Sabtu, 25 November 2017

PBNU Klarifikasi Pernyataan Rais ‘Aam Soal Larangan Selamat Natal

Jakarta, Kawit An Nur Slawi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyayangkan sebaran tidak bertanggung jawab yang menyebut Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin melarang muslim mengucapkan Selamat Natal kepada umat Kristen. PBNU mengimbau masyarakat tidak terprovokasi oleh hasutan yang dapat mengganggu keharmonisan sosial.

PBNU Klarifikasi Pernyataan Rais ‘Aam Soal Larangan Selamat Natal (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Klarifikasi Pernyataan Rais ‘Aam Soal Larangan Selamat Natal (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Klarifikasi Pernyataan Rais ‘Aam Soal Larangan Selamat Natal

“Saya baru saja telpon Rais ‘Aam PBNU KH Maruf Amin. Kiai menyatakan, ‘tidak pernah mengatakan larangan antarumat beragama memberikan pernyataan selamat atas perayaan hari besar antaragama,’” kata Sekjen PBNU H Helmy Faisal Zaini di Jakarta, Kamis (17/12) sore.

Ucapan Selamat Idul Fithri oleh umat Kristen atau ucapan Selamat Hari Natal oleh umat Islam adalah bagian dari toleransi. Tindakan saling menghormati dan menghargai satu sama lain tanpa mengganggu kepercayaan dan keyakinan masing-masing ini diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Kawit An Nur Slawi

Demikian juga ucapan selamat yang ditujukan pada Hari Besar Umat Hindu, Budha, dan umat lainnya.

Kawit An Nur Slawi

“Islam mengajarkan nilai toleransi dan moderat seperti tawassuth, tasamuh, tawazun agar terbangun persaudaraan kemanusiaan (ukhuwwah basyariyah) yang melahirkan sebuah harmoni kehidupan,” kata Helmy.

Ia berharap klarifikasi ini menjernihkan masalah dan menjelaskan duduk informasi yang beredar di luar.

Kami, kata Helmy, meminta aparat keamanan untuk menindak tegas pihak-pihak yang menebarkan fitnah dan adu domba yang dapat menimbulkan perpecahan bangsa. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Cerita, Hadits, Ulama Kawit An Nur Slawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar