Direktur Eksekutif LKSB Abdul Ghopur mengatakan, diskusi ini berangkat dari kegelisahan yang melihat Jakarta sebagai basis pergerakan kemerdekaan Indonesia di masa revolusi fisik justru kini didera oleh banyak masalah yang menyalahi semangat keindonesiaan.
| Lihat Kondisi Jakarta, LKSB Angkat Isu Keindonesiaan dalam Kajian Siang Ini (Sumber Gambar : Nu Online) |
Lihat Kondisi Jakarta, LKSB Angkat Isu Keindonesiaan dalam Kajian Siang Ini
Menurutnya, banyak orang secara sadar maupun tidak sadar mencederai semangat keindonesiaan itu yang semakin tampak jelang Pilkada Jakarta seperti ini. Mereka menyampingkan rasionalitas. Dari situ kemudian banyak orang melanggar batas-batas norma yang disepakati. Penggunaan dalil agama dan isu sara untuk kepentingan praktis merusak sendi-sendi kebangsaan.Semua permasalah ini, menurut Ghopur, berangkat antara lain dari problem mental elit politikus dan masyarakat Jakarta itu sendiri.
Kawit An Nur Slawi
“Ini hanya dapat dicapai dengan mengubah struktur dasar dari mental dan pola pikir masyarakat Jakarta yang majemuk, tidak hanya dari sistem kekuasaan dan hukum, tetapi juga budaya dari masyarakat itu sendiri. Dengan kata lain, orang harus berperan aktif untuk mewujudkan impian mereka tentang ‘miniatur republik’,” kata Ghopur.Kawit An Nur Slawi
Ia berharap kajian siang ini memberikan kontribusi di tengah kompleksitas permasalahan yang ada di Indonesia untuk persatuan, etika sosial, dan kesejahteraan masyarakat.Forum ini rencananya akan dihadiri oleh perwakilan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), mantan aktivis 98, Gerakan Alam Pikir Indonesia (Gerak API), Anak Kandung Indonesia, GMKI, dan utusan ormas Cipayung lainnya. (Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Kawit An Nur Slawi Khutbah, Kajian Kawit An Nur Slawi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar