Minggu, 27 Desember 2015

Ketua GP Ansor Sambiyan Sepuluh Tahun Lebih Muda

Rembang, Kawit An Nur Slawi. Setelah menjalani rapat anggota untuk menentukan Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ranting Desa Sambiyan, akhirnya Yanto terpilih untuk memimpin organisasi pemuda NU itu satu tahu ke depan.

Pemilihan yang dilaksanakan di Mushola Al Barkah, Desa Sambiyan, Kecamatan Kaliori Rembang, Jawa Tengah, Rabu malam (18/12) tersebut muncul tiga kandidat calon ketua. Mereka adalah Yanto, Ismail, dan Ramsani. Usia mereka rata, 30 tahun.

Ketua GP Ansor Sambiyan Sepuluh Tahun Lebih Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua GP Ansor Sambiyan Sepuluh Tahun Lebih Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua GP Ansor Sambiyan Sepuluh Tahun Lebih Muda

Pada pemilihan Yanto dari kedua kandidat lain. Dari 60 hak suara yang hadir dan menentukan pilihan, Yanto berhasil memperoleh 40 suara, Ismail 9 dan Ramsani 11 suara.

Kawit An Nur Slawi

Salah seorang panitia, Fatoni menerangkan, sesuai intruksi Ketua Anak Cabang GP Ansor Kaliori beberapa waktu lalu, ketua Ansor harus berusia 30 puluh ke bawah.

Kawit An Nur Slawi

“Alhamdulillah Ketua Ansor kali ini, sepuluh tahun lebih muda dari Kasturi, Ketua Ansor periode yang lalu,” kata Fatoni.

Lebih lanjut Fatoni menambahkan, selain lebih muda, Yanto juga aktif untuk mengikuti kegiatan Anak Cabang di setiap pertemuan, meski belum menjabat sebagai ketua. Selain itu, terpilih harus cerdas dan berdedikasi tinggi dan komitmen terhadap arganisasi.

Yanto saat ditemui menjelaskan, dirinya bersama tim formatur akan segera melengkapi struktur kepengurusan, meski sempat terbentuk beberapa bagian di saat pemilihan itu. Pihaknya juga akan segera mengajukan permohonan pengesahan sebagai legalitas dan keapsahan sebagai ketua GP Ansor.

Ketua Ranting Nahdlatul Ulama Desa Sambiyan Yatman, mengimbau, agar generasi Pemuda Ansor selangkah lebih maju. Dengan usia lebih muda dari yang sebelumnya, saya berharap Ansor Desa Sambiyan lebih maju daripada yang kemarin. (Ahmad Asmu’i/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi RMI NU Kawit An Nur Slawi

Sabtu, 26 Desember 2015

Gus Rozin: LSN Hasilkan Talenta Bola Profesional dan Patriotik

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Kementerian Pemuda dan Olahraga bekerja sama dengan Asosiasi Pesantren NU se-Indonesia atau Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU menyelenggarakan Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 pada tanggal 14-16 Juni 2017 di Hotel Menara Peninsula Jakarta.?

Dalam sambutannya di acara pembukaan Bimtek, KH Abdul Ghaffar Rozin selaku Ketua Pengurus Pusat RMI NU dan sekaligus CEO LSN 2017 mengapresiasi pemerintah dan PSSI yang telah mendukung penyelenggaraan Liga Santri.

Gus Rozin: LSN Hasilkan Talenta Bola Profesional dan Patriotik (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Rozin: LSN Hasilkan Talenta Bola Profesional dan Patriotik (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Rozin: LSN Hasilkan Talenta Bola Profesional dan Patriotik

"Sebagai bagian terbesar bagi dunia pendidikan di Indonesia dan sekaligus sub-kultur bangsa ini, sudah seharunya kita berharap ke depan Liga Santri ini menjadi bagian resmi dari liga di lingkungan PSSI. Sepakbola adalah milik rakyat Indonesia, dan pesantren sebagia bagian terbesar dari bangsa ini tentu ingin berkontribusi di dalamnya," ujar Gus Rozin.

Dalam sambutan Bimtek yang diikuti perwakilan 32 region seluruh Indonesia itu Gus Rozin menyatakan, Menurut UU ? No. 3/2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional menyatakan bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk melakukan kegiatan olahraga, memperoleh pelayanan dalam kegiatan olahraga, memilih dan mengikuti jenis dan cabor yang sesuai bakat dan minatnya, memperoleh pengarahan dukungan, bimbingan, pembinaan dan pengembangan dalam keolahragaan, menjadi pelaku olahraga dan mengembangkan industri olahraga.

Kawit An Nur Slawi

?

Sebagai elemen sah yang turut memperjuangkan dan mendirikan Negara ini, Gus Rozin menambahkan, pesantren tidak saja akan berhenti dengan mencetak kader bangsa yang memegang teguh nilai-nilai kebangsaan dan ke-Indonesia-an, melainkan juga berkewajiban mempersembahkan insan-insan terbaik di semua lini kehidupan bangsa, termasuk di bidang sepak bola.

Lebih-lebih, tidak ada olahraga yang lebih populis dibanding sepakbola. Sportivitas, universalitas dan insklusifitas tidak berkontradiksi dengan ajaran pesantren, bahkan sangat in-line dengan nilai-nilai pesantren yang mengedepankan kejujuran, moderatisme, toleransi, dan kesetaraan/keadilan.?

"Dengan bertemunya prinsip-prinsip kebangsaan dan kepesantrenan tersebut, kami haqqul yaqin kedepan kita hanya menghasilkan pemain bola profesional di negeri ini, melainkan lebih jauh kami akan menghasilkan pemain bola yang profesional, patriotik, yang mencintai negaranya melebihi sekat-sekat sektarianisme dan primordialisme. Inilah yang menjadi diferensiasi kami," pungkas putra almaghfurlah KH Sahal Mahfudz tersebut.

Kawit An Nur Slawi

Hadir dalam acara ? tersebut antara lain Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Isnanta, Asisten Deputi Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus Kementerian Pemuda dan Olahraga, Bayu Rahadiyah dan perwakilan dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Direktur Kompetisi, Efraim Ferdinand Bawole.

Seperti diketahui LSN tahun ini akan dimulai dengan kick-off Agustus 2017 dan ditutup dengan babak final pada bulan Oktober 2017. Pagelaran ini akan melibatkan seribu lebih pesantren dari Sabang hingga Merauke dan diikuti oleh 1.024 kesebalasan, 22.528 pemain, 990 pertandingan yang terdistribusi kedalam 32 region. (Ali/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Doa Kawit An Nur Slawi