Minggu, 29 Juni 2014

PMII Komisariat Untan Sosialisasi ke BPUN di Kalbar

Kubu Raya, Kawit An Nur Slawi. Menghadapi SBMPTN, dan SMPTN, sejumlah pelajar dari kalangan NU diberikan fasilitas berupa bimbingan selama satu bulan, yakni dari bulan Mei sampai dengan bulan Juni. Fasilitas Pengajaran ini bernama Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) kerjasama antara Ansor dan Mata Air. Di Kalbar Sendiri ada dua tempat BPUN, diantaranya kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.?

PMII Komisariat Untan Sosialisasi ke BPUN di Kalbar (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Komisariat Untan Sosialisasi ke BPUN di Kalbar (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Komisariat Untan Sosialisasi ke BPUN di Kalbar

Pada Kamis (21/05), kali kedua PMII Komisariat Untan melakukan sosialisasi di BPUN tepatnya di BPUN Kabupaten Kubu Raya, Musholla LKSA Darul Falah. setelah sebelumnya melakukan sosialisasi di BPUN Kota Pontianak.

Sosialisasi dikemas dengan santai, dipandu oleh Moderator yang bernama Abdul Wesi, dan selanjutnya materi disampaikan oleh Khairul Mulyadi selaku Ketua Komisariat PMII Untan.?

Kawit An Nur Slawi

Pada pembukaan penyampaian moderator, peserta yang akan masuk ke dunia kampus diingatkan untuk menyiapkan mental dan semangatnya. Karena mereka akan menghadapi dinamika mahasiswa yang memiliki banyak sekali ideologi dan pemikiran berbeda-beda.?

Kawit An Nur Slawi

Khairul Mulyadi menyampakan “Ketika lulus, kuliahlah kalian dengan penuh semangat, tetapi jangan hanya sekedar kuliah pulang, kuliah pulang. karena budaya seperti itu tidak akan bisa melatih mental kalian untuk bersosial,” Kharul Mulyadi yang juga alumni BPUN menambahkan ?

“Berorganisasilah kalian, karena di Untan banyak sekali organisasi-organisasi, baik dari intra kampus dan ekstra kampus,”

Ustad Abdul Aziz Selaku Koordinator BPUN Kab Kubu Raya merasa sangat senang dengan hadirnya PMII ke tempat bimbingan yang sedang ia bina itu. Ia menyampaikan, “PMII memang wadah yang tepat untuk calon-calon mahasiswa ini ketika akan terjun ke dunia kampus, selain tergolong keluarga besar Aswaja, Alumni BPUN juga banyak yang ikut berperan aktif untuk PMII dan begitupun sebaliknya.” red: mukafi niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Sunnah, Nahdlatul Kawit An Nur Slawi

Kamis, 26 Juni 2014

Lama Vakum, PMII Sambas Gelar Pelatihan Kader Dasar

Sambas, Kawit An Nur Slawi. Sekitar 40 mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Sambas, Kalimantan Barat mengikuti Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang berlangsung di Gedung Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Sambas, Jumat sore (5/12)

Lama Vakum, PMII Sambas Gelar Pelatihan Kader Dasar (Sumber Gambar : Nu Online)
Lama Vakum, PMII Sambas Gelar Pelatihan Kader Dasar (Sumber Gambar : Nu Online)

Lama Vakum, PMII Sambas Gelar Pelatihan Kader Dasar

Ketua Panitia PKD (Pelatihan Kader Dasar), Juliardi melaporkan PKD ini merupakan pelatihan perdana setelah sekian lama PMII di Kabupaten Sambas vakum.

Kegiatan ini, lanjut Juliardi, terlaksana atas dasar dukungan dari semua pihak. "Kami segenap panitia mengucapkan terima kasih atas semua upaya dukungan yang dilakukan baik berupa materil maupun moril," ucapnya.

Kawit An Nur Slawi

Ketua Komisariat IAI Sambas, Uray Very Sabana mengatakan peran mahasiswa sekarang cenderung pragmatis. Mahasiswa lebih memilih apatis pada persoalan sosial hingga memuncak menjadi hedonis. Dia mengajak agar mahasiswa kembali pada jalurnya sebagai salah satu agen kontrol sosial.

Kawit An Nur Slawi

Uray menambahkan, bahwa pelatihan ini adalah langkah awal bagi kader untuk mengasah kreativitas dan social responsibility.

"Jika kita memaknai hari ini sebagai hari yang biasa, maka kita keluar sebagai orang yang biasa-biasa saja. Akan tetapi, jika kita memaknai hari ini sebagai hari yang luar biasa, maka kita akan keluar menjadi orang yang luar biasa pula," tegas Uray mengutip ungkapan salah satu mantan Ketua Umum PB PMII, Muhammad Rodli Kaelani.

Pengurus Besar PMII, Ainur Hamidi menyambut baik pelaksanaan PKD di Kabupaten Sambas. Menurutnya, para sahabat panitia pelaksana merupakan para pelopor.

"Mereka sebagai orang-orang yang merevitalisasi kaum gerakan di Bumi Serambi Mekkah (julukan Sambas), kendati dulu Cabang Sambas pernah terbentuk," jelasnya.

Kegiatan yang rencananya diselenggarakan mulai dari 5-7 Desember 2014 ini dibuka langsung oleh Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Kalbar, Ali Fauzi.

Ali dalam sambutannya menyampaikan, telah terbentuk 220 Cabang dan 24 PKC yang tersebar di seluruh penjuru negeri ini. Dengan sekian banyak cabang, lanjutnya, peran para kader pada bangsa ini pun banyak ditorehkan.

Seperti baru-baru ini, Rahmat Batubara, salah satu kader PMII Cabang Jakarta Selatan telah mengharumkan nama bangsa dengan menjuarai Musabaqah Hifdzil Quran di kancah internasional, Arab Saudi.

"Saya berharap, kedepan bermunculan kader-kader berprestasi dan itu dari Sambas," tukas Ali. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Kyai Kawit An Nur Slawi

Harlah Ke-70 Muslimat NU di Surakarta, Ini Harapan Pemkot

Solo, Kawit An Nur Slawi

Wakil Walikota (Wawali) Surakarta, Ahmad Purnomo, hadir dalam acara puncak peringatan hari lahir (Harlah) Ke-70 Muslimat NU yang diselenggarakan di Rumah Dinas Wawali Surakarta, akhir pekan lalu.

Dalam sambutannya, Purnomo berharap Muslimat NU di usianya yang ke-70 menjadi lebih baik. “Semoga Muslimat NU semakin jaya dan sejahtera!” kata dia.

Harlah Ke-70 Muslimat NU di Surakarta, Ini Harapan Pemkot (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-70 Muslimat NU di Surakarta, Ini Harapan Pemkot (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-70 Muslimat NU di Surakarta, Ini Harapan Pemkot

Keberadaan Banom wanita NU itu senantiasa dinantikan kiprahnya di Kota Surakarta. “Muslimat juga terus andil dan ikut berperan, dalam proses pembangunan kota, terutama pada program-program yang berkaitan, seperti program Kota Layak Anak,” ujarnya.

Ditambahkan Purnomo, para kader Muslimat, sebagai seorang ibu, diminta pula untuk ikut mengawasi putra-putri mereka. “Sekarang ini, para orang tua mesti mewaspadai paham radikalisme, adapula LGBT. Jangan sampai lengah perhatian kita kepada putera. Mesti tahu siapa temannya,” tutur dia.

Kawit An Nur Slawi

Sementara itu, selain acara di Rumah Dinas Wawali tersebut, momentum Harlah Muslimat NU di Kota Surakarta diperingati dengan berbagai kegiatan.

“Kegiatan sudah dimulai sejak tanggal 5 Maret, diadakan lomba kolase dan kaligrafi tingkat TK. Kemudian acara santunan, kunjungan ke LP Perempuan, dan donor darah,” papar Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kota Surakarta Nyai Nur Hidayah Idris. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi RMI NU Kawit An Nur Slawi

Jumat, 06 Juni 2014

Gelar Diklatsar, Banser Jaktim Galang Kebersamaan Cegah Terorisme

Jakarta, Kawit An Nur Slawi - Satuan Koordinasi Cabang Barisan Ansor Serbaguna (Satkorcab Banser) Jakarta Timur akan menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) di Pesantren Assalam, Bogor, pada Jumat-Ahad (12-14/8). Selama tiga hari mereka memanfaatkan waktu untuk membahas sejumlah maslaah penting perkoataan.

"Diklatsar kali ini kita ambil empat poin utama demi kemaslahatan bersama," kata Kasatkorcab Banser Jaktim Firdaus Ibond, Kamis, (11/8).

Gelar Diklatsar, Banser Jaktim Galang Kebersamaan Cegah Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Diklatsar, Banser Jaktim Galang Kebersamaan Cegah Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Diklatsar, Banser Jaktim Galang Kebersamaan Cegah Terorisme

Poin ini, lanjut Ibond, adalah bentuk ikhtiar Banser dan GP Ansor Jakarta Timur. Empat poin yang dimaksud meliputi pencegahan terorisme, narkoba, membangun kebersamaan dalam keberagaman suku yang ada di jakarta, dan membentuk karakter santun namun tegas.

Senada dengan itu, Ketua GP Ansor Jakarta Timur H Mahmud Muzoffar menyambut baik ikhtiar sahabat Banser.

Kawit An Nur Slawi

"Semoga Diklatsar kali ini lancar, dan menghasilkan kader yang berkualitas. Insya Allah pasca-Diklatsar, kita juga buat PKD yang dilaksanakan anak cabang GP Ansor se-Jaktim," kata H Mahmud. (Doni Rao/Alhafiz K)

Kawit An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Hadits Kawit An Nur Slawi

Musafir yang Bebas Shalat Jumat

Pada dasarnya shalat jum’at hukumnya adalah wajib bagi setaip muslim laki-laki. Hal ini berdasar pada firman Allah swt dalam surat Al-Jumu’ah ayat 9:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Musafir yang Bebas Shalat Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)
Musafir yang Bebas Shalat Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)

Musafir yang Bebas Shalat Jumat

Demikianlah shalat jum’at menjadi salah satu momentum pertemuan antara umat muslim dalam sebuah komunitas tertentu. Diharapkan pertemuan fisik ini dapat menambah kwalitas ketaqwaan dan keimanan umat muslim. Karena itulah shalat jum’at didahului dengan khutbah yang berisi berbagai mauidhah. Di samping itu secara sosiologis sholat jum’at hendaknya menjadi satu media syi’ar Islam yang menunjukkan betapa besar dan kuwat persatuan umat.

Adapun syarat-syarat shalat jum’at seperti yang terturils dalam kitab Matnul Ghayah wat Taqrib karya Imam Abu Suja’

? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ?

Kawit An Nur Slawi

Syarat wajib jum’at ada tujuh hal yaitu; Islam, baligh, berakal sehal, merdeka, laki-laki, sehat dan mustauthin (tidak sedang bepergian) 

Dari ketujuh syarat tersebut, tiga syarat pertama Islam, baligh dan berakal dapat dianggap mafhum. Karena jelas tidak wajib shalat jum’at orang yang tidak beragama Islam, yang belum baligh, apalagi orang gila. Sedangkan mengenai empat syarat yang lain Rasulullah saw dalam hadits yang diriwayatkan oleh Daruquthny dan lainnya dari Jabir ra, Nabi saw bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka wajib baginya shalat jum’at kecuali perempuan, musafir, hamba sahaya dan orang yang sedang sakit.

Pada praktiknya, shalat jum’at sama seperti shalat-shalat fardhu lainnya. Hanya ada beberapa syarat khusus yang harus dipenuhi yaitu pertama  hendaklah diadakan di negeri, kota atau desa. kedua jumlah orang tidak kurng dari 40, dan ketiga masih adanya waktu untuk shalat jum’at, jika waktu telah habis atau syarat yang lain tidak terpenuhi maka dilaksanakanlah shalat dhuhur.

Kawit An Nur Slawi

Dengan demikian shalat jum’at selalu dilakukan di masjid. Dan tidak boleh dilakukan sendirian di rumah seperti shalat fardhu yang lain. Hal ini tentunya menyulitkan mereka yang terbiasa bepergian jauh. Entah karena tugas negara atau tuntutan pekerjaan. Oleh karena itulah maka shalat jum’at tidak diwajibkan bagi mereka yang sedang sakit atau berada dalam perjalanan (musafir).

Khusus untuk musafir atau orang yang sedang berada dalam perjalanan ada beberapa ketentuan jarak tempuh. Tidak semua yang bepergian meninggalkan rumah bisa dianggap musafir. Sebagian ulama berpendapat bahwa seorang dianggap musafir apabila jarak perjalanan yang ditempuh mencapai 90 km, yaitu jarak diperbolehkannya meng-qashar shalat. Itupun dengan catatan agenda perjalanannya bersifat mubah (dibenarkan secara agama, tidak untuk ma’syiat ) dan sudah berangkat dari rumah sebelum fajar terbit.

Bolehnya meninggalkan shalat jum’at oleh musafir ini dalam wacana fiqih disebut dengan rukhshah (dispensasi). Yaitu perubahan hukum dari sulit menjadi mudah karena adanya udzur. Bepergian menjadi udzur seseorang untuk menjalankan shalat jum’at karena dalam perjalanan seseorang biasa mengalami kepayahan. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup seseorang, tidak jarang mereka harus melakukan bepergian. Dan seringkali seseorang masih dalam perjalanan ketika waktu shalat jum’at tiba.

Akan tetapi keringanan –rukhshah- ini tidak berlaku jika status seorang musafir telah berbah menjadi mukim. Yaitu dengan berniat menetap ditempat tujuan selama minimal empat hari. Misalkan jika seorang dari Surabaya pergi ke Jakarta lalu niat menginap di rumah sanak famili selama lima hari, maka tidak berlaku lagi baginya keringanan bepergian –rukhsah al-safar-. Maka dia tidak diperbolehkan meninggalkan shalat jum’at, jama’ atau qashar shalat. Begitu pula jika seseorang berniat mukim saja tanpa tahu batas waktunya secara pasti, maka hukumnya sama dengan bermukim empat hari. Contohnya ketika seseorang dari Jawa Timur merantau ke Jakarta, dengan niat mencari pekerjaan yang dia sendiri tidak tahu pasti kapan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. Maka dalam kacamata fiqih ia telah dianggap sebagai mukimin di Jakarta dan wajib mengikuti shalat Jum’at bila tiba waktunya.   

Lain halnya jika orang tersebut berniat untuk tinggal di Jakarta dalam jangka waktu maksimal tiga hari, maka baginya masih berlaku rukhshah. Hal mana juga berlaku bagi seseorang yang sengaja bermukim demi satu keperluan yang sewaktu-waktu selesai dan ia akan kembali pulang, tanpa mengetahui persis kapan waktunya selesai. Maka status musafir masih berlaku baginya dan masih mendapatkan rukhshah selama delapan belas hari.

Oleh karena itu untuk menentukan seorang sebagai musafir perlu ditentukan beberapa hal. Pertama jarak jauhnya harus telah mencapai masafatul qasr (kurang lebih 90 km). Kedua, tujuannya bukan untuk ma’syiat. Ketiga, mengetahui jumlah hari selama berpergian sebagai wisatawan yang hanya singgah satu atau dua hari, ataukah untuk studi atau bekerja yang lamanya sudah barang tentu diketahui (1 semester, 2 tahun dst) ataukah untuk satu urusan yang waktunya tidak diketahui dengan pasti. Semua ada aturan masing-masing. Demikian keterangan dari beberapa kitab Al-Madzahibul Arba’ah, Al-Hawasyiy Al-madaniyah dan Al-Fiqhul Islami)

(Red. Ulil H)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Cerita, Pendidikan, Tokoh Kawit An Nur Slawi

Rabu, 04 Juni 2014

LPBINU Semarakkan Hari Peduli Sampah dengan Lomba Foto dan Tulisan

Jakarta, Kawit An Nur Slawi



Dalam rangka menyemarakkan Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada 21 Februari, Pimpinan Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) mengadakan lomba foto dan tulisan bagi masyarakat umum dengan tema “Ubah Sampah Jadi Berkah”.

LPBINU Semarakkan Hari Peduli Sampah dengan Lomba Foto dan Tulisan (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Semarakkan Hari Peduli Sampah dengan Lomba Foto dan Tulisan (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Semarakkan Hari Peduli Sampah dengan Lomba Foto dan Tulisan

Selasa (23/2), pukul 10.00-15.00 WIB, PP LPBINU akan menyelenggarakan “Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Pameran Produk Kerajinan Hasil Daur Ulang” di halaman parkir kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.

Peserta lomba dapat mengambil foto di arena kegiatan tersebut, sedangkan lomba tulisan bisa dilakukan dari tempat lain, kemudian mempublikasikannya ke media sosial untuk diperlombakan.

Kawit An Nur Slawi

Pengambilan foto dalam lomba kali ini bisa menggunakan kamera telepon seluler, kamera DSLR, kamera digital, maupun perangkat lain. Peserta dan/atau pemenang lomba tidak dikenai biaya apapun. Untuk informasi lebih detail, para calon peserta dapat membaca syarat dan ketentualnya di situs resmi LPBINU (lpbi-nu.org). (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi

Kawit An Nur Slawi Nahdlatul Kawit An Nur Slawi