikan dalam Konferwil dan Konfercab (Sumber Gambar : Nu Online)
Kontrak Jamiyyah Perlu Ditradisikan dalam Konferwil dan Konfercab (Sumber Gambar : Nu Online)

Kontrak Jamiyyah Perlu Ditradisikan dalam Konferwil dan Konfercab

Wasekjen PBNU Syaiful Bahri Anshori mengemukakan bahwa keberadaan kontrak tersebut merupakan penegasan aturan yang ada dalam AD/ART dan Peraturan Organisasi (PO) yang melarang adanya rangkap jabatan dengan jabatan politik baik di legislatif maupun di eksekutif bagi rais dan ketua terpilih.

“Ini menjadi penting terkait dengan banyaknya pengurus NU yang ditarik tarik untuk menjadi calon dalam pilkada,” katanya.

Menurut pengamatannya, fenomena ditariknya para pengurus NU ini tak hanya di daerah yang memiliki basis massa NU kuat, tetapi juga di daerah yang massa NU nya kurang banyak seperti di Sulawesi Utara.

Kawit An Nur Slawi

“Kita kan tidak tahu, sejauh mana NU sebagai jamiyyah memperoleh manfaat karena sejauh ini seringkali hanya dimanfaatkan untuk kepentingan individu,” tegasnya.

Tak heran, banyaknya tokoh NU yang ditarik ini terjadi karena para pemimpin NU memiliki jaringan dan kedekatan yang sangat kuat dengan masyarakat yang oleh para politisi dimanfaatkan suaranya bagi dukungan yang dibutuhkan dalam Pilkada.

Kawit An Nur Slawi

Sejauh ini, dalam kontrak jamiyyah tersebut, belum ada aturan tegas bagi yang melanggarnya karena sifatnya baru berupa sanksi moral. “Memang belum diatur, kalau yang melanggar ya pasti tidak dipercaya lagi oleh umat dan ke depannya tidak akan dipilih kembali,” tuturnya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Budaya Kawit An Nur Slawi

Refleksi Sumpah Pemuda dalam Bingkai Islam Nusantara

Oleh Mahrus eL-Mawa

Salah satu elan vital sumpah pemuda itu pengakuan akan keragaman etnis di Indonesia. Kalau dahulu, anak-anak muda dari berbagai etnis itu berjuang meraih kemerdekaan untuk bangsanya, maka saat ini pemuda dari beragam etnis itu mengisi kemerdekaan RI dengan tetap menjunjung tinggi nilai keragaman dalam masyarakat yang multikultural. Salah satu nilai itu tertanam dalam pendidikan Islam program magister STAINU Jakarta dengan jargon kajian Islam Nusantara.

Refleksi Sumpah Pemuda dalam Bingkai Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Refleksi Sumpah Pemuda dalam Bingkai Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Refleksi Sumpah Pemuda dalam Bingkai Islam Nusantara

Dalam catatanku, belum pernah ada di kampus-kampus Indonesia ini, ada program magister yang spesifik nama program studinya dengan Islam Nusantara dalam kurun lima tahun terakhir ini, kecuali di Program Pasca STAINU Jakarta. Hanya saja, karena dalam nomenklatur birokrasi belum tercatat, maka dialihkan ke prodi yang berdekatan; sejarah kebudayaan Islam (SKI).

Satu hal yang menarik dari prodi magister STAINU ini, bukan hanya kajian atau diskursusnya, tapi juga para mahasiswanya juga berasal dari berbagai etnis bangsa Indonesia. Disadari atau tidak, program magister STAINU telah melakukan itu, bahkan mahasiswa dari negeri jiran, seperti Thailand juga sudah ada yang lulus dari program ini. Luar biasa, bukan? Seharian kemarin, saya kebagian menguji tesis mahasiswa STAINU asal Papua Barat.

Tentu saja, menjadi salah seorang penguji tesis dari mahasiswa asli Papua bagi saya merupakan "sesuatu banget". Selama ini, saya kenal orang Papua itu hanya berdasar "katanya", terlebih tentang Papua Muslim/Muslimah. Mendalami Islam masuk di Papua juga hal menarik sebagai suatu kajian sejarah dan kawasan. Apalagi mengkaji budaya Papua terkait dengan Islam dan kearifan lokal di suatu etnis Papua, sungguh kita akan merasakan hal luar biasa akan khazanah Islam di Indonesia ini.

Kawit An Nur Slawi

Dua orang Papua, Muslim dan Muslimah yang saya uji tesisnya itu kini keduanya menunggu hari-hari untuk merengkuh legalitas magister humaniora dari UNU Indonesia/STAINU Jakarta. Saya tanya kepada salah satunya, dan mengaku ingin menjadi dosen saat pulang kampung nanti, syukur bila diterima sebagai PNS/ASN.

Jika para mahasiswa magister STAINU/Unusia berasal dari semua wilayah di Indonesia, seperti etnis Papua ini, tentu sangat keren. Sebelum kedua teman papua ini, mahasiswi asal madura juga lulus pada sidang tesisnya. Sebulan sebelum ini saya juga diberi kesempatan menguji mahasiswa dari etnis Lombok (NTB), Mataram, orang Cirebon, dan seterusnya. Di sinilah saya kira pantas jika prodi magister STAINU Jakarta ini menyebut prodi-nya dengan prodi Islam Nusantara. Sebab, bukan hanya wacana Islam Nusantara yang disampaikan dan dikaji selama kuliah, tetapi juga para pesertanya memang berasal dari berbagai etnis, warga bangsa, dan seterusnya.

Sungguh pendidikan magister di STANU Jakarta itu benar-benar telah mengejawantahkan nilai-nilai Sumpah Pemuda di era global dan kompetitif ini. Perbedaan etnis harus menjadi perekat untuk mengisi pendidikan Islam di Negara Kesatuan Republik Indonesia, bukan sebaliknya. semoga program tersebut terus bertahan dalam visi misinya dan selalu maju untuk menghadapi tantangan zaman yang serba keras dan kompetitif dalam berbagai bidang, khususnya keilmuan Islam di Indonesia.

Penulis adalah Wakil Ketua PP LP Maarif NU, Koordinator Diklat Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) Jakarta.

Kawit An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Nasional, Anti Hoax Kawit An Nur Slawi

Tangkal Radikalisme, MUI Demak Gelar Dialog Islam dan Nasionalisme

Demak, Kawit An Nur Slawi. Dalam mengantisipasi kelompok Radikalis, Majelis Ulama Kabupaten Demak membekali pengurusnya dari pengurus tingkat kabupaten sampai tingkat kecamatan dengan menyelenggarakan dialog intern umat Islam di Gedung Bina Praja Setda Demak Jl Kyai Singkil N 7 Demak, Sabtu (15/8) lalu.

Tangkal Radikalisme, MUI Demak Gelar Dialog Islam dan Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangkal Radikalisme, MUI Demak Gelar Dialog Islam dan Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Tangkal Radikalisme, MUI Demak Gelar Dialog Islam dan Nasionalisme

Dialog dengan tema ‘Islam dan Nasionalisme dalam Mengatasi Radikalisme’ tersebut agar pengurus MUI disemua tingkatan waspada terhadap kegiatan gerakan radikalisme yang mulai bergerilya dipelosok desa, baik yang bersifat gejala maupun sampai pada tingkatan teknis gerakan karena hal sekecil apapun  perlu kewaspadaan.

“Kami menganggap ini sangat penting, hal sekecil apapun kita tidak boleh lengah dan semua pengurus kami harap untuk meningkatkan koordinasi pada pimpinan,” ujar sekretaris umum MUI Demak KH Arie Cholil.

Kawit An Nur Slawi

Kiai Arif menambahkan pihaknya menilai gerakan radikalisme mulai merambah ke daerah-daerah pelosok termasuk kabupaten Demak yang mayoritas ahlussunnah wal jamaah yang dimungkinkan juga kena wabah. Dalam hal ini, MUI Demak selalu berkoordinasi dengan aparat terkait termasuk sistim komunikasi yang perlu disiapkan pada pengurus dan tokoh masyarakat.

Kawit An Nur Slawi

“Kami sudah berkoordinasi dengan TNI, POLRI, dan Kesbangpolinmas kabupaten Demak, dengan saling tukar informasi dan mengambil kebijakan jika terjadi hal yang tidak diinginkan” tambah pengasuh pesantren Al-Fattah tersebut.

Sementara itu, Bupati Demak KH Moch Dachirin Said dalam sambutannya sebelum membuka dialog meminta untuk kerjasama berkesinambungan antara para kiai ulama dan umara dalam mengatasi aliran radikalisme di daerahnya.

“Kami minta pada panjenengan (kiai dan ulama) semua untuk berjuang bersama-sama agar kabupaten Demak tidak kecolongan Islam garis keras,” pinta Dachirin.

Dialog yang dibarengkan halalbihalal ini selain diikuti 100 peserta ulama dan kiai, juga dihadiri Kapolres, Dandim Demak dan Muspida lainnya. (A Shiddiq Sugiarto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Kajian Islam, IMNU Kawit An Nur Slawi

Kamis, 27 Juli 2017

Kader Muslimat NU Harus Pegang Teguh “ZIKR”

Jember, Kawit An Nur Slawi. Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Jawa Timur Hj. Masruroh Wahid berharap Kader Muslimat NU memegang teguh “ZIKR” dalam kehidupan sehari hari, terutama saat mengemban amanah menjadi pengurus.

“Z artinya zero base, I artinya iman, K artinya komitmen dan R artinya result oriented. Situasi sekarang ini, lanjutnya, sering membuat kita berprasangka buruk kepada orang lain. zero base, berprasangka zero atau baik kepada yang lain. Iman sebagai spirit nilai  untuk terus mengabdi ke NU dan komitmen adalah sikap yang harus dipegang dalam memperjuangkan islam ahlisunnah wal jamaah dan result oriented adalah kita harus punya tarjet hasil dalam melakukan sesuatu,” katanya.

Kader Muslimat NU Harus Pegang Teguh “ZIKR” (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muslimat NU Harus Pegang Teguh “ZIKR” (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muslimat NU Harus Pegang Teguh “ZIKR”

Masruroh menyampaikan hal tersebut saat memberi sambutan pada acara pelantikan  pengurus cabang Muslimat NU Jember masa khidmat 2015-2020 di Aula Pemerintah kabupaten setempat, Selasa (2/6).

Kawit An Nur Slawi

Sementara itu, Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Jember yang baru dilantik Emi Kusminarni menjelaskan, tantangan Muslimat NU kedepan cukup berat bukan hanya sekadar menguatkan kelompok tahlil dari serangan paham Islam yang ekstrim, tetapi juga memerankan diri dalam bidang kesehatan , ekonomi dan pendidikan.

Kawit An Nur Slawi

“Oleh karenanya kami minta setelah dilantik, mari kita segera bekerja sesuai bidang masing-masing. Jangan setelah dilantik malah tidak aktif.masa depan muslimat jember ada ditangan kita semua”, papar mantan Sekretaris Muslimat Jember periode sebelumnya ini.

Acara yang dihadiri sekitar 500 kader Muslimat NU itu tampak pula di antaranya Ketua PCNU Jember yang diwakili  Pujiono Abdul Hamid, Sekretaris daerah H Sugiharto, Ketua PKB Jember Miftahul Ulum, Ketua GP Ansor Jember Ayub. Terlihat pula perwakilan perguruan tinggi di Jember, perwakilan Polres Jember dan jajaran SKPD setempat. (Alifatul Laiiyah/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Kyai, Warta, Aswaja Kawit An Nur Slawi

Rokok Sehat Buatan Pesantren Bisa Obati Berbagai Penyakit

Malang, Kawit An Nur Slawi. Merokok dapat menyebabkan penyakit jantung. Tetapi kalau merokok dengan rokok buatan Pesantren Sehat Perum Kalianyar Permai C1 Sidodadi, Lawang, Malang, Jawa Timur, justru sebaliknya. Rokok sehat ini diyakini bisa menghilangkan beberapa jenis penyakit.

Rokok bermerk SIN yang dibuat oleh seorang ahli terapi kesehatan KH Abdul Malik ini justru mempunyai khasiat mengobati berbagai penyakit seperti darah tinggi, jantung, imponten, asma, paru-paru, sinusitas ringan serta menghilangkan kebiasaan memakai narkoba.

Selain asapnya yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, abu rokok ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengobati penyakit eksim. "Rokok ini mulai dibuat sejak 2 Mei 2005," kata salah seorang santri pesantren Sehat M. Diponegoro, tulis detikcom, Kamis (24/5).

Rokok Sehat Buatan Pesantren Bisa Obati Berbagai Penyakit (Sumber Gambar : Nu Online)
Rokok Sehat Buatan Pesantren Bisa Obati Berbagai Penyakit (Sumber Gambar : Nu Online)

Rokok Sehat Buatan Pesantren Bisa Obati Berbagai Penyakit

Rokok yang diproduksi Pabrik Rokok (PR) UD Putra Bintang Timur ini memiliki 4 macam jenis rasa dibuat dari 17 jenis ramuan obat-obatan ini terdiri dari bahan alamiah seperti madu, daun sirih dan daun siwak yang dapat menetralkan kandungan tar dan nikotin.

M. Diponegoro atau yang biasa dipanggil Mas Dipo mengatakan, semua ramuan dicampur dengan tembakau pilihan yang kemudian diolah hingga menghasilkan cita rasa. Setelah itu, semua bahan diproses seperti rokok-rokok lainnya. Cuma yang membedakan, rokok ini dijadikan sebagai terapi atau media penyembuhan segala macam penyakit yang dapat menetralisir zat beracun.

Kawit An Nur Slawi

Setelah rokok diproses, kemudian diuji di laboratorium Universitas Brawijaya (Unibraw), Universitas Negeri Malang (UM) serta sebuah perusahaan rokok nasional di Malang. "Setelah di uji coba, kadar nikotin sangat rendah dan mendekati 0 persen," papar dia.

Sementara Mudjiono, bagian pemasaran PR UD Putra Bintang Timur, mengatakan, rokok yang diproduksi Pesantren Sehat per harinya sekitar 2.000 bungkus. Rokok-rokok ini dipasarkan ke berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Sumbawa, Bandung dan Madura. (dtc)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi Halaqoh Kawit An Nur Slawi

Selasa, 25 Juli 2017

Problem Menurunnya Moralitas Anak Jadi Perhatian Muslimat NU

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Ketua Himpunan Daiyah Muslimat (HIDMAT) NU Hj Mahfudhoh Aly Ubaid mengatakan bahwa buku ini sangat perlu untuk menjadi pegangan dan panduan dakwah bagi dai dan daiyah Muslimat NU.?

Mahfudhoh menerangkan bahwa problem menurunnya moralitas di antara anak-anak Indonesia menjadi perhatian penting bagi para dai Muslimat dan dai-dai seluruh Indonesia.?

Problem Menurunnya Moralitas Anak Jadi Perhatian Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Problem Menurunnya Moralitas Anak Jadi Perhatian Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Problem Menurunnya Moralitas Anak Jadi Perhatian Muslimat NU

“Di rancangan buku ini juga memuat model dan pengembangan dakwah berdasarkan kontekstualisasi zaman,” ujar Mahfudhoh, Kamis (20/10) dalam Workshop Penguatan Materi Dakwah dan Kurikulum TPQ di Hotel Bintang Jakarta Pusat yang digelar PP Muslimat NU dan Bimas Islam Kemenag.

Sementara itu, Ketua Periodik PP Muslimat NU, Hj Roosmani Soedibyo mengatakan bahwa Msulimat selalu mengikuti perkembangan dan perubahan sosial yang ada. Menurutnya, perlu model dakwah khusus berbasis panduan sehingga adanya buku ini bisa menjadi pegangan para daiyah ke majelis-majelis taklim, TPA, maupun TPQ.

“Harapannya, buku ini nantinya tidak hanya menjadi pegangan Muslimat tetapi juga Ormas perempuan lain. Berbagai problem terkini di buku ini dikemukakan secara detail agar dakwah terarah sesuai dengan perubahan zaman,” ujar Rosmani.

Kawit An Nur Slawi

Sekretaris Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag RI, H Muhammadiyah Amin menuturkan, buku nanti bisa disinergikan dengan program di Bimas. Dia mengapresiasi Muslimat yang terus konsisten dalam dakwah.

“Peran Muslimat NU banyak di bidang pemgembangan manusia dan dakwah. Perlu pengayaan materi sehingga perlu memperbarui model dakwah dalam pembangunan agama dan kemasyarakatan dan harus selalu ditingkatkan,” ujarnya.

Kemampuan Muslimat NU dalam hal ini harus terus diperbarui terhadap kondisi-kondisi masyarakat. Sebab menurutnya, dakwah sering disalahartikan. Juru dakwah seakan tak merasakan apa yang terjadi di tengah masyarakat. Dakwah juga diartikan sempit sehingga dakwah seolah hanya masalah agama saja.

Kegiatan workshop ini ditutup oleh Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa. Dalam sambutannya, Khofifah mengajak kepada seluruh kader Muslimat untuk teris istiqomah di jalan dakwah, pendiidkan, dan lain-lain. Kompleksitas problem masyarakat dan anak zaman sekarang juga menuntut model dakwah yang harus terus diperbarui. (Fathoni)

Kawit An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Quote Kawit An Nur Slawi

Di Jakarta Demo 299, Kiai Maruf Amin Hadiri Panen Raya Jagung dì Lamongan

Jakarta, Kawit An Nur Slawi - Beberapa hari terakhir santer pemberitaan terkait rencana aksi sebagian kecil umat Islam yang mengklaim diri sebagai alumni aksi 212. Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Maruf Amin adalah salah satu pihak yang menilai bahwa aksi-aksi tersebut justru berpotensi menciptakan kegaduhan.

Jumat yang bertepatan dengan aksi 299, Rais Aam PBNU yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini alih-alih memberikan atensi terkait aksi, justru memilih mengikuti Panen Raya Jagung Musim Kemarau 2017 di Desa Kendali Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan.

Di Jakarta Demo 299, Kiai Maruf Amin Hadiri Panen Raya Jagung dì Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Jakarta Demo 299, Kiai Maruf Amin Hadiri Panen Raya Jagung dì Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Jakarta Demo 299, Kiai Maruf Amin Hadiri Panen Raya Jagung dì Lamongan

Menempuh medan yang tak selalu mulus, cicit Syekh Nawawi Al-Bantani ini membiarkan tangan halusnya tergores tajamnya daun dan batang jagung.

Kawit An Nur Slawi

Kiai Maruf mengapresiasi langkah Pemkab Lamongan, Asosiasi Tani Nelayan Andalan, juga Asosiasi Petani Jagung Indonesia bersama-sama para petani di Lamongan yang mampu meningkatkan hasil jagung mereka hingga 300 persen bila dibandingkan masa panen sebelumnya.

Inisiatif demikian, tambahnya, lebih mulia ketimbang aksi-aksi yang justru berpotensi memicu kegaduhan. (Red Alhafiz K)

Kawit An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Amalan, Makam Kawit An Nur Slawi

Senin, 24 Juli 2017

Gandeng LPM STAINU, Omah Aksoro Gelar Malam Apresiasi Seni

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Komunitas Omah Aksoro bekerja sama dengan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) “Pijar” Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta akan menggelar malam apresiasi seni di Taman Amir Hamzah (depan kampus STAINU Jakarta), Jakarta Pusat, Rabu (23/12) mendatang. Kegiatan ini mengambil tema ‘Rabun Sastra, Buta Sejarah’. Acara akan menampilkan berbagai penampilan kreasi seni.

Penanggung jawab kegiatan, Bayu Radik mengatakan, bentuk-bentuk penampilan yang akan dipentaskan diantaranya musikalisasi puisi, pembacaan cerita pendek, dan akustik, baik karya sendiri maupun karya orang lain.

Gandeng LPM STAINU, Omah Aksoro Gelar Malam Apresiasi Seni (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng LPM STAINU, Omah Aksoro Gelar Malam Apresiasi Seni (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng LPM STAINU, Omah Aksoro Gelar Malam Apresiasi Seni

“Tidak ketinggalan juga, dibuka penampilan stand up comedy,” tuturnya.

Kawit An Nur Slawi

Bayu menambahkan, dalam kegiatan yang terbuka untuk umum ini, tidak hanya diikuti oleh keluarga Omah Aksoro maupun mahasiswa STAINU Jakarta dan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, tetapi juga para mahasiswa dari berbagai kampus.

Kawit An Nur Slawi

“Bahkan sampai ini sudah ada yang mendaftar dari kampus lain untuk pentas panggung,” tambah mahasiswa semester 7 STAINU Jakarta ini.

Bagi yang ingin meramaikan, imbuhnya, baik sekadar mengikuti kegiatan ataupun menampilkan bakatnya, dipersilakan datang ke lokasi. “Acara ini gratis untuk siapapun,” pungkasnya.

Omah Aksoro adalah wadah pegiat diskusi yang dibentuk lingkaran anak muda STAINU Jakarta baik mahasiswa, alumni dan civitas akademik. Setiap Kamis, ba’da maghrib, Omah Aksoro rutin melaksanakan kegiatan yang diberi nama Tadarus Buku. (Faridur Rohman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Santri, Hikmah Kawit An Nur Slawi

Rabu, 19 Juli 2017

Pakaian Hasil Laundry yang Suci untuk Shalat

Assalamualaikum wr. wb. Segenap pengurus NU yang saya hormati, bagaimana status pakaian yang dicuci di laundry? Apakah pakaian tersebut suci dan boleh digunakan untuk shalat atau tidak suci dan tidak boleh digunakan untuk shalat?

Cara mencuci pakaian di laundry menggunakan air yang sedikit dan tidak mengalir, sehingga mungkin saja najis yang ada pada satu pakaian bisa menyebar ke pakaian yang lain. Bagaimana status mencuci pakaian di laundry ini, apakah suci atau tidak? Kami tunggujawabannya. Terima kasih atas perhatiannya. Wassalamualaikum wr.wb. (Dika Darojat)

?

Pakaian Hasil Laundry yang Suci untuk Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pakaian Hasil Laundry yang Suci untuk Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pakaian Hasil Laundry yang Suci untuk Shalat

Wa’aalaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

Saudara Dika Darojat yang mudah-mudahan selalu dalam naungan ridha dan kasih sayang Allah, Bisnis yang bergerak di bidang pelayanan jasa akhir-akhir ini cukup memikat hati masyarakat. Banyak diantara mereka yang berinvestasi dalam bidang jasa terutama dikota-kota besar tak terkecuali jasa laudry (pencucian baju). Fenomena ini tentunya cukup menggembirakan roda perekonomian bangsa kita yang sedang giat-giatnya mengembangkan sektor usaha kecil dan menengah bagi warganya.

Jasa pencucian baju (laundry) sebagaimana pertanyaan saudara Dika Darojat juga perlu mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Namun yang lebih penting dari itu adalah perhatian pelaku bisnis yang tidak lain adalah pengelola laundry atas kesucian dan kebersihan hasil cuciannya demi menjaga eksistensi dan kepercayaan pelanggan atas bisnis yang digelutinya.

Kawit An Nur Slawi

Jadi yang perlu diperhatikan bukan sekedar rapi dan harum. Bersih dan suci, itulah dua standar yang selayaknya diterapkan dalam proses pembersihan dan penyucian dari tiap kotoran dan najis. Suci namun tidak bersih dimata manusia nampak kurang begitu dihargai, seperti pakaian yang lusuh namun suci. Sementara bersih saja tanpa unsur suci dalam pandangan syara’ juga tidak sah untuk melakukan ibadah-ibadah tertentu seperti shalat.

Saudara penanya yang kami hormati. Menanggapi pertanyaan dari saudara, kami perlu membuat perincian sebagai berikut: 1. Apabila pakaian yang dilaundry itu tidak ada yang najis atau terkena najis maka hasil cuciannya suci, tanpa perlu memperhatikan proses perendaman baju (kecuali apabila dalam proses perendaman ada benda najis atau terkena najis dari dalam mesin dan belum sempat dihilangkan serta disucikan).

Kawit An Nur Slawi

2. Apabila pakaian/cucian terdapat najis atau terkena najis maka najis yang ada atau yang melekat harus dihilangkan terlebih dahulu, baru kemudian diadakan proses penyucian. Apabila diperlukan pemisahan antara pakaian yang terkena najis dengan yang tidak, maka hal itu juga sangat baik untuk dilakukan.

Dalam pandangan fiqih terutama madzhab Syafi’i, setelah ‘ainiyah (materi) najis hilang, proses berikutnya yakni penyucian baju atau pakaian yang terkena najis (mutanajjis) seperti pakaian harus memenuhi beberapa kriteria diantaranya adalah adanya aliran air yang menembus dan mengalir ke setiap sisi bekas najis. Dalam kitab Fahul-Qarib dinyatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: Dalam mencuci benda yang terkena najis disyaratkan air mengalir pada benda tersebut (diguyurkan). Hal ini belaku pada air yang sedikit (volume airnya kurang dari +/200 liter), apabila sebaliknya (air ada terlebih dahulu kemudian benda( dalam hal ini pakaian) yang terkena najis dicelupkan ke dalamnya), maka belum dinyatakan suci. Jika air itu banyak, maka tidak disyaratkan aliran air pada benda (pakaian tersebut).

Persyaratan proses penyucian yang demikian, sekali lagi mengacu pada madzhab Syafi’i dan hal ini tentunya lebih mengedepankan kehati-hatian dalam memandang status suci tidaknya hasil cucian. Pendapat dari madzhab lain mungkin saja berbeda dengan yang kami kemukakan.

Saudara Dika yang kami muliakan. Intisari dari jawaban ini sebenarnya lebih mengarahkan agar para pengelola maupun pengguna mesin cuci lebih cermat dan teliti dalam mencuci pakaiannya. Guna lebih memastikan dan meyakinkan status kesucian pakaian yang dicuci, kami menyarankan agar dalam proses pembilasan terakhir sebelum pengeringan, diupayakan ada guyuran air yang mengaliri semua cucian baik melalui, kran, selang air (toler), gayung dan lain sebagainya. Beberapa mesin cuci yang dipakai laudry sekarang juga sudah langsung mengalirkan air bersih dari toler ke pakaian dan lalu ke pembuangan. Maka pastikan menggunakan jasa laundry yang terpercaya dan sesuai dengan kriteria yang telah dijelaskan di atas.

Mudah-mudahan jawaban ini dapat difahami dan diaplikasikan sebaik-baiknya. Amin. Wallahu a’lam. (Maftukhan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Hadits Kawit An Nur Slawi

Soal Dana Desa, Ini Tantangan dan Peluang Nahdliyin

Jakarta, Kawit An Nur Slawi



Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi M Nurdin mengatakan, saat ini pemerintah sudah menggelontorkan dana enam puluh triliun untuk dana desa. Rencananya tahun depan akan menjadi seratus dua puluh triliun.?

“Dana desa tahun depan Pak Presiden menyampaikan menjadi 120 triliun, dari 60 triliun tahun ini. Dua kali lipat. APBN kita 2100 trilun, jadi hampir tiga belas persen ABBN digunakan untuk dana desa,” kata Nurdin saat menjadi narasumber dalam acara Pelatihan Dai-Daiyah Kader NU 2017 pada hari ketiga yang diselenggarakan atas kerjasama LD PBNU dengan Hidmat Muslimat NU di Lantai 8 Gedung PBNU, Rabu (31/5). ? ?

Soal Dana Desa, Ini Tantangan dan Peluang Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Dana Desa, Ini Tantangan dan Peluang Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Dana Desa, Ini Tantangan dan Peluang Nahdliyin

Ia menyebut ini menjadi peluang dan juga sekaligus tantangan bagi Nahdliyin yang mayoritas berada di pedesaan untuk turut serta mengawal dan mengawasi dana tersebut agar bisa bermanfaat secara optimal.?

“Jangan hanya dana desa digunakan semaunya kepada desa. Seratus dua puluh triliun bukan dana yang sedikit,” ucapnya.

Kalau tidak didampingi, kata dia, maka dana ini tidak dapat menciptakan dan bermanfaat yang maksimal, lanjutnya.

Kawit An Nur Slawi

Saat ini, ada sekitar tujuh ribu empat ratus desa di seluruh Indonesia dan delapan puluh persennya memiliki potensi di dalam sektor pertanian. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi Pertandingan Kawit An Nur Slawi

Nabi Musa Ditegur Malaikat Jibril

Seorang wanita dari Bani Israil pernah datang kepada Nabi Musa ‘alaihissalam dan berkata, “Wahai Nabi Allah, aku telah melakukan dosa yang besar, aku telah bertobat kepada Allah SWT. Maka, mohonkanlah kepada Allah agar Dia mengampuni dosa dan menerima tobatku!”

Nabi Musa penasaran dengan dosa besar apa yang telah dilakukan. “Wahai perempuan, apa dosa yang engkau maksud itu?”

Nabi Musa Ditegur Malaikat Jibril (Sumber Gambar : Nu Online)
Nabi Musa Ditegur Malaikat Jibril (Sumber Gambar : Nu Online)

Nabi Musa Ditegur Malaikat Jibril

Perempuan menjawab, “Aku berzina dan melahrkan anak. Setelah lahir anak itu langsung aku bunuh.”

Nabi Musa tidak habis pikir dengan perilaku perempuan itu. “Keluarlah, wahai orang yang bejat (fajirah), supaya tidak turun api dari langit yang dapat membakar kami semua akibat perilakumu!”

Kawit An Nur Slawi

Mendapat respon tersebut, si perempuan pun keluar dengan hati tersayat-sayat.

Kawit An Nur Slawi

Tak selang lama, Malaikat Jibril turun dan memperingatkan Nabi Musa, “Wahai Musa, Tuhan Yang Maha Luhur titip pesan. ‘Apa gerangan engkau mengusir wanita yang bertobat tadi?’ Tahukah engkau keburukan yang lebih parah dari yang dilakukan perempuan itu?’”

“Perbuatan siapa yang lebih parah dari permpuan tadi?” Tanya Nabi Musa.

“Perbuatan orang meninggalkan shalat dengan sengaja,” jawab Jibril.

Cerita tersebut memperingatkan dan menegaskan akan kedudukan shalat bagi umat Islam. Sudah jamak kita dengar hadits: “shalat ialah tiang agama. Barangsiapa menegakkan shalat sama dengan meneguhkan agama, dan barangsiapa meninggalkan shalat sama dengan merobohkan agama itu sendiri”. Selain itu, tidak pantas bagi siapa pun memutus harapan seseorang yang memiliki niat berubah menuju lebih baik. Sebab, kasih sayang dan pengampunan Allah melebihi keburukan-keburukan manusia. (Ali Makhrus)



Cerita diolah dari kitab "Irsyadul Ibad" karya Syeikh Zainuddin bin Abdul Aziz bin Zainuddin Al Malibariy, tt (Surabaya: al-Hidayah)



Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Halaqoh, Nahdlatul Ulama, Tokoh Kawit An Nur Slawi

Penampilan Mbah Arwani, Keseharian Kanjeng Nabi Muhammad SAW

Kudus, Kawit An Nur Slawi. Mbah Arwani satu-satunya kiai di Kudus yang pada masa hayatnya berpenampilan meneladani Nabi Muhammad SAW. Kiai yang alim dalam bidang Al-Qur’an ini, membawa sisir ke mana saja untuk menjaga penampilan dan kerapian.

Penampilan Mbah Arwani, Keseharian Kanjeng Nabi Muhammad SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Penampilan Mbah Arwani, Keseharian Kanjeng Nabi Muhammad SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Penampilan Mbah Arwani, Keseharian Kanjeng Nabi Muhammad SAW

Demikian dikatakan Mustasyar PBNU KH Sya’roni  Ahmadi saat menerangkan sifat dan tabiat Nabi Muhammad SAW kepada jamaah pengajian rutin Tafsir Al-Quran di Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, Jum’at (9/5) pagi.

KH Sya’roni menceritakan, Nabi Muhammad mempunyai rambut panjang tidak lebih sampai telinga, mbah Arwani juga menjaga rambutnya hingga telinga.

Kawit An Nur Slawi

“Seperti juga yang dilakukan kanjeng Nabi,  Mbah Arwani juga selalu membawa sisir untuk merapikan  rambut usai melaksanakan wudhu,” kata KH Sya’roni.

Kawit An Nur Slawi

Mbah Arwani selalu memakai cincin Seloko bukan cincin batu akik seperti yang dipakai kebanyakan orang. Sebab, cincin Nabi yang dipakai juga berupa seloko. “Tidak ada ulama yang bisa meniru prilaku kanjeng nabi kecuali mbah Arwani,”tegas KH Sya’roni.

Mengenang sosok Mbah Arwani,  Pengurus Bidang Media ISNU Kudus Rosidi menuturkan hal yang berbeda. Menurutnya, Mbah Arwani pernah menerima penghargaan “Al-Qoriul Kabir” dari pemerintah Arab Saudi pada tahun 2009.

“Ia menerima gelar itu karena karya tulisnya kitab Faidh al-Barakat fi as-Sabi’a Qira’at.  Mbah Arwani mempunyai tradisi menulis karya yang patut menjadi inspirasi dan teladan bagi santri dan generasi masa kini,” kata Rosidi saat memberi motivasi menulis santri di Madrasah Aliyah NU TBS.

KH Arwani merupakan ayahanda  Rais Syuriyah PCNU Kudus KH Ulil Albab Arwani. Ia lahir pada 15 Rajab 1323 H bertepatan dengan 5 September 1905 M di kampung Kerjasan Kota Kudus Jawa Tengah. iamendirikan pesantren Yanbu’ul Qur’an.

Pada 1 Oktober 1994 M, Mbah Arwani Wafat dalam usia 92 tahun (dalam hitungan Hijriyah) dan dikebumikan di kompleks pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus. Hingga kini makamnya selalu ramai diziarahi para santri dan masyarakat Kudus dan sekitarnya. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Doa Kawit An Nur Slawi

Senin, 17 Juli 2017

Pesantren Solusi Tepat Jauhkan Paham Radikal

Purworejo, Kawit An Nur Slawi. Sebagai sebuah lembaga pendidikan tertua di Nusantara, Pondok Pesantren merupakan tempat yang tepat untuk mendidik generasi muda bangsa agar jauh dari ideologi radikal yang marak dewasa ini.?

Pesantren Solusi Tepat Jauhkan Paham Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Solusi Tepat Jauhkan Paham Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Solusi Tepat Jauhkan Paham Radikal

Demikian disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo KH. Achmad Chalwani dalam Khataman Akhirussanah dan Haul Muassis (Pendiri) pesantren tersebut, Jumat (12/5) malam.

"Kalau putra-putri kita tidak dimasukkan pesantren, akan sangat rentan karena sekarang banyak ancaman paham radikal," ungkapnya di depan ribuan hadirin yang memadati Halaman Gedung Pendidikan pesantren setempat.

Wakil Syuriyah PWNU Jawa Tengah tersebut juga mengungkapkan pendapat tokoh-tokoh nasional tentang sistem pendidikan pesantren. Diantaranya, mengutip Douwes Dekker yang mengatakan bahwa kalau tidak ada kiai dan pesantren, patriotisme Indonesia sudah hancur berantakan.

"Ini yang bicara orang yang tak mengenyam pendidikan pesantren. Kalau saya yang bicara atau para kiai pimpinan pesantren, tentu dituduh hanya promosi pesantren," tegasnya.

Kawit An Nur Slawi

Tokoh pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara atau Suwardi Suryaningrat, lanjut Kiai Chalwani, juga mengomentari pesantren. "Pendidikann yang paling berhasil adalah pendidikan dengan sistem pesantren, karena di pesantren semua lingkungannya mendukung," katanya, menirukan Bapak Pendidikan Nasional.

Terakhir, Kiai Chalwani mengutip pendapat Dr Sudjatmoko tokoh pendidikan Internasional, yang juga mantan rektor Untiversitas Perserikatan Bangsa-Bangsa, Tokyo, Jepang.?

"Pada zaman akhir ini, pendidikan yang paling baik adalah pondok pesantren, dengan catatan memakai manajemen modern," ungkap Mursyid Thoriqah Qadiriyyah/Naqsyabandiyyah Berjan Purworejo, mengutip pendapat Dr Soedjatmoko.

Kawit An Nur Slawi

Di hadapan ribuan santri, alumni, wali santri dan ikhwan thariqah, Kiai Chalwani meminta restu doa hadirin agar para santri menjadi manusia yang berilmu dan bermanfaat ditengah-tengah masyarakat.?

Perkembangan dan pertumbuhan pesantren An-Nawawi, aku Kiai Chalwani, yang ketika ditinggal wafat ayahandaya memiliki 300 santri dan kini telah mencapai 2000 lebih, tak lepas dari doa masyarakat dan para ulama, diantaranya berkah doa KH. Mahrus Ali (alm) Lirboyo, yang diamini KH Abdul Haq Watucongol, KH. Asnawi Jamsaren, KH. Imron Hamzah, Kiai Maksum Punduh, KH. Abdul Hamid Kajoran, KH. Sulaiman Sindurjan, dll ketika dulu hadir di pernikahan Kiai Chalwani.

Acara rutin tahunan ini berjalan mulai dari pukul 07.00 sampai pukul 24.00 WIB, yang diawali dengan khataman santri dan dilanjutkan seremonial yang berisi sambutan-sambutan. Adapun pengajian umum beserta doa disampaikan oleh KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Diantara ribuan jamaah, tampak hadir dalam acara tersebut para ulama dari berbagai daerah, tokoh masyarakat dan pejabat pemerintah. (Ahmad Naufa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Pemurnian Aqidah, Olahraga Kawit An Nur Slawi

Minggu, 16 Juli 2017

Kang Said Dukung Deklarasi Pimpinan Pusat KMNU

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Presidium Nasional Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (Presnas KMNU) menemui Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj di ruang kerjanya di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (4/3). Mereka memberitahukan perihal deklarasi pembentukan Presnas KMNU sesuai amanah Munas KMNU di Yogyakarta akhir Januari lalu.

Kang Said Dukung Deklarasi Pimpinan Pusat KMNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Dukung Deklarasi Pimpinan Pusat KMNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Dukung Deklarasi Pimpinan Pusat KMNU

Mereka juga melaporkan beberapa rencana program kerja KMNU Nasional pada periode kepengurusan tahun ini termasuk agenda “Pekan Ilmiah Nasional KMNU”.

"KMNU harus mampu menjadi motor penggerak dakwah NU di kampus-kampus," pesan Kang Said dalam pertemuan tersebut.

Kawit An Nur Slawi

Hal senada dikatakan Wasekjend PBNU Bidang perguruan Tinggi Hanif Saha Ghofur. Bagi Hanif, KMNU harus memiliki gebrakan baru dalam mengawal dakwah NU di kampus-kampus.

Kawit An Nur Slawi

“KMNU juga mesti berpartisipasi dalam Muktamar NU pada Agustus mendatang di Jombang. Hal ini perlu untuk menjadikan KMNU Nasional semakin mantap dalam melangkah menghadapi tantangan ke depan,” kata Hanif.

Pertemuan silaturahmi ini diwakili oleh tiga dari lima Presnas KMNU. Mereka terdiri atas Presnas 1 M Zimamul Adli (KMNU IPB), Presnas 3 Abdulloh Rifqi Jauhari (IMAN STAN), dan Presnas 5 Abdurrahman Sidiq (KMNU UPI). (Afifah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Hadits, Aswaja, Hikmah Kawit An Nur Slawi

Jumat, 14 Juli 2017

Puluhan Grup Hadrah Ramaikan Malam Raya Kolosal Lesbumi NU Ceper

Klaten, Kawit An Nur Slawi. Menyambut malam Idul Adha, puluhan grup hadrah menyemarakkan kegiatan Takbir Kolosal yang diselenggarakan Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) MWCNU Ceper di Batur Ceper Klaten, Rabu (23/9).

Puluhan Grup Hadrah Ramaikan Malam Raya Kolosal Lesbumi NU Ceper (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Grup Hadrah Ramaikan Malam Raya Kolosal Lesbumi NU Ceper (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Grup Hadrah Ramaikan Malam Raya Kolosal Lesbumi NU Ceper

Menurut Sekretaris MWCNU Ceper Sriyanto, acara tahunan yang sudah berjalan ke-8 kalinya ini melibatkan 40 grup hadrah dan 850 personil.

“Kegiatan ini untuk silaturahmi ranting NU di kecamatan Ceper, sekaligus juga untuk nguri-uri (menghidupkan) kebudayaan ala Aswaja,” kata Sriyanto di sela-sela acara Takbir Kolosal.

Kawit An Nur Slawi

Acara dibuka dengan sambutan dari Camat Ceper dan Ketua MWCNU Ceper H Ahmad Zaeni. Zaeni mengatakan, sebetulnya di kecamatan Ceper terdapat ratusan grup hadrah, namun kali ini hanya 40-an grup yang diundang, mengingat keterbatasan tempat.

Sementara itu, Ketua PCNU Klaten H Mujiburrahman memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. “Kita harus bangga menjadi warga NU, yang selalu ikut untuk menjaga kelestarian budaya,” tukasnya.

Kawit An Nur Slawi

Di akhir acara, para peserta dan pengunjung mendengarkan ceramah dari Rais Syuriyah PCNU Klaten KH Mukhlis Hudaf. Di tengah ceramah, kiai juga membagikan sejumlah door prize kepada para pengunjung yang dapat menjawab pertanyaan yang ia ajukan. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Habib, Bahtsul Masail, Doa Kawit An Nur Slawi

Kamis, 13 Juli 2017

Pelatihan Menulis Itu Penting, Praktik Lebih Penting

Banyumas, Kawit An Nur Slawi?

Lima puluhan kader muda NU Banyumas yang tergabung dalam komunitas Critical Community Forum mengadakan diskusi sekaligus pelatihan jurnalistik.

Pelatihan Menulis Itu Penting, Praktik Lebih Penting (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelatihan Menulis Itu Penting, Praktik Lebih Penting (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelatihan Menulis Itu Penting, Praktik Lebih Penting

Kegiatan berlangsung di Padepokan Gatra Mandiri Jl.Tentara pelajar no 1 Desa Pamijen Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas Senin (15/5) tersebut menghadirkan narasumber Okky Tirto (dosen UNUSIA) dan Amsar A. Dulmanan (Kornas FK-GMNU).?

Amsar A.Dulmanan menyampaikan, menulis dimulai dengan kebiasaan, jika dilanjutkan dengan terus-menerus berlatih, lama-lama akan menjadi terbiasa.?

"Biasakan menulis dulu, nanti lama-lama terbiasa dari terbiasa terus jadi bisa," katanya.

Kecenderungan jenis tulisan, akan terbentuk dengan kebiasaan. "Pelatihan menulis seperti ini penting tapi, praktik sendiri juga lebih penting," lanjutnya.?

Kawit An Nur Slawi

Sedangkan Okky Tirto menyampaikan, kalau ingin bisa menulis harus fokus dan memperbanyak membaca.?

"Fokuskan menulis, jangan banyak memikirkan hal lain," katanya sembari mengatakan, membaca juga penting untuk memperkaya kosa kata tulisan. (Kifayatul Akhyar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi Syariah, Khutbah, Habib Kawit An Nur Slawi

Peringati Harlah, Pelajar NU Kraksaan Sosialisasikan Hasil Kongres IPNU

Probolinggo, Kawit An Nur Slawi - Pimpinan Cabang IPNU Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo memperingati Hari Lahir (Harlah) Ke-62 IPNU di Aula Kantor PCNU Kota Kraksaan di Jalan KH Abdurrahman Wahid Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan, Sabtu (27/2). Pada kesempatan ini mereka menyosialisasikan hasil Kongres IPNU di Boyolali beberapa bulan lalu.

Kegiatan ini diikuti oleh 200 kader di antaranya PK IPNU Pesantren Nurul Jadid Paiton, PK IPNU Pesantren Darullughah wal Karomah, PK IPNU Pesantren Zainul Hasan, dan 6 Pimpinan Anak Cabang serta 25 orang alumni IPNU Kota Kraksaan.

Peringati Harlah, Pelajar NU Kraksaan Sosialisasikan Hasil Kongres IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah, Pelajar NU Kraksaan Sosialisasikan Hasil Kongres IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah, Pelajar NU Kraksaan Sosialisasikan Hasil Kongres IPNU

Peringatan ini disemarakkan dengan istighotsah dan diakhiri dengan pemotongan nasi tumpeng dan makan nasi tumpeng bersama. Tampak hadir Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A Suja’i dan Ketua IPNU Kota Kraksaan Masrur Ghazali.

Kawit An Nur Slawi

H Nasrullah meminta para kader untuk selalu memperkuat aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Sebab saat ini sudah banyak paham-paham baru yang bertentangan dengan Aswaja.

“Para kader harus senantiasa memperkuat Aswaja di tengah maraknya paham lain di luar NU. Hal itu sangat penting sebagai benteng agar kader NU tetap berpegang teguh kepada aqidah Aswaja,” katanya.

Sementara Wakil Ketua IPNU Kota Kraksaan Khairul Imam mengungkapkan, peringatan Harlah Ke-62 IPNU ini bertujuan untuk memperkuat silaturahmi antara kader dan alumni supaya ikatan keduanya semakin erat.

Kawit An Nur Slawi

“Semoga melalui kegiatan ini para kader IPNU tidak melupakan sejarah berdiri dan perjuangan IPNU. Dengan demikian akan menambah semangat dan motivasi dalam menjalankan roda organisasi sebagai wadah untuk menampung aspirasi pelajar,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Warta, Olahraga Kawit An Nur Slawi

Selasa, 11 Juli 2017

Mengapa Hari Santri? Ini Penjelasan Agus Sunyoto

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Sejarawan NU, KH Agus Sunyoto menegaskan, bahwa kaum santri merupakan representasi bangsa pribumi dari kalangan pesantren yang sangat berjasa membawa bangsa ini menegakkan kemerdekaan melalui Resolusi Jihad 22 Oktober yang dicetuskan oleh KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU. Dia juga menerangkan, istilah santri memang asli dari Indonesia, berbeda dengan istilah siswa yang berasal dari Belanda.

Mengapa Hari Santri? Ini Penjelasan Agus Sunyoto (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengapa Hari Santri? Ini Penjelasan Agus Sunyoto (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengapa Hari Santri? Ini Penjelasan Agus Sunyoto

Jika dirunut sejarahnya, kata Ketua PP Lesbumi NU ini, awalnya Indonesia dianggap negara boneka Jepang oleh Negara sekutu karena kemerdekaannya dinilai pemberian dari Nippon ini. Hal ini bisa dijelaskan, menjelang proklamasi kemerdekaan Indonesia, Soekarno dan Hatta menyambangi Jepang untuk bertemu dengan Kaisar.

“Rapat besar di Lapangan Ikada juga dijaga ketat oleh tentara Jepang. Belum lagi naskah teks Proklamasi yang diketik oleh orang berkebangsaan Jepang, Laksamana Meida,” terang Agus saat berkunjung ke Redaksi Kawit An Nur Slawi, Rabu (14/10) di Jakarta.

Kawit An Nur Slawi

Setelah Jepang kalah perang dengan Tentara sekutu atau NICA, lanjutnya, mereka berusaha kembali menjajah Indonesia dalam agresi militer kedua. Agus menjelaskan, ternyata tentara NICA dikagetkan oleh perlawanan orang-orang pribumi dari kalangan santri.?

Kawit An Nur Slawi

“Dari sinilah mereka berpikir, bahwa kemerdekaan Indonesia bukan karena pemberian dari bangsa Jepang, melainkan betul-betul didukung oleh seluruh rakyat Indonesia,” jelas penulis buku Atlas Wali Songo ini.

Sebab itu, menurut Agus, penetapan Hari Santri Nasional bukan hanya sebagai agenda kepentingan kelompok tertentu, tetapi untuk kepentingan seluruh bangsa Indonesia yang ketika itu digerakkan oleh Resolusi Jihad, yakni fatwa jihad KH Hasyim Asy’ari yang menyatakan bahwa membela tanah air dari penjajah hukumnya fardlu’ain atau wajib bagi setiap individu.

Dalam hal ini, Presiden Jokowi sendiri telah menyetujui untuk menetapkan tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional melalui Keppres yang akan diterbitkan. Bahkan menurut informasi yang telah diberitakan, Jokowi akan menggelar acara yang cukup besar di Jakarta untuk menyambut Hari Santri ini. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Halaqoh Kawit An Nur Slawi

Senin, 10 Juli 2017

Puluhan Siswa BLK Lotim Praktik Kerja di Hotel NTB

Lombok, Kawit An Nur Slawi. Sebanyak 33 peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) perhotelan jurusan Front Office di Balai Latihan Kerja Lombok Timur (BLK Lotim) menjalani uji praktik sebagai resepsionis.

Praktik yang dipandu oleh Yophie Susanto dan Ayu Widyaningsih selaku instruktur BLK Lotim ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa untuk menjalani on the job training langsung di beberapa hotel kawasan Nusa Tenggara Barat. 



Puluhan Siswa BLK Lotim Praktik Kerja di Hotel NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Siswa BLK Lotim Praktik Kerja di Hotel NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Siswa BLK Lotim Praktik Kerja di Hotel NTB



”Ini semua untuk membiasakan siswa saat mereka nanti terjun di dunia kerja, yakni di industri perhotelan,” ujar Ayu di BLK Lotim, Senin (12/2).

Ayu mengungkapkan, front office merupakan bagian kantor hotel yang melaksanakan semua urusan pendaftaran dan penempatan kamar untuk tamu, pemesanan kamar, pembayaran rekening, dan bertindak sebagai sumber informasi kepada para tamu.

Kawit An Nur Slawi





Oleh karena itu, seorang front office harus mampu mampu berkerja dan bertanggungjawab kepada front office manager secara profesional. 

Kawit An Nur Slawi

"Mengingat begitu tertatanya sistem kerja di front office suatu hotel, maka kemampuan berkomunikasi antarpersonal menjadi salah satu tolok ukur bagaimana kinerja sebuah hotel dalam menyambut tamu yang akan check in maupun check out," katanya.

Oleh karena itu, lanjut Ayu, peserta didik harus mampu berkomunikasi dengan baik. Para siswa juga diajarkan bagaimana mengisi aplikasi room reservation yang benar sesuai dengan standar industri.

"Jadi aplikasi yang tersaji di dalam formulir itu juga menggunakan bahasa Inggris," imbuh Ayu.

Untuk diketahui, BLK Lotim melakukan peningkatan akses dan mutu pelatihan kerja untuk mememenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor industri pariwisata. Hal ini sejalan dengan diresmikannya Kuta Mandalalika sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. (Red: Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Meme Islam, Kajian Sunnah Kawit An Nur Slawi

Jumat, 07 Juli 2017

Santri Hidayatul Mubtadi-en Ngunut Belajar Membuat Film

Tulungagung, Kawit An Nur Slawi. Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-en (PPHM) Asrama Sunan Kalijaga, Ngunut Tulungagung Jawa Timur KH Muhson Hamdani mengungkapkan santri pondok pesantren ikut berkompetesi dalam penggunaan dan pemanfaatan media film, sebab sangat efektif dalam menangkal gerakan radikalis.

Hal tersebut dikemukakan Kiai Muhson saat pembukaan Pelatihan Pembuatan Film yang digelar Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU), bekerja sama dengan SMK Islam dan PPHM Asrama Sunan Kalijaga, Rabu (27/9). 

Santri Hidayatul Mubtadi-en Ngunut Belajar Membuat Film (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Hidayatul Mubtadi-en Ngunut Belajar Membuat Film (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Hidayatul Mubtadi-en Ngunut Belajar Membuat Film

“Santri tidak hanya berkutat dalam urusan kitab kuning saja,” ujarnya.

Bagi PPHM  pembuatan film merupakan hal yang baru, dan sangat penting untuk diikuti para santri.

Kawit An Nur Slawi

“Sebab saat ini salah satu kelemahan kaum santri di kalangan pesantren yaitu masih tertinggal dalam hal ekspose mengekspose konten-konten aswaja lewat media cetak maupun elektronik,” jelasnya. 

Pelatihan pembuatan film mendatangkan tiga orang mentor dari Lembaga Tumbuh Sinema Rakyat Magelang, Jawa Tengah. Diikuti 16 peserta perwakilan santri, pengurus pondok, serta Guru SMK Islam Sunan Kalijaga, pelatihan akan berlangusng hingga 1 Oktober mendatang.

“Harapan saya, meskipun kegiatan ini diadakan oleh LKNU yang bertujuan menyiapkan kader-kader muda pesantren untuk ikut aktif mensosialisikan pencegahan penyakit tuberkulosis (TB) melalui film, nantinya peserta juga dapat mengembangkan ilmunya agar dapat ikut andil dalam hal syiar Islam ala ahlussunah wal jamaah melalui media film,” ungkap kiai yang juga Direktur ASWAJA  Center Kabupaten Tulungagung tersebut.

Koordinator Pogram Kesahatan LKNU Jawa Timur untuk wilayah Kediri Raya dan Tulungagung, Nisywatus Syarifah,  menyatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut  dari program Community Empowerment of People Against Tuberculosis (CEPAT) yang digagas LKNU untuk pencegahan dan penanganan tuberkulosis. 

Sementara, Koordinator mentor dari Lembaga Tumbuh Sinema Rakyat, Aditya Wahyu Wardana menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan materi untuk pembinaan peserta. 

Kawit An Nur Slawi

“Peserta akan kita berikan materi penyutradaraan, penulisan skenario hingga nantinya akan kita dampingi untuk langsung praktik membuat karya film,” kata Aditya. (Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Habib, Internasional, Halaqoh Kawit An Nur Slawi

Senin, 03 Juli 2017

Catatan Habib Mudzir Ketika Mimpi Bertemu Rasulullah

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Umat Islam di Indonesia berduka dengan meninggalnya pimpinan Majelis Rasulullah, Habib Mudzir Al Musawwa, yang terjatuh di kamar mandi dan kemudian di bawa ke RSCM, Ahad (15/9).

Jauh sebelumnya, Habib Mudzir telah menuliskan di blognya, http://majeliskecil.wordpress.com/ tentang kerinduan dan mimpinya bertemu dengan Rasulullah, dan ramalan umurnya yang tidak akan melebihi 40 tahun.? Berikut kutipan selengkapnya.? ?

Catatan Habib Mudzir Ketika Mimpi Bertemu Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Catatan Habib Mudzir Ketika Mimpi Bertemu Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Catatan Habib Mudzir Ketika Mimpi Bertemu Rasulullah

"Malam ini aku tersandar di pembaringan dan terpaku bertafakkur…, airmata terus mengalir, alangkah lemahnya hamba ini menghadapi gelombak ombak…

Kawit An Nur Slawi

Dihadapanku acara esok malam di Monas, sedangkan acara malam minggu membuat dadaku pecah, ketika sakit di kepala belakangku kambuh, dan sakitnya terasa seluruh urat panas membara sampai ke kuku dan tulang… dan puncak sakitnya adalah di kepala bagian belakang…

Malam Minggu biasanya kutemui 15-20 ribu Muslimin, namun tubuh yang sudah rapuh ini terus merangkak menuju majelis yang kukira akan menemui jamaah yang lebih banyak..

Kawit An Nur Slawi

Ternyata yang kutemui hanya sekitar 300 orang saja, serasa meledak dadaku karena sedih dan menahan sakit, ingin rasanya kujatuhkan tubuhku dipanggung dan terserah apa yang akan terjadi..

Dengan tubuh yang terus menahan sakit aku bertahan, mataku nanar dan panas, wajah dan telinga serasa menjadi tebal bagai ditampar berkali kali.. keluhan sakit adalah sebab peradangan otak yang terus menjadi jadi

Aku terus menoleh ke kiri dan kanan, berharap para kekasihku datang berbondong bondong meramaikan acara, namun hanya beberapa puluh saja duduk di shaf, dan sisanya belasan orang berdiri di sekitar panggung…, gelombang jamaah tidak tiba juga, tak lama tiba konvoi pun mungkin hanya 50 orang saja

Aku terhenyak, kepalaku semakin sakit, seluruh tubuhku seakan berteriak kesakitan tak kuasa menahan sakitnya.. Allah.. Allah,..Allah… wahai tubuh penuh dosa kau harus bertahan…

Ceramah selesai,, acara ditutup, aku melangkah ke mobil dengan lemah dan ingin kuteriakkan pada semua orang jangan satupun menyentuh kulitku karena sangat terasa sakitnya.. namun aku harus menerima nasibku untuk dikerubuti, mereka datang dan setia padaku.., mereka orang orang berjiwa Muhammad saw, aku tak boleh kecewakan mereka

Aku membatin memandangi jumlah yang sangat sedikit dihadapan panggung besar dan lapangan bola ini……….. 12 tahun aku berdakwah, inilah hasil dakwahku, sisanya adalah buih di lautan..

Sampai di markas kurebahkan tubuh penuh derita dengan hati yang hancur, ketika mata hampir terlelap maka aku terhentak bagai dibentak syaitan, esok malam acara Monas, bagaimana nasibmu Munzir….!, adakah akan seperti ini ini…?, hujan akan turun dan kau terpaku kecewa dihadapan guru mulia..?

Aku bagai tersengat stroom tegangan tinggi, menangis sekeras kerasnya… sakit dikepalaku sudah tak tertahan, jika kuhantamkan kepala ini ke tembok hingga kepala ini hancur tidak akan terasa sakitnya karena sudah dikalahkan oleh sakit yang jauh lebih berat..

Tubuhku gemetar, lalu aku berkata : Ainiy, bantu aku membuka jubah dan sorbanku dan gamisku, bantu aku rebah, ini sudah larut malam, makanan apa yg ada Ainiy?, saya lapar, dan perlu makan sedikit untuk makan obat, ia berkata : jam segini wahai habib sudah tidak ada apa-apa, banyak restoran padang dan penjual makanan masih tutup pula karena liburan panjang..,

Baiklah, buatkan Indomie saja, sekedar pengganjal untuk makan obat..

Prof sudah mengatakan, jika sakit di kepala tak mau hilang denan obat penahan sakit yang saya berikan, habib harus segera ke RSCM untuk suntik otak…

Berkali-kali memang ia menembuskan jarum sepanjang hampir 15cm itu kedalam otakku sedalam dalamnya.. ah,,, tidak ada waktu untuk opname.. aku harus bertahan…

Dihadapanku acara Monas, pasrah pada Allah.. lalu saat mata hampir terpejam pikiranku dihentakkan lagi dengan beban berikutnya, 12 Rabiul Awal pada 26 Februari…., bulan depan…!!!, lalu kedatangan guru mulia pada sekitar Maret….!!, mestilah ada acara akbar pula..!, lalu 27 Rajab Isra Mikraj..!, lalu Nisfu Sya;ban..!!, lalu badr pada pertengahan Ramadhan..!!, lalu habisnya massa kontrak markas MR di bulan Juni…

Aku teringat mimpiku beberapa minggu yang lalu, aku berdiri dengan pakaian lusuh bagai kulit yang bekerja sepanjang hari, dihadapanku Rasulullah saw berdiri di pintu kemah besar dan megah, seraya bersabda : “Semua orang tak tega melihat kau kelelahan wahai Munzir, aku lebih tak tega lagi…, kembalilah padaku, masuklah ke dalam kemahku dan istirahatlah…

Ku jenguk dalam kemah mewah itu ada guru mulia, seraya berkata: kalau aku bisa keluar dan masuk ke sini kapan saja, tapi engkau wahai Munzir jika masuk kemah ini kau tak akan kembali ke dunia..

Maka Rasul saw terus mengajakku masuk, “masuklah.. kau sudah kelelahan.., kau tak punya rumah di dunia (memang saya hingga saat ini masih belum punya rumah), tak ada rumah untukmu di dunia, karena rumahmu adalah disini bersamaku.., serumah denganku.., seatap dengan ku…, makan dan minum bersamaku .. masuklah,,,

Lalu aku berkata: lalu bagaimana dengan Fatah Jakarta? (Fatah tegaknya panji kedamaian Rasul saw), maka beberapa orang menjawab dibelakangku : wafatmu akan membangkitkan ribuan hati untuk meneruskan cita citamu,..!!, masuklah,,,!

Lalu malaikat Izrail as menggenggamku dari belakang, ia memegang dua pundakku, terasa seluruh uratku sudah digenggamannya, seraya berkata: mari… kuantar kau masuk.. mari…

Maka kutepis tangannya, dan aku berkata, saya masih mau membantu guru mulia saya…, maka Rasul Saw memerintahkan Izrail as untuk melepaskanku..

Aku terbangun…

Semalam ketika aku rebah dalam kegelapan kulihat dua tamu bertubuh cahaya, namun wajahnya tidak berbentuk kecuali hanya cahaya, ia memperkenalkan bahwa ia adalah Izrail as..

Kukatakan padanya: belum… belum.. aku masih ingin bakti pada guru muliaku.. pergilah dulu, maka ia pun menghilang raib begitu saja.

Tahun 1993 aku bermimpi berlutut dikaki Rasul saw, menangis rindu tak kuat untuk ingin jumpa, maka Sang Nabi saw menepuk pundakku… tenang dan sabarlah..sebelum usiamu mencapai 40 tahun kau sudah kumpul bersamaku”

Usia saya kini 37 tahuh pada 23 Februari 1973, dan usia saya 38 tahun pada 19 Muharram ini.

Peradangan otak ini adalah penyakit terakhirku, aku senang wafat dengan penyakit ini, karena Rasul saw beberapa bulan sebelum wafatnya terus mengeluhkan sakit kepala..

Salam rinduku untuk kalian semua jamaah Majelis Rasulullah saw kelak, jika terjadi sesuatu padaku maka teruskan perjuanganku.. ampuni kesalahanku.., kita akan jumpa kelak dengan perjumpaan yang abadi..

Amiin..

Kalau usiaku ditakdirkan lebih maka kita terus berjuang semampunya, tapi mohon jangan siksa hari hariku.. hanya itu yang kuminta..

Semoga Allah panjangkan umur beliau untuk berdakwah di jalan Allah dan Rasulullah. Amin."(mukafi niam)

Foto: Pelitaonline

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Kajian Sunnah, AlaNu, Aswaja Kawit An Nur Slawi

Minggu, 02 Juli 2017

95 Persen Situs Berusia 1000 Tahun telah Dihancurkan

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Para pecinta warisan sejarah Islam dan sebagian warga lokal Saudi Arabia terkejut dengan banyaknya warisan sejarah di Makkah dan Madinah yang telah dibuldoser, diantaranya untuk membuat pusat perbelanjaan yang megah, hotel mewah dan gedung pencakar langit. Berdasarkan estimasi Gulf Institute 95 persen bangunan yang berumur 1,000 tahun telah dihancurkan dalam 20 tahun terakhir.

Di Masjidil Haram Makkah, tempat paling suci bagi umat Islam dimana seluruh umat Islam diperlakukan sederajat, sekarang dibayangi oleh Jabal Omar, sebuah komplek pengembangan apartemen pencakar langit, hotel dan sebuah menara jam yang sangat besar.

95 Persen Situs Berusia 1000 Tahun telah Dihancurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
95 Persen Situs Berusia 1000 Tahun telah Dihancurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

95 Persen Situs Berusia 1000 Tahun telah Dihancurkan

Untuk membangunnya, pemerintah Saudi menghancurkan benteng Ajyad yang ada sejak era Ottonom dan bukit yang ada di sekitarnya. Bangunan bersejarah lain yang hilang meliputi tempat kelahiran Rasulullah, yang sekarang menjadi perpustakaan, dan rumah Khadijah, istri pertama Nabi, yang sekarang menjadi toilet publik sebagaimana dilaporkan oleh The Independent.

Kawit An Nur Slawi

Sampai saat ini, pembangunan di Madinah masih sedikit lebih terkendali dibandingkan di Makkah, meskipun sejumlah situs awal Islam telah hilang. Dari tujuh masjid yang dibangun untuk memperingati perang Khondaq atau perang parit, satu peristiwa yang cukup menentukan dalam sejarah perkembangan Islam, saat ini hanya tersisa dua

Kawit An Nur Slawi

Sepuluh tahun lalu, sebuah masjid cucu Rasulullah dihancurkan dengan dinamit. Gambar penghancuran masjid yang diambl secara rahasia menunjukkan para polisi agama merayakan keruntuhan tempat bersejarah tersebut.

Pengabaian sejarah awal Islam ini merupakan adopsi dari Wahabisme yang menginterpretasikan ajaran Islam secara kaku.

Di sebagian besar negara Muslim, banyak tempat suci dibangun dan kunjungan ke makam merupakan hal yang biasa, tetapi bagi kelompok Wahabi, praktek seperti ini dianggap sesat. Polisi agama di Saudi Arabi melarang peziarah untuk berdoa atau mengunjungi tempat-tempat yang terkait dengan kehidupan Rasulullah dan berusaha menghancurkan situs-situs sejarah tersebut.

Dr Irfan al-Alawi dari Islamic Heritage Research Foundation mengkhawatirkan pembangunan kembali Masjid Nabawi merupakan upaya lebih luas untuk merubah fokus dari tempat Nabi Muhammad dikuburkan. Tempat pemakaman Rasulullah ditutupi dengan kubah hijau yang terkenal dan menjadi pusat dari masjid Nabawi saat ini, tetapi dengan rencana pengembangan baru, lokasi tersebut akan menjadi sisi timur dari bangunan yang akan diperluas delapan kali lipat dengan sebuah mimbar baru bagi imam. Juga terdapat rencana untuk membongkar Raudhah yang bisa diartikan sebagai taman surga, sebuah lokasi sempit di tengah-tengah masjid, yang oleh nabi sendiri dikatakan memiliki keistemewaan untuk berdoa. ?

“Mereka beralasan untuk membuat ruangan yang lebih besar dan menciptakan 20 ruangan yang akan menampung 1.6 juta jamaah,” kata Alawi. “Hal ini adalah nonsense, apa yang sebenarnya mereka inginkan adalah mengganti fokus dari tempat dimana Rasulullah dikuburkan,” katanya.

Sebuah pamflet yang dipublikasikan pada tahun 2007 oleh kementerian Hubungan Keislaman dan didukung oleh Grand Mufti Saudi Arabia, Abdulaziz al Sheikh, meminta kubah nabi diruntuhkan dan makam Nabi Muhammad, Abu Bakar dan Umar diratakan dengan tanah. Sheikh Ibn al-Uthaymeen, satu dari ulama terkenal Wahabi juga meminta hal yang sama.

Alawi mengkritisi kediaman umat Islam atas penghancuran Mekkah dan Madinah. Umat Islam dinilainya lebih peka terhadap film yang yang menghina nabi Muhammad, tetapi penghancuran tempat kelahiran nabi Muhammad, tempat dimana dia berdoa dan mengembangkan Islam dibiarkan berlanjut tanpa halangan.

Kerajaan Saudi merasa hanya mereka sendiri yang memiliki otoritas atas apa yang terjadi pada peninggalan awal sejarah Islam. Meskipun mereka telah mengeluarkan milyaran dolar untuk memperluas Mekkah dan Madinah, tetapi dua kota suci ini juga memberi keuntungan pada negara yang sangat tergantung pada hasil minyak bumi ini.

Baik Kedutaan Saudi di London atau Kementerian Luar Negeri Saudi merespon permintaan komentar ketika The Independent mengontak mereka terkait rencana perluasan masjid Nabawi yang didalamnya akan menggusur tiga masjid bersejarah, yaitu masjid untuk mengenang Abu Bakar, Umar dan masjid Ghamama.?

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Pendidikan Kawit An Nur Slawi

Sabtu, 01 Juli 2017

Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran

Bangkalan, Kawit An Nur Slawi. Warga NU Bangkalan mengisi peringatan Nuzulul Quran dengan istighotsah yang dipimpin Mustasyar NU Bangkalan KH Syarifuddin Damanhuri untuk perdamaian di jalur Gaza, Kamis (17/7). Difasilitasi PCNU Bangkalan, mereka melantunkan doa bersama yang dipandu Habib Sholeh Ali Smith dan Ketua PCNU KHR Fachrillah Ascahall di Masjid Agung Bangkalan.

Ketua panitia, KH Makki Nasir menyatakan rasa syukur atas penyelanggaraan Nuzulul Quran pertama oleh PCNU Bangkalan. “Meski perdana, Alhamdulillah pengurus NU mulai dari tingkat cabang hingga ranting hadir. Penyelenggaraan ini murni hasil swadaya murni warga NU sekabupaten Bangkalan.”

Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran

Sementara Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsyul Arifin yang hadir sebagai penyampai taushiyah membahas penekanan pengamalan Al-Qur’an dalam hidup keseharian. Segala aktivitas yang dilandasi nilai-nilai Al-Quran akan menghasilkan sebuah manfaat besar.

Kawit An Nur Slawi

“Al-Quran harus membudaya dalam sikap keseharian di tengah lingkungan kita,” kata Kiai Abdullah.

Kawit An Nur Slawi

Di akhir taushiyah, ia mengimbau warga NU tidak terprovokasi terkait pilpres. Menurutnya,  tugas warga NU sudah selesai dengan memilih Capres-Cawapres sesuai kecocokan hati masing-masing.

“Jangan beraksi dan bertindak terkait ajakan-ajakan sebagai akibat dari keputusan penetapan hasil Pilpres nanti,” tandas Kiai Abdullah. (Supandi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Hikmah, Bahtsul Masail Kawit An Nur Slawi