Rabu, 13 Desember 2017

Muslimat NU Kembangkan Pengelolaan Produk Unggulan Perdesaan

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Muslimat Nahdlatul Ulama melanjutkan pelatihan atau workshop pengelolaan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) di Semarang, Jawa Tengah pada 25-29 November 2017. 

Sebelumnya, organisasi perempuan terbesar di Indonesia melaksanakan pemberdayaan serupa di Bogor, Jawa Barat dan Biring Ere, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini merupakan program advokasi Muslimat NU untuk terus mengembangkan produk unggulan di kawasan perdesaan.

Muslimat NU Kembangkan Pengelolaan Produk Unggulan Perdesaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Kembangkan Pengelolaan Produk Unggulan Perdesaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Kembangkan Pengelolaan Produk Unggulan Perdesaan

Menurut Ketua II Pimpinan Pusat Muslimat NU, Nyai Hj Nurhayati Said Aqil Siroj, pemberdayaan keterampilan wirausaha bagi para perempuan di desa tertinggal dengan memanfaatkan potensi lokal mempunyai peran penting dalam mengangkat kesejahteraan ekonomi.

“Kegiatan ini di antaranya untuk mengangkat tingkat kesejahteraan ekonomi para perempuan di desa tertinggal,” ujar Nyai Said Aqil kepada Kawit An Nur Slawi lewat sambungan telepon, Kamis (30/11).

Kegiatan yang bekerja sama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) ini menurut Nyai Said juga untuk memfasilitasi pengembangan produk lokal yang selama ini sudah berjalan agar lebih baik dari sisi kemasan, manajemen, dan pemasaran.

Kawit An Nur Slawi

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan Hj Hanik Rofiqoh mengatakan, workshop ini dilaksanakan dengan sasaran masyarakat yang memiliki minat dan kompetensi Prukades berbasis ikan dan potensi lokal yang ada serta mengembangkan usaha ekonomi bagi 6 kabupaten.

Hanik menjelaskan tujuan dilaksanakannya workshop Prukades ini, pertama, menstimulasi kemauan, kemampuan, serta keterampilan masyarakat untuk menciptakan usaha ekonomi berbasis ikan.

Kedua, menciptakan kelompok usaha bersama yang menerapkan manajemen usaha secara profesional dan berkelanjutan,” ujar Hanik yang juga menjabat sebagai Koordinator Bidang Dakwah dan Pengembangan Masyarakat PP Muslimat NU.

Ketiga, sambungnya, mendorong pemerintahan desa melalui BUMDes untuk membina kelompok usaha bersama dalam pengembangan inovasi usaha mulai perencanaan, modal, produksi, kemasan, dan pemasaran.

Kawit An Nur Slawi

Selain itu, Hj Umi Zahrok yang bertugas fasilitator kegiatan berusaha mengarahkan lancarnya alur sesi. Dia menekankan agar peserta sebagai perwakilan masyarakat desa  memanfaatkan dan mengembangkan potensi ekonomi lokal.

“Untuk dikemas menjadi produk kawasan perdesaan dan produk unggulan lokal desa,” terang Umi, Anggota Bidang Ekonomi, Koperasi, dan Agribisnis PP Muslimat NU.

Kegiatan workshop ini dilaksanakan oleh Pimpinan Pusat Muslimat NU bekerja sama dengan Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang-Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI. 

Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta dari 6 kabupaten daerah tertinggal, Pandeglang-Banten, Musi Rawas-Sumatera Selatan, Bangkalan-Jawa Timur, Sumenep-Jawa Timur, Lombok Timur-NTB, dan Timor Tengah Selatan-NTT. 

Produk unggulan berbasis potensi lokal ini memanfaatkan bahan baku ikan bandeng. Dari ikan bandeng tersebut, Muslimat NU dan peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengelolanya menjadi abon ikan dan produk unggulan lainnya seperti nugget dan bakso ikan. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Pertandingan, AlaSantri Kawit An Nur Slawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar