Jumat, 24 November 2017

Aksi Intoleran Tidak Wakili Aspirasi Umat Beragama

Jakarta, Kawit An Nur Slawi - Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) Abdul Ghopur mengatakan, aksi-aksi intoleran yang berlatar belakang agama tidak bisa dilekatkan pada semangat keagamaan itu sendiri. Pasalnya, aksi-aksi intoleran ini lebih didasari pada pandangan sempit keagamaan dan kebangsaan para pelakunya.

Demikian disampaikan Ghopur saat membuka seminar perdana Otokritik Indonesia perihal toleransi yang diselenggarakan LKSB di Gedung PBNU lantai 8, Jakarta, Jumat (16/12) siang.

Aksi Intoleran Tidak Wakili Aspirasi Umat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Intoleran Tidak Wakili Aspirasi Umat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Intoleran Tidak Wakili Aspirasi Umat Beragama

“Kita sudah 71 tahun merdeka, tetapi kita masih saja belum dewasa dalam bermasyarakat. Kita diancam oleh praktik-praktik intoleran,” kata Ghopur yang juga Wakil Ketua PP Lesbumi.

Kawit An Nur Slawi

Aksi-aksi intoleransi ini sebenarnya tidak mewakili aspirasi banyak orang. Itu hanya aspirasi sekelompok orang. “Namun demikian kesempatan ini digunakan oleh sejumlah elit politik untuk kepentingan politik pribadi atau kelompoknya,” kata Ghopur.

Kawit An Nur Slawi

Sementara umat Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buda yang jumlahnya lebih besar dari kelompok mereka ini tetap tinggal diam. Mereka tidak melakukan aksi yang aneh-aneh. Hal ini terjadi karena mereka lebih bersikap dewasa dalam berbangsa dan bermasyarakat, pungkas Ghopur.

Diskusi ini sebelumnya diberi sambutan oleh Wakil Ketua Umum PBNU Prof Dr M Maksum Machfoedz. Forum ini diikuti oleh puluhan aktivis pemuda yang tergabung dalam gerakan-gerakan kemahasiswaan dari pelbagai latar belakang agama. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Pondok Pesantren, AlaNu, Khutbah Kawit An Nur Slawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar