Jumat, 05 Januari 2018

Puluhan Bagana NU Madiun Ikuti Apel Tanggap Bencana

Madiun, Kawit An Nur Slawi. Sebagai upaya menjalankan amanat dari ulama NU untuk membantu rakyat, Bagana (Banser Tanggap Bencana) Kabupaten Madiun bertanggung jawab untuk menanggulangi atau melakukan evakuasi ketika terjadinya bencana.

Puluhan Bagana NU pada pada Jum’at pagi 19 Februari lalu mengikuti “apel gelar pasukan dalam rangka tanggap bencana di wilayah Kabupaten Madiun” di Polres Kabupaten Madiun. Apel tersebut dihadiri seluruh jajaran Forpimda, petugas dan relawan tanggap bencana; Wakil Bupati, Kodim 0803 dan satuan Danramil, Polres dan satuan Polsek, Kejari, Pengadilan Negeri, BPBD, Bagana NU, Banser NU, Dishub, Satpol PP, Birgade Penolong,? TRC, Relindo, Senkom, PMI, Tagana, Linmas, Satkorlantas, dan masih banyak lainya.

Puluhan Bagana NU Madiun Ikuti Apel Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Bagana NU Madiun Ikuti Apel Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Bagana NU Madiun Ikuti Apel Tanggap Bencana

Pada kesempatan itu, Kapolres Kabupaten Madiun AKBP Toni Surya Putra mengajak seluruh peserta agar selalu siap siaga dan tanggap terhadap berbagai kemungkinan bencana yang akan terjadi di wilayah Madiun. “Bencana merupakan kondisi dan situasi alam yang tidak bisa kita tolak, semua terjadi berdasar kehendak Allah Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.

Kawit An Nur Slawi

Oleh sebab itu, kata dia, sebagai manusia dan hamba bertugas melakukan yang terbaik dalam rangka menyelamatkan dan menjaga keberlangusungan kehidupan manusia dan alam. “Maka dipandang perlu untuk memastikan kesiapan kita dalam rangka tugas itu, baik personel dan peralatan”, ungkapnya.

Menurut dia, banyak kecamatan di wilayah Madiun yang berpotensi bencana. Berikut Kecamatan-kecamatan yang berpotensi bencana: untuk banjir kemungkinan potensi di Geger, Balerejo, Dagangan dan Kebonsari. Adapun Longsor biasa terjadi di lereng Gunung Wilis meliputi kecamatan Dagangan, Kare, Wungu, Gemarang. Sementara potensi kebakaran hutan terjadi di KPH Wilis dan KPH Saradan sementara gempa bumi sering terjadi di wilayah kecamatan Saradan, Pilangkenceng.

Kawit An Nur Slawi

Madiun yang berada di wilayah dataran rendah sangat potensial terjadi bencana. Madiun juga berada di lereng barat gunung Wilis, mulai timur kabupaten hingga selatan, serta wilayah barat kabupaten ada gunung Lawu dan wilayah utara belantara hutan perbatasan Madiun-Bojonegro. (Ali Makhrus/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Lomba Kawit An Nur Slawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar