Bahkan mereka terlihat menikmati ketukan demi ketukan saat kader Ansor memeragakan dihadapannya hingga dua lantunan lagu sholawat.
| Diiringi Shalawat, Bule di Bali Tabuh Rebana (Sumber Gambar : Nu Online) |
Diiringi Shalawat, Bule di Bali Tabuh Rebana
Awalnya, beberapa saat setelah penabuh rebana melantunkan shalawat, dua bule asal perancis ini mengamati dari luar halaman Pondok Pesantren Nurul Jadid Pemuteran Buleleng, lokasi kegiatan berlangsung.Mereka pun meminta izin kepada salah satu kader Ansor untuk bisa mangamati kesenian khas Nahdliyin ini lebih dekat. Kemudian mereka dipersilahkan masuk dan langsung mendekat ke lingkaran penabuh hadrah.
Ketika lantunan shalawat yang sedang berlangsung, mereka mengamati alat musik yang dimainkan. Merekapun tertarik untuk mencobanya.
Kawit An Nur Slawi
Dua rebana yang dipegangnya langsung ditabuh sendiri sambil mereka senyum-senyum kepada puluhan jamaah yang hadir, tanda keheranan mereka akan alat musik yang sangat sederhana ini, namun ketika dimainkan bersama bisa menjadi lantunan musik yang enak didengar.Masih merasa tak percaya dengan alat yang dipegangnya bisa menghasilkan lantunan musik yang enak didengar sebagaimana mereka dengar diawal, mereka meminta kepada penabuh hadrah untuk memainkan kembali.
Kawit An Nur Slawi
Perlahan mereka mengikuti ketukan demi ketukan para penabuh, hingga mereka betul-betul menikmatinya.Sebelum meninggalkan lokasi kegiatan, mereka sempat menanyakan ini kegiatan apa. Abdul Rohim, kader Ansor yang ditanya menjelaskan kepada mereka bahwa kegiatan ini merupakan pertemuan organisasi pemuda Islam untuk wilayah bali.
"Jangan khawatir, Islam di negara kami adalah ajaran Islam yang sebenarnya, kami sangat mencintai perdamaian, menghargai kemanusiaan, apapun agamanya," papar Rohim dalam bahasa inggris.
Merekapun merespon positif, dan berkali-kali mengatakan bangga akan budaya Indonesia yang dijadikan landasan nilai untuk bertindak. (Abraham Iboy/Fathoni)
Dari Nu Online: nu.or.id
Kawit An Nur Slawi Amalan Kawit An Nur Slawi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar