Sampai di puncak, mereka kaget. Karena, pegunungan Kendeng yang tampak hijau dipandang dari jauh ternyata hampir semua area puncaknya gundul. Minimnya penyerapan air pada gunung terutama Kendeng menjadi penyebab utama banjir.
| PK IPPNU MA Sultan Agung Sosialisasi Penghijauan (Sumber Gambar : Nu Online) |
PK IPPNU MA Sultan Agung Sosialisasi Penghijauan
Masyarakat menengarai lahan-lahan di atas gunung yang dahulunya tumbuh subur dengan berbagai varian pohon mulai dari randu, mahoni, sampai jati telah berubah menjadi tanaman jagung. Mereka lalu bertemu dan berdiskusi langsung dengan para petani yang sedang membersihkan lahan pascapanen Jagung.Kawit An Nur Slawi
“Kami tanami jagung karena lebih menghasilkan daripada ditanami pohon jati atau mahoni,” ungkap Sudirjo, salah satu petani yang diajak diskusi.“Pemerintah kesulitan untuk mengarahkan warga agar mengganti tanaman mereka. Pasalnya lahan yang ditanami merupakan milik mereka sendiri,” kata Mandor Hutan Sukolilo Abdul Rohman.
Kawit An Nur Slawi
Dulu pernah diberi bantuan bibit pohon jati dan mahoni, tetapi warga tidak mau menanamnya. Karena lahannya hanya ditanami tanaman yang menghasilkan secara langsung agar bisa mengisi periuk-periuk mereka. Alhasil bibit-bibit bantuan itu pun sia-sia.Dengan menjelajah pegunungan Kendeng pelajar IPPNU Komisariat MA Sultan Agung dapat melihat secara langsung kondisi pegunungannya dan dapat permasalahan yang dialami warga.
“saya sangat antusias melakukan pendakian ini karena bisa melihat secara langsung dan berdiskusi dengan warga mengapa mereka menanami lahannya dengan tanaman jagung,” kata Mega Sabrina selaku anggota IPPNU Komisariat MA Sultan Agung. (Masula/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Kawit An Nur Slawi Sholawat, Hadits Kawit An Nur Slawi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar