Rabu, 16 Agustus 2017

Peringatan Seratus Hari Buya Ja’far Dihadiri Ribuan Pengunjung

Cirebon, Kawit An Nur Slawi. Halaman rumah yang menyambung dengan pelataran sebuah masjid yang diberi nama Al-Jadid sudah tampak penuh sesak oleh ribuan orang yang mulai berdatangan seusai Salat Tarawih. Malam tersebut merupakan malam peringatan 100 hari meninggalnya  Buya KH Ja’far Aqiel Siroj, pengasuh Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Rabu (16/7).

Setelah tamu undangan dari beberapa pesantren di Cirebon telah hadir ke atas serambi rumah yang diposisikan sebagai panggung sederhana, acara pertama langsung dibuka dengan pembacaan tahlil oleh KH Niamillah Aqil, adik bungsu mendiang Buya Ja’far. Setelah itu, sambutan keluarga disampaikan oleh KH Mustofa Aqil,  sekaligus mengutarakan prakata atas nama pengasuh Pesantren Kempek Cirebon pasca meninggalnya Buya Ja’far.

Peringatan Seratus Hari Buya Ja’far Dihadiri Ribuan Pengunjung (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringatan Seratus Hari Buya Ja’far Dihadiri Ribuan Pengunjung (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringatan Seratus Hari Buya Ja’far Dihadiri Ribuan Pengunjung

Dalam sambutannya, Kiai Mustofa memohon doa dari para santri dan tamu undangan agar Pesantren Kempek dapat terus berada di garis perjuangan yang secara istiqamah dicontohkan oleh almarhum.

Kawit An Nur Slawi

“Mudah-mudahan para penerus pesantren ini mampu merawat dan mengingat-ingat kembali tujuan didirikannya pesantren ini. Bukan hanya enak-enak merasakan manfaat dari peninggalan dan perjuangan Buya Ja’far,” ungkap Kiai Mustofa.

Selain itu, melalui acara ini juga Kiai Mustofa meminta kepada santri dan masyarakat agar berkenan untuk mendoakan kedamaian dan ketentraman bangsa usai pemilihan presiden pekan lalu.

Kawit An Nur Slawi

“Doa para santri, orang-orang NU, kiai dan pesantren akan menjadi sangat penting di tengah hiruk-pikuk dan panasnya suhu perpolitikan Indonesia sekarang ini,” ungkap Kiai yang juga Katib Syuriah PBNU ini.

Dari jajaran tamu undangan, tampak perwakilan tokoh sepuh dari Pesantren Babakan, Gedongan, Buntet, Arjawinangun, Tegalgubug dan beberapa pesantren lain di Cirebon. Acara peringatan seratus hari ini ditutup dengan taushiyah dan doa dari KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU. (Sobih Adnan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kawit An Nur Slawi Kajian Islam Kawit An Nur Slawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar