Hal tersebut dikemukakan Kiai Muhson saat pembukaan Pelatihan Pembuatan Film yang digelar Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU), bekerja sama dengan SMK Islam dan PPHM Asrama Sunan Kalijaga, Rabu (27/9).
| Santri Hidayatul Mubtadi-en Ngunut Belajar Membuat Film (Sumber Gambar : Nu Online) |
Santri Hidayatul Mubtadi-en Ngunut Belajar Membuat Film
“Santri tidak hanya berkutat dalam urusan kitab kuning saja,” ujarnya.Bagi PPHM pembuatan film merupakan hal yang baru, dan sangat penting untuk diikuti para santri.
Kawit An Nur Slawi
“Sebab saat ini salah satu kelemahan kaum santri di kalangan pesantren yaitu masih tertinggal dalam hal ekspose mengekspose konten-konten aswaja lewat media cetak maupun elektronik,” jelasnya.Pelatihan pembuatan film mendatangkan tiga orang mentor dari Lembaga Tumbuh Sinema Rakyat Magelang, Jawa Tengah. Diikuti 16 peserta perwakilan santri, pengurus pondok, serta Guru SMK Islam Sunan Kalijaga, pelatihan akan berlangusng hingga 1 Oktober mendatang.
“Harapan saya, meskipun kegiatan ini diadakan oleh LKNU yang bertujuan menyiapkan kader-kader muda pesantren untuk ikut aktif mensosialisikan pencegahan penyakit tuberkulosis (TB) melalui film, nantinya peserta juga dapat mengembangkan ilmunya agar dapat ikut andil dalam hal syiar Islam ala ahlussunah wal jamaah melalui media film,” ungkap kiai yang juga Direktur ASWAJA Center Kabupaten Tulungagung tersebut.
Koordinator Pogram Kesahatan LKNU Jawa Timur untuk wilayah Kediri Raya dan Tulungagung, Nisywatus Syarifah, menyatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program Community Empowerment of People Against Tuberculosis (CEPAT) yang digagas LKNU untuk pencegahan dan penanganan tuberkulosis.
Sementara, Koordinator mentor dari Lembaga Tumbuh Sinema Rakyat, Aditya Wahyu Wardana menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan materi untuk pembinaan peserta.
Kawit An Nur Slawi
“Peserta akan kita berikan materi penyutradaraan, penulisan skenario hingga nantinya akan kita dampingi untuk langsung praktik membuat karya film,” kata Aditya. (Red. Kendi Setiawan)Dari Nu Online: nu.or.id
Kawit An Nur Slawi Habib, Internasional, Halaqoh Kawit An Nur Slawi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar