"Selama satu hari untuk mengisi kegiatan Ramadhan, Kodama mengisi acara dengan mengkaji pemikiran Gus Dur, dengan diikuti oleh anggota Kodama. Semoga adanya kegiatan ini, kita bisa menggali lebih jauh pemikiran-pemikiran Gus Dur," kata Jamil, aktivis senior Kodama saat memberikan sambutan pembukaan.
| Kodama Yogyakarta Ngaji Sehari Pemikiran Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online) |
Kodama Yogyakarta Ngaji Sehari Pemikiran Gus Dur
Ia juga berharap jaringan Gusdurian Yogyakarta bisa berbagi atas pemikiran-pemikiran Gus Dur. Para peserta yang berjumlah 18 orang ini antusias mengikuti kegiatan yang dinamai Tadarus Gus Dur.Kawit An Nur Slawi
Hafidz, salah satu peserta menanggapi atas penjelasan fasilitator saat sesi pengenalan biografi Gus Dur dan perjalanan intelektual Gus Dur. "Terkait visi dan visi, apakah pernah Gus Dur mengungkapkan visi dan misinya atas pemikiran-pemikirannya?" tanya Hafidz.Kawit An Nur Slawi
"Secara langsung, Gus Dur belum pernah mengungkapkan visi-misinya atas apa yang diperjuangkan. Yang merangkum atas nilai-nilai perjuangan Gus Dur adalah kerabat, murid, dan keluarganya," kata Ubaidillah Fatawi, fasilitator yang menanggapi pertanyaan peserta.Rifqi Fairus, koordinator Tadarus Gus Dur juga mengungkapkan, sebagai santri harus sadar atas permasalahan sosial yang ada di masyarakat sekitar di luar pesantren.
"Karena Gus Dur lahir dari pesantren, dia juga santri pesantren. Bahkan pesantren menjadi basis perjuangan Gus Dur di segala bidang, hingga menjadi presiden," tandas Fairuz. (Nur Sholikhin/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Kawit An Nur Slawi Syariah, Ulama, Bahtsul Masail Kawit An Nur Slawi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar