Demikian disampaikan Kang Said kepada Kawit An Nur Slawi di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (2/12) malam.
| PBNU Kaitkan Doa Bersama di Monas dan Kesenjangan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online) |
PBNU Kaitkan Doa Bersama di Monas dan Kesenjangan Ekonomi
Gejala itu, kata Kang Said, terindikasi dari banyaknya masyarakat di luar Jakarta yang ikut doa, zikir, dan Jumatan bersama di lapangan Monas.Kawit An Nur Slawi
“Tetapi kenapa banyak orang dari luar Jakarta yang berdemostrasi? Saya yakin pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masih menjadi masalah mendasar. Demonstrasi ini lebih didasari motif kecemburuan sosial dan ekonomi yang dimonopoli oleh etnis tertentu dan non-Muslim,” kata Kang Said.Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur ini menyampaikan rasa syukur PBNU karena Allah masih berkenan memelihara keutuhan NKRI. “Alhamdulillah sampai sekarang Allah masih turun tangan dalam menjaga keutuhan Indonesia.”
Kawit An Nur Slawi
Menurutnya, doa bersama di Monas merupakan bentuk akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.“Pemerintah harus membuat kebijakan terkait ekonomi yang langsung menyentuh rakyat banyak secara merata agar kesenjangan ekonomi teratasi. Ini jelas akumulasi kekecewaan,” kata Kang Said. (Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Kawit An Nur Slawi AlaSantri, Berita, Makam Kawit An Nur Slawi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar