Selasa, 21 November 2017

Ulama Perempuan Indonesia Diperhitungkan dalam Sejarah

Cirebon, Kawit An Nur Slawi. KH Husein Muhammad menyebutkan sejumlah ulama perempuan Indonesia yang popular seperti seperti Rahmah el-Yunusiyah (Padang Panjang, Sumatera Barat), Nyai Khoiriyah Hasyim (Jombang),Teungku Fakinah (Aceh), Sultanah Safiatudin (Aceh), Fatimah (Banjarmasin).

Bahkan sejumlah penelitian belakangan menunjukkan  ratusan bahkan ribuan perempuan Indonesia dengan kemampuan ilmiah yang setara dengan laki-laki. Mereka bekerja dalam dunia ilmiah, majelis ta’lim dan pesantren, maupun modern, pendidikan tinggi dan pusat-pusat riset sosial keagamaan.

Ulama Perempuan Indonesia Diperhitungkan dalam Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Perempuan Indonesia Diperhitungkan dalam Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Perempuan Indonesia Diperhitungkan dalam Sejarah

“Mereka adalah ulama,” kata Kiai Husein pada makalahnya saat menjadi pembicara seminar pada acara Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) di Pesantren Kebon Jambu al-Islamy Ciwaringin, Cirebon, Rabu (26/4).

Ia mengatakan, saat ini dunia sangat membutuhkan lahirnya banyak ulama perempuan dengan seluruh makna keulamaannya. Peran perempuan harus dimaksimalkan dalam segala aspek kehidupan di ruang domestik maupun publik.

Kawit An Nur Slawi

“Mereka (perempuan) dibutuhkan bersama kaum laki-laki membangun negara dan bangsa ini demi terwujudnya cita-cita bersama, keadilan, kemajuan, dan kesejahteraan,” kata Kiai Husein.

“Mereka dibutuhkan untukmemberi makna-makna baru atas kehidupan yang berkeadilan  dan berkemanusiaan,” tambahnya.

Kawit An Nur Slawi

Pada seminar itu juga menghadirkan pembicara lain, Dosen Pasca Sarjana PTIQ Nur Rafiah, Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiah Yoyakarta Siti Aisyah, dan Guru Besar UIN Suna Kalijaga Yogyakarta Machasin. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Internasional, Pendidikan Kawit An Nur Slawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar