Senin, 16 September 2013

Naruto, Pancasila dan Nasionalisme

Oleh Muhammad Aras Prabowo

Perkembangan paham radikalisme di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kian mengkhawatirkan. Berbagai lini dijadikan sebagai tempat strategis dalam menyebarkan pahamnya. Mulai dari lembaga pendidikan (sekolah dan perguruan tinggi) dan tempat beribadah seperti masjid. Ajaran kebencian, intoleransi sampai dengan penolakan pancasila sebagai dasar neraga republik Indonesia.

?

Naruto, Pancasila dan Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Naruto, Pancasila dan Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Naruto, Pancasila dan Nasionalisme

Meskipun kelompok tersebut tergolong minoritas, tapi nampaknya gerakannya kian menghawatirkan bagi ketertiban NKRI. Pancasila sebagai dasar neraga tidak luput dari penolakan kelompok radikal ini. Hal tersebut jelas mengusik sikap nasionalisme bangsa Indonesia. Apalagi pancasila merupakan kebangga, bahkan mukjizat bagi seluruh masyarakat negeri dengan penduduk lebih kurang 250 juta jiwa.

Gerakan penolakan pancasila sebagai dasar Negara ditengarai oleh kelompok-kelompok islam transnasional seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan beberapa yang berafiliasi dengan organisasi internasiona seperti Ikhwanul Muslimin (IM) sampai dengan ? Negara Islam Irak dan Syam (NIIS) serta organisasi-organisasi yang telah berubah wujud menjadi organisasi masyarakat, namun ajarannya tetap menyebarkan kebencian, perpecahan, intoleransi dan penolakan terhadap pancasila.

Negara islam dan syriat sebagai dasar hukumnya adalah angan-angan yang selalu mereka lontarkan untuk mengantikan pancasila sebagai dasar negara. Tapi, pemerintah telah mengambil sikap tegas dengan memutuskan untuk membubarkan HTI karena dianggap sebagai organisasi yang menentang NKRI. Penelokan Pancasila sebagai dasar Negara adalah alasan pembubarannya. Keputusan tersebut diapresiasi oleh berbagai lapisan birokrasi dan Organisasi masyarakat lainnya, seperti Wakil Presiden (Jusuf Kall), Menteri Agama (Lukman Hakim Saifuddin) dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (KH Ma’ruf Amin).

Kawit An Nur Slawi

Menurut Dr Hertz dalam bukunya yang berjudul Nationality in History and Politics menjelaskan beberapa unsur yang terdapat dalam sikap nasionalisme seperti, Hasrat untuk mencapai kesatuan, Hasrat untuk mencapai kemerdekaan. Hasrat untuk mencapai keaslian. Hasrat untuk mencapai kehormatan bangsa.?

Dari definisi tesebut nampak bahwa negara dan bangsa adalah sekelompok manusia yang: Memiliki cta-cita bersama yang mengikat warga negara menjadi satu kesatuan, Memiliki sejarah hidup bersama sehingga tercipta rasa senasib sepenanggungan, Memiliki adat, budaya, dan kebiasaan yang sama sebagai akibat pengalaman hidup bersama, Menempati suatu wilayah tertentu yang merupakan kesatuan wilayah; dan Teroganisir dalam suatu pemerintahan yang berdaulat sehingga mereka terikat dalam suatu masyarakat hukum.

Orang-orang yang tergabung dengan organisasi tersebut sungguh tidak memiliki sikap nasionalisme terhadap Negara. Tidak memahami perjuangan para pendahulu yang mengorbankan tenaga sampai dengan jiwa dalam merintis kemerdekaan NKRI. Terkait pancasila, para pendiri bangsa telah merumuskan secara final kelima sila pancasila sebagai dasar Negara negeri ini.

Kawit An Nur Slawi

?

Semua elemen yang terdapat dalam NKRI yang terdiri dari ribuan pulau, ratusan suku, ras, budaya dan beberpa agama telah menyatu dan diikat oleh nilai-nilai pancasila. Untuk itu, memahamkanya tentang sikap nasionalisme sangat penting. Lewat “Naruto” film anime yang banyak di tonton oleh kalangan anak-anak, remaja sampai dengan orang dewasa bisa dijadikan pembelajaran kepada kelompok tersebut tentang sikap nasionalisme.

Naruto Uzumaki adalah adalah tokoh utama dalam serial anime tersebut. Ia adalah bocah berambut pirang dan bermata biru dan sering terlihat memakai jaket dan celana panjang berwarna jingga. Di dahinya ada ikat kepala berwarna biru dengan lambang desa kelahirannya.

Menurut cerita, Naruto adalah seorang ninja dari desa Konoha (Konohagakure), yang bercita-cita untuk menjadi seorang Hokage (pimpinan tertinggi di desa Konoha). Hidupnya sebatang kara setelah ditinggal oleh kedua orangtuanya sewakti Ia masih kecil. Singkat cerita, Ia memulai pendidikannya di Akademi (sekolah) yang terdapat di Konoha. Di Akademi inilah Ia ditempah dan banyak belajar mengenai sikap nasionalisme seperti, bagaimana mencintai, melindungi, dan menjaga desa dan orang-orang yang Ia cintai.

Beberapa nilai kehidupan yang terkandung di dalam anime Naruto seperti, menggambarkan kasih sayang yang tulus, berusaha jujur dan percaya pada diri sendiri, Berjuang mempertahankan persahabatan dan perdamaian, menggambarkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air yang tinggi, menggambarkan pentingnya kerjasama, menghargai, menghormati, dan menolong sesama dan mengajarkan untuk mendahulukan kepentingan umum dalam kebenaran.

?

Namikaze Minato, Hokage Keempat yang rela mengorbankan dirinya saat menyegel Kurama, monster rubah ekor sembilan yang mengamuk ? dan menghancurkan Konoha dan membunuh beberapa shinobi. Sebenarnya Kurama tersegel dalam diri Kushina Uzumaki, istri Minato. Namun saat ia bersalin, segel itu melemah. Dan kesempatan itulah yang dimanfaatkan oleh Tobi, shinobi bertopeng, untuk melapaskan Kurama. Rubah ekor sembilan disegel kembali ke dalam diri anak Minato ? yang baru lahir, yang tak lain adalah Naruto. Dalam peristiwa itu Kushina juga mati.

Selanjutnya adalah Sarutobi yang rela mengorbankan dirinya ketika Orochimaru, mantan muridnya, menyerang Konoha saat ujian chuniin. Sarutobi mati karena menggunakan jurus penghisap roh untuk memukul mundur Orochimaru.Terakhir adalah Uchiha Itachi yang rela menjadi ninja buronan kelas satu setelah membantai seluruh klannya ? termasuk ayah dan ibunya. Ia hanya menyisakan adiknya saja: Uchiha Sasuke. Itachi melakukannya karena Klan Uchiha merencanakan makar. Selain nasionalisme, sebenarnya ada begitu banyak pelajaran yang bisa diambil dari anime naruto seperti persahabatan dan tekad yang kuat dalam menggapai cita-cita.

?

Fenomena perkembangan kelompok radikalisme dan anti-Pancasila yang kian subur, maka penting rasanya memahami pentingnya sikap nasionalisme dalam bernegara, khususnya bagi kelompok-kelompok yang bermimpi menggantikan Pancasila sebagai dasar negara. Seperti sikap nasionalisme yang ditanamkan oleh desa Konoha dalam anime Naruto kepada para penduduk desanya. Kedudukan sikap nasionalisme terhadap suatu Negara sangat penting untuk menjaga cita-cita kemerdekaan, kehormatan dan kesatuan bangsa.

Penulis adalah Gusdurian Makassar, Kader PMII Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Habib, PonPes Kawit An Nur Slawi

Senin, 09 September 2013

Telekonferensi PWNU Jatim Dipusatkan di Lamongan

Surabaya, Kawit An Nur Slawi

Puncak peringatan Hari Lahir (harlah) ke-82 Nahdlatul Ulama (NU) di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 3 Februari mendatang, dapat diikuti warga NU se-Indonesia melalui fasilitas telekonferensi (pembicaraan jarak jauh).

Di Jawa Timur, acara yang akan menyiarkan secara langsung pidato Rais Aam Pengurus Besar NU KH Sahal Mahfudz itu, dipusatkan di Alun-alun, Kabupaten Lamongan. Itu menjawab ketidakpastian pelaksanaan acara tersebut oleh Pengurus Wilayah NU Jatim.

Telekonferensi PWNU Jatim Dipusatkan di Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Telekonferensi PWNU Jatim Dipusatkan di Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Telekonferensi PWNU Jatim Dipusatkan di Lamongan

Ketua Panitia Pelaksana Harlah ke-82 NU Jatim, Echwan Siswadi, mengatakan, pelaksanaan telekonferensi itu nantinya dipastikan meriah, karena didukung sepenuhnya pengurus cabang NU se-Jatim, di antaranya, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Tuban dan Bojonegoro.

Kawit An Nur Slawi

“Insya Allah tidak akan mengecewakan,” tutur Echwan yang juga Wakil Bendahara PWNU Jatim itu kepada Kawit An Nur Slawi di Surabaya, Rabu (23/1) kemarin.

Berdasarkan laporan dari PCNU Lamongan, katanya, acara telekonferensi itu akan dihadiri setidaknya 50 ribu kaum Nahdliyin (sebutan untuk warga NU) dari wilayah Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Tuban dan Jombang.

Kawit An Nur Slawi

Sementara itu, pelaksanaan beberapa rangkaian peringatan harlah di Jatim lainnyay mengalami perubahan waktu dan tempat. Misalnya, ziarah ke makam para pendiri NU. Acara tersebut akan digelar pada Ahad (27/1) pagi.

Sedangkan seminar yang semula dijadwalkan pada 29 Januari 2008 diundur menjadi hingga tanggal 30 bulan yang sama. Pelaksanaan jalan sehat bersama kiai yang dijadwalkan tanggal 3 Februari, diubah menjadi tanggal 10 bulan yang sama. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Pendidikan, News Kawit An Nur Slawi

Kamis, 05 September 2013

Khataman Al-Quran Sebagai Media Penguatan Organisasi

Jombang, Kawit An Nur Slawi. Pengurus Komisariat Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PKPTNU) STIT al-Urwatul Wutsqo (UW) Jombang memperkuat pola komunikasi dan menjaga kesolidan antar pengurus dengan berbagai cara, salah satunya khataman Al-Quran.

Kegiatan tersebut digelar pada Senin, (27/6 2016) di Taman Pendidikan Quran (TPQ) Nurul Ulum Dusun Ngasem, Desa Jombok, Ngoro, Jombang. Sejumlah pengurus PKPT setempat mengikutinya hingga rampung, kemudian dilanjutkan dengan buka bersama (bukber).

Khataman Al-Quran Sebagai Media Penguatan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Khataman Al-Quran Sebagai Media Penguatan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Khataman Al-Quran Sebagai Media Penguatan Organisasi

"Acara khataman dan bukber ini dilaksanakan tidak hanya sebagai bentuk suksesnya program Departemen Dakwah PKPT STIT UW, akan tetapi juga sebagai salah satu ajang mempererat silaturahim dan komunikasi anggota dan pengurus PKPT STIT UW Jombang," kata salah seorang Pengurus PKPTNU, Anna Uswatun Hasanah, Senin (27/6).

Sementara itu, inisiatif atau dorongan melaksanakan kegiatan, termotivasi dari salah satu ayat Al-Quran yang menganjurkan umat Islam agar melestarikannya.

"Dan memang dalam QS Al-Fatir ayat 30 yang artinya, agar Allah menyempurnakan pahala kepada mereka dan menambah karunia Nya, sungguh Allah maha pengampun dan maha pemberi rasa syukur," ujarnya.

Kawit An Nur Slawi

Terlebih lagi pada bulan Ramadhan ini, hendaknya memang dijadikan momentum menambah amal kebaikan.

"Disebutkan juga dalam hadits yang artinya, telah datang kepadamu bulan Ramadhan yang penuh berkah. Maka dengan bentuk acara khataman ini dapat kita gunakan sebagai rasa syukur atas karunia nikmat dan taqarrub illallah," imbuhnya.

Kawit An Nur Slawi

Sementara Abdul haris, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jombang mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan agar PKPTNU menggalakkan pengaderan warga NU di tingkat perguruan tinggi. (Syamsul Arifin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Internasional, Warta Kawit An Nur Slawi