Minggu, 20 Agustus 2017

Wayangan Blitar Ki Sukron Suwondo

Blitar, Kawit An Nur Slawi. Ki Haji Sukron Suwondo sempat mementaskan wayang kulit dalam rangka peringatan hari lahir (Harlah) ke-87 NU di Kabupaten Blitar tahun lalu.

Dalang Kondang asal Sanankulon Blitar ini bisa dibilang teman dekat Ki Entus, karena Entus sering pinjam alat Ki Sukron Suwondo kalau lagi ndalang di sekitar Blitar. Ki Sukron Suwondo, kini menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) milik NU Kabupaten Blitar.

Wayangan Blitar Ki Sukron Suwondo (Sumber Gambar : Nu Online)
Wayangan Blitar Ki Sukron Suwondo (Sumber Gambar : Nu Online)

Wayangan Blitar Ki Sukron Suwondo

Di Blitar selain Ki Haji  Sukron Suwondo, ada Ki Syudrun. Dalang wali asal Desa Krenceng, Nglegok ini pun sudah melegenda. Ia sering tampil di layar kaca baik lokal maupun nasional.

Kawit An Nur Slawi

H Mohammad Nawir, seorang tokoh NU kabupaten Blitar kepada Kawit An Nur Slawi, Rabu (2/1) mengatakan, para seniman perlu mendapat perhatian serius dari NU. Menurutnya, pola dakwah melalui jalur seni di wilayah Blitar masih sangat perlu dilakukan.

Kawit An Nur Slawi

“Dakwah melalui seni masih diperlukan. Khususnya di wilayah Blitar ini. Ya.. idep-idep nguri-nguri polanya Walisongo,’’ tandasnya.

“NU Blitar ingin  memfasilitasi dan memberi perlindungan HKI (Hak Kekayaan Intelektual) atas berbagai karya seni para seniman  NU,’’ ujar Nawir.

Selain itu, NU akan mendokumentasikan karya-karya seni para intelektual, ulama dan seniman NU. Serta mengembangkan dan mempromosikan kesenian religi baik gagasan, karya dan pelaksanaannya. 

“NU Blitar juga akan membuat  data base yang memuat nama-nama seniman NU, karya-karya, sejarah dan prestasinya,’’ tandasnya.

“Preiode lalu. Kita sudah mendata semua seniman NU di Blitar. Ternyata jumlahnya ratusan. Yang khusus dalang aja ada 60 orang lebih. Salah satunya ada yang mantan Komandan Banser Blitar,’’ tambah Nawir, yang kini juga menjadi anggota KPUD Kabupaten Blitar ini.

Yang tidak kalah pentingnya, lanjut Nawir, NU akan menjadikan pesantren sebagai pusat pengembangan seni dan budaya melalui penyelenggaraan berbagai pelatihan, festival dan event keseniaan di pesantren.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi AlaNu, Cerita, Ahlussunnah Kawit An Nur Slawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar